6 Hal Penting yang Perlu Anda Tahu Tentang Vaksin Cacar

Oleh

Vaksin yang asli adalah salah satu komponen medis yang terbuat dari virus aktif tetapi sudah dilemahkan. Vaksin ini berfungsi untuk membuat sistem imun tubuh Anda menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. Banyak sekali jenis vaksin yang saat ini sudah beredar di masyarakat, termasuk vaksin cacar.

Apa itu vaksin cacar?

Vaksin cacar adalah cairan yang dapat melindungi hampir semua orang yang menerima vaksin ini dari terserang cacar. Vaksin ini kadang juga disebut sebagai vaksin varicella, karena cacar disebabkan oleh virus yang bernama varicella-zoster virus. Seperti yang tadi sudah disebutkan, vaksin terbuat dari virus yang sudah dilemahkan. Nah, artinya, vaksin cacar terbuat dari virus cacar yang sudah dilemahkan.

Virus cacar yang sudah dilemahkan yang masuk ke tubuh manusia melalui vaksin ini tidak menyebabkan Anda malah terserang cacar, akan tetapi virus ini akan membuat sistem imun Anda membangun pertahanan untuk menyerang virus cacar. Akibatnya, bila di masa yang mendatang ada virus cacar menyerang Anda, sistem imun Anda bisa menyerang virus tersebut sehingga Anda tidak terkena cacar.

Sekitar 90% orang yang mendapat vaksin cacar tidak terkena cacar. Tetapi, tetap saja mungkin bila seseorang yang sudah mendapat vaksin cacar tetap terkena cacar di kehidupannya kelak. Akan tetapi, bila itu terjadi, cacar yang diidap orang tersebut pasti lebih ringan dan sembuh lebih cepat.

Mengapa Anda perluĀ mendapatkan vaksin cacar?

Pada umumnya, virus cacar menyerang dengan tidak terlalu parah. Biasanya seseorang terkena cacar selama sekitar 5 sampai 10 hari. Akan tetapi, dalam kasus yang akut, cacar bisa jadi sampai mengancam nyawa Anda. Risiko cacar akut yang bisa sampai mengancam nyawa biasanya terjadi pada bayi, orang dewasa, dan orang-orang yang memiliki sistem imun yang lemah. Akan tetapi, tidak dapat diprediksi siapa yang akan terserang penyakit cacar akut. Hal ini bisa terjadi pada siapa saja.

Selain itu, cacar adalah penyakit yang amat sangat mudah menular. Cacar dapat menyebar melalui udara melalui bersin dan batuk. Terkadang, cacar juga bisa menular dari cairan dari luka cacar itu sendiri. Oleh karena itu, orang-orang yang terkena cacar harus diisolasi supaya tidak menular ke orang lain sampai sudah sembuh.

Jika Anda terserang cacar, maka Anda akan mendapat sekitar 200 sampai 500 luka cacar yang gatal di sekujur tubuh Anda. Anda juga mungkin mengalami sakit kepala, bersin-bersin, dan rewel.

Siapa saja yang perlu mendapat vaksin cacar?

Vaksin cacar direkomendasikan untuk semua anak-anak yang berusia di bawah 13 tahun yang belum pernah terkena sakit cacar. Vaksin cacar juga direkomendasikan untuk orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin cacarĀ atau belum pernah terkena penyakit cacar. Kalau Anda sudah pernah terkena penyakit cacar, maka Anda tidak perlu lagi mendapatkan vaksin cacar.

Sejak tahun 2005, vaksin cacar biasanya digabungkan dengan vaksin untuk penyakit lain. Vaksin ini disebut MMRV, yaitu vaksin yang dapat membantu Anda menyerangi campak, gondok, alergi pernafasan, dan cacar.

Berapa banyak dosis vaksin cacar yang dibutuhkan?

Anda akan diberikan 2 dosis vaksin cacar secara terpisah. Untuk anak-anak, dosis pertama diberikan saat si anak berumur 12-18 bulan. Sedangkan dosis kedua akan diberikan saat si anak berumur 4-6 tahun. Untuk orang dewasa, dosis kedua diberikan dalam jangka waktu empat sampai delapan minggu setelah dosis pertama diberikan.

Apakah ada efek samping dari vaksin cacar?

Setiap produk medis selalu ada efek sampingnya. Akan tetapi, biasanya efek samping vaksin cacar tidaklah berat. Efek samping yang sering muncul biasanya rasa sakit, kulit memerah, dan bengkak di daerah kulit tempat Anda disuntik. Ada sebagian kecil orang yang juga mengalami ruam-ruam di kulit sekitar tempat si pasien mendapat suntikan.

Apakah ada orang-orang yang tidak boleh mendapat vaksin cacar?

Setiap orang yang sedang sakit tidak dianjurkan untuk mendapatkan vaksin cacar. Anda harus menunggu sampai Anda pulih terlebih dahulu, baru Anda bisa mendapatkan vaksin cacar. Selain itu, setiap orang yang terserang alergi setelah mendapat dosis pertama tidak dianjurkan untuk mendapat dosis kedua dari vaksin cacar. Berikut adalah daftar orang-orang yang tidak bisa menerima vaksin cacar:

  • Ibu hamil. Sebab sampai saat ini belum diketahui efek samping dari vaksin cacar pada ibu hamil ke bayi yang dikandungnya.
  • Orang-orang yang alergi gelatin. Akan tetapi, sudah tersedia vaksin cacar yang bebas gelatin.
  • Orang-orang yang mengidap penyakit kelainan sistem imun
  • Orang-orang yang baru saja menerima steroid dalam dosis tinggi
  • Orang-orang yang sedang dalam pengobatan kanker dengan X-ray, obat-obatan, dan kemoterapi
  • Orang-orang yang baru saja melakukan transfusi darah atau menerima produk-produk yang berhubungan dengan darah. Orang tersebut baru boleh menerima vaksin cacar 5 bulan setelah melakukan tindakan transfusi darah atau menerima produk-produk yang berhubungan dengan darah.

BACA JUGA:

Yang juga perlu Anda baca