Berbagai Kondisi dan Penyakit yang Dapat Menyebabkan Sesak Napas (Bukan Cuma Asma!)

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Banyak yang mengira kalau sesak nafas itu sudah pasti gejala asma. Padahal belum tentu. Masalah pernapasan ini bisa diakibatkan oleh banyak hal lainnya. Maka, orang yang tidak punya asma pun bisa saja mengalami sesak napas. Yuk, cari tahu beragam kondisi yang bisa jadi penyebab sesak nafas di bawah ini. 

Penyebab sesak nafas yang muncul tiba-tiba

Sesak napas dapat muncul tiba-tiba, terjadi sementara, dan mereda dengan cepat. Jenis sesak napas ini disebut sesak napas akut. Pada kebanyakan kasus, sesak napas akut akan hilang ketika faktor pemicunya hilang, diobati, atau disembuhkan.

Berikut berbagai penyebab sesak napas yang sering muncul secara tiba-tiba:

1. Tersedak

sering tersedak air liur

Ketika Anda tersedak karena menelan atau kemasukan benda asing ke dalam saluran napas, akibatnya Anda kesulitan bicara dan sesak napas. Usahakanlah sebisa mungkin untuk batuk demi mengeluarkan benda yang tersangkut di tenggorokan.

Jika tidak, tersedang dapat membuat Anda tidak bisa bernapas. Dalam beberapa kasus, kekurangan oksigen dapat menyebabkan Anda kehilangan kesadaran diri yang pertama ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi lebih pucat atau membiru.

2. Pilek

obat pilek cara mengatasi pilek

Hidung yang tersumbat lendir atau malah terus-terusan berair (meler) dapat menjadi penyebab Anda merasa sesak nafas saat sedang pilek. Sebab, lendir pilek akan menghalangi jalan keluar masuknya udara.

Meski bukan masalah serius, gejala pilek secara keseluruhan tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Gejala pilek juga dapat bertambah parah jika Anda mengalami infeksi dan peradangan pada sinus (rongga udara yang terdapat di belakang hidung).

3. Keracunan karbon monoksida

bahaya asap knalpot

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida. Gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

Karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, tapi sangat berbahaya jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.

Setelah terhirup, karbon monoksida dapat terikat erat dalam hemoglobin dan akan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh. Sifatnya yang beracun akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan, karena tubuh justru jadi kekurangan oksigen.

Kekurangan oksigen karena terlalu banyak menghirup karbon monoksida dapat menjadi penyebab Anda sesak nafas, nyeri dada, pusing, serta mual dan muntah. Semakin lama Anda menghirup gas tersebut, semakin buruk pula gejala yang dirasakan.

Ketika kadar karbon monoksida sudah mencapai level akut di dalam tubuh, keracunan bisa menyebabkan kematian.

4. Alergi makanan

asma alergi bulu binatang

Tanpa disadari, alergi juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak nafas. Hampir segala jenis alergi, mulai dari alergi makanan, alergi bulu binatang, alergi debu, hingga reaksi alergi yang dipicu perubahan suhu, dapat menimbulkan reaksi alergi yang berupa sesak napas.

Selain sesak napas, seseorang yang mengalami alergi biasanya juga memunculkan gejala lain. Beberapa di antaranya seperti hidung mampet, mata berair, ruam, dan bersin. Reaksi alergi sebenarnya tidak membahayakan. Namun, beberapa orang dapat mengalami komplikasi parah jika tidak segera ditangani.

Dalam dunia medis, reaksi parah ini disebut syok anafilaksis. Anafilaksis menyebabkan denyut nadi Anda melemah dan tekanan darah menurun drastis yang membuat Anda memucat dan akhirnya kehilangan kesadaran. Seseorang yang mengalami anafilaksis membutuhkan pertolongan medis darurat agar tidak berakibat fatal.

5. Tamponade jantung

detak jantung tidak teratur

Tamponade jantung adalah kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung (perikardium) dan otot jantung. Kondisi ini memberikan tekanan yang sangat kuat pada jantung sehingga mengganggu kerja jantung memompa darah ke seluruh tubuh.

Kurangnya pasokan darah ke jantung dan seluruh tubuh dapat menjadi penyebab sesak nafas. Kondisi ini pun bisa menyebabkan berbagai gejala lain seperti napas pendek, dada yang terasa penuh dan tertekan, dan rasa sakit yang terpusat pada dada bagian kiri.

Jika tidak segera ditangani, tamponade jantung dapat menyebabkan syok, gagal jantung, kegagalan fungsi organ lainnya, bahkan kematian.

6. Pneumonia

gejala gagal jantung

Pneumonia atau infeksi pada paru-paru juga dapat menjadi penyebab Anda mengalami sesak nafas. Pneumonia bisa dialami oleh siapa saja. Namun, anak-anak dan lansia lebih berisiko mengalami pneumonia ketimbang orang dewasa.

Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan kantung udara di dalam paru-paru meradang, membengkak, hingga dipenuhi cairan. Orang awal lebih mengenal kondisi ini dengan sebutan paru-paru basah.

Infeksi bakteri, jamur, dan virus merupakan penyebab utama seseorang bisa mengalami pneumonia. Zat asing penyebab infeksi akan menyerang kantung udara yang membuat tubuh kehilangan oksigen untuk masuk ke dalam darah. Akibatnya, sel-sel organ tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen.

Kondisi ini juga sering kali menyebabkan gejala seperti batuk terus-terusan, dada terasa sakit, sering berkeringat, dan jantung berdebar-debar.

7. Emboli paru

gejala gagal jantung

Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru. Dalam banyak kasus, emboli paru disebabkan karena adanya gumpalan darah beku di arteri yang mengalir ke paru-paru dari kaki. Gumpalan juga bisa terjadi di bagian tubuh lain, seperti panggul, lengan, atau jantung (trombosis vena dalam).

Kondisi ini membuat aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas. Alhasil, dada menjadi terasa sangat nyeri dan detak jantung meningkat. Kedua kondisi ini tak jarang juga bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak nafas atau susah bernapas.

Emboli paru juga dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian kaki. Pembengkakan ini menyebabkan rasa nyeri, sensasi hangat, dan perubahan warna kemerahan di bagian kaki.

8. Pneumotoraks

sesak napas saat stres

Pneumotoraks adalah sebuah kondisi di mana ada pengumpulan udara yang mengalir di antara paru-paru dan dinding dada. Udara yang terkumpul tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-paru menjadi kolaps (mengempis).

Peningkatan tekanan dinding paru-paru akan menghalangi paru-paru untuk mengembang saat kita menarik napas. Akibatnya, Anda akan mengalami nyeri dada, jantung berdebar-debar, batuk, dan kulit pucat. Kondisi ini juga bisa jadi penyebab Anda mengalami sesak nafas dan napas pendek.

Pneumotoraks dapat dipicu oleh banyak hal. Namun yang paling umum meliputi cedera di bagian dada, efek samping prosedur medis, hingga kerusakan paru-paru akibat kondisi medis tertentu.

Penyebab sesak napas yang sering kambuh dalam jangka panjang

Sesak napas dapat pula bersifat kambuhan yang terjadi dalam jangka panjang. Kondisi ini disebut sebagai sesak napas kronis. Beberapa hal yang sering menjadi penyebab sesak napas kronis di antaranya:

1. Asma

mencegah asma kambuh

Asma merupakan penyakit pernapasan kronis yang paling sering menjadi penyebab sesak nafas. Kondisi ini terjadi ketika saluran udara (bronkus) mengalami sehingga menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir berlebih.

Ketika paru-paru tidak mendapatkan cukup pasokan udara, Anda akan merasa sesak nafas atau kesulitan bernapas. Akibatnya, napas Anda jadi cepat, dangkal, dan kadang berbunyi “ngik-ngik”. Dada pun terasa nyeri seperti ada yang melilit tali erat-erat di sekeliling dada. Semua sensasi melemahkan ini adalah gejala asma yang paling dapat dikenali.

Gejala asma umumnya muncul pertama kali pada masa kanak-kanak dan terus berlanjut hingga dewasa. Meski begitu, gejala asma bisa juga mulai dirasakan pertama kali saat usia dewasa. Gejala asma yang dimulai saat usia dewasa disebut asma onset dewasa.

Asma pada usia dewasa berbeda dengan asma yang telah diketahui sejak anak-anak. Pada orang dewasa gejala asma biasanya dipicu karena penurunan fungsi paru-paru. Entah itu karena kebiasaan merokok, riwayat penyakit tertentu, hingga stres.

2. Hernia hiatal

cara mengatasi hernia

Hernia hiatal adalah kondisi yang terjadi ketika sebagian atas lambung menonjol keluar hingga ke bagian bukaan diafragma (otot pemisah perut dengan dada).

Otot diafragma berfungsi membantu agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan. Jika Anda memiliki hernia hiatal, maka asam lambung jadi lebih mudah naik. Naiknya asam lambung ke kerongkongan disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan.

Akibatnya, Anda mungkin seringkali mengalami heartburn (dada terasa panas). Heartburn sendiri dapat menjadi penyebab sesak nafas, sakit di area dada atau perut, sulit menelan, dan lain sebagainya.

3. Obesitas

risiko kanker payudara

Orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas sering mengeluhkan sesak napas.

Kelebihan lemak di sekitar perut dan dada dapat membuat paru-paru Anda terhimpit sehingga jadi bekerja lebih keras untuk mengembang. Jantung pun harus bekerja lebih berat untuk memompa darah guna bisa melewati pembuluh darah yang tersumbat kolesterol. Dampaknya, kondisi ini bisa jadi penyebab seseorang mengalami sesak nafas.

Bahkan, orang yang obesitas dapat kesulitan bernapas meski hanya melakukan aktivitas yang ringan. Misalnya, sekadar berjalan kaki tidak lebih dari 100 meter atau naik turun-tangga beberapa langkah saja.

4. Masalah paru-paru

sesak napas saat berhenti merokok

Keluhan sesak napas sangat erat kaitannya dengan penyakit yang memengaruhi paru-paru. Jika fungsi paru-paru terganggu, tentu Anda tidak akan bisa bernapas selega biasanya. Berikut adalah beberapa penyakit paru kronis yang dapat menjadi penyebab Anda sering sesak napas:

  • Kanker paru-paru. Gejala paling khas dari penyakit ini adalah batuk kronis yang tak kunjung sembuh atau justru semakin memburuk dari waktu ke waktu. Selain itu, Anda juga mungkin akan merasakan dada terasa sesak dan umumnya makin parah saat bernapas panjang. Tak jarang hal tersebut membuat Anda kesulitan untuk bernapas.
  • Hipertensi pulmonal. Hipertensi pulmonal terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit, dan sisi kanan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Aliran darah yang terhambat membuat oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh, sehingga tubuh kekurangan udara. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sesak napas.
  • Sarkoidosis. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel radang tumbuh secara berlebihan di bagian tubuh yang berbeda-beda, misalnya paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit. Jika sel-sel radang tumbuh di paru-paru, maka dapat menyebabkan napas tersendat-sendat disertai mengi (suara seperti siulan lirih atau “ngik-ngik”).
  • Tuberkulosis (TBC). TBC adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosisPada gejala TBC, keluhan sesak napas yang muncul merupakan proses penyakit TBC yang meningkatkan produksi lendir. Akibatnya hal tersebut membuat saluran napas jadi menyempit dan merusak jaringan paru-paru.
  • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). PPOK adalah sekumpulan penyakit yang merusak paru-paru dan mengurangi pasokan oksigen ke darah. Kondisi ini umumnya dipicu karena saluran napas terhambat akibat peradangan atau kerusakan kantung udara. Hal ini membuat penderitanya sering mengalami sesak nafas, dada terasa nyeri, mengi, dan batuk. PPOK lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun dan pernah menjadi perokok aktif.
  • Penyakit paru interstisial. Penyakit paru interstisial adalah sekelompok penyakit yang menyerangan jaringan paru-paru di antara maupun di bawah kantung udara. Kondisi ini ditandai dengan adanya jaringan parut di kantung paru, sehingga menyebabkan ruang penyimpanan udara semakin mengecil. Hal ini akan memengaruhi kemampuan bernapas dan menyalurkan oksigen yang cukup ke dalam aliran darah.

6. Masalah jantung

jantung berdebar sampai badan gemetar

Tak hanya gangguan pada fungsi paru saja. Masalah pada organ jantung bisa jadi penyebab sesak napas. Salah satunya adalah penyakit gagal jantung kongestif. Penyakit ini disebabkan oleh penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner.

Pembuluh darah yang menyempit ini membuat aliran darah yang membawa oksigen tidak lancar. Akhirnya, jaringan tubuh lainnya tidak mendapatkan oksigen sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti sesak napas, kelelahan, tidak fokus, hingga penumpukan cairan di dalam organ.

Masalah jantung lainnya yang bisa menjadi penyebab sesak nafas meliputi:

  • Kardiomiopati. Penyakit ini disebabkan karena otot jantung melemah, merenggang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat memompa darah atau berfungsi dengan baik, sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Akhirnya hal ini menimbulkan beberapa gejala seperti sesak napas.
  • Aritmia. Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu pelan, terlalu awal, atau tidak teratur. Detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Akibatnya Anda akan mengalami serangkaian gejala seperti sesak nafas, pusing, nyeri dada, dan lainnya. 
  • Perikarditis. Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium. Perikardium adalah selaput kantung di sekitar jantung, berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya dan melumasi jantung. Gejala umum dari penyakit ini adalah nyeri dada yang tajam di belakang sternum atau tulang dada, serta napas pendek atau memburu saat berbaring.

7. Masalah lainnya yang bisa menyebabkan sesak napas

pulmicort obat asma

Sesak napas juga erat kaitannya dengan sirkulasi darah segar beroksigen yang diterima paru-paru. Jika sirkulasi darah terganggu, paru-paru tidak bisa mendapatkan cukup asupan darah segar sehingga kerjanya juga tidak akan maksimal.

Beberapa kondisi dan penyakit terkait sirkulasi darah yang dapat menyebabkan sesak napas adalah:

  • Anemia.
  • Patah tulang rusuk.
  • Epiglotitis (pembengkakan sebagian tenggorokan).
  • Gangguan kecemasan.
  • Sindrom Guillain-Barre.
  • Myasthenia gravis, yang menyebabkan kelemahan otot.

Jika Anda mengalami sesak napas, jangan panik. Segera kunjungi puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Sebaiknya juga segera berkonsultasi ke dokter bila Anda mengalami gejala sesak napas yang tidak biasa. Apalagi bila gejalanya sangat melemahkan dan mengganggu Anda dalam beraktivitas.

Seperti yang sudah disebutkan di atas, sesak nafas memiliki banyak sekali penyebab. Mulai dari yang ringan seperti tersedak, hingga masalah serius pada jantung maupun paru-paru Anda.

Guna mengetahui penyebab pastinya, dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik, uji laboratorium, hingga tes pencitraan. Semakin cepat penyebab sesak napas Anda terdiagnosis, maka pengobatannya akan semakin mudah. Anda pun dapat terhindar dari sejumlah komplikasi yang berbahaya.

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: November 9, 2017 | Terakhir Diedit: November 15, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca