Mungkinkah Kena Asma Pertama Kali Saat Sudah Dewasa?

Oleh

Banyak orang menyangka bahwa penyakit asma pasti diidap sejak kecil. Entah Anda waktu kecil sudah pernah kena serangan asma atau Anda memang belum sembuh sepenuhnya dari penyakit asma yang sudah diidap sejak kanak-kanak. Padahal, asma juga ternyata bisa menyerang seseorang pertama kali di usia dewasa. Untuk mencari informasi lengkapnya, simak penjelasan asma saat dewasa berikut ini.

Mengenal serangan asma

Ketika Anda diserang asma untuk pertama kalinya di usia dewasa, Anda dan orang-orang terdekat mungkin merasa ragu, jangan-jangan justru serangan jantung atau serangan panik. Untuk itu, kenali gejala serangan asma berikut ini.

  • Batuk-batuk, terutama di malam hari
  • Sulit bernapas
  • Napas bunyi
  • Terengah-engah
  • Dada terasa sesak dan sakit terutama saat menarik napas

Apa bedanya kena asma waktu kecil dan saat dewasa?

Asma saat dewasa dikenal dengan sebutan adult-onset asthma. Penyakit ini sering kali sulit dideteksi karena saat Anda bertambah usia, kapasitas paru Anda menjadi lebih rendah. Ini karena terdapat perubahan pada otot-otot serta kelenturan dinding rongga dada orang dewasa. Maka, dokter mungkin menganggap masalah pernapasan Anda adalah sesuatu yang normal. Padahal, Anda mungkin mengidap adult-onset asthma.

Mengapa saya baru kena asma saat dewasa?

Sampai saat ini, penyebab penyakit asma belum diketahui. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, bahkan orang dewasa yang berusia 30 atau 40-an sekalipun. Memang kebanyakan kasus asma diketahui sejak seseorang masih bayi atau kanak-kanak. Namun, kira-kira sejumlah 25% dari pengidap asma baru pertama kali mengalami serangan di usia dewasa.

Faktor risiko asma saat dewasa

Meskipun penyebab penyakit ini belum diketahui, banyak pemicu dan faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan kena asma saat dewasa. Faktor risiko tersebut antara lain adalah:

  • Lingkungan kerja atau tempat tinggal yang penuh debu, serbuk bahan-bahan bangunan, bau bahan kimia yang menyengat, bulu binatang, asap rokok, asap kendaraan, asap dupa, atau material halus di udara seperti tepung dan bedak
  • Riwayat alergi, misalnya alergi bulu binatang atau serbuk sari bunga (pollen)
  • Riwayat penyakit asam lambung (GERD)
  • Wanita yang mengalami perubahan hormon, misalnya saat hamil atau menopause
  • Baru saja sembuh dari penyakit seperti influenza atau sinusitis
  • Riwayat penyakit asma dalam keluarga
  • Riwayat alergi dalam keluarga

Mengatasi dan mengobati asma saat dewasa

Gejala asma bisa dikendalikan. Namun, belum ditemukan obat atau perawatan tertentu untuk menyembuhkan penyakit asma sepenuhnya. Yang paling penting jika Anda mengidap asma saat dewasa adalah mencari tahu apa tepatnya pemicu Anda. Lalu, pastikan Anda bisa menjauhi pemicu tersebut.

Konsultasikan langsung ke dokter Anda untuk menangani asma saat dewasa. Anda mungkin butuh obat-obatan khusus untuk menangani serangan asma. Obat asma tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan hirup. Biasanya Anda akan diberikan obat antiperadangan dari steroid untuk memperlancar sistem pernapasan Anda.  

Untuk mencegah asma kumat, Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian di rumah dan di tempat kerja. Tempat tinggal dan tempat kerja harus dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan material-material halus di udara. Pastikan Anda cukup istirahat dan mulai menjalani gaya hidup sehat, misalnya dengan berolahraga serta menjaga pola makan seimbang.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca