home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Apakah Penyakit Asma Bisa Disembuhkan secara Total?

Apakah Penyakit Asma Bisa Disembuhkan secara Total?

Asma adalah penyakit kronis yang menyerang sistem pernapasan manusia. Penyakit ini menyebabkan penderitanya sering kali mengalami gejala sesak napas, batuk, serta napas berbunyi. Bagi beberapa orang, kambunya asma mungkin sangat mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah pasien asma bisa sembuh total? Apakah ada cara yang bisa dilakukan agar penyakit asma hilang sepenuhnya? Untuk tahu jawabannya, simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Bisakah asma sembuh total?

Asma adalah penyakit yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit akibat adanya peradangan kronis.

Menurut laman WHO, diperkirakan sebanyak 262 juta orang di dunia mengidap penyakit ini dengan angka kematian sebanyak 461 ribu jiwa.

Banyak orang yang bertanya-tanya, bisakah penyakit ini disembuhkan sepenuhnya?

Jawaban singkatnya, asma tidak bisa sembuh total. Ketika seseorang telah terdiagnosis dengan penyakit tersebut, ini artinya ia harus hidup dengan penyakit ini seumur hidup.

Asma adalah penyakit kronis, yang artinya belum ada obat yang bisa menyembuhkan penyakit ini secara tuntas.

Namun, para ahli tidak berhenti mencari solusi serta melakukan berbagai penelitian dalam mengembangkan obat yang bisa menyembuhkan asma secara total.

Maka itu, besar kemungkinan di masa depan akan ada obat yang lebih efektif mengatasi gejala asma, bahkan menghilangkan penyakit ini sepenuhnya.

Meski tidak bisa sembuh total, gejala asma bisa dikendalikan

Bagi Anda yang mengidap asma, jangan putus asa. Meski asma tidak bisa sembuh total, bukan berarti Anda akan mengalami serangan asma atau kekambuhan terus-menerus.

Ya, orang-orang dengan asma dapat menjalani hidup yang sehat dan normal selama gejala-gejalanya dapat dikendalikan.

Bahkan, gejala asma bisa saja tidak kambuh sama sekali dalam beberapa tahun. Dengan demikian, penyakit ini tidak akan berpengaruh secara besar dalam kehidupan sehari-hari.

Pengidap asma bisa mengendalikan gejala-gejalanya dengan cara berikut:

  • Bekerja sama dengan tenaga medis dalam merancang asthma action plan atau rencana aksi asma.
  • Mengenal dan menghindari pemicu serangan asma.
  • Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Memilih olahraga yang tepat untuk asma dan melakukannya secara teratur.
  • Memantau apa saja gejala dan aktivitas yang dilalui.
  • Mempersiapkan apa yang harus dilakukan saat asma kambuh.

Salah satu hal terpenting yang perlu diingat oleh orang-orang dengan asma adalah memahami dengan baik kondisi yang dideritanya.

Semakin banyak pasien mengetahui tentang penyakit serta apa saja yang menjadi pemicu, akan semakin baik pula kemampuannya dalam menangani penyakit tersebut.

Jadi, ketika asma kembali kambuh sewaktu-waktu, pasien sudah mengetahui apa yang harus dilakukan serta obat-obatan yang digunakan.

Berbagai pilihan pengobatan asma

asma

Meski hingga saat ini belum ada obat yang ampuh membuat asma sembuh total, sudah ada berbagai jenis terapi yang dapat membantu mengendalikan gejala-gejala.

Sebagian pasien asma yang menjalani pengobatan dengan baik dapat menjalani hidup dengan normal dan gejala-gejala semakin jarang muncul, bahkan tidak muncul sama sekali dalam waktu yang lama.

Berikut adalah beberapa pilihan pengobatan untuk asma.

1. Obat-obatan medis

Setiap pasien asma diharuskan menjalani pengobatan dari dokter. Menurut Mayo Clinic, pengobatan asma sendiri terbagi menjadi tiga, yaitu jangka panjang, pendek, serta obat alergi.

Pengobatan jangka panjang ditujukan untuk mencegah peradangan serta komplikasi asma.

Sementara itu, pengobatan jangka pendek dilakukan untuk mengatasi serangan asma atau gejala yang mendadak kambuh, seperti menggunakan inhaler.

Obat alergi diberikan apabila tubuh pasien bereaksi terhadap alergen atau zat pemicu alergi yang sering kali menjadi penyebab asma kambuh.

2. Terapi pernapasan

Untuk asma yang tidak bisa sembuh total, terapi pernapasan adalah teknik yang direkomendasikan dokter agar fungsi paru-paru semakin membaik.

Teknik pernapasan yang tepat dapat membantu meningkatkan kemampuan Anda dalam bernapas serta mengurangi risiko asma kambuh.

3. Obat-obatan alami

Selain obat medis, ada pula beberapa pilihan obat asma alami yang bisa Anda manfaatkan untuk menangani gejala-gejala.

Namun, pemakaian obat alami atau herbal sebaiknya tidak Anda jadikan sebagai pengobatan utama, apalagi dengan tujuan agar asma sembuh total.

Anda tentunya masih membutuhkan obat-obatan resep dari dokter untuk mengendalikan gejala asma.

4. Perubahan gaya hidup

Melakukan beberapa penyesuaian dalam gaya hidup Anda juga dapat membantu mencegah asma kambuh meski penyakit ini tidak bisa sembuh total.

Berikut adalah beberapa tips yang bisa Anda ikuti.

  • Membersihkan rumah dari debu dan kotoran secara rutin.
  • Hindari pemicu asma, seperti bulu binatang dan debu di rumah.
  • Gunakan masker atau penutup hidung dan mulut lainnya saat berada di tempat bercuaca dingin.
  • Olahraga secara teratur untuk memperkuat fungsi paru-paru dan jantung.
  • Mengonsumsi makanan sehat serta menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok.

Asma memang merupakan penyakit kronis yang berbahaya apabila tidak ditangani dengan tepat.

Walaupun tidak dapat sembuh secara total, asma adalah penyakit yang bisa dikendalikan selama Anda rutin menjalani pengobatan dan menerapkan gaya hidup sehat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Asthma – WHO. (2021). Retrieved July 1, 2021, from https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/asthma 

Asthma – Mayo Clinic. (2020). Retrieved July 1, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/symptoms-causes/syc-20369653 

Asthma treatment: 3 steps to better asthma control – Mayo Clinic. (2019). Retrieved July 1, 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/asthma/in-depth/asthma-treatment/art-20044284 

What is asthma? – Asthma UK. (2019). Retrieved July 1, 2021, from https://www.asthma.org.uk/advice/understanding-asthma/what-is-asthma/ 

Can Asthma Be Cured? – Health University of Utah. (2014). Retrieved July 1, 2021, from https://healthcare.utah.edu/the-scope/shows.php?shows=0_mlxugne7 

Asthma – National Heart, Lung, and Blood Institute. (2020). Retrieved July 1, 2021, from https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/asthma 

Guide to Controlling Asthma at Work – American Lung Association. (2020). Retrieved July 1, 2021, from https://www.lung.org/lung-health-diseases/lung-disease-lookup/asthma/living-with-asthma/creating-asthma-friendly-environments/guide-to-controlling-asthma-at-work 

Kohler, B., Kellerer, C., Schultz, K., Wittmann, M., Atmann, O., Linde, K., Hapfelmeier, A., & Schneider, A. (2020). An Internet-Based Asthma Self-Management Program Increases Knowledge About Asthma. Deutsches Arzteblatt international, 117(5), 64–71. https://doi.org/10.3238/arztebl.2020.0064

George, M., & Topaz, M. (2013). A systematic review of complementary and alternative medicine for asthma self-management. The Nursing clinics of North America, 48(1), 53–149. https://doi.org/10.1016/j.cnur.2012.11.002

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 29/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x