Mengatasi dan Mencegah Asma Kambuh karena Stres

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Asma adalah penyakit kronis yang dapat dipicu oleh berbagai hal. Salah satu penyebab asma yang mungkin diremehkan banyak orang, tapi memberikan dampak cukup signifikan adalah stres. Tidak sedikit pengidap asma yang merasa kesulitan mengendalikan pikiran dan rasa cemas, sehingga gejala asma pun muncul. Sebenarnya, bagaimana asma bisa kambuh karena stres?

Mengapa asma bisa kambuh karena stres?

penyakit asma

Penderita penyakit kronis, seperti asma, sering mengalami kecemasan tertentu. Namun, penting pula untuk membedakan apakah kegelisahan yang Anda rasakan itu bermanfaat atau justru mengganggu kehidupan sehari-hari Anda.

Kecemasan yang bermanfaat dapat memotivasi tindakan yang diperlukan, seperti mengambil langkah untuk mengendalikan kondisi kronis. Kecemasan semacam ini bisa membuat Anda mengantisipasi segala hal buruk. Namun, kecemasan berlebih dapat memperburuk kondisi.

Stres yang terus berlangsung dan Anda kesulitan mengatasinya, dapat memicu berbagai akibat buruk pada penderita asma, dan beberapa di antaranya adalah:

  • kesulitan tidur
  • tubuh kurang fit akibat kurangnya olahraga
  • kesulitan berkonsentrasi
  • mudah marah
  • menjauh dari teman-teman dan kegiatan
  • perubahan napsu makan depresi

Selain itu, menurut situs Asthma UK, penderita asma lebih mudah bereaksi terhadap alergen atau pemicu asma seperti debu atau hewan peliharaan ketika stres.

Gejala asma seperti sulit bernapas dan batuk akan meningkat pula karena level stres bertambah. Dengan memburuknya gejala asma, rasa gelisah juga meningkat. Akibatnya, kondisi kesehatan Anda memburuk.

Pada stres yang parah, kecemasan dapat berubah menjadi serangan panik, dengan gejala seperti:

  • sesak napas
  • merasa seperti dicekik
  • palpitasi jantung
  • gemetar
  • pusing
  • berkeringat
  • serangan hawa panas atau keringat dingin
  • perasaan mengawang-awang atau seperti keluar dari rubuh
  • takut akan kematian, menggila atau kehilangan kendali

Apa saja cara mengatasi asma yang terjadi karena stres?

Latihan pernapasan asma

Berikut adalah tips untuk membantu mengatasi dan mengendalikan kekambuhan asma karena stres:

1. Makan makanan yang sehat

Cara pertama yang bisa Anda coba untuk mengendalikan asma yang terjadi karena stres adalah mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Akan lebih baik lagi jika Anda rutin makan makanan yang dianjurkan untuk penderita asma.

Dengan menjalani pola makan khusus asma yang sehat, kekambuhan asma lebih mudah dihindari dan stres pun dapat teratasi. Pastikan Anda mengurangi gula, kafein, dan alkohol berlebih karena bahan-bahan tersebut justru berisiko meningkatkan level stres.

2. Melakukan teknik pernapasan dalam

Teknik pernapasan dalam adalah cara lain yang bisa Anda coba ketika mengalami gejala asma akibat stres. Cobalah untuk menarik napas dalam-dalam sesering mungkin dan perhatikan napas Anda. Saat gejala asma mulai timbul akibat panik atau terserang rasa cemas, bernapaslah secara perlahan dan dalam-dalam melalui hidung.

Dengan melakukan teknik bernapas, tubuh Anda akan terasa lebih rileks dan perlahan terlepas dari tekanan stres fisik maupun psikis, sehingga Anda bisa mencegah asma kambuh.

3. Rutin berolahraga

Serangan asma yang muncul karena stres juga dapat diatasi dengan aktivitas fisik, seperti olahraga. Penderita asma mungkin memang memiliki keterbatasan fisik untuk berolahraga. Namun, hal ini bukan berarti Anda tidak bisa olahraga sama sekali.

Menurut American Lung Association, olahraga selama beberapa kali seminggu atau setiap hari justru diperlukan bagi penderita asma untuk meningkatkan kapasitas paru, serta memperlancar aliran darah agar oksigen bisa menyebar ke seluruh tubuh.

Namun, pastikan Anda memilih jenis olahraga yang sesuai untuk asma. Selain itu, mulailah dengan intensitas olahraga yang ringan. Melakukan pemanasan sebelum berolahraga juga dapat membantu memperbaiki suasana hati Anda dengan merilekskan otot-otot yang tegang.

4. Tidur yang cukup

Asma yang kambuh karena stres juga bisa dipengaruhi oleh kondisi kurang tidur. Tidak cukup tidur bisa memperparah beban pikiran Anda, dan tentunya berpengaruh pada gejala asma Anda.

Untuk tidur yang lebih nyenyak, Anda bisa melakukan beberapa hal, seperti:

  • jangan tidur sampai merasa lelah
  • atur jam tidur yang sama setiap harinya
  • usahakan untuk menggunakan kamar hanya untuk tidur
  • jangan berolahraga sebelum tidur
  • hindari kafein
  • jangan tidur pada siang hari
  • tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari

5. Menggunakan obat-obatan

Hal yang tidak kalah penting dalam menangani asma karena stres adalah tetap menggunakan obat-obatan yang telah diresepkan oleh dokter. Asma yang kambuh tidak hanya bisa diatasi dengan menjalani gaya hidup sehat, tapi tentu juga dengan obat-obatan yang sesuai.

Terdapat berbagai jenis obat asma yang dapat Anda gunakan, mulai dari obat hirup, obat minum, hingga suntik. Untuk penggunaan obat yang sesuai dengan kondisi Anda, konsultasikan lebih lanjut ke dokter.

6. Mengelola stres dengan tepat

Memang, stres adalah bagian dari kehidupan dan tidaklah mudah untuk menghindarinya. Namun, mengenali penyebabnya serta mengetahui cara mengelola stres dengan benar dapat membantu Anda untuk mencegah stres supaya tidak kembali terjadi di lain waktu.

Pemicu atau penyebab stres dapat berupa banyak hal, mulai dari masalah keuangan, hubungan asmara, dikejar tenggat waktu, hingga kesibukan yang terlalu padat.

Dengan mengenali pemicu stres secara satu persatu dan mencari solusinya, perlahan tapi pasti Anda akan berhasil mengurangi risiko kambuhnya asma karena rasa cemas berlebih.

Anda juga bisa mencoba menggunakan kalimat serta pikiran-pikiran positif, seperti, “Tenang, saya pasti bisa mengatasinya.”

7. Minta bantuan

Apabila Anda mengalami kesulitan dalam mengatasi pemicu-pemicu stres, Anda bisa pertimbangkan mencari pertolongan dari profesional kesehatan mental yang terkualifikasi, seperti psikolog atau psikiater.

Keluarga dan teman-teman bersedia untuk membantu Anda. Jaga hubungan dengan orang-orang terpenting yang dapat membantu meringankan stres dan cemas. Coba juga bergabung dengan komunitas asma untuk berkenalan dengan orang lain yang memiliki situasi serupa dan pelajari pengalaman mereka.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ragam Penyebab Eksim Beserta Faktor Pemicu Kekambuhannya

Eksim membuat kulit memerah, kasar, pecah-pecah, terasa amat gatal, dan sangat kering. Apa sebenarnya penyebab dari eksim alias dermatitis atopik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Dermatitis 8 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Apa Pengobatan yang Bisa Dilakukan untuk Thalasemia?

Meski tak ada obat untuk menyembuhkan thalasemia, ada beberapa pilihan pengobatan standar, seperti transfusi darah atau transplantasi sumsum tulang.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 5 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit

Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah penyakit kurang darah akibat tubuh Anda menghancurkan sel darah merah lebih cepat (prematur) dari seharusnya.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Novita Joseph
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 11 menit

Memahami Berbagai Jenis Anemia, dari yang Ringan Sampai Gawat

Terdapat 400 jenis anemia di dunia. Klasifikasi anemia ini biasanya dibedakan berdasarkan penyebab dan kadar hemoglobin. Apa saja macam-macam anemia?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Anemia, Penyakit Kelainan Darah 2 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa yang Terjadi Pada Bayi Jika Ibu Stres Saat Hamil?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
komplikasi dermatitis

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
dermatitis numularis

Dermatitis Numularis (Eksim Diskoid)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 13 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
perawatan fototerapi terapi cahaya

Mengenal Fototerapi, Terapi Cahaya untuk Penyakit Kulit dengan Sinar UV

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 9 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit