Penyebab dan Hal Lain yang Membuat Anda Berisiko Memiliki Asma

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22/06/2020 . 12 menit baca
Bagikan sekarang

Asma bronkial, atau Anda mungkin lebih mengenalnya dengan sebutan asma, adalah penyakit pernapasan kronis tidak menular paling umum di seluruh dunia. Penyakit asma tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dikendalikan agar tidak sering kumat. Salah satu caranya adalah dengan menghindari hal-hal yang menjadi penyebab atau pemicu asma Anda. Apa saja penyebab asma menjadi mudah kambuh?

Faktor risiko penyebab penyakit asma

Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab utama yang memicu kambuhnya penyakit asma. Namun, kondisi ini terjadi karena saluran pernapasan (bronkus) mengalami peradangan.

Peradangan ini membuat saluran bronkus membengkak dan menyempit. Akibatnya, udara yang masuk ke paru-paru jadi terbatas.

Peradangan juga membuat sel di saluran napas lebih sensitif dan memproduksi lebih banyak lendir. Penumpukan lendir ini juga berpotensi mempersempit saluran pernapasan, sehingga menyulitkan Anda bernapas lega.

Genetik menjadi salah satu faktor yang disebut-sebut menjadi penyebab utama penyakit asma. Artinya, peluang Anda punya asma akan meningkat jika salah satu atau kedua orangtua memiliki riwayat asma.

Beberapa faktor risiko lainnya yang bisa menjadi penyebab asma, antara lain:

  • Memiliki infeksi pernapasan, seperti pneumonia dan bronkitis
  • Memiliki alergi atopik tertentu, misalnya alergi makanan atau eksim
  • Lahir dengan berat badan rendah
  • Lahir prematur

Anak laki-laki dan perempuan dewasa adalah yang berisiko lebih tinggi terkena asma dibandingkan orang lainnya. Hingga kini, belum jelas bagaimana jenis kelamin dan hormon seks bisa menjadi salah satu faktor yang berpotensi menyebabkan asma.

Penyebab asma berdasarkan pemicu

Serangan asma dapat muncul ketika Anda terpapar pemicunya saat beraktivitas. Meski begitu, pemicu asma setiap orang mungkin berbeda. Penting bagi Anda dan orang-orang terdekat Anda untuk mengetahui hal spesifik apa yang dapat memicu gejala asma sewaktu-waktu.

Ada banyak jenis asma yang digolongkan berdasarkan penyebab atau pemicunya.

Berikut berbagai penyebab kambuhnya gejala asma yang paling umum berdasarkan jenis pemicu:

1. Alergi

penyebab penyakit asma

Alergi merupakan salah satu penyebab paling umum dari kumatnya penyakit asma. Tidak banyak yang menyadari bahwa alergi dan asma sebetulnya saling berkaitan satu sama lain. Bagaimana bisa?

Jawabannya terletak pada rhinitis alergi, penyakit alergi kronis yang menyebabkan peradangan pada lapisan dalam hidung. Reaksi alergi pada penderita rhinitis alergi membuat sistem imun melepaskan antibodi bernama histamin yang beredar lewat aliran darah ke seluruh organ tubuh, untuk memunculkan beragam gejala.

Gejala tersebut antara lain mata berair, bersin tanpa henti, pilek tiba-tiba, mata berair, tenggorokan gatal, hingga sesak napas yang jadi gejala khas asma.

Sekitar 80% orang asma memiliki alergi yang disebabkan oleh:

  • bulu binatang
  • tungau debu
  • kecoa
  • serbuk sari dari pohon, rumput, dan bunga

Dalam sebuah penelitian, anak-anak yang tinggal di rumah banyak kecoanya empat kali lebih mungkin mengalami asma kambuhan dibandingkan anak-anak yang rumahnya bersih.

Sementara itu, alergi makanan juga dapat menjadi penyebab asma meski lebih jarang. Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari penderita asma karena paling sering menyebabkan gejala alergi:

  • susu sapi
  • telur
  • kacang-kacangan
  • makanan laut seperti ikan, kepiting, dan kerang-kerangan
  • gandum
  • kedelai
  • buah tertentu

Gejala alergi makanan dapat berkisar dari ringan sampai berat, dan mungkin datang tiba-tiba atau selama beberapa jam.

Orang dengan asma memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami reaksi alergi yang fatal terhadap makanan. Gejala asma bisa muncul ketika reaksi alergi berkembang makin parah menjadi syok anafilaktik setelah makan makanan tertentu.

2. Olahraga

bahaya olahraga berlebihan

Ini adalah jenis pemicu asma yang bisa muncul karena melakukan olahraga atau aktivitas fisik. Gejala asma bisa kambuh dan bertambah parah saat olahraga. Namun, orang sehat dan atlet sekalipun yang tidak pernah punya asma juga bisa mengalaminya sewaktu-waktu. Kenapa?

Ketika berolahraga atau beraktivitas berat, seperti naik tangga, Anda mungkin tanpa sadar menarik dan buang napas lewat mulut. Cara bernapas seperti ini bisa menjadi penyebab penyakit asma kambuh.

Mulut tidak memiliki rambut-rambut halus dan rongga sinus seperti hidung yang berfungsi melembapkan udara. Udara kering dari luar yang masuk ke paru lewat mulut akan memicu penyempitan saluran napas sehingga Anda sulit bernapas lega.

Asma jenis ini akan membuat saluran pernapasan menyempit pada puncaknya dalam kisaran 5-20 menit setelah olahraga, sehingga membuat seseorang akan kesulitan untuk bernapas.

Asma karena olahraga biasanya mereda dalam hitungan menit atau beberapa jam setelahnya. Menghirup inhaler asma sebelum mulai olahraga bisa jadi salah satu cara mencegah terjadinya serangan asma.

Selain itu, penting juga untuk melakukan pemanasan pelan-pelan lebih dulu sebelum olahraga.

3. Batuk

mengatasi batuk

Selain alergi, batuk juga bisa jadi salah satu hal yang memicu asma. Kondisi ini cukup umum dialami orang-orang. Batuk berat dan parah merupakan gejala dominan yang sering terjadi.

Batuk yang jadi penyebab asma biasanya dipicu oleh peradangan ataupun infeksi di saluran pernapasan, misalnya karena:

  • flu
  • rhinitis kronis
  • sinusitis (radang sinus)
  • bronkitis
  • penyakit refluks asam lambung (GERD atau heartburn)
  • penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)

Batuk asma sangat kurang terdiagnosis dan sulit diobati. Jika Anda mengalami batuk yang berkepanjangan, segera cek kondisi kesehatan Anda ke dokter spesialis paru-paru.

4. Asma nokturnal (malam hari)

penyebab asma

Asma nokturnal adalah jenis asma yang kambuh pada malam hari di tengah waktu tidur. Penelitian menunjukkan bahwa kasus kematian akibat asma paling banyak terjadi pada malam hari.

Penyebab asma kambuh di malam hari ini terjadi karena paparan alergen, suhu udara, posisi tidur yang berbaring, atau bahkan produksi hormon tertentu yang mengikuti jam biologis tubuh.

Selain itu, umumnya gejala sinusitis dan asma sering muncul di malam hari. Terlebih jika lendir paru menyumbat saluran napas dan memicu gejala batuk khas asma.

Sebagai tambahan, beberapa penyebab lain dari asma di malam hari adalah:

  • penundaan respons terhadap pemicu asma di siang hari
  • penurunan suhu tubuh yang memicu bronkospasme (penegangan otot di paru-paru)
  • pengobatan asma sekali dalam sehari yang dikonsumsi pada pagi hari
  • sleep apnea, yaitu gangguan tidur yang menyebabkan pernapasan bermasalah

5. Obat

terlalu banyak minum obat

Kebanyakan orang tidak pernah mengira bahwa efek samping dari obat-obat tertentu justru bisa menjadi penyebab penyakit asma. Obat antinyeri NSAID seperti aspirin dan ibuprofen hingga obat penyakit jantung beta blocker adalah contoh obat yang berisiko membuat asma Anda kambuh.

Jika Anda memiliki asma dan minum obat ini, efekna bisa memperburuk gejala asma yang Anda miliki. Tidak jarang, efek samping obat-obatan tersebut juga dapat berakibat fatal pada penderita asma.

Apabila Anda termasuk salah satu orang yang sensitif terhadap obat-obatan tersebut, hindari ibuprofen, naproxen, dan diklofenak karena bisa memicu serangan asma. Terlebih bagi Anda yang sudah punya riwayat asma.

Selalu konsultasikan dengan dokter terkait penggunaan obat-obat tersebut sebelum Anda mengonsumsinya.

6. Asma okupasi (akibat pekerjaan tertentu)

Jenis pemicu asma ini biasanya diakibatkan oleh tempat kerja (okupasi). Apabila Anda mengalami kondisi ini, Anda mungkin akan mengalami kesulitan bernapas dan gejala asma lain hanya saat sedang bekerja.

Banyak orang dengan asma okupasi mengalami pilek, hidung tersumbat, iritasi mata, mata berair, dan batuk mengi.

Orang yang paling rentan mengalami asma okupasi adalah para pekerja konstruksi, peternak hewan, perawat, tukang kayu, petani, dan pekerja yang kesehariannya mengalami paparan polusi udara, zat kimia, dan asap rokok.

Penyebab asma lainnya

Selain penyebab-penyebab asma yang telah disebutkan di atas, Anda juga perlu mengetahui bahwa terdapat berbagai kondisi serta faktor lain yang dapat memicu kambuhnya asma.

Berikut adalah beberapa hal lain yang dapat memicu penyebab asma:

1. Merokok

orang merokok

Orang yang merokok cenderung terkena asma dibandingkan yang tidak. Jika Anda memiliki asma dan merokok, kebiasaan buruk ini dapat membuat gejalanya semakin memburuk.

Wanita yang merokok selama hamil juga dapat meningkatkan risiko mengi pada janin. Tak hanya itu, bayi yang ibunya merokok selama kehamilan juga memiliki fungsi paru-paru yang lebih buruk dibandingkan bayi yang ibunya tidak merokok. Bukan tidak mungkin ini akan membuat buah hati Anda berisiko kena asma.

Berhenti merokok merupakan salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko penyebab penyakit asma sekaligus melindungi paru-paru Anda.

2. Asam lambung naik

penyebab asma

Beberapa jenis asma yang telah disebutkan di atas kerap kali dikaitkan dengan kenaikan asam lambung. Nyatanya, lebih dari 80 persen pengidap asma memiliki riwayat penyakit GERD parah.

Hal ini lantaran otot katup sfingter di ujung paling atas lambung tidak bisa menutup rapat untuk menjaga asam tetap ada di lambung. Akibatnya, asam lambung naik ke kerongkongan.

Asam lambung yang terus-terusan naik ke kerongkongan akan menyebabkan iritasi dan peradangan pada bronkus sehingga menjadi penyebab munculnya serangan asma.

Dikutip dari laman Mayo Clinic, asam lambung dapat membuat gejala asma memburuk dan sebaliknya.

Penyakit GERD biasanya muncul pada saat tidur malam ketika penderitanya dalam posisi berbaring. Mungkin, ini pula sebabnya beberapa orang mengalami asma di malam hari (nokturnal).

Beberapa tanda jika refluks asam lambung yang jadi penyebab asma pada diri Anda, antara lain:

  • Asma baru muncul ketika dewasa
  • Tidak memiliki riwayat penyakit asma
  • Gejala asma memburuk setelah makan besar atau olahraga
  • Asma kambuh usai minum minuman beralkohol
  • Asma terjadi pada malam hari atau saat berbaring
  • Obat asma tidak seampuh biasanya
  • Tidak memiliki riwayat alergi atau bronkitis

3. Stres

sedang stres

Hati-hati, stres juga bisa jadi penyebab asma. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity.

Penelitian tersebut mengemukakan, stres berkelanjutan dapat meningkatkan kekambuhan gejala hampir dua kali lipat pada anak-anak dengan asma.

Penelitian lain dalam jurnal Allergology International juga menyatakan hal serupa. Respons tubuh terhadap stres dapat memicu sistem imun untuk melepaskan hormon tertentu. Hormon itulah yang akhirnya menyebabkan peradangan di saluran udara dan memicu serangan asma.

4. Perubahan hormon

penyebab asma

Asma pada orang dewasa diketahui 20 persen lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki. Perubahan hormon yang terjadi pada perempuan diduga menjadi salah satu penyebabnya.

Perubahan hormon seperti pada saat kehamilan dapat meningkatkan risiko munculnya penyebab penyakit asma. Bahkan prevalensi asma pada orang yang baru hamil satu kali meningkat dari 8 persen ke 29 persen pada wanita yang telah memiliki empat anak.

Wanita yang mengonsumsi estrogen setelah menopause selama tahun juga rentan terhadap asma. Meski ternyata risiko asma menurun pada mereka yang menggunakan pil KB.

5. Obesitas

Gemuk dan Obesitas, Apakah Ada Bedanya?

Obesitas diketahui sebagai salah satu penyebab terjadinya penyakit asma dan meningkatkan risikonya pada orang dewasa. Sebanyak 50% orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas diketahui memiliki asma saat dewasa. Bagaimana hal ini terjadi?

Orang dengan obesitas memiliki jaringan lemak yang cukup banyak. Peningkatan adipokin, yaitu hormon yang berasal dari jaringan lemak, akan memicu peradangan saluran pernapasan atas pada orang dengan obesitas.

Ditambah lagi, orang obesitas bernapas lebih sedikit daripada kapasitas normal paru-parunya. Hal ini akan mengganggu fungsi parunya. Belum lagi sulitnya bernapas saat tidur dan penyakit GERD yang sangat erat dengan asma bisa terjadi akibat obesitas.

6. Faktor cuaca

dampak perubahan iklim

Faktanya, cuaca juga bisa memicu serangan asma bagi beberapa orang. Musim hujan membuat udara menjadi lebih lembap, yang tanpa disadari dapat mendorong pertumbuhan jamur.

Jamur-jamur ini kemudian dapat merekah dan beterbangan di udara. Bila terhirup, hal ini bisa memicu kambuhnya gejala asma. Cuaca panas berkepanjangan juga bisa menyebabkan hal serupa.

Meski tidak diketahui pasti apa penyebabnya, satu teori dari The Asthma UK mengatakan bahwa menghirup udara saat sedang panas-panasnya dapat menyebabkan saluran udara menyempit, menyebabkan batuk dan sesak napas. Kedua kondisi inilah yang dapat memicu serangan asma.

Teori lain juga mengungkapkan bahwa cuaca panas dapat meningkatkan jumlah polutan dan jamur yang ada di udara. Bila polutan dan jamur ini terhirup oleh pengidap asma, maka serangan asma dapat muncul.

Konsultasi ke dokter untuk cari tahu penyebab asma

Dari penjelasan di atas diketahui bahwa ada banyak sekali faktor risiko yang jadi penyebab penyakit asma. Anda disarankan untuk menghindari pemicu asma agar gejalanya tidak mudah kambuh sewaktu-waktu.

Namun agar lebih tahu pasti apa yang jadi penyebab asma Anda gampang kumat, Anda perlu berkonsultasi ke dokter. Konsultasi ke dokter juga perlu bila Anda curiga dengan gejala asma tertentu.

Dokter dapat melakukan sejumlah pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan fisik, uji laboratorium, hingga tes pencitraan untuk memastikan diagnosis.

Semakin cepat asma Anda terdiagnosis, maka pengobatan asma pun akan semakin mudah. Anda pun dapat terhindar dari sejumlah komplikasi asma yang berbahaya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Apa Saja Pantangan bagi Penderita Asma?

Apa saja pantangan bagi penderita asma? Di artikel ini diulas mulai dari pantangan makanan sampai aktivitas agar Anda tidak terkena serangan asma.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Health Centers 19/02/2020 . 4 menit baca

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 11/01/2020 . 4 menit baca

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19/12/2019 . 6 menit baca

5 Prinsip Pola Hidup Sehat yang Harus Dijalani Penderita Asma

Selain pakai obat, penderita asma juga disarankan untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat guna mencegah gejala sering kambuh. Bagaimana memulainya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kebugaran, Tips Sehat 08/12/2019 . 6 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . 4 menit baca
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . 6 menit baca
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . 6 menit baca
asma kambuh saat udara dingin

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 13/04/2020 . 4 menit baca