Ketika paru-paru tidak mendapatkan cukup pasokan udara, Anda akan merasa sesak nafas atau kesulitan bernapas. Akibatnya, napas Anda jadi cepat, dangkal, dan kadang berbunyi “ngik-ngik”. Dada pun terasa nyeri seperti ada yang melilit tali erat-erat di sekeliling dada Anda. Semua sensasi melemahkan ini adalah gejala asma yang paling dapat dikenali.

Tak jarang, banyak yang mengira kalau sesak nafas itu sudah pasti asma. Padahal belum tentu. Sesak napas dapat muncul tiba-tiba (akut) atau bersifat kambuhan dalam jangka panjang (kronis), dan bisa diakibatkan sejumlah masalah kesehatan berbeda selain asma.

Penyebab sesak nafas yang muncul tiba-tiba (akut)

1. Asma

Asma adalah penyakit pernapasan yang disebabkan oleh peradangan dalam saluran udara (bronkus). Peradangan mengakibatkan bronkus menjadi bengkak, menyempit, dan terus memproduksi lendir berlebih.

Akibatnya, Anda sering merasa sesak napas atau ngos-ngosan, serta sulit bernapas lega. Anda mungkin merasa dada sering sakit sesak seperti ada yang mengikat tali erat-erat di sekeliling dada. Napas mengi berbunyi “ngik-ngik” dan batuk-batuk juga menjadi gejala asma yang paling umum.

2. Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika seseorang terlalu banyak menghirup karbon monoksida. Karbon monoksida tidak berbau, tidak berwarna, tidak mengiritasi kulit dan mata, namun sangat berbahaya jika terlalu banyak mengendap di dalam tubuh. Ya, gas ini sangat beracun dan mudah terbakar. Gas ini berasal dari pembakaran gas, minyak, bensin, bahan bakar padat atau kayu.

Setelah terhirup, karbon monoksida dapat terikat erat dalam hemoglobin darah 200 kali lebih kuat dibandingkan ikatan oksigen. Gas karbon monoksida akan ikut mengalir bersama darah ke seluruh tubuh, sehingga akan menyebabkan kerusakan sel dan jaringan karena kekurangan oksigen. Akibatnya, Anda akan mengalami berbagai gejala seperti sesak napas, nyeri dada, pusing, mual dan muntah.

Semakin lama Anda menghirup gas tersebut, semakin buruk pula gejala yang didapatkan. Ketika kadar karbon monoksida sudah mencapai level akut di dalam tubuh, keracunan zat ini bisa menyebabkan kematian.

3. Tamponade jantung (kelebihan cairan di sekitar jantung)

Tamponade jantung adalah kondisi darurat medis ketika darah atau cairan memenuhi ruang antara selaput tipis yang membungkus jantung (perikardium) dan otot jantung. Kondisi ini memberikan tekanan yang sanggat kuat pada jantung sehingga mengganggu fungsi jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh.

Kurangnya pasokan darah ke jantung dan seluruh tubuh dapat menyebabkan berbagai gejala seperti sesak nafas, napas pendek, sakit pada dada (terutama pada bagian kiri dada), serta dada terasa penuh dan tertekan. Jika tidak segera ditangani, temponade jantung dapat menyebabkan syok, gagal jantung, kegagalan fungsi organ lainnya, bahkan kematian.

4. Hernia hiatal

Hernia adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bagian dalam tubuh yang menonjol keluar dari tempatnya. Nah, hernia hiatal adalah kondisi yang menyebabkan bagian atas perut menonjol hingga ke bagian pembukaan diafragma, otot pemisah perut dengan dada. Otot ini membantu agar asam lambung tidak naik ke kerongkongan.

Jika Anda memiliki hernia hiatal, maka asam lambung jadi lebih mudah naik. Naiknya asam lambung ke kerongkongan disebut dengan gastroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada perut dan tenggorokan. Akibatnya, Anda mungkin seringkali mengalami heartburn (dada terasa panas), sulit bernapas atau sesak nafas, sakit di area dada atau perut, sulit menelan, dan lain sebagainya.

5. Gagal jantung

Gagal jantung adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan keadaan jantung yang tidak bisa berfungsi baik dan tidak memompa darah ke seluruh tubuh secara efisien. Kondisi ini disebabkan karena adanya penyempitan atau penyumbatan yang terjadi pada pembuluh arteri koroner.

Menyempitnya pembuluh darah ini menyebabkan aliran darah yang membawa oksigen jadi terhambat. Akibatnya, jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup sehingga menimbulkan beberapa gejala seperti sesak napas, kelelahan, tidak fokus, hingga penumpukan cairan di dalam organ.

6. Tekanan darah rendah (hipotensi)

Hipotensi adalah kondisi di mana tekanan darah pada arteri sangat rendah sehingga darah tidak dapat mengantarkan cukup oksigen dan nutrisi ke organ-organ tubuh. Aliran darah yang tersumbat membuat oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sesak napas.

Hipotensi biasanya didiagnosis ketika tekanan darah mencapai 90/60 atau kurang, dan diikuti beberapa gejala yakni pusing, dehidrasi, sulit berkonsentrasi, mual, kulit dingin dan lembap, napas pendek atau cepat, kelelahan, merasa sangat haus, penglihatan kabur, hingga pingsan (hilang kesadaran).

7. Emboli paru

Emboli paru adalah penyumbatan di salah satu arteri pulmonal di paru-paru Anda. Kondisi ini menyebabkan aliran darah ke salah satu atau kedua sisi paru menjadi sangat terbatas sehingga membuat dada terasa sesak dan detak jantung meningkat, yang membuat Anda kesulitan bernapas. Peradangan pada jaringan pembungkus paru-paru dan dinding dada (pleura) juga bisa menyebabkan nyeri dada yang terasa tajam.

8. Pneumotoraks

Pneumotoraks adalah sebuah kondisi di mana ada pengumpulan udara yang mengalir di antara paru-paru dan dinding dada. Udara yang terkumpul tersebut dapat menekan paru-paru dan membuat paru-paru menjadi kolaps (mengempis).

Peningkatan tekanan dinding paru-paru akan menghalangi paru-paru untuk mengembang saat kita menarik napas. Akibatnya, Anda akan mengalami sesak napas dan gejala lain seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, batuk, dan lain sebagainya.

9. Pneumonia

Pneumonia atau infeksi pada paru-paru juga dapat menyebabkan sesak napas. Pneumonia adalah penyakit yang menyebabkan kantung udara di dalam paru-paru meradang, membengkak, hingga dipenuhi cairan. Kondisi ini dapat disebabkan karena infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Zat asing penyebab infeksi akan menyerang kantung udara yang membuat tubuh kehilangan oksigen untuk masuk ke dalam darah. Akibatnya, sel-sel orang tubuh lain tidak berfungsi dengan baik karena kekurangan oksigen.

Penyebab sesak napas jangka panjang (kronis)

Penyebab umum

pH tubuh asam sesak napas dada sakit

  • Asma. Asma adalah penyakit kronis yang umumnya muncul pertama kali pada masa kanak-kanak dan terus berlanjut hingga dewasa. Namun, lebih dari 25 persen pengidap asma baru pertama kali mengalami serangan di usia dewasa. Asma menyebabkan saluran udara Anda membengkak dan menyempit, sehingga menimbulkan sensasi sesak saat menarik napas.
  • PPOK (penyakit paru obstruktif kronik). PPOK adalah sekumpulan penyakit yang merusak paru-paru dan mengurangi pasokan oksigen ke darah karena terblokirnya jalan napas akibat peradangan atau kerusakan kantung udara. Hal ini membuat penderitanya sering mengalami sesak nafas, sesak di dada, mengi, dan batuk. 
  • Gagal jantung. Sebagian besar kasus gagal jantung disebabkan oleh penyakit lain, seperti penyakit jantung koroner, aritmia, hipertensi, diabetes, kerusakan pada katup jantung, obesitas, cacat jantung, dan lain sebagainya.
  • Penyakit paru interstisial. Penyakit paru interstisial adalah sekelompok penyakit yang menyerangan jaringan paru-paru di antara maupun di bawah kantung udara. Kondisi ini ditandai dengan adanya jaringan parut di kantung paru, sehingga menyebabkan ruang penyimpanan udara semakin mengecil. Hal ini akan memengaruhi kemampuan bernapas dan menyalurkan oksigen yang cukup ke dalam aliran darah.
  • Obesitas. Obesitas dapat menyebabkan sesak napas karena kelebihan lemak di sekitar perut dan dada meningkatkan kerja otot-otot yang mengontrol pernapasan. Akibatnya, Anda sering mengalami sesak nafas atau kesulitan bernapas. Bahkan meski Anda hanya melakukan aktivitas yang ringan. 

Masalah paru-paru

faktor risiko kanker paru

  • Kanker paru-paru. Gejala paling khas dari penyakit ini adalah batuk kronis yang tak kunjung sembuh atau justru semakin memburuk dari waktu ke waktu. Selain itu, Anda juga mungkin akan merasakan dada terasa sesak dan umumnya makin parah saat bernapas panjang. Tak jarang hal tersebut membuat Anda kesulitan untuk bernapas.
  • Hipertensi pulmonal. Hipertensi pulmonal terjadi ketika arteri di paru-paru menyempit, dan sisi kanan jantung harus bekerja lebih keras untuk memompa darah ke paru-paru. Aliran darah yang terhambat membuat oksigen tidak dapat dialirkan ke seluruh tubuh, sehingga tubuh kekurangan udara. Hal ini yang kemudian menimbulkan gejala sesak napas.
  • Sarkoidosis. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel radang tumbuh secara berlebihan di bagian tubuh yang berbeda-beda, misalnya paru-paru, kelenjar getah bening, mata, dan kulit. Jika sel-sel radang tumbuh di paru-paru, maka dapat menyebabkan napas tersendat-sendat disertai mengi (suara seperti siulan lirih atau “ngik-ngik”).
  • Tuberkulosis (TBC). TBC adalah gangguan pernapasan kronis yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosisPada gejala TBC, keluhan sesak napas yang muncul merupakan proses penyakit TBC yang meningkatkan produksi lendir. Akibatnya hal tersebut membuat saluran napas jadi menyempit dan merusak jaringan paru-paru.

Masalah jantung

jantung berdebar sampai badan gemetar

  • Kardiomiopati. Penyakit ini disebabkan karena otot jantung melemah, merenggang, atau memiliki masalah pada strukturnya. Kondisi ini membuat jantung tidak dapat memompa darah atau berfungsi dengan baik, sehingga jaringan tubuh tidak mendapatkan suplai oksigen yang cukup. Akhirnya hal ini menimbulkan beberapa gejala seperti sesak napas.
  • Aritmia. Aritmia adalah kelainan jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak normal; bisa terlalu cepat, terlalu pelan, terlalu awal, atau tidak teratur. Detak jantung yang terlalu cepat atau terlalu lambat menyebabkan jantung tidak dapat memompa darah secara efektif. Akibatnya Anda akan mengalami serangkaian gejala seperti sesak nafas, pusing, nyeri dada, dan lainnya. 
  • Perikarditis. Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium. Perikardium adalah selaput kantung di sekitar jantung, berfungsi untuk menahan jantung di tempatnya dan melumasi jantung. Gejala umum dari penyakit ini adalah nyeri dada yang tajam di belakang sternum atau tulang dada, serta napas pendek atau memburu saat berbaring. 

Masalah lainnya yang bisa menyebabkan sesak napas

pulmicort obat asma

  • Anemia.
  • Patah tulang rusuk.
  • Tersedak.
  • Epiglotitis (pembengkakan sebagian tenggorokan).
  • Menghirup benda asing.
  • Gangguan kecemasan.
  • Sindrom Guillain-Barre.
  • Myasthenia gravis, yang menyebabkan kelemahan otot.

Bagaimana cara mengatasi sesak napas?

Cara mengatasi sesak napas untuk setiap orang tidak sama. Namun ada beberapa langkah-langkah sederhana yang dapat Anda lakukan ketika sesak napas menghampiri. Berikut pertolongan pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi sesak nafas:

1. Bernapas lewat mulut

Ini adalah cara sederhana yang dapat Anda lakukan untuk mengendalikan sesak napas. Cara ini membantu memperlambat laju pernapasan yang membuat setiap embusan napas Anda lebih dalam dan efektif.

Tak hanya itu. bernapas lewat mulut juga dapat membantu melepaskan udara yang terperangkan di paru-paru. Anda dapat menggunakan cara ini kapan saja setiap kali mengalami sesak napas, terutama ketika mengangkat benda berat, naik tangga, membungkuk, dan lain sebagainya.

Berikut panduannya:

  • Lemaskan otot bahu dan leher Anda.
  • Perlahan-lahan ambilah napas dari hidung tahan selama beberapa detik.
  • Kerucutkan bibir seolah-olah Anda akan bersiul bersiul.
  • Hela napas secara perlahan lewat mulut.

2. Duduk di kursi

Istirahat sambil duduk dapat membantu merilekskan tubuh dan melegakan pernapasan Anda. Untuk memulainya, pastikan Anda dalam keadaan tenang. Duduklah di kursi dengan kedua kaki menginjak lantai. Bungkukkan sedikit dada ke depan. Letakkan siku di atas lutut atau topanglah dagu Anda dengan kedua tangan. Pastikan otot leher dan bahu Anda tetap rileks.

3. Berbaring

Banyak orang yang mengalami sesak nafas ketika sedang tertidur. Selain membuat tidak nyaman, hal ini juga dapat mengurangi kualitas dan durasi tidur Anda. Untuk mengatasinya, Anda dapat berbaring di atas kasur. Letakkan beberapa bantal di kepala dan di bawah lutut Anda. Pastikan punggung tetap dalam posisi lurus dan tangan berada di sisi badan. Usahakan posisi kepala Anda lebih tinggi dibandingkan tubuh Anda

Posisi tersebut membantu memperlancar saluran udara yang tadinya terhambat, sehingga memudahkan Anda untuk bernapas.

4. Pakai kipas angin

Suatu penelitian menemukan bahwa udara sejuk dapat membantu meredakan sesak nafas. Mengarahkan kipas angin kecil atau kipas angin genggam ke wajah Anda dapat membantu meringankan gejala sesak napas.

5. Minum obat

Bagi Anda yang mengalami sesak napas akibat penyakit serius, mungkin harus menjalani perawatan atau mengonsumsi obat-obatan tertentu dari dokter. Konsultasikan kepada dokter mengenai pengobatan apa yang tepat untuk Anda.

Beragam pilihan obat sesak napas

minum obat hipertensi

Perlu ditekankan bahwa sebelum mengonsumsi obat sesak napas apapun, Anda perlu berkonsultasi dulu dengan dokter demi mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatan Anda. Pasalnya, jenis dan dosis obat sesak napas harus disesuaikan dengan penyebab pastinya.

Berikut jenis obat-obatan sesak napas yang paling umum tersedia, di apotek dan dengan resep dokter.

1. Bronkodilator

Bronkodilator adalah obat-obatan yang berfungsi untuk meningkatkan kapasitas paru menyerap oksigen supaya Anda bisa bernapas lebih lancar dan lega. Obat-obatan bronkodilator harus dikombinasikan dengan kortikosteroid hirup, dan baru diberikan jika gejala tidak membaik setelah pemberian kortikosteroid hirup. Bronkodilator tersedia dalam bentuk inhaler, tablet/pil, sirup, suntikan, hingga nebulizer.

Ada tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan, antara lain:

Berdasarkan waktu kerjanya, bronkodilator dibagi menjadi dua: reaksi cepat dan reaksi lambat. Bronkodilator reaksi cepat biasanya diberikan untuk seseorang yang mengalami sesak napas akut (tiba-tiba) akibat peradangan dan penyempitan saluran napas, seperti pada serangan asma akut. Sedangkan bronkodilator reaksi lambat lebih ditujukan untuk mengontrol gejala sesak napas pada penyakit paru-paru kronis (PPOK) atau asma kronis.

Efek samping umum yang dapat muncul dari penggunaan obat ini biasanya menggigil, batuk, sakit kepala, hingga diare.

2. Antibiotik dan antivirus

Pada kasus sesak napas yang disebabkan oleh infeksi pneumonia, obat sesak napas yang diresepkan akan bergantung pada mikroba penyebabnya — bakteri atau virus. Antibiotik akan diresepkan dokter untuk mengatasi pneumonia yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Salah satu contohnya adalah Xorim(cefuroxime). Apabila pneumonia Anda disebabkan oleh virus, maka dokter dapat meresepkan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Jangan menghentikan atau meningkatkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.

3. Diuretik

Jenis obat ini diberikan untuk mengatasi sesak napas yang terjadi akibat gagal jantung. Secara umum, obat ini berfungsi untuk membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh melalui urin.

Efek samping dari penggunaan diuretik adalah Anda akan terus buang air kecil karena diuretik meningkatkan ekskresi urin dari air dan elektrolit. Oleh karena itu, obat ini disebut “tablet air”.

Apa boleh menggunakan obat sesak napas herbal?

Untuk penggunaan obat herbal, Anda harus melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Sebab, penggunaan obat secara bersamaan tanpa diketahui lebih lanjut efeknya akan berisiko memperburuk kesehatan tubuh Anda. Untuk itu, dokter perlu mengecek kandungan obat herbal dan melihat bagaimana kondisi ginjal dan hati Anda.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca