Potensi Obat Asma Sebagai Pengobatan Baru untuk Alzheimer

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Penyakit Alzheimer yang tak ditangani bisa menyebabkan kematian dini. Pasalnya, penyakit yang rentan menyerang lansia ini menyebabkan kesulitan menelan yang bisa mengurangi asupan nutrisi. Selain itu, Alzheimer dapat mengubah perilaku yang bisa membahayakan pasien. Sebuah studi menunjukkan bahwa obat penyakit asma rupanya memiliki potensi sebagai obat baru untuk Alzheimer. Penasaran apa manfaat obat asma untuk pasien Alzheimer? Simak ulasannya berikut ini.

Manfaat obat penyakit asma untuk Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah penyakit yang menurunkan kemampuan kognitif otak untuk berpikir, melemahkan daya ingat, dan mengubah perilaku seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Alzheimer merupakan penyakit progesif yang lambat laun akan semakin merusak otak.

Hingga kini belum ada pengobatan yang benar-benar menyembuhkan penyakit Alzheimer. Obat-obatan saat ini hanya mampu mengurangi gejala dan keparahan kondisi. Namun, dengan perawatan yang tepat, pasien Alzheimer dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Sebuah studi baru-baru ini menemukan potensi obat asma untuk mengobati Alzheimer pada tikus. Studi yang dilakukan Lewis Katz of Medicine di Temple University melaporkan bahwa obat asma zileuton dapat mencegah terbentuknya lesi (luka) pada otak yang menjadi penyebab Alzheimer.

Pada penelitian tersebut, tikus-tikus direkayasa memiliki protein di otak yang sama dengan pasien Alzheimer . Tanpa pengobatan, tikus tersebut mengalami penurunan daya ingat, yaitu ciri khas dari penyakit Alzheimer. Setelah itu, tikus-tikus diberi obat penyakit asma jenis zileuton secara rutin selama empat bulan.

Hasil pengobatan menunjukkan bahwa peradangan di otak para tikus menjadi berkurang. Selain itu, para tikus juga mengalami peningkatan sinapsis di otak, yaitu perpindahan sinyal dari satu sel ke sel lainnya pada otak.

Periset berpendapat bahwa zileuton menghambat perkembangan leukotrien, yaitu zat yang ditemukan pada paru-paru dan otak. “Pada awal perkembangan demensia (pikun), leukotrien berusaha untuk melindungi sel-sel saraf di otak. Namun, dalam jangka panjang, leukotrien dapat menyebabkan kerusakan”, jelas Dr. Domenico Practico, ketua penelitian, seperti dilansir dari Healthline.

Apakah obat ini sudah dibolehkan untuk perawatan Alzheimer?

Meski penelitian sudah menemukan adanya potensi, penggunaan obat penyakit asma jenis zileuton belum bisa digunakan untuk perawatan pasien Alzheimer. Mengapa?

Jimmy El Hokayem, Ph.D., pakar biologi molekuler dan ahli saraf dari University of Miami berpendapat bahwa potensi obat hanya ditunjukkan pada tikus, bukan manusia. Obat-obatan dapat memunculkan manfaat sekaligus efek samping yang berbeda antara hewan dan manusia. Perlu penelitian lebih lanjut untuk menguji keampuhan dan keamanan obat tersebut secara langsung pada pasien Alzheimer.

Walaupun belum terbukti, penelitian tersebut menggugah harapan baru bagi pasien Alzheimer dan dunia kesehatan.

Pengobatan utama untuk penyakit Alzheimer tetap harus diprioritaskan

Untuk saat ini, perawatan untuk pasien Alzheimer masih difokuskan untuk mempertahankan fungsi mental dan mengelola perubahan perilaku, yang meliputi:

  • Pengobatan untuk mempertahankan fungsi otak dapat dilakukan dengan terapi obat seperti donepezil, rivastigmine, galantamine, dan memantine. Obat-obatan tersebut bekerja dengan mengatur pengiriman sinyal dan bahan kimia antar neuron sehingga mengurangi keparahan gejala.
  • Terapi perilaku dan terapi tidur dapat dilakukan untuk mengatasi kecemasan, agresi, dan kesulitan tidur. Terapi ini melatih pasien untuk mampu mengendalikan diri, tidak melakukan sesuatu yang membahayakan diri dan orang lain. Selain itu, pasien juga diajarkan untuk hidup lebih sehat untuk mengelola penyakit lain yang dimiliki pasien.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca