Bolehkah Penderita Asma Punya Hewan Peliharaan?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 September 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Bagi pemilik anjing dan kucing, hewan peliharaan sudah seperti anggota keluarga sendiri. Rasanya sangat menyebalkan jika memegang atau berada di sekitar hewan peliharaan malah menyebabkan asma yang Anda derita kambuh. Sebenarnya, bolehkan penderita asma punya hewan peliharaan di rumah?

Mengapa punya hewan peliharaan dapat berdampak pada penderita asma?

hewan peliharaan mengatasi

Anda mungkin mengira gejala asma terjadi akibat alergi yang dipicu oleh bulu hewan. Namun, sebenarnya bulu hewan peliharaan mungkin bukanlah penyebab memburuknya alergi pada penderita asma.

Alergi disebabkan oleh reaksi tubuh terhadap protein yang ditemukan pada serpihan kulit mati hewan, air liur, urine dan bulu. Jadi, bukan hanya bulu hewan yang memicu. Protein yang menempel pada bulu binatang saat mereka menjilat dirinya sendiri dapat menjadi pemicu asma.

Bulu hewan juga dapat menjadi sarang tungau debu, jamur, dan pemicu alergi lainnya. Hewan yang tinggal di kandang menghasilkan tetesan yang mengundang jamur dan tungau.

Menyentuh atau secara tidak sengaja menghirup pemicu-pemicu alergi tersebut dapat menyebabkan sistem imun tubuh bereaksi, sehingga gejala asma pun semakin memburuk.

Ada banyak jenis hewan peliharaan yang punya pemicu alergi, sehingga bisa mengakibatkan asma kambuh pada penderita. Beberapa di antaranya adalah kucing, anjing, kelinci, hamster, burung, hingga kuda. Seseorang dapat memiliki alergi terhadap lebih dari satu jenis hewan.

Alergi hewan dapat muncul pada usia berapa saja

Alergi dapat menyerang kapan saja, walau jika Anda tidak pernah mengalaminya sebelumnya. Alergi yang telah hilang beberapa tahun lalu dapat muncul kembali saat dewasa.

Menurut situs Asthma UK, seseorang dapat mengalami alergi hewan pada usia berapa saja. Meski Anda sudah punya hewan peliharaan sejak kecil dan belum pernah mengalami alergi apa pun, bisa saja reaksi alergi timbul sewaktu-waktu ketika Anda sudah dewasa, terlebih lagi pada penderita asma.

Untungnya, ada beberapa langkah yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi reaksi alergi. Beberapa mudah dilakukan, tapi beberapa lagi, seperti menghindari hewan, sulit dilakukan.

Lalu, bolehkah penderita asma memiliki hewan peliharaan?

dijilat anjing kucing

Setelah mengetahui bahwa hewan peliharaan dapat memicu reaksi alergi dan asma, apakah Anda masih boleh punya hewan peliharaan di rumah?

Untuk menjawabnya, hal pertama yang perlu Anda pastikan adalah apakah reaksi alergi yang menyebabkan asma kambuh memang benar-benar dipicu oleh hewan peliharaan.

Berikut adalah beberapa tips untuk mengetahuinya:

1. Kenali gejalanya

Beberapa orang dengan alergi hewan akan bereaksi dengan cepat ketika mengalami kontak dengan hewan. Terkadang, gejala dapat muncul beberapa menit atau jam.

Serupa dengan gejala asma, Anda mungkin akan mengalami gejala-gejala seperti gatal-gatal, hidung dan mata berair, batuk-batuk, serta bersin ketika baru saja kontak dengan hewan.

Apabila Anda memiliki alergi yang cukup parah, Anda mungkin akan mengalami reaksi lain, seperti sesak napas, jantung berdetak cepat, hingga merasa ingin pingsan. Kondisi ini disebut dengan alergi anafilaktik.

2. Jauhi peliharaan untuk sementara

Sebelum menjawab boleh tidaknya penderita asma punya hewan peliharaan, cobalah Anda menjauh dulu dari hewan peliharaan Anda. Coba perhatikan apakah Anda masih memiliki gejala-gejala asma atau tidak? Jika kondisi asma Anda membaik selama Anda berjauhan dengan peliharaan Anda, kemungkinan Anda memiliki alergi hewan yang bisa memperburuk asma.

Penting untuk Anda ketahui bahwa walaupun hewan sudah dipindahkan ke ruangan lain, bahkan ke luar rumah, reaksi alergi mungkin masih bisa muncul. Pasalnya, bulu hewan yang masih menempel di karpet, perabot, atau pakaian tetap akan memicu alergi.

3. Lakukan tes alergi

Cara paling akurat untuk memastikan alergi hewan peliharaan yang penderita asma punya tentunya dengan melakukan tes alergi dengan dokter atau tim medis. Ini bisa jadi cara akurat untuk menentukan penderita asma boleh punya hewan peliharaan atau tidak.

Pastikan Anda melakukan tes ini di klinik, puskesmas, atau rumah sakit yang menyediakan fasilitas ini. Hindari menggunakan alat tes alergi rumahan karena hasilnya yang belum tentu tepat.

Bagaimana jika saya memang memiliki alergi hewan?

Apabila hasil tes menunjukkan Anda positif memiliki alergi hewan, satu-satunya cara terbaik untuk menghindari kekambuhan asma adalah dengan tidak punya hewan peliharaan.

Hindari kontak secara langsung dengan hewan peliharaan apa pun. Bila memungkinkan, usahakan untuk tidak mengunjungi rumah yang memiliki hewan peliharaan.

Jika memang harus mengunjungi rumah yang memiliki hewan peliharaan, anak Anda harus mengonsumsi obat alergi dan selalu bawa obat yang segera meredakan asma.

Ingatlah, walau Anda sudah memberikan hewan peliharan Anda kepada orang lain karena sering memicu serangan asma, kondisi Anda mungkin tidak akan langsung membaik. Diperlukan waktu hingga 6 bulan untuk mengurangi level alergen pada rumah tanpa hewan peliharaan. Walau hewan peliharaan telah dikeluarkan, Anda atau anak Anda mungkin masih memerlukan obat-obatan asma atau alergi yang digunakan sebelumnya.

Keputusan untuk mengeluarkan hewan peliharaan dari rumah memang berat, terlebih jika peliharaan Anda sudah seperti anggota keluarga sendiri. Namun, bukannya tidak mungkin jika Anda masih tetap ingin mempertahankan hewan peliharaan Anda. Bagaimana caranya?

Tips memiliki hewan peliharaan untuk penderita asma

penyakit dari kucing

Apabila Anda memutuskan untuk tetap memiliki hewan peliharaan, Anda masih bisa melakukan beberapa strategi untuk mengurangi reaksi alergi dan gejala asma.

Berikut beberapa tips yang dapat penderita ikuti untuk mencegah kekambuhan asma ketika punya hewan peliharaan di rumah:

  • Jauhkan hewan peliharaan dari kamar tidur
    Anda menghabiskan sebagian besar waktu di dalam kamar. Untuk itu, cara terbaik adalah memastikan hewan apa pun tidak masuk ke dalam kamar, terutama naik ke atas kasur.
  • Gunakan sampo dan semprotan yang menetralisir dander
    Dander mengandung serpihan kecil dari kulit hewan yang menempel pada bulu. Protein dari air liur hewan yang menempel pada dander adalah penyebab sebenarnya dari serangan asma. Beberapa produk mempromosikan produknya dapat menetralisir dander.
  • Bersihkan rumah denganĀ vacuum cleaner
    Cara ini dapat membantu menghilangkan bulu yang menempel di perabotan rumah, terutama karpet dan sofa.
  • Mandikan hewan peliharaan Anda seminggu sekali untuk mengurangi risiko menyebarnya pemicu alergi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Nyeri sendi bisa terasa di persendian mana pun, mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh. Yuk, cari tahu gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Transplantasi sumsum tulang belakang (BMT) adalah prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat. Bagaimana melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Selain menimbulkan gejala yang muncul pada kulit, komplikasi dermatitis bisa saja terjadi. Apa saja dampak panjang dari penyakit ini yang mungkin terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyebab penyakit jantung, jantung koroner, gejala penyakit jantung pada wanita, gejala awal penyakit jantung, obat jantung

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit
cara menghilangkan bekas jerawat cara menghilangkan jerawat menghilangkan bekas jerawat alami

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit
pengobatan dan cara menyembuhkan skoliosis

Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit
menghilangkan jerawat, bekas jerawat, obat jerawat, masker jerawat, cara menghilangkan jerawat alami

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit