Hati-hati, Mengidap Asma Saat Dewasa Tingkatkan Risiko Demensia!

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Banyak orang yang mengira bahwa penyakit asma pasti muncul sejak kecil. Padahal kenyataannya, tidak sedikit orang yang baru mengidap asma saat beranjak dewasa. Bahkan, para ahli kesehatan mengungkapkan bahwa penyakit asma pada orang dewasa berisiko tinggi memicu demensia alias pikun. Kok bisa, ya? Berikut selengkapnya.

Apa penyebab asma pada orang dewasa?

Penyakit asma pada orang dewasa dapat terjadi karena sudah pernah ada riwayat waktu kecil atau pemicunya baru muncul sekarang ini.

Namun yang pasti, penyakit asma bisa muncul kapan saja di usia berapa pun. Pada kasus asma pada orang dewasa, gejala yang dirasakan biasanya muncul pada usia 30 tahun ke atas. Dibandingkan pria, wanita lebih rentan mengidap asma saat dewasa.

Sampai saat ini, penyebab penyakit asma saat dewasa masih belum diketahui dengan pasti. Selain karena bawaan sejak bayi atau anak-anak, asma pada orang dewasa juga bisa disebabkan oleh lingkungan di sekitar.

Melansir dari Everyday Health, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa sepertiga dari kasus asma saat dewasa dipicu oleh lingkungan kerja yang buruk. Contohnya karena kantor penuh dengan debu, jamur, asap, tikus, kecoa, atau bahkan bahan kimia yang bisa memicu asma.

Asma pada orang dewasa bisa tingkatkan risiko demensia

perempuan rentan pikun

Asma bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Meski sekilas tampak seperti sesak napas biasa, asma yang tidak ditangani dengan baik bisa berakibat fatal.

Sama halnya dengan asma pada orang dewasa. Memang, sistem kekebalan tubuhnya lebih tinggi daripada anak-anak, tapi efek asma yang tidak diatasi dengan baik bisa memicu banyak masalah kesehatan lainnya, misalnya demensia.

Hal ini diungkapkan oleh Yi-Hao Peng dan timnya dari China Medical University Hospital di Taiwan. Menurut penelitian yang dimuat dalam Journal of Epidemiology and Community Health tahun 2015 ini, orang yang mengidap asma saat dewasa berisiko lebih besar terkena demensia.

Demensia itu sendiri adalah sekumpulan gejala penurunan fungsi otak yang ditandai dengan kesulitan mengingat (pikun) dan berpikir. Meskipun penyebabnya masih belum jelas, demensia biasanya dipicu oleh kerusakan sel-sel otak akibat penuaan atau penyakit kronis tertentu, seperti asma.

Anda mungkin bertanya-tanya, apa hubungannya penyakit asma dari saluran pernapasan dengan demensia yang berhubungan dengan otak? Para ahli menduga bahwa hal ini ada kaitannya dengan peradangan tubuh yang terjadi saat asma.

Penyakit asma terjadi ketika saluran pernapasan mengalami peradangan. Hal ini menyebabkan udara yang mengandung oksigen jadi sulit masuk ke dalam paru. Akibatnya, setiap organ dalam tubuh mengalami kekurangan oksigen secara terus-menerus, begitu juga pada otak.

Seperti yang sudah Anda ketahui, otak adalah pusat sistem saraf yang mengatur semua sistem saraf dan otot tubuh. Ketika otak kekurangan oksigen, maka fungsi otak secara keseluruhan lambat laun akan menurun. Bila tidak segera diatasi, hal ini dapat memicu gejala demensia.

Bisakah demensia dicegah sedini mungkin?

latihan pernapasan

Selain dipicu karena asma, faktor usia juga dapat meningkatkan risiko demensia. Dikutip dari WebMD, lansia berisiko 11 kali lebih besar terkena demensia dibandingkan dengan orang yang berusia muda.

Ketika Anda mengidap asma, maka risiko demensia tentu akan berkali-kali lipat. Ibaratnya, pasokan oksigen sudah semakin sedikit, ditambah lagi dengan faktor usia yang tak lagi muda. Maka tak heran jika risiko demensia jadi semakin besar.

Sebetulnya, tidak ada cara pasti untuk mencegah demensia. Namun, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan risiko demensia sekaligus menjaga sistem pernapasan Anda tetap sehat dari asma. Caranya adalah dengan:

  1. Olahraga rutin. Olahraga tidak hanya membuat sistem pernapasan Anda jadi lebih lancar, tapi juga dapat meningkatkan fungsi otak.
  2. Hindari merokok. Rokok dapat mengganggu sirkulasi darah di paru-paru hingga ke otak. Semakin cepat Anda berhenti merokok, Anda akan terhindar dari serangan asma dan kepikunan.
  3. Latihan pernapasan. Hal ini dapat membantu melancarkan aliran oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak. Tak hanya melancarkan sistem pernapasan, ini juga dapat menghindarkan Anda dari risiko demensia.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca