Asma adalah penyakit pernafasan kronis yang dapat membuat bernafas menjadi sulit. Saat seseorang menderita asma, akan terdapat peradangan saluran udara yang menyebabkan penyempitan sementara dari saluran udara yang membawa oksigen ke paru-paru. Hal ini menyebabkan gejala asma, termasuk batuk, mengi, sesak napas, dan sesak pada dada. Jika sudah parah, asma dapat mengakibatkan penurunan aktivitas dan ketidakmampuan untuk berbicara. Beberapa orang menyebutnya sebagai “asma bronkial”.

Bagaimana asma mempengaruhi kesuburan?

Orang yang menderita asma mungkin akan mengalami masalah kesehatan di organ lain yang  tidak terhubung ke sistem pernapasan, dan ini diakibatkan oleh peradangan yang disebabkan oleh asma. Sebuah penelitian yang dilakukan di Rumah Sakit Universitas Bispebjerg di Denmark menemukan bahwa wanita yang mengidap asma kurang subur dibanding wanita yang tidak mengidap asma.

Para ilmuwan mengatakan peradangan yang menjadi tanda dari asma telah terbukti mempengaruhi organ-organ lain di luar sistem pernapasan. Peradangan ini mungkin mengubah suplai darah ke rahim, yang akan merusak kemampuan sel telur untuk tertanam pada rahim.

Meski para peneliti mengatakan bahwa asma mempengaruhi “kecepatan” pembuahan, bukan berarti wanita yang mengidap asma tidak bisa mengalami pembuahan. Bahkan, para peneliti menemukan bahwa wanita yang mengidap asma memiliki  kesempatan untuk mendapatkan jumlah anak yang sama dengan wanita yang tidak mengidap asma. Satu penjelasan yang memungkinkan, adalah bisa jadi bahwa wanita yang mengidap asma memiliki anak di usia muda.

Bagaimana cara mengatasinya?

Jika Anda sedang berusaha hamil dan Anda mengidap asma, hubungi dokter Anda supaya ia bisa mengatur pemeriksaan dan perawatan. Cobalah untuk membuat janji secepatnya, jika sekiranya pengobatan Anda harus disesuaikan dengan usaha Anda untuk hamil.

Obat asma kebanyakan dinyatakan aman untuk kehamilan. Sehingga, Anda bisa menggunakan salah satu dari obat-obatan tersebut untuk dikonsumsi, dan bahkan jika Anda akhirnya hamil, Anda dapat melanjutkan pengobatan yang Anda lakukan. Dokter Anda akan memberikan berbagai pilihan kepada Anda.

Jika Anda adalah perokok dan mengidap asma, sekarang adalah saatnya untuk Anda menghentikan kebiasaan merokok Anda. Tanyakan kepada dokter tentang program untuk menghentikan rokok yang dapat membantu Anda.

Terlepas dari pengaruh rokok pada kandungan Anda nantinya, merokok memang dapat memperparah asma Anda. Semakin parah asma Anda maka akan semakin besar kesempatan adanya komplikasi pada bayi yang Anda kandung.

Yakinlah bahwa banyak wanita yang mengidap asma dapat memiliki kehamilan yang sehat, dan risiko kompilasi akan sangat rendah jika penyakit asma Anda terkontrol.

Saat hasil tes kehamilan Anda positif, cepatlah hubungi dokter Anda. Gejala asma biasanya akan berubah selama masa kehailan. Asma Anda bisa saja mulai sembuh atau menjadi lebih parah, dan dokter Anda akan menyesuaikan dosis obat Anda tergantung dari keadaan asma Anda.

Sangatlah penting untuk mendapat perawatan sehat yang seimbang, karena mengontrol asma Anda saat masa kehamilan dapat membantu bayi dalam kandungan Anda untuk berkembang dengan baik. Terbebas dari serangan asma selama masa kehamilan dapat mengurangi risiko dari:

  • Berat lahir ringan
  • preeklampsia
  • morning sickness alias mual-mual yang parah
  • Bayi prematur

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca