Ciri-ciri Anak Anda Alergi Telur, dan Bagaimana Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa orang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, misalnya kacang dan udang. Tubuh penderita alergi akan merespon seolah-olah makanan tersebut adalah zat berbahaya. Begitu pula dengan bayi yang memiliki alergi telur. Hal ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna dan tidak mampu menerima protein dalam telur. Sebagian anak biasanya alergi terhadap protein dalam putih telur, tapi tidak menutup kemungkinan alergi disebabkan oleh protein dalam kuning telur.

Sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari kuman dan ancaman lainnya. Namun bagi penderita alergi telur, tubuh menggunakan antibodi untuk melawan protein telur yang dianggap sebagai zat berbahaya. Bayi yang memiliki alergi telur mungkin akan merasa tidak enak badan, diikuti dengan munculnya ruam setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Gejala tersebut bisa muncul sesaat atau mungkin beberapa jam setelah mengkonsumsi telur.

Tanda dan gejala alergi telur

Berikut adalah gejala alergi telur:

  • Kulit: gatal-gatal, eksim, kemerahan, atau bengkak
  • Sistem pencernaan: sakit perut, diare, mual, muntah, atau gatal di sekitar mulut
  • Sistem pernapasan: hidung berair, mengi, atau kesulitan bernapas
  • Sistem kardiovaskular: denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, atau masalah jantung

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi menunjukkan reaksi alergi yang sangat serius (anafilaktik). Penanganan medis harus segera diberikan, karena bayi mungkin memiliki masalah pernafasan dan penurunan tekanan darah.

Bagaimana cara mengetahui jika anak Anda alergi telur?

Sebagai orang tua, Anda harus peka setiap kali bayi jatuh sakit dan mengalami ruam sesaat setelah mengkonsumsi telur. Biasanya dokter meminta Anda menunggu sampai usia bayi cukup dan dokter memperbolehkan anak Anda untuk mencoba telur lagi.

Jika anak Anda dicurigai memiliki alergi terhadap telur, hindari mengonsumsi telur maupun makanan yang mengandung telur sampai anak diperiksa langsung oleh dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes kulit untuk memeriksa alergen, baik terhadap telur maupun makanan dan zat lainnya.

Mengobati reaksi alergi telur

Anak-anak yang memiliki alergi telur harus mengantisipasi kejadian yang tidak terduga, jika makan telur tanpa sengaja. Diskusikan dengan dokter dan perawat sekolah untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Anak Anda mungkin akan diberikan obat yang harus selalu dibawa, seperti antihistamin, atau pada kasus yang berat, epinefrin.

Cara menghindari telur jika anak Anda alergi

Anak yang alergi terhadap telur bisa dengan mudah menghindari telur dalam makanan yang dia makan. Namun, beberapa anak mungkin merasa kesulitan, sehingga perlu bantuan orangtua atau orang dewasa lainnya untuk mencari tahu apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Anak-anak yang alergi telur juga sebenarnya tidak diperbolehkan mengkonsumsi telur tiruan karena mengandung putih telur.

Berikut adalah berbagai bentuk telur yang tercantum pada label makanan:

  • Telur kering
  • Putih telur
  • Padatan putih telur
  • Kuning telur
  • Padatan telur
  • Telur bubuk
  • Telur utuh

Buat catatan sebagai pengingat

Jika anak Anda memiliki alergi telur, buatlah daftar bahan-bahan telur di atas dalam ukuran yang cukup kecil sehingga mudah dibawa sebagai pengingat. Catatan ini dapat ditaruh dalam saku dan tas milik anak. Lebih baik lagi jika Anda juga memiliki daftar yang sama. Namun ketika berada di sebuah restoran atau rumah teman, mungkin anak akan merasa kesulitan mengecek label makanan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah bertanya sebelum menyantap makanan apapun.

Jika anak menyukai kue panggang, seperti cupcakes atau brownies, Anda bisa mengganti bahan telur dengan menggunakan 1,5 sendok makan (22,2 mililiter) minyak dan 1 sendok teh (5 mililiter) baking powder untuk setiap telur.

Karena anak tidak dapat mengonsumsi telur, pastikan ia mendapatkan asupan protein dari sumber lain seperti daging merah, unggas, ikan, dan kacang-kacangan.

Jika anak Anda memiliki lebih dari satu alergi makanan, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli gizi. Namun, jika hanya telur yang menjadi penyebab alerginya, Anda dapat mengatur sendiri asupan makan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"

Yang juga perlu Anda baca

Cara Protein Whey Membantu Tubuh Anak Tetap Fit saat Puasa

Protein penting untuk dikonsumsi anak, karena mampu meningkatkan kesehatan saat puasa. SImak jenis protein yang efektif memberi manfaat untuk si kecil.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
protein untuk anak saat puasa
Parenting, Nutrisi Anak 05/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Manfaat Protein Whey untuk Daya Tahan Tubuh Anak

Salah satu jenis protein yang juga ternyata dibutuhkan untuk pertumbuhan anak adalah whey protein. Apa saja manfaatnya dan apa saja sumber makanannya?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
susu formula whey protein untuk anak
Parenting, Nutrisi Anak 22/05/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Tips Agar BAB Anak Lancar dan Tidak Keras

Ibu perlu menerapkan pola hidup sehat kepada anak, agar BAB si kecil lancar dan tidak keras. Ikuti tips ini untuk membantu melancarkan pencernaan anak.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Konten Bersponsor
agar bab lancar dan tidak keras
Serat Anak, Parenting, Nutrisi Anak 14/05/2020 . Waktu baca 5 menit

Beragam Penyebab Hidung Meler Terus Padahal Tidak Sedang Flu

Tidak selamanya hidung berair atau meler merupakan tanda Anda sedang sakit flu. Berikut penyebab hidung sering meler yang perlu diketahui.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
penyebab hidung meler
Batuk, Health Centers 13/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor

Peran Penting Nutrisi untuk Kurangi Dampak Stunting pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 27/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
protein susu soya

Ibu Harus Tahu, Ini Beda Kandungan Protein dalam Susu Kedelai dan Susu Sapi

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 03/07/2020 . Waktu baca 6 menit
Konten Bersponsor
nutrisi untuk anak aktif

Kebutuhan Asupan Nutrisi yang Perlu Dipenuhi Anak Aktif dan Suka Olahraga

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/06/2020 . Waktu baca 6 menit