home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Alergi makanan tidak hanya terbatas pada telur, susu, dan seafood. Pada kasus yang jarang terjadi, reaksi alergi juga dapat muncul setelah mengonsumsi bawang putih. Apa gejala alergi bahan untuk bumbu ini dan bagaimana cara mengobatinya?

Apa itu alergi bawang putih?

bawang putih untuk flu

Bawang putih (Allium sativum) adalah salah satu bahan masakan yang juga dapat dimakan mentah-mentah. Bahan makanan ini biasanya digunakan dalam berbagai masakan, seperti semur, sup, hingga roti.

Meski sering menjadi penyedap berbagai masakan, ada beberapa orang yang justru tidak diperbolehkan mengonsumsi bawang putih. Pasalnya, ketika bawang putih masuk ke dalam tubuh mereka, akan muncul reaksi alergi.

Pada umumnya, alergi ini cukup jarang terjadi dan belum ada data statistik akurat mengenai kondisi ini. Pasalnya, dari total keanggotaan Anaphylaxis Campaign yang terdiri atas 3.700 peserta, hanya ada sepuluh anggota terdaftar yang memiliki jenis alergi ini.

Penyebab alergi bawang putih

Alergi bawang putih disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap zat yang terlihat mengancam masuk ke dalam tubuh. Hal ini mungkin dikarenakan bawang putih mengandung enzim alliin lyase yang diduga salah dikenali sebagai ancaman oleh sistem kekebalan tubuh.

Kemudian, sistem imun menyerang balik dan memproduksi antibodi terhadap enzim yang ada di bawang putih. Alhasil, serangkaian gejala alergi pun muncul.

Menariknya, pemilik alergi ini juga dapat mengembangkan reaksi yang sama terhadap bawang merah, asparagus, dan daun bawang. Kondisi yang disebut reaktivitas silang ini terjadi karena bawang putih termasuk dalam kelompok makanan serupa, yaitu rempah-rempah.

Rempah-rempah adalah bumbu penyedap yang biasa dimasukkan ke dalam masakan. Kebanyakan rempah-rempah digunakan dalam keadaan kering, seperti bawang putih, yang ternyata mengandung protein penyebab alergi makanan.

Sementara itu, rempah-rempah yang digiling, seperti paprika, juga masih tetap meninggalkan protein penyebab alergi meskipun dalam jumlah sedikit. Oleh sebab itu, alergen rempah dapat ditemukan di mana saja, baik makanan mentah, sudah dipanggang, hingga dikeringkan.

Siapa saja yang berisiko?

Alergi rempah memang hanya mewakili 2% dari semua kasus alergi makanan, seperti seafood, susu, dan buah. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada orang dewasa dibandingkan anak-anak.

Tidak hanya itu, alergi rempah juga lebih sering terjadi pada pekerja di pabrik rempah-rempah. Bahkan, wanita disebut lebih berisiko mengembangkan alergi ini meskipun belum diketahui penyebab pastinya.

Gejala alergi bawang putih

salep gatal alergi

Pada dasarnya, gejala alergi bawang putih mirip dengan gejala alergi makanan lainnya. Beberapa orang mungkin tidak mengembangkan reaksi yang parah, tetapi adakalanya gejalanya dapat menjadi berbahaya.

Ciri-ciri alergi ini biasanya muncul beberapa menit setelah konsumsi atau terpapar makanan tersebut. Namun, terkadang butuh waktu hingga dua jam hingga reaksi alergi terlihat.

Ragam gejala alergi ini yang perlu Anda waspadai, antara lain:

  • kulit terasa gatal dan tampak biduran,
  • mulut terasa gatal dan kesemutan,
  • pembengkakan di mulut, tenggorokan, wajah, dan daerah tubuh lainnya,
  • hidung tersumbat,
  • diare,
  • sakit perut, serta
  • mual dan muntah.

Kapan saya harus ke dokter?

Pada kasus yang jarang, alergi bawang putih dapat mengembangkan reaksi yang parah bila tidak segera ditangani. Bila Anda atau anggota keluarga mengalami kondisi yang disebut syok anafilaksis dengan gejala berikut ini, segera periksakan diri ke rumah sakit.

  • Sulit bernapas akibat penyempitan saluran pernapasan.
  • Tekanan darah menurun drastis.
  • Denyut nadi tidak teratur.
  • Pusing dan pingsan.

Semakin cepat reaksi alergi didiagnosis dan diobati, semakin besar peluang Anda menghindari kondisi yang mengancam jiwa.

Pengobatan alergi bawang putih

Pengobatan alergi makanan, termasuk bawang putih, yang terbaik adalah menghindari pemicunya dengan cara sebagai berikut.

  • Memeriksa bahan makanan kemasan, terutama masakan India dan daging olahan.
  • Beritahu staf restoran tentang alergi yang dialami ketika makan di luar seperti di restoran.
  • Gunakan pengganti bawang putih untuk membumbui makanan.

Jika sudah terlanjur, kasus alergi rempah yang ringan biasanya dapat diobati dengan antihistamin. Oleh sebab itu, selalu sediakan antihistamin, terutama saat bepergian.

Anda juga bisa meminta dokter untuk meresepkan obat-obatan untuk mengatasi gejala alergi. Sebagai contoh, penderita alergi yang sering mengembangkan gejala berupa asma akan direkomendasikan kortikosteroid nasal.

Bila reaksi alerginya cukup serius, dokter mungkin akan menyuntikkan epinefrin untuk mengobati gejala anafilaktik. Jika memungkinkan, latih teman atau anggota keluarga Anda pertolongan pertama saat alergi.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Robertson, S. (2019). Garlic Allergy. News Medical. Retrieved 14 October 2020, from https://www.news-medical.net/health/Garlic-Allergy.aspx 

Allergy Information for: Garlic (Allium sativum). (n.d). Manchester – Academic Health Science Center. Retrieved 14 October 2020, from http://research.bmh.manchester.ac.uk/informall/allergenic-food/index.aspx?FoodId=71

Onion and Garlic. (2018). Anaphylaxis Campaign. Retrieved 14 October 2020, from https://www.anaphylaxis.org.uk/knowledgebase/onion-and-garlic-allergy/ 

Almogren, A., Shakoor, Z., & Adam, M. H. (2013). Garlic and onion sensitization among Saudi patients screened for food allergy: a hospital based study. African health sciences, 13(3), 689–693. https://doi.org/10.4314/ahs.v13i3.24. Retrieved 14 October 2020.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 20/10/2020
x