home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Gampang Tidur di Segala Situasi, Ada yang Salah Tidak, Sih, Dengan Jam Tidur Saya?

Gampang Tidur di Segala Situasi, Ada yang Salah Tidak, Sih, Dengan Jam Tidur Saya?

Tidak sedikit orang yang susah tidur dan harus menunggu berjam-jam supaya terlelap. Akan tetapi, ada juga orang yang sangat mudah tertidur saat baru saja rebahan atau menyandarkan kepalanya di kasur. Jika hal ini terjadi pada Anda, mungkin Anda sering dijuluki sebagai si pelor alias nempel molor oleh orang-orang di sekitar. Sebenarnya, normal tidak, sih, bila bisa tidur terlalu cepat seperti ini?

Idealnya, butuh berapa lama untuk mulai terlelap?

Sebelum benar-benar tertidur, rasa kantuk akan terlebih dahulu menyelimuti diri Anda sebagai sinyal kalau sekarang sudah memasuki waktu tidur. Perasaan kantuk ini terbentuk dari kumpulan zat kimia dalam otak, yang disebut adenosin.

Seiring banyaknya jumlah energi yang terkuras selama tubuh beraktivitas seharian, tingkat adenosin dalam tubuh pun akan semakin meningkat secara bertahap. Itulah yang menyebabkan rasa kantuk makin menjadi-jadi ketika tubuh dipaksa untuk terus bekerja, di kala sudah saatnya Anda untuk beristirahat.

Menurut National Sleep Foundation, 10-20 menit merupakan waktu rata-rata yang dibutuhkan seseorang untuk mulai tertidur setelah memejamkan mata dan bersandar di bantal. Akan tetapi, durasi waktu ini bukanlah patokan pasti sebagai tolak ukur kemampuan tidur Anda.

Berbagai faktor biasanya turut andil sebagai penentu berapa lama Anda bisa terlelap saat sedang berusaha untuk tidur. Jika kenyataannya malah sebaliknya, Anda butuh waktu lebih dari 20 menit. Atau bahkan bisa dengan gampang tidur dalam hitungan detik setelah merebahkan badan di kasur. Mungkin Anda yang kurang beres dari tubuh Anda.

quiz kuis berapa lama waktu tidur hellosehat

Sering tidur terlalu cepat, normal atau tidak?

Lagi-lagi, sebenarnya tidak ada aturan baku yang mengatakan seberapa cepat atau lambat Anda harus tertidur. Ini semua tergantung kondisi tubuh dan pikiran Anda saat itu. Bila beberapa hari belakangan ini, atau mungkin memang kebiasaan yang sudah hadir sejak lama, membuat Anda mudah sekali tidur di mana pun, kapan pun, dan bagaimana pun kondisinya.

Entah itu di kereta saat pagi hari berangkat ke kantor, di meja kerja usai makan siang, hingga di malam hari sesaat setelah rebahan di kasur. Memang, hal ini tampak sah-sah saja karena toh Anda tidak perlu usaha keras untuk bisa tidur dengan nyenyak.

Namun di sisi lain, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah dengan waktu tidur normal Anda. Kenapa? Begini, saat jam tidur Anda berkurang atau terkesan berantakan dari waktu normal yang seharusnya, maka secara otomatis jumlah adenosin dalam tubuh akan semakin bertambah banyak.

Begitu pula ketika Anda merasa kelelahan setelah banyak melakukan kegiatan ini itu sehari penuh. Kadar adenosin akan terus menumpuk sebagai pertanda bahwa tubuh telah memasuki fase terendahnya.

Di sisi lain, kualitas tidur yang buruk bisa jadi penyebab lain gangguan tidur, seperti sleep apnea, menggeretakkan gigi saat tidur, bolak-balik ke kamar mandi di tengah malam, serta sering menggoyangkan kaki saat tidur (sindrom kaki gelisah).

Bagaimana solusinya?

Jumlah adenosin yang membuat Anda terkantuk-kantuk akan kembali normal jika tubuh telah istirahat dan tidur yang cukup. Memperpanjang waktu tidur Anda juga bisa menjadi salah satu bentuk “balas dendam” dari kekurangan tidur yang mungkin selama ini Anda alami.

Ibaratnya, Anda sedang berusaha melunasi utang tidur beberapa hari sebelumnya yang membuat Anda sering tidur terlalu cepat. Ketika waktu tidur sudah kembali normal, usahakan untuk menepati jam tidur yang seharusnya agar waktu istirahat lebih teratur.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Is Falling Asleep Too Fast a Sign of a Sleep Problem? https://www.verywellhealth.com/could-falling-asleep-too-fast-be-a-sleep-problem-3015146 Diakses pada 4 November 2018.

How Long Should It Take You to Fall Asleep? https://www.sleep.org/articles/how-long-to-fall-asleep/ Diakses pada 5 November 2018.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri Diperbarui 06/11/2018
Ditinjau oleh dr. Yusra Firdaus