Selalu merasa ngantuk di siang hari meski sudah tidur cukup? Bukan sekadar kelelahan, terkadang ini bisa menjadi gejala dari suatu kondisi yang disebut hipersomnia.
Selalu merasa ngantuk di siang hari meski sudah tidur cukup? Bukan sekadar kelelahan, terkadang ini bisa menjadi gejala dari suatu kondisi yang disebut hipersomnia.

Karena rasa kantuk bisa mengganggu produktivitas, tentu saja kondisi ini perlu diatasi. Bagaimana caranya? Apa tanda-tanda Anda mengalaminya? Simak jawabannya melalui uraian berikut.
Hipersomnia adalah kondisi ketika seseorang terus mengantuk pada siang hari meski sudah tidur cukup pada malam sebelumnya.
Kondisi yang juga disebut excessive daytime sleepiness (EDS) ini bisa membuat seseorang tertidur berulang kali pada siang hari.
Tidur siang memang bisa mengurangi ngantuk, tetapi seseorang dengan hypersomnia akan dengan cepat merasa mengantuk kembali.
Perlu diingat bahwa hipersomnia berbeda dengan narkolepsi. Pasalnya, hipersomnia tidak membuat seseorang tertidur secara tiba-tiba tanpa bisa mencegahnya.
Meski begitu, hipersomnia tidak bisa diabaikan karena kondisi ini bisa bisa mengganggu aktivitas sehari-hari dan menurunkan produktivitas.

Selain rasa ngantuk berlebih di siang hari meski sudah tidur cukup pada malam sebelumnya, berikut adalah kondisi lain yang biasanya dialami seseorang dengan hypersomnia.
Berdasarkan penyebabnya, hipersomnia bisa dibedakan menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder.
Penyebab hypersmonia primer belum diketahui secara pasti. Artinya, kondisi ini terjadi begitu saja tanpa kondisi medis yang mendasari dan bukan gejala dari kondisi tertentu.
Akan tetapi, hipersomnia primer diketahui berkaitan dengan mutasi genetik yang mengganggu produksi histamin.
Selain kantuk berlebih, jenis hypersomnia ini bisa membuat seseorang kesulitan terbangun setelah tidur dalam jangka waktu yang lama.
Berbanding terbalik dengan hipersomnia jenis primer, hipersomnia sekunder merupakan kondisi yang terjadi karena penyakit atau kondisi tertentu.
Melansir dari Cleveland Clinic, berikut adalah kondisi yang bisa menjadi penyebabnya.
Setiap orang bisa mengalami hypersomnia. Akan tetapi, beberapa kondisi berikut bisa meningkatkan risiko Anda untuk mengalaminya.
Hampir setiap orang pernah mengalami rasa kantuk berlebih tanpa mengetahui penyebab pastinya.
Oleh karena itu, dokter akan bertanya tentang gejala lain yang Anda rasakan dan mungkin meminta Anda mencatat pola tidur dan bangun untuk membantu proses diagnosis.
Di samping itu, berikut adalah tes lain yang mungkin diberikan untuk mendiagnosis hipersomnia.
Hipersomnia perlu diatasi sesuai penyebab yang mendasarinya. Oleh karena itu, Anda perlu berkonsultasi kepada dokter untuk mengetahui penanganan yang tepat.
Secara umum, berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi hipersomnia.
Jika hypersomnia yang Anda alami disebabkan oleh penyakit tertentu, dokter akan mengatasinya dengan memberikan obat untuk mengatasi penyakit tersebut.
Di samping itu, dokter mungkin memberi Anda obat untuk meningkatkan kewaspadan, seperti modafinil, pitolisant, atau solriamfetol, supaya Anda tidak mudah mengantuk.
Penerapan sleep hygiene dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas waktu tidur sehingga Anda tidak mudah mengantuk. Berikut adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan.
Jangan lupa menerapkan pola hidup sehat, seperti berhenti merokok, menghindari alkohol, serta mengonsumsi makanan bergizi untuk mengatasi sekaligus mengurangi risiko hipersomnia.
Kesimpulan
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Summer, J. (2023, December 22). Hypersomnia vs narcolepsy. Sleep Foundation. Retrieved 14 January 2025, from https://www.sleepfoundation.org/hypersomnia/hypersomnia-vs-narcolepsy
Rob Newsom. (2023, November 16). Hypersomnia. Sleep Foundation. Retrieved 14 January 2025, from https://www.sleepfoundation.org/hypersomnia
Excessive daytime sleepiness (hypersomnia). (2017, October 18). nhs.uk. Retrieved 14 January 2025, from https://www.nhs.uk/conditions/excessive-daytime-sleepiness-hypersomnia/
Hypersomnia: Symptoms, causes & treatment. (n.d.). Cleveland Clinic. Retrieved 14 January 2025, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21591-hypersomnia
Versi Terbaru
24/01/2025
Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
Diperbarui oleh: Edria
Ditinjau secara medis oleh
dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa
General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro