Malam Begadang, Bolehkah ‘Balas Dendam’ Bayar Utang Tidur di Siang Hari?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 18 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Sebagian besar orang pasti pernah begadang. Entah itu untuk mengejar deadline kantor atau tugas kuliah, ada acara keluarga, dan kegiatan lainnya. Ketika waktu tidur tidak tercukupi, kebanyakan orang menggampangkan masalah ini, “Besok bisa tidur siang ini” atau “Besok lanjut tidur di bus saja pas ke kantor”.

Namun, apakah boleh Anda malam begadang dan membayar tidur yang kurang di siang hari seperti ini?

Bolehkah bayar utang tidur di siang hari karena malam begadang?

Malam hari adalah waktu yang tepat bagi Anda untuk beristirahat. Pada istirahat inilah tubuh akan mempersiapkan diri untuk kembali beraktivitas di esok hari.

Namun, adanya aktivitas tertentu atau masalah kesehatan bisa mengganggu jam tidur Anda. Contohnya, sengaja tidak tidur untuk begadang atau susah tidur karena insomnia.

Kurangnya jam tidur jelas bisa membuat Anda mengantuk keesokan harinya. Tak jarang, mereka yang memiliki kegatan di pagi hari memilih akan ‘balas dendam’ tidur di siang hari. Bila tidak memungkinkan Anda akan memanfaatkan waktu-waktu tertentu untuk tidur, seperti di perjalanan menuju kantor.

Anda mungkin berpikir bahwa begadang di malam hari tidak akan jadi masalah selama Anda bisa membayar kekurangan tidur di siang hari. Padahal, sebenarnya tindakan ini tidak dianjurkan.

Alasannya, membayar utang dengan cara ini memungkinkan Anda tidur siang lebih lama. Padahal, tidur siang lebih lama bisa membuat Anda kembali tidak bisa tidur malam harinya.

Akibatnya, Anda akan tidur lebih larut dan mengantuk esok harinya. Lambat laun, kebiasaan ini bisa merusak siklus tidur Anda.

Dampak siklus tidur yang berantakan

mengatasi insomnia

Sering begadang di malam hari dan tidur di siang hari lebih lama, membuat siklus tidur Anda berantakan. Siklus yang kacau ini bisa membuat sistem di tubuh Anda juga ikut terganggu sehingga menimbulkan berbagai masalah.

Masalah pada kesehatan tersebut meliputi sulit berpikir jernih, sulit fokus, mengantuk, keseimbangan tubuh terganggu, dan kadang linglung.

Semua efek tersebut bisa menurunkan produktivitas, bahkan menempatkan Anda dalam bahaya, seperti kecelakaan ketika mengemudikan kendaraan.

Menurut National Health Service, kurang tidur akibat siklus tidur yang berantakan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko penyakit kronis, seperti obesitas, jantung, dan diabetes tipe 2.

Tenang saja, utang tidur bisa dibayar, kok

mitos kebiasaan tidur

Walaupun Anda tidak disarankan untuk membayar utang tidur di siang hari, bukan berarti lebih baik Anda membiarkan utang tidur menumpuk begitu saja.

Utang tidur masih bisa Anda bayar dengan cara yang aman, yaitu memperpanjang waktu tidur di malam hari.

Contohnya, bila Anda biasanya tidur pukul 10 malam, tapi hari itu Anda harus begadang sampai pukul 12 malam, artinya jam tidur Anda berkurang 2 jam.

Keesokan malamnya, cobalah tidur 1 jam lebih awal dan bangun pada jam yang sama seperti biasa. Kemudian, ulangi lagi hingga utang tidur Anda terbayar.

Namun, bagaimana dengan orang yang punya utang tidur menumpuk? Utang tidur yang bukan karena begadang, misalnya karena masalah insomnia di malam hari, tidak boleh dibiarkan menumpuk ataupun diganti dengan tidur siang.

Cara membayar utang tidur Anda juga tetap sama seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, yakni tidur lebih awal dan bangun pagi di waktu yang sama. Lakukan pembayaran utang tidur dengan cara mencicil, misalnya hari ini tidur malam 2 jam lebih awal dan esoknya pun begitu seterusnya.

Dengan membiasakan diri tidur dan bangun pada jam yang sama, siklus tidur Anda yang terganggu bisa kembali normal. Anda mungkin butuh bantuan dari dokter, psikolog, atau terapis untuk memperbaiki kualitas tidur terkait insomnia.

Meski tidak boleh membayar utang tidur dengan tidur siang, bukan berarti Anda sama sekali tidak dibolehkan untuk tidur siang. Anda tetap boleh tidur siang, idealnya cukup 20 menit di saat Anda mengantuk atau kelelahan.

Sumber foto: Best Life.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Depresi

Depresi adalah gangguan mental yang berbeda dengan stres dan tidak boleh disepelekan. Simak apa saja gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Stres dan Depresi 22 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Posisi Tidur yang Baik untuk Ibu Hamil agar Lebih Nyenyak

Perut membesar dan nyeri punggung jadi alasan kenapa ibu hamil sering sulit tidur. Namun ternyata, ada satu posisi tidur yang bikin ibu hamil nyenyak, lho!

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 14 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Mengenal 4 Tahapan Tidur: Dari “Tidur Ayam” Hingga Tidur Pulas

Jika Anda mengira mimpi muncul saat Anda tidur nyenyak, Anda salah. Mimpi dan fase tidur nyenyak ternyata merupakan dua tahapan tidur yang berbeda.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Pola Tidur Sehat 1 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Susah Tidur Malam Meski Tubuh Kelelahan, Apa Penyebabnya?

Setelah lelah beraktivitas, Anda harusnya bisa tidur nyenyak. Namun, beberapa orang justru mengeluhkan susah tidur malam meski merasa lelah. Kenapa?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Pola Tidur Sehat, Gangguan Tidur 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

posisi tidur baik dan buruk

Berbagai Posisi Tidur yang Baik dan Buruk untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
tidur lebih lama

Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 14 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
bantal tidur untuk bayi

Ibu, Ini Bahanya Menggunakan Bantal Bayi Saat Si Kecil Tidur

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 10 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
tidur berlebihan

Benarkah Tidur Berlebihan Bisa Meningkatkan Risiko Pikun?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit