Kenapa Ada yang Butuh Tidur Lebih Lama Daripada Orang Lain?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Durasi dan kualitas tidur sangat bervariasi pada setiap orang. Dr. Ana C. Krieger, direktur medis dari Centre for Sleep Medicine di Weill Cornell Medical College, New York menyatakan hal ini biasanya tergantung pada keadaan dan kondisi masing-masing individu. Tidur lebih lama juga bisa menjadi salah satu respon tubuh akan masalah kesehatan tertentu. Berbagai faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab orang tidur lebih lama.

5 penyebab orang tidur lebih lama

1. Faktor genetik

Penelitian yang dikutip dari Medical News Today menunjukkan bahwa beberapa orang membutuhkan lebih banyak tidur dibandingkan dengan orang lainnya. Kebutuhan ini salah satunya tergantung pada susunan genetik seseorang.

Beberapa orang mungkin hanya membutuhkan waktu 3 sampai 4 jam saja untuk mengembalikan staminanya. Sedangkan sebagian lainnya membutuhkan waktu lebih dari 10 jam agar tubuh bisa beraktivitas normal.

Para ilmuwan yakin bahwa hal ini berkaitan dengan ritme sirkadian seseorang, yakni siklus yang terlibat dalam pola tidur dan bangun setiap harinya. Siklus ini dipengaruhi oleh faktor genetik.

2. Masalah kesehatan mental

Tidur lebih lama juga menandakan adanya gangguan mental tertentu yang sedang dialami seseorang. Depresi menjadi salah satu gangguan yang membuat tubuh terus merasa lelah dan mengantuk.

Oleh karena itu, orang yang terkena depresi biasanya butuh tidur lebih lama karena biasanya merasa mengantuk sepanjang hari. Jadi orang yang sedang depresi membutuhkan waktu istirahat yang lebih lama dari biasanya yakni sekitar 10 hingga 11 jam sehari.

Penelitian juga menunjukkan ada hubungan antara depresi dan gangguan tidur. Obat-obatan tertentu yang digunakan untuk mengobati kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa lelah dan kantuk yang lebih besar.

3. Mengalami gangguan tidur

Salah satu hal yang menjadi penyebab waktu tidur yang lebih lama lainnya yakni ketika seseorang menderita gangguan tidur. Gangguan tidur ini salah satunya ialah hipersomnia atau mabuk tidur.

Orang yang menderita hipersomnia biasanya memiliki kesulitan untuk bangun dari kasur jika memiliki waktu tidur yang kurang dari 10 jam. Bahkan, setelah tidur selama 10 jam pun terkadang pengidap hipersomnia masih merasa kekurangan waktu tidur.

Emmanuel H., seorang ahli saraf dan pskiater di Stanford University menyatakan orang dengan hipersomnia yang telah tidur malam lebih dari 10 jam dan tidur siang selama 2 hingga 3 jam masih merasa membutuhkan waktu lebih lama untuk memejamkan matanya (masih mengantuk di siang hari).

Selain itu hipersomnia, gangguan neurologis langka dengan sindrom Kleine-Levin  juga dapat menyebabkan kebutuhan tidur yang cukup ekstrem, yakni hingga hitungan minggu bahkan bulan dan hanya bangun untuk pergi ke kamar mandi atau makan.

4. Orang yang sangat sensitif

Sensitivitas yang sangat tinggi dapat didefinisikan sebagai respons fisik, mental, dan emosional akut terhadap rangsangan eksternal (sosial, lingkungan) atau internal (dalam diri). Orang yang sangat sensitif mungkin seorang introvert, ekstrovert, atau ambivert.

Orang yang memiliki sensitivitas yang terlalu tinggi biasanya sering mengalami kelelahan fisik dan mental akibat respon terhadap sesuatu yang terlalu berlebihan sehingga otak selalu merasa waspada.

Oleh karena itu, orang dengan sensitivitas yang sangat tinggi perlu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang lain. Jadi ini cara ia untuk mengurangi tekanan dan mengembalikan sistem sarafnya kembali normal. 

5. Kondisi medis tertentu

Dikutip dari Huffington Post, sebuah penelitian menemukan fakta bahwa orang yang mengalami cedera otak traumatis menghabiskan waktu tidur yang lebih banyak dibandingkan dengan orang sehat lainnya.

Namun, tidur yang lebih lama pada orang yang pernah mengalami trauma tidak selalu buruk. Bahkan tidur lebih lama bisa menjadi sarana pemulihan yang cukup efektif untuk meningkatkan fungsi otak.

Jika Anda rutin mengalami periode tidur yang lebih panjang dari biasanya dan melebihi batas normal Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya waktu tidur yang lebih panjang tidak selalu berefek baik pada kesehatan, kecuali pada orang dengan kondisi medis tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Masih Suka Main Boneka Saat Dewasa, Apakah Normal?

Boneka identik dengan mainan anak-anak. Lantas, apa jadinya jika seseorang masih suka main boneka saat dewasa di waktu luangnya? Apa ini normal?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Cemas atau Takut Saat Tidak Memegang Ponsel? Bisa Jadi Pertanda Nomophobia

Kecanduan smartphone bisa menyebabkan gangguan kecemasan yang disebut nomophobia. Apa sih sebenarnya kondisi ini? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Kecemasan 1 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Self esteem adalah nilai seseorang terhadap dirinya sendiri secara menyeluruh. Secara singkat, disebut juga harga diri. Yuk, ketahui self esteem secara lengkap.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Gangguan Mental Lainnya 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Mental Illness (Gangguan Mental)

Mental illness adalah gangguan mental yang memengaruhi pemikiran, perasaan, perilaku,suasana hati, atau kombinasi diantaranya. Berikut informasi lengkapnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Mental 17 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Direkomendasikan untuk Anda

mandi air dingin habis begadang

Mandi Air Dingin Habis Begadang Ternyata Berbahaya

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 9 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
sensory processing disorder

Mengenal Sensory Processing Disorder: Saat Otak Salah Menginterpretasikan Informasi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Kemal Al Fajar
Dipublikasikan tanggal: 5 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit
penyebab orang mengigau

Mengapa Ada Orang yang Suka Mengigau Saat Tidur?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
stockholm syndrome adalah

Stockholm Syndrome: Ketika Sandera Justru Bersimpati Pada Penculiknya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 4 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit