home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Manfaat Kesehatan dari Begadang, Sebanarnya Ada atau Tidak?

Manfaat Kesehatan dari Begadang, Sebanarnya Ada atau Tidak?

Selama ini, begadang atau tidak tidur semalaman penuh, merupakan salah satu aktivitas yang sering dikaitkan dengan kurang tidur, insomnia, dan berbagai gangguan tidur lainnya. Namun, aktivitas tersebut memang dapat memberikan efek yang kurang baik untuk kesehatan. Hanya saja, ada pula dugaan bahwa begadang ternyata memiliki manfaat juga untuk kesehatan. Benarkah? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Begadang diduga memiliki manfaat dalam mencegah depresi

Menghabiskan waktu semalaman penuh dalam kondisi terjaga atau biasa disebut dengan begadang ternyata diduga dapat mencegah depresi. Bahkan, para ahli percaya bahwa begadang mungkin dapat meningkatkan suasana hati.

Hal tersebut bisa saja terjadi karena kadar hormon serotonin, yaitu hormon bahagia, meningkat dalam darah. Akan tetapi, kualitas tidur yang meningkat setelah mengalami kurang tidur juga berpotensi memberikan efek anti depresi tersebut.

Bahkan, tidak sedikit yang meyakini bahwa manfaat begadang ini juga tidak hanya berlaku pada orang yang sedang depresi, tetapi juga pada orang yang tidak sedang mengalami gangguan mental.

Untuk mendapatkan manfaat begadang ini, dianjurkan untuk tidak tidur semalaman. Lalu, keesokan harinya, usahakan untuk tidak tidur sama sekali hingga malam tiba. Jika sudah demikian, Anda akan tidur lebih cepat pada malam harinya.

Pada saat itu, hindari penggunaan alarm dan biarkan Anda tidur hingga benar-benar terbangun sendiri. Hal ini dapat membantu Anda untuk terbangun dalam kondisi tubuh yang lebih berenergi.

Selain itu, dengan membuat tubuh mengalami kurang tidur terlebih dahulu, Anda sebenarnya sedang “memencet tombol reset” terhadap jam biologis tubuh. Artinya, Anda bisa mengatur ulang ritme sirkadian tubuh.

Hal ini diduga akan sangat bermanfaat bagi Anda yang selama ini mengalami masalah dengan time management atau manajemen waktu sehingga waktu tidur sering terbengkalai.

Namun, jangan serta-merta mempraktekkan metode tersebut. Apalagi, para ahli masih perlu melakukan penelitian lebih lanjut mengenai manfaat dari begadang yang satu ini.

Anda juga tetap harus berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang mungkin terjadi. Pasalnya, kondisi kesehatan tubuh tiap individu berbeda, sehingga Anda harus memastikan dulu bahwa tubuh Anda sehat.

Jika Anda memang ingin melakukan eksperimen terhadap manfaat begadang yang satu ini, pastikan untuk tetap menjaga pola makan sehat dan melakukan rutinitas sebelum tidur yang baik untuk kesehatan.

Risiko efek samping dari begadang lebih banyak dari manfaatnya

Meski para ahli menduga begadang memiliki manfaat, tetapi kebiasaan ini memang lebih banyak menimbulkan masalah terhadap kesehatan. Bahkan, efek samping begadang tak hanya menyerang kesehatan fisik tapi juga mental.

Belum lagi, saat tidak tidur semalaman, keesokan paginya Anda akan mengalami kelelahan hingga tidak fokus. Hal ini dapat memberikan pengaruh terhadap performa Anda, khususnya dalam menjalani rutinitas.

Efek samping dan dampak negatif dari begadang ini yang membuat manfaat yang mungkin Anda rasakan terhitung “tak seberapa” karena kebiasaan ini juga dapat membahayakan nyawa.

Bagaimana bisa? Menurut BMC Medicine, kurang tidur dapat menyebabkan kecelakaan kendaraan. Bahkan, kondisi tersebut bisa meningkatkan kecelakaan hingga 33 persen karena saat itu kemampuan untuk fokus menurun.

Alih-alih mendapatkan manfaat, berikut adalah beberapa efek samping langsung yang mungkin Anda rasakan jika begadang:

  • Tidak bisa berkonsentrasi.
  • Tidak mampu untuk menyimpan informasi atau ingatan baru.
  • Kemungkinan membentuk ingatan yang tak sesuai realita.
  • Berkurangnya kemampuan dalam mengambil keputusan.
  • Cenderung mengambil risiko yang lebih besar atau membuat pilihan yang salah.

Selain itu, ada pula efek samping jangka panjang yang mungkin terjadi, seperti:

Mengingat manfaat begadang belum tentu efektif untuk semua orang, sementara efek sampingnya bisa terjadi pada siapa saja, sehingga akan lebih bijaksana jika Anda tidak terlalu sering melakukan kebiasaan ini.

Pastikan bahwa memang ada kepentingan yang tidak bisa Anda tinggalkan hingga harus begadang. Selain itu, jika ingin mendapatkan manfaat dari begadang tersebut, upayakan untuk tetap terjaga sepanjang hari keesokan harinya.

Tanpa melakukan siklus tidur sesuai dengan penjelasan di atas, Anda mungkin tidak akan berhasil mendapatkan manfaat dari begadang tersebut.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Are All-Nighters are Bad for Your Health? Retrieved 24 May 2021, from https://www.sleep.org/all-nighters-and-health/

The Secret Benefit of Sleep Deprivation You Didn’t Know About. Retrieved 24 May 2021, from https://www.lifehack.org/articles/lifestyle/sleep-deprivation-a-love-hate-relationship.html

Why Are All-Nighters Harmful? Retrieved 24 May 2021, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-hygiene/why-are-all-nighters-harmful

Gottlieb, D. J., Ellenbogen, J. M., Bianchi, M. T., & Czeisler, C. A. (2018). Sleep deficiency and motor vehicle crash risk in the general population: a prospective cohort study. BMC medicine16(1), 44. https://doi.org/10.1186/s12916-018-1025-7
Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Annisa Hapsari Diperbarui 13/07/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x