Cek Kondisi Kesehatan dari Warna Ingus Anda

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah memperhatikan warna ingus saat sedang pilek? Jika diperhatikan, warna lendir yang dihasilkan tidaklah selalu sama. Kadang warnanya kuning, hijau, kecokelatan, atau bahkan kemerahan. Lantas apa arti warna ingus bagi kesehatan tubuh Anda?

Warna ingus bening

Ingus yang berwarna bening umumnya berbentuk encer dan transparan. Hal ini pertanda bahwa ada peningkatan produksi lendir. Namun secara umum, ingus berwarna bening tidak mengindikasi masalah kesehatan tertentu. Setiap harinya kita memproduksi lendir sekitar 4 cangkir guna menjaga lapisan hidung agar tetap lembab dan sebagai alat penangkal jamur, virus, bakteri, dan polutan.

Warna ingus putih

Musim dingin biasanya rawan terhadap penyakit flu, alergi, dan dehidrasi. Hal ini terjadi ketika sel rambut hidung terluka karena peradangan, sehingga lendir susah keluar dan kehilangan kelembaban yang menyebabkan warna lendir menjadi putih. Walaupun begitu, ingus berwarna putih masih dianggap normal.

Warna ingus kuning

Pada dasarnya, perubahan warna tergantung pada seberapa banyak lendir di hidung serta parahnya peradangan yang dialami. Jika ingus Anda berwarna kuning, berarti kemungkinan Anda sedang mengalami infeksi atau sinusitis, dengan catatan jika pilek terjadi secara terus menerus lebih dari sepuluh hari.

Ingus yang berwarna kuning muda berarti tubuh Anda sedang melawan sesuatu, seperti demam. Ingus kuning bukan berarti Anda harus ke dokter, itu adalah gejala normal sebagai bentuk pertahanan tubuh. Namun apabila gejala ini lebih dari seminggu, kadang diiringi dengan demam, sakit kepala, atau batuk berlendir, ini pertanda kalau Anda harus memeriksakan diri ke dokter.

Ingus warna hijau

Ingus berwarna hijau berarti Anda terkena infeksi bakteri atau jamur. Warna hijau diproduksi oleh sel darah putih yang merespon infeksi atau peradangan. Ketika rongga hidung Anda meradang, ia akan membengkak. Hal ini menyebabkan ingus terjebak dan jamur tumbuh.

Ingus merah atau pink

Rona merah pada ingus adalah darah yang berasal dari pembuluh darah yang rusak. Hal ini terjadi ketika Anda mungkin bersin terlalu keras atau karena lapisan hidung hidung yang terlalu kering sehingga menyebabkan pembuluh darah dalam rongga hidung pecah.

Ingus hitam

Warna ingus yang gelap menadakan Anda terlalu banyak menghirup polutan atau asap. Jika Anda menghirup abu, debu, kotoran, asap atau zat lain yang sejenisnya, maka ingus akan menjebaknya dengan lendir yang menyebabkan berwarna hitam.

Pada kasus yang lebih serius, ingus berwarna hitam menandakan adanya infeksi sinus kronis atau jamur. Bagaimanapun, ujungnya Anda harus segera berkonsultasi ke dokter jika terdapat keluhan yang tidak wajar pada diri Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Mengenal Alat Reproduksi Wanita dan Fungsinya

Alat atau organ reproduksi wanita berfungsi untuk memungkinkan kehamilan dan melindungi bagian dalam tubuh lain dari infeksi. Apa saja organ yang terlibat?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 1 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Jongkok atau Duduk: Mana Posisi BAB yang Lebih Sehat?

Posisi duduk saat buang air besar (BAB) ternyata lebih rentan terkena ambeien, radang usus buntu, hingga serangan jantung. Bagaimana mungkin?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Adinda Rudystina
Kesehatan Pencernaan 28 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tato mata

9 Bahaya yang Bisa Terjadi Jika Nekat Bikin Tato di Mata

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
produk pembersih rumah

Apakah Produk Pembersih di Rumah Anda Sebabkan Masalah Pernapasan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
alergi pada telur

Serba-serbi Alergi Telur yang Harus Anda Ketahui

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
minum susu saat pilek

Benarkah Tidak Boleh Minum Susu Saat Pilek Atau Batuk?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit