Selama berpuasa, tubuh Anda tidak mendapatkan asupan cairan dan zat gizi yang optimal sehingga lebih rentan terhadap flu. Lalu, bagaimana cara mengatasi flu saat puasa? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Ragam tips mengatasi flu saat puasa
Flu atau influenza adalah penyakit infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan. Penyakit ini ditandai dengan demam, sakit kepala, pilek, hingga batuk.
Perubahan pola tidur, asupan gizi, dan aktivitas selama bulan Ramadan dapat memengaruhi sistem imun sehingga Anda lebih rentan terhadap flu dan batuk selama puasa.
Apabila Anda terserang flu saat puasa, simak cara mengatasinya di bawah ini supaya ibadah Anda tetap lancar dan aktivitas harian tidak terganggu.
1. Perbanyak minum air putih saat sahur dan berbuka
Dehidrasi dapat memperburuk gejala flu, seperti sakit tenggorokan dan hidung tersumbat. Oleh sebab itu, pastikan Anda minum air putih yang cukup saat sahur dan berbuka.
Pastikan Anda minum setidaknya 8 gelas air putih per hari. Untuk menerapkan tips puasa ini, gunakanlah pola 2-4-2, yakni 2 gelas saat berbuka, 4 gelas pada malam hari, dan 2 gelas saat sahur.
Kebutuhan air harian yang tercukupi penting untuk kelancaran sirkulasi darah. Hal ini akan membantu Anda untuk pulih lebih cepat dari flu saat puasa.
2. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang
Sahur dan berbuka adalah waktu untuk memastikan bahwa tubuh Anda mendapatkan asupan gizi yang cukup.
Pastikan Anda mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk, kiwi, dan jambu biji untuk membantu meningkatkan imunitas selama berpuasa.
Makanan berat untuk buka puasa dan sahur juga harus mengandung protein yang cukup untuk memperbaiki jaringan tubuh yang rusak akibat infeksi.
Contoh sumber protein yang baik untuk kesehatan tubuh antara lain dada ayam, ikan, telur, daging merah rendah lemak, tahu, dan tempe.
Kurang tidur berisiko memperburuk gejala flu yang Anda alami. Ini karena tubuh kehilangan waktu untuk melawan infeksi dan memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Meski disibukkan dengan persiapan sahur dan tarawih pada malam hari, Anda tetap perlu mengusahakan untuk tidur selama 6–8 jam setiap hari.
Jika memungkinkan, Anda bisa meluangkan waktu untuk melakukan power nap atau tidur siang singkat selama 15–20 menit untuk memulihkan energi dan mendukung kerja sistem imun.
Tips tidur nyenyak saat puasa Ramadan
Supaya kualitas dan jam tidur saat puasa terjaga, berikut adalah tips yang bisa Anda coba. - Tidur dan bangun pada jam yang sama setiap hari.
- Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman.
- Jangan bermain ponsel sebelum tidur.
- Hindari konsumsi makanan pedas atau berlemak dan minuman berkafein.
- Lakukan olahraga secara rutin.
- Berhenti merokok.
4. Gunakan obat flu yang aman
Saat gejala flu sudah mengganggu puasa dan aktivitas Anda, pertimbangkan untuk menggunakan obat flu yang aman.
Gunakan obat yang bebas dijual di apotek untuk meredakan gejala Anda, seperti obat penurun panas untuk meredakan demam dan dekongestan untuk meredakan hidung tersumbat.
Anda bisa minum obat flu ketika berbuka atau sahur. Namun, untuk memastikan keamanannya, cobalah berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker.
5. Hindari kondisi yang memperparah gejala flu
Flu saat puasa kerap kali diperparah oleh kondisi lingkungan yang tidak mendukung, contohnya berada di ruangan ber-AC terlalu lama.
Ruangan ber-AC yang memiliki udara dingin dan terlalu kering akan membuat gejala flu seperti hidung tersumbat, batuk, dan tenggorokan kering menjadi lebih parah.
Untuk mengatasi kondisi ini, Anda dapat memakai humidifier yang dapat menjaga kelembapan udara.
Penting juga untuk membersihkan permukaan benda dan perabot yang sering disentuh agar virus influenza tidak mudah menyebar.
6. Berkumur dengan air garam
Berkumur dengan air garam merupakan cara alami yang efektif untuk mengatasi flu saat puasa.
Penelitian dalam jurnal Scientific Reports (2021) menemukan bahwa berkumur air garam dapat meredakan sakit tenggorokan dan membersihkan lendir dari tenggorokan.
Campurkan 1/2 sendok teh garam ke dalam segelas air hangat, lalu berkumurlah sekitar 20–30 detik. Lakukan hal ini dua kali sehari, terutama setelah berbuka dan sebelum tidur.
7. Konsumsi suplemen multivitamin
Mengonsumsi suplemen multivitamin merupakan cara lainnya untuk mengatasi flu saat puasa.
Pilihan suplemen yang mengandung beberapa mineral dan vitamin untuk puasa, yakni vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, zat besi, dan zinc.
Anda dapat meminum suplemen ini saat sahur dan berbuka. Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi suplemen secara rutin.
Cara mencegah flu saat puasa
Sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh selama bulan Ramadan supaya ibadah Anda lebih optimal. Perlu diingat bahwa mencegah tentu lebih baik daripada mengobati.
Untuk menjaga tubuh agar tetap sehat saat puasa, berikut ini adalah beberapa cara mencegah flu yang bisa Anda lakukan.
- Penuhi kebutuhan gizi dengan pola makan seimbang ketika sahur dan berbuka.
- Minum air putih setidaknya 8 gelas per hari.
- Rutin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir untuk mencegah penularan infeksi.
- Hindari kontak dekat dengan orang lain yang sedang flu.
- Gunakan masker di tempat umum, terutama bila sedang banyak kasus flu.
- Jaga kebersihan lingkungan rumah, termasuk alat makan dan perlengkapan tidur.
- Tetap bergerak aktif dengan melakukan olahraga saat puasa, seperti berjalan kaki 30 menit mendekati waktu berbuka puasa.
Dengan menerapkan pola hidup sehat saat puasa, daya tahan tubuh tentunya akan menjadi lebih kuat.
Hal ini akan memungkinkan Anda untuk beribadah dengan lebih nyaman dan khusyuk tanpa terganggu oleh munculnya gejala flu.
Kesimpulan
- Kurangnya asupan gizi dari makanan serta dehidrasi dapat membuat tubuh lebih rentan terserang infeksi, termasuk flu atau influenza.
- Cara mengatasi flu saat puasa antara lain minum cukup air, menerapkan pola makan seimbang, dan memastikan istirahat yang cukup.
- Apabila dibutuhkan, gunakan obat flu dan suplemen multivitamin yang tersedia di apotek untuk meredakan gejala dan meningkatkan daya tahan tubuh.