home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Kiat Mudah Mengatasi Hidung yang Iritasi Saat Pilek dan Flu

5 Kiat Mudah Mengatasi Hidung yang Iritasi Saat Pilek dan Flu

Keluhan yang kerap muncul saat flu dan pilek ternyata bukan hanya sebatas bersin-bersin, hidung tersumbat, dan kepala nyut-nyutan saja. Pernahkah muncul iritasi pada kulit hidung Anda karena ulah pilek maupun flu ini? Bahkan, biasanya iritasi di kulit hidung bisa bertahan sampai serangan pilek dan flu selesai. Apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi ini agar tidak semakin parah?

Kenapa hidung bisa iritasi saat pilek dan flu?

mitos pilek

Seorang dokter kulit asal New York, Joshua Zeichner, MD, mengungkapkan alasan di balik iritasi pada kulit hidung karena pilek dan flu.

Menurutnya, salah satu alasan utama yakni karena tenaga yang terlalu kencang saat sedang mengeluarkan ingus.

Setelah berhasil mengeluarkan ingus atau cairan hidung, tentu Anda akan menyekanya dengan tisu atau saputangan, bukan?

Nah, di saat itulah tanpa sadar mungkin Anda menggunakan tenaga yang berlebihan, sehingga menyebabkan iritasi pada kulit hidung.

Itu sebabnya, kulit di sekitar hidung biasanya mengalami lecet, perih, hingga berwarna kemerahan karena pilek dan flu.

Selain karena kebiasaan tersebut, mengalami rhinitis alergi juga bisa menjadi penyebab lain timbulnya iritasi pada hidung karena pilek dan flu.

Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan rongga hidung, karena masuknya alergen sehingga menimbulkan reaksi alergi.

Kondisi ini tidak berlangsung terus-menerus, dan biasanya hanya terjadi di waktu-waktu tertentu saja.

Gejala yang muncul karena rhinitis alergi mirip seperti ketika Anda sedang mengalami pilek dan flu, yang juga dapat menimbulkan iritasi pada hidung.

Bagaimana cara mengatasi iritasi pada hidung karena pilek dan flu?

Siapa pun tentu akan merasa tidak nyaman karena iritasi pada hidung saat pilek dan flu. Jangan khawatir, berikut pilihan cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi iritasi pada kulit hidung:

1. Hindari menggosok hidung terlalu kencang

penyebab flu

Ketimbang menyeka dengan sekuat tenaga saat mengeluarkan ingus, lebih baik tepuk-tepuk hidung dan kulit di sekitarnya dengan lembut.

Meski mungkin Anda butuh beberapa kali usaha untuk mengeluarkan ingus, tapi setidaknya menepuk perlahan bagian hidung tidak terlalu menimbulkan iritasi karena pilek dan flu.

Ini karena saat Anda menepuk, gesekan yang diterima kulit akan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan menyeka atau menggosok hidung.

Alhasil, risiko munculnya efek samping berupa sakit dan perih pada kulit di sekitar hidung bisa diminimalisir.

2. Gunakan tisu berbahan lembut

Batuk dengan tisu hidung iritasi karena pilek

Jika Anda memang harus mengelap ingus dengan tisu, sebaiknya gunakan tisu dengan bahan yang lembut.

Pasalnya, tidak semua tisu terbuat dari bahan yang ramah untuk kondisi kulit. Hal ini dapat meningkatkan risiko iritasi hidung karena pilek.

Maka dari itu, pilihlah tisu yang bebas dari bahan kimia, parfum tambahan, serta detergen. Bahan-bahan tersebut dapat memicu iritasi dan menimbulkan kondisi kulit kering.

3. Oleskan pelembap sekitar hidung

hidung iritasi karena pilek

Semakin sering dan kuat Anda menyeka hidung, akan semakin kering pula kulit di area hidung.

Sebagai solusinya, usahakan untuk selalu menjaga kelembapan kulit hidung dengan rutin mengoleskan pelembap (moisturizer).

Pilih jenis pelembap apa pun yang aman, khususnya jika Anda memiliki kulit yang sensitif, seperti petroleum jelly. Selanjutnya, oleskan pelembap di kulit sekitar lubang hidung secara perlahan.

4. Pakai uap dari air hangat

hidung iritasi karena pilek

Cara lain yang bisa digunakan untuk mengatasi iritasi pada hidung karena pilek dan flu, yaitu dengan menggunakan satu baskom air hangat.

Arahkan hidung Anda agak dekat dengan baskom dan hirup uap panas yang keluar secara perlahan.

Supaya efek hangatnya lebih terasa, Anda bisa menambahkan beberapa tetes tea tree oil atau minyak pohon teh ke dalam air hangat tersebut.

5. Gunakan humidifier

cara membersihkan humidifier

Humidifier adalah sebuah alat yang berguna untuk menjaga kelembapan udara di dalam ruangan agar tidak kering.

Selain membantu melegakan saluran pernapasan yang kerap terganggu karena flu dan pilek, Anda juga bisa memakainya untuk mengatasi iritasi pada kulit.

Terlebih karena iritasi ini biasanya membuat kulit terasa kering, sehingga semakin perih saat Anda mengeluarkan ingus.

Humidifier dapat membantu membuat udara lebih lembap, sehingga meredakan kulit kering di sekitar hidung.

6. Minum obat pereda pilek dan flu

pilek tidak sembuh

Langkah lain yang bisa Anda lakukan untuk meringankan keluhan iritasi pada hidung adalah dengan minum obat yang dapat mengatasi flu dan pilek.

Obat untuk flu meliputi Tylenol (acetaminophen), Advil atau Motrin (ibuprofen), maupun dekongestan.

Konsumsi obat dapat membantu meringankan gejala pilek dan flu yang sedang Anda alami sehingga nantinya keluhan iritasi pada hidung juga akan membaik.

Jangan lupa, konsultasikan dulu dengan dokter atau apoteker sebelum minum obat pereda pilek dan flu. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan jenis dan aturan minum obat yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Common Cold – Mayo Clinic. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/diagnosis-treatment/drc-20351611

Allergic Rhinitis – ACAAI. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis

Allergic Rhinitis (Hay Fever) – Cleveland Clinic. (2016). Retrieved July 3, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8622-allergic-rhinitis-hay-fever

Saline Sinus Rinse Recipe – American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/library/allergy-library/saline-sinus-rinse-recipe#:~:text=Saline%20Rinse%20Recipe&text=In%20a%20clean%20container%2C%20mix,lukewarm%20distilled%20or%20boiled%20water.

Decongestants – NHS. (2019). Retrieved July 3, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/decongestants/

Tran, N. P., Vickery, J., & Blaiss, M. S. (2011). Management of rhinitis: allergic and non-allergic. Allergy, asthma & immunology research3(3), 148–156. https://doi.org/10.4168/aair.2011.3.3.148

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 30/03/2021
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
x