Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

4

ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

10 Tips Mudah Mengatasi Sakit Kepala karena Pilek Saat Flu

    10 Tips Mudah Mengatasi Sakit Kepala karena Pilek Saat Flu

    Saat sedang terserang flu atau pilek, tidak jarang gejala-gejala seperti sakit kepala muncul. Hal ini tentu buat Anda tidak nyaman beraktivitas, ditambah lagi hidung sulit bernapas dengan normal karena tersumbat. Lantas, bagaimana cara mengobati sakit kepala karena flu menyerang? Simak penjelasannya berikut ini.

    Mengapa kepala terasa sakit saat flu?

    sakit kepala periksa ke dokter

    Sebelum itu, tahukah Anda bahwa sakit kepala dan pusing adalah kedua kondisi yang berbeda? Begini, sakit kepala adalah kondisi ketika kepala Anda terasa tertekan dan muncul rasa nyeri menusuk.

    Sakit kepala biasanya muncul di seluruh bagian kepala, salah satu sisi kepala, atau belakang mata.

    Sementara itu, pusing adalah kondisi di mana Anda merasakan sensasi kepala berputar-putar dan ringan, atau disebut juga dengan kliyengan.

    Nah, tidak jarang juga gejala pusing ditemukan saat Anda sakit kepala.

    Sakit kepala yang terjadi biasanya adalah komplikasi ringan dari flu, yaitu berupa penyumbatan di dalam saluran sinus pada hidung.

    Sinus adalah ruang kosong yang terletak di dahi, tulang pipi, dan bagian belakang batang hidung Anda. Pada kondisi normal, sinus memproduksi lendir dalam jumlah yang sedikit.

    Namun, apabila sinus meradang, hal tersebut dapat mengakibatkan saluran sinus tersumbat.

    Lendir akan menumpuk di dalam sinus dan menyebabkan pembengkakan di dalam hidung.

    Rasa sakit akibat bengkak dan hidung tersumbat ini akan terasa di kepala, yang terkadang juga merambat ke tulang pipi dan batang hidung.

    Sakit kepala biasanya disertai pula dengan gejala flu lainnya, seperti demam, sakit tenggorokan, nyeri otot, mual, dan kehilangan nafsu makan.

    Tips mengobati sakit kepala karena flu

    Untungnya, sakit kepala yang muncul saat flu dapat diatasi dengan berbagai cara yang mudah, bahkan bisa Anda melakukannya sendiri di rumah. Berikut adalah beberapa tips mengobati sakit kepala karena flu.

    1. Jangan bergerak secara tiba-tiba

    bangun tidur siang pusing sakit kepala

    Hal pertama yang harus Anda hindari ketika mengalami sakit kepala karena flu adalah bergerak secara tiba-tiba.

    Usahakan jangan bergerak terlalu cepat, menggelengkan kepala terlalu keras, atau mendadak bangun dari posisi duduk dan tidur.

    Selalu perhatikan gerakan Anda, dan pastikan Anda melakukan setiap gerakan secara perlahan. Gerakan yang terlalu tiba-tiba akan memperparah sakit kepala yang Anda alami.

    2. Kompres dengan air hangat dan dingin secara bergantian

    kompres panas kompres dingin

    Untuk mengurang rasa sakit di kepala dan area sinus, Anda dapat mengompresnya dengan handuk yang dibasahi air. Anda bisa mengginakan air hangat dan dingin bergantian.

    Caranya cukup mudah. Basahi handuk dengan air hangat terlebih dahulu, lalu letakkan di dahi Anda selama 3 menit. Selanjutnya, ganti kompres dengan air dingin dan letakkan di dahi selama 30 detik.

    Ulangi lagi dari langkah pertama sebanyak 2 kali, dan lakukan pengompresan sebanyak 4 kali sehari.

    3. Semprotkan nasal spray

    manfaat nasal spray powder

    Mengobati sakit kepala karena flu dapat Anda lakukan dengan mengatasi hidung yang tersumbat terlebih dahulu. Pasalnya, inilah yang jadi penyebab Anda merasakan sakit.

    Salah satu caranya adalah dengan menyemprotkan larutan garam. Membuat larutan garam ini pun dapat Anda lakukan di rumah.

    Pertama, rebus 1 gelas air hingga matang. Setelah matang, biarkan dulu dalam suhu ruangan. Campurkan ½ sendok teh garam dan sedikit baking soda ke dalam air.

    Anda memilih garam yang tidak mengandung iodium.

    Tuangkan larutan tersebut ke botol spray atau injeksi khusus pembersih sinus yang dapat Anda beli di apotik terdekat.

    4. Menggunakan humidifier

    minyak esensial untuk bayi

    Apabila Anda berada di ruangan yang dingin dan kering seperti ruangan ber-AC, lendir di dalam hidung akan sulit terurai. Alhasil, hidung tersumbat membuat kepala sakit.

    Maka dari itu, Anda bisa mencoba menambah kelembapan udara dengan memasang humidifier.

    Dengan adanya humidifier, udara menjadi lebih lembap dan lendir dalam hidung lebih mudah dikeluarkan. Sakit kepala pun akan berkurang setelah rongga hidung Anda terasa lebih lega.

    5. Mandi air hangat

    keramas dengan air hangat atau air dingin

    Cara lain yang dapat Anda lakukan untuk mengobati sakit kepala karena flu adalah mandi dengan air hangat.

    Uap hangat yang keluar saat mandi dapat membantu mengencerkan lendir yang menumpuk dan melegakan hidung.

    Selain itu, mandi dengan air hangat juga membantu tubuh terasa lebih rileks dan nyaman, sehingga rasa sakit di kepala berpotensi hilang.

    6. Minum air rebusan jahe

    obat asma alami

    Jahe mengandung zat-zat yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, termasuk zat antioksidan dan antiinfamasi.

    Anda dapat meminum air rebusan jahe untuk mengobati sakit kepala karena flu.

    Sebuah penelitian dalam jurnal Integrative Medicine Insight menunjukkan bahwa jahe berpotensi membantu mengurangi rasa sakit di kepala, serta membantu mengatasi gejala-gejala seperti mual dan muntah.

    7. Menggunakan essential oil

    minyak esensial sakit kepala karena flu

    Penggunaan essential oil juga diyakini mampu mengobati sakit kepala karena flu. Kandungan yang terdapat di dalam essential oil berpotensi mengurangi gejala-gejala peradangan, membunuh bakteri, dan mengurangi rasa sakit.

    Beberapa jenis essential oil yang bisa Anda pilih adalah peppermint dan daun eukaliptus. Anda dapat mencampurkan minyak tersebut dengan air hangat untuk mandi atau ke dalam humidifier.

    Sebelum menggunakan essential oil ini, ada baiknya Anda melakukan tes reaksi alergi di kulit terlebih dahulu.

    Lihat reaksinya selama 24 jam, jika tidak ada reaksi apapun berarti essential oil ini aman bagi Anda.

    8. Istirahat yang cukup

    tidur yang cukuo

    Jangan paksakan beraktivitas berat saat sedang flu, terlebih lagi jika sakit kepala menyerang. Gunakan waktu istirahat Anda semaksimal mungkin, supaya tubuh Anda lebih cepat pulih.

    Beristirahat adalah kunci agar kondisi Anda semakin membaik.

    Maka dari itu, pastikan Anda mendapat tidur yang cukup selama Anda sakit flu, agar sakit kepala yang Anda rasakan dapat berkurang dan tubuh Anda lekas pulih.

    Baik saat Anda sedang sakit atau baik-baik saja, Anda sebaiknya tidur selama 7-9 jam setiap malam.

    Selain itu, hindari melakukan aktivitas yang terlalu berat dan justru memperparah kondisi sakit kepala.

    9. Minum air putih yang banyak

    air putih untuk menambah cairan tubuh saat flu

    Cara mengobati sakit kepala karena flu yang paling penting adalah banyak minum air putih.

    Selain meredakan sakit kepala, minum air juga membantu meringankan hidung Anda yang tersumbat saat mengalami gejala pilek akibat flu.

    Tubuh yang terhidrasi dapat membantu lendir di dalam hidung mengalir lebih mudah, sehingga tekanan pada sinus berkurang dan sakit kepala pun hilang.

    10. Minum obat pereda nyeri

    Jika sakit kepala yang Anda rasakan tak lagi tertahankan, Anda bisa minum obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen.

    Keduanya adalah obat bebas yang bisa Anda beli tanpa menggunakan resep dokter. Meski begitu, pastikan Anda selalu membaca dengan cermat dan teliti petunjuk pemakaian pada label yang tertera.


    Lawan COVID-19 bersama!

    Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Sinus Headaches – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved July 3, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9641-sinus-headaches

    Nasal congestion – Mayo Clinic. (2019). Retrieved July 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/nasal-congestion/basics/when-to-see-doctor/sym-20050644

    Warm-mist versus cool-mist humidifier: Which is better for a cold? – Mayo Clinic. (2019). Retrieved July 3, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/common-cold/expert-answers/cool-mist-humidifiers/faq-20058199

    Allergic Rhinitis – ACAAI. (2020). Retrieved July 3, 2020, from https://acaai.org/allergies/types/hay-fever-rhinitis

    Ali, B., Al-Wabel, N., Shams, S., Ahamad, A., Khan, S., & Anwar, F. (2015). Essential oils used in aromatherapy: A systemic review. Asian Pacific Journal Of Tropical Biomedicine5(8), 601-611. https://doi.org/10.1016/j.apjtb.2015.05.007

    Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005;45(7):904-910. https://doi.org/10.1111/j.1526-4610.2005.05159.x

    Price, A., & Burls, A. (2015). Increased water intake to reduce headache: learning from a critical appraisal. Journal Of Evaluation In Clinical Practice21(6), 1212-1218. https://doi.org/10.1111/jep.12413

    Göbel, H., Heinze, A., Heinze-Kuhn, K., Göbel, A., & Göbel, C. (2016). Oleum menthae piperitae (Pfefferminzöl) in der Akuttherapie des Kopfschmerzes vom Spannungstyp. Der Schmerz30(3), 295-310. https://doi.org/10.1007/s00482-016-0109-6

    Sprouse-Blum, A. S., Gabriel, A. K., Brown, J. P., & Yee, M. H. (2013). Randomized controlled trial: targeted neck cooling in the treatment of the migraine patient. Hawai’i journal of medicine & public health : a journal of Asia Pacific Medicine & Public Health72(7), 237–241.

    Saketkhoo K, Januszkiewicz A, Sackner MA. Effects of drinking hot water, cold water, and chicken soup on nasal mucus velocity and nasal airflow resistance. Chest. 1978;74(4):408-410. https://doi.org/10.1378/chest.74.4.408

    Lete, I., & Allué, J. (2016). The Effectiveness of Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting during Pregnancy and Chemotherapy. Integrative medicine insights11, 11–17. https://doi.org/10.4137/IMI.S36273

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui Mar 23, 2021
    Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
    Next article: