9 Alasan Anda Berhenti Minum Obat Asma dan Cara Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa masalah pribadi mungkin mempengaruhi keteraturan pengobatan Anda. Jika 1 dari 9 skenario ini mempengaruhi rutinitas pengobatan Anda, bahkan membuat Anda berhenti minum obat, solusi berikut ini mungkin dapat membantu Anda mengontrol asma Anda.

Anda berhenti minum obat asma karena merasa tidak ampuh

Sebelum Anda memutuskan untuk berhenti minum obat untuk Asma Anda, bicaralah dengan dokter dan jelaskan kenapa Anda ingin berhenti minum obat, kecuali Anda merasa memiliki reaksi alergi yang membuat Anda harus segera menghentikan obat. Jika Anda memiliki gejala seperti mengi, sesak di dada, batuk, atau napas pendek yang tidak hilang setelah minum obat, Anda perlu bicara dengan dokter. Hal itu dapat berarti Anda tidak mendapat pengobatan yang cukup, Anda mungkin salah didiagnosis, atau hal lainnya. Bagaimanapun, jawabannya hanya ada pada diri Anda.

Anda berhenti minum obat asma karena menganggap tubuh akan ‘kebal’ jika menggunakannya terlalu banyak

Pernyataan ini ternyata benar jika Anda menggunakan inhaler asma terlalu lama. Dokter Anda mungkin khawatir Anda tidak merespon inhaler lagi jika memakainya terlalu sering. Jika Anda menggunakan inhaler asma lebih dari dua kali seminggu, Anda perlu membuat perubahan pada pengobatan Anda, sehingga keampuahn obat tidak akan menurun meski digunakan secara rutin.

Anda merasa baik-baik saja dan tidak memerlukan pengobatan

Asma adalah penyakit kronis. Hal ini berarti bahwa asma tidak akan sembuh begitu saja, bahkan mungkin tak bisa disembuhkan. Meski begitu, kondisi ini bisa ditangani alias dikendalikan.

Banyak pasien mengalami periode di mana asma mereka dapat dikontrol, tetapi serangan dapat kembali lagi kapanpun. Ingatkan diri Anda bahwa ketika Anda merasa sehat, itu karena Anda menjalani pengobatannya.

“Saya sibuk dan lupa minum obat”

Ini adalah salah satu alasan paling umum pasien akhirnya berhenti minum obat asma. Seperti yang telah disebutkan, asma tidak bisa disembuhkan. Berhenti minum obat justru berisiko membuat serangan asma memburuk ketika datang.

Untuk menyiasati kesibukan, pastikan Anda selalu membawa obat asma dan memasang pengingat minum obat.

Obat Anda habis

Ini dapat dicegah dengan rencana dan komitmen dari Anda. Pastikan Anda sudah membeli ulang obat, atau meminta ulang resepnya ke dokter, seminggu sebelum obat habis,

Pengobatan terlalu mahal

Masalah biaya tak dapat dipungkiri membuat seseorang menyerah dan akhirnya berhenti minum obat asma. Cobalah untuk berdiskusi dengan dokter Anda.

Beberapa produk kombinasi seperti Advair mungkin akan lebih murah jika diresepkan secara terpisah. Anda juga dapat menanyakan dokter tentang obat generik jika tersedia.

Anda kurang paham bagaimana cara menggunakan obat tersebut

Pasien yang tidak mengerti bagaimana mengonsumsi obat mereka biasanya tidak bertanya dan tidak memberi tahu dokter bahwa mereka tidak mengerti. Solusinya adalah satu, ulangi instruksi pengobatan Anda yang diberikan oleh dokter untuk memastikan bahwa Anda mengerti. Jika dokter Anda adalah komunikator yang andal, mereka akan meminta Anda menanyakan ini. Semua pasien harus memiliki rencana penanganan asma, yaitu panduan singkat tentang penanganan asma Anda yang meliputi pengobatan, frekuensi, dan apa yang harus dilakukan ketika gejala asma kambuh.

Rutinitas Anda berubah

Jika Anda sering lupa minum obat karena rutinitas Anda berubah, cobalah simpan obat di tempat-tempat biasanya Anda menghabiskan banyak waktu seperti di mobil atau kantor.

Anda khawatir efek samping obat

Bicarakan dengan dokter tentang efek samping yang Anda alami, karena ada banyak efek samping obat sebenarnya dapat dicegah (seperti dengan steroid hirup).

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Penderita asma adalah salah satu kelompok yang berisiko mengembangkan kondisi parah akibat COVID-19. Apa saja yang perlu diperhatikan saat menderita asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Coronavirus, COVID-19 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit

Teknik Latihan Pernapasan untuk Mengurangi Gejala Asma

Oang dengan asma memiliki saluran pernapasan yang menyempit dan meradang, latihan pernapasan yang benar bisa mengurangi gejala sesak yang sering timbul.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Ulfa Rahayu
Asma, Health Centers 11/05/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Cara Mengatasi Nyeri Dada saat Asma

Bagaimana cara mengatasi nyeri dada saat asma? Ketahui dulu penyebabnya, lalu coba dalami cara mengatasinya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Asma, Health Centers 16/02/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

efek samping salep obat kortikosteroid

Hati-hati Penggunaan Obat Kortikosteroid Berlebihan

Ditulis oleh: dr. Angga Maulana
Dipublikasikan tanggal: 28/07/2020 . Waktu baca 4 menit
menjaga kesehatan anak dengan penyakit jantung bawaan

Panduan Menjaga Kesehatan Anak dengan Penyakit Jantung Bawaan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 01/07/2020 . Waktu baca 10 menit
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
minyak esensial

6 Jenis Minyak Esensial untuk Mengatasi Masalah Pencernaan

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit