6 Pilihan Terapi Asma yang Terbukti Aman untuk Anak Kecil

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 15/11/2019 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Asma bisa memengaruhi setiap orang di dunia. Namun, anak-anaklah yang paling banyak mengalaminya. Gejala asma juga paling sering dimulai pada masa kanak-kanak. Asma pada anak cenderung lebih melemahkan dibanding yang dialami orang dewasa. Gejala asma pada anak juga mungkin muncul tida beraturan. Wajar jika Anda sebagai orangtua merasa cemas dan khawatir. Namun, tenang. Ada banyak cara mengobati asma pada anak lewat macam-macam jenis terapi yang bisa dicoba.

Cara mengobati asma pada anak dengan terapi

Cara mengobati penyakit asma pada anak-anak dan orang dewasa sebenarnya tidak jauh berbeda. Dokter akan mengevaluasi keparahan, frekuensi, dan durasi gejala asma yang dialami anak dengan melakukan sejumlah pemeriksaan terlebih dulu. Bila diperlukan, dokter dapat melakukan tes laboratoirum atau pencitraan untuk menentukan jenis pengobatan mana yang paling tepat untuk anak Anda.

Berikut beragam pilihan terapi asma pada anak yang bisa dicoba.

1. Minum obat resep

obat antidepresan untuk anak

Cara mengobati asma pada anak yang paling utama adalah minum obat resep dari dokter secara teratur. Terapi obat akan tergantung sifat asma yang dimiliki anak.

Bila anak mengidap asma kronis, maka dokter akan meresepkan obat pengendali atau pemeliharaan seperti kortikosteroid hirup (inhaler). Obat ini berguna untuk mengendalikan keparahan gejala asma dan mencegah kekambuhan secara berkelanjutan.

Sementara bila anak mengidap asma akut yang sering kambuh, dokter dapat meresepkan obat ‘penyelamat’ kerja cepat, yaitu bronkodilator. Obat ini efektif membuka saluran pernapasan yang menyempit dan melemaskan otot yang menegang segera ketika gejala asma muncul.

Terapi obat asma dapat diberikan melalui alat bantu pernapasan, seperti nebulizer atau inhaler. Setiap orangtua harus memahami cara pakai kedua alat bantu pernapasan tersebut supaya obat asma yang digunakan anak dapat bekerja maksimal. Nebulizer biasanya digunakan untuk bayi dan balita sedangkan untuk anak-anak yang sudah agak besar, Anda bisa mengajarkan mereka menggunakan inhaler.

Ketimbang obat oral. obat-obatan asma yang dihirup bekerja lebih efektif untuk menghantarkan obat langsung ke saluran pernapasan yang bermasalah. Di sisi lain, obat ini pun dinilai lebih aman karena minum efek samping.

Omalizumab, budesonide, flunisolide, dan ciclesonide merupakan jenis obat kortikosteroid hirup yang paling sering digunakan untuk mengatasi asma kronis. Sedangkan untuk mengatasi asma akut, dokter biasanya meresepkan obat seperti prednisone, methylprednisole, albuterol, levalbuterol, dan ipratropium.

Sebaiknya Anda selalu membaca obat-obatan asma setiap kali akan mengajak anak bepergian. Banyak orang tua menganggap sepele hal ini. Padahal, siap sedia obat asma kemana anak pergi merupakan cara antisipasi terbaik untuk mengobati gejala asma yang bisa kambuh sewaktu-waktu.

2. Berenang

anak infeksi akibat berenang

Olahraga memang bisa memicu asma, tapi bukan berarti si kecil tidak diperbolehkan berolahraga sama sekali. Salah satu olahraga yang sering direkomendasikan dokter sebagai terapi asma pada anak-anak adalah berenang.

Cara mengobati asma pada anak ini dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru sekaligus mengurangi tingkat keparahan gejala asma. Suhu di kolam yang lembap mencegah saluran pernapasan penderita asma terlalu kering sehingga menyebabkan iritasi. Posisi tubuh yang mendatar saat berenang juga dapat melemaskan saluran pernapasan. Hal ini karena saat berenang tubuh si kecil akan ditopang oleh air.

Sebelum mengajak si kecil berenang, pastikan kolam renangnya bersih dan tidak mengandung kadar klorin yang tinggi. Dalam batas wajar, klorin ampuh untuk membunuh kuman, bakteri, dan kotoran yang ada di kolam renang. Kadar klorin yang tinggi justru dapat mengiritasi saluran pernapasan, sehingga memicu asma kambuh. Biasanya kondisi ini terjadi bila penderita asma menghirup klorin saat berenang dalam jumlah yang banyak.

Pastikan juga setelah berenang, langsung mandikan si kecil sampai bersih dengan air yang mengalir dan sabun.

3. Yoga

yoga untuk anak sekolah

Anda mungkin mengira bahwa yoga hanya untuk orang dewasa saja. Faktanya, aktivitas fisik satu ini juga bisa dilakukan oleh anak-anak.

Constantine Saadeh, MD, direktur Asthma, Rheumatology Treatment Specialists di Texas mengatakan bahwa yoga merupakan terapi asma yang ampuh. Mengutip dalam laman Everyday Health, Saadeh menjelaskan bahwa yoga membantu penderita asma belajar mengatur pola tarikan dan embusan napasnya.

Bila dilakukan secara rutin dengan gerakan yang tepat, yoga dapat meningkatkan kapasitas paru dan mengurangi gejala asma anak. Di sisi lain, yoga pun dapat mengurangi gejala stres yang bisa memicu asma.

Tubuh anak-anak yang cenderung masih lentur sebenarnya akan memundahkan mereka dalam melakukan berbagai gerakan yoga. Meski begitu, cara mengobati asma pada anak ini tidak boleh dilakukan asal-asalan. Dibutuhkan persiapan yang tepat supaya anak tidak cedera saat melakukannya.

Pastikan Anda menyiapkan mastras yoga dan tempat yang nyaman. Suhu ruangan juga harus dijaga supaya anak dapat leluasa bergerak dan bernapas tanpa takut asmanya kambuh. Jangan ragu untuk melibatkan instruktur yoga khusus anak-anak supaya terjamin keamanannya.

4. Teknik pernapasan dalam

penyebab sesak napas nafas pada anak

Seperti yang kita tahu, anak-anak umumnya senang bermain ke sana kemari hingga kecapekan. Tanpa disadari, aktivitas fisik yang berlebihan inilah yang sering kali dapat memicu kekambuhan gejala asma.

Namun Anda tak perlu khawatir. Sebab, risiko tersebut dapat dihindari dengan rutin mengajak anak berlatih teknik pernapasan yang benar. Melatih anak untuk belajar teknik pernapasan dalam setiap hari akan membuat tubuhnya terbiasa bernapas dengan cara yang benar.

Dengan begitu, ketika mereka sewaktu-waktu mengalami gejala asma, secara naluriah anak akan menggunakan teknik untuk mengatur napasnya agar bisa bernapas lebih lega.

Terapi pernapasan untuk mengobati gejala asma pada anak dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Cari tempat yang sepi dan nyaman untuk duduk atau berbaring.
  • Ambil napas pelan-pelan lewat hidung.
  • Tahan napas selama yang anak bisa, kemudian minta mereka buang napas perlahan lewat hidung.

Bila diperlukan, dokter juga dapat melibatkan seorang terapis pernapas untuk memandu dan mengajarkan anak teknik pernapasan khusus yang cukup bisa mengendalikan gejala asma.

5. Pijat

terapi pijat

Tahukah Anda bahwa anak-anak juga bisa mengalami stres psikologis? Penyebab anak stres bermacam-macam. Mulai dari masalah dalam lingkungan pergaulannya, tuntutan belajar yang sangat tinggi, hingga sering dimarahi oleh orangtua di rumah.

Bila tidak ditangani dengan tepat, stres dapat menyebabkan sejumlah efek samping, termasuk gejala asma. Ya, anak yang stres lebih rentan mengalami asma kambuh dibanding anak yang kondisi piskologisnya baik-baik saja.

Nah, salah satu cara yang bisa dicoba untuk mengobati stres sekaligus asma pada anak adalah terapi pijat. Sudah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa manfaat pijat tidak hanya sebatas untuk kesehatan tubuh saja, tapi juga untuk kesehatan jiwa. Terapi pijat terbukti dapat meredakan stres dan memperbaiki suasana hati yang sedang kacau balau.

Sebaiknya pilihlah terapis yang memang sudah berpengalaman memijat anak-anak dengan asma. Hindari pula pakai minyak pijat yang mengandung VOC (Volatile Organic Compounds) karena senyawa tersebut dapat memicu gejala asma bagi beberapa anak. Terutama mereka yang punya asma alergi terhadap wewangian berbau tajam.

6. Akupunktur

terapi akupunktur

Pengobatan tradisional asal Tiongkok ini dilakukan dengan cara menusukkan jarum yang sangat tipis ke titik-titik tertentu pada tubuh.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Medicine pada tahun 2017 melaporkan bahwa akupunktur dapat digunakan sebagai terapi asma pada anak-anak. Akupunktur dipercaya dapat meningkatkan fungsi paru-paru, mengendalikan gejala, hingga mengurangi risiko efek samping dari penggunaan obat-obatan asma.

National Institutes of Health (NIH) pun menyatakan bahwa akupunktur dapat digunakan sebagai terapi tambahan atau alternatif untuk berbagai penyakit, termasuk asma, pada anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

4 Penyakit Infeksi Saluran Napas yang Rentan Terjadi pada Anak

Sistem imun anak yang lemah menyebabkan anak rentan terkena infeksi saluran pernapasan. Ibu perlu melakukan upaya preventif ini agar sistem imunnya kuat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Kesehatan Anak, Parenting 16/04/2020 . Waktu baca 5 menit

Apa Benar Cuaca Dingin Dapat Memicu Asma Kambuh?

Saat udara dingin, asma seseorang bisa lebih rentan kambuh. Apa yang menyebabkan hal ini? Apa kambuhnya asma berhubungan dengan alergi dingin?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Asma, Kesehatan Pernapasan 13/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Curiga Anak Kena Asma, Kapan Waktu yang Tepat Mengajaknya Berobat ke Dokter?

Orangtua harus sigap untuk menangani anak yang sakit asma karena gejala penyakit ini mirip dengan masalah pernapasan lainnya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Anak, Parenting 11/01/2020 . Waktu baca 4 menit

5 Pilihan Obat Asma Alami yang Aman untuk Anak-anak

Asma anak dapat diredakan dengan menggunakan obat-obatan herbal yang ada di dapur. Ssst.. obat asma anak tradisional ini sudah dikenal sejak zaman dulu lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Asma, Health Centers 19/12/2019 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

pembersih rumah anak asma

Zat Kimia pada Produk Pembersih Rumah Membuat Anak Rentan Terkena Asma

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit
susu memicu asma

Benarkah Produk Susu Bisa Memicu Gejala Asma?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 20/06/2020 . Waktu baca 4 menit
tanda istri hamil

Hai Para Suami, Ini 15 Tanda Istri Anda Sedang Hamil

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 6 menit
penderita asma covid-19

Panduan bagi Penderita Asma Selama Pandemi COVID-19

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 24/05/2020 . Waktu baca 6 menit