home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Mudah Cara Pakai Nebulizer untuk Bayi

Panduan Mudah Cara Pakai Nebulizer untuk Bayi

Penggunaan nebulizer untuk bayi dan anak-anak yang menderita penyakit pernapasan adalah metode perawatan rumahan yang tepat. Ini karena kemudahan pemakaiannya.

Nebulizer adalah alat medis untuk mengubah obat cair menjadi uap agar lebih mudah dihirup oleh paru-paru. Alat ini akan mengantarkan obat cair dalam bentuk butiran uap air yang sangat kecil supaya langsung masuk ke dalam paru-paru.

Nebulizer umum digunakan sebagai terapi untuk mengatasi berbagai macam penyakit pernapasan pada anak-anak, seperti asma, batuk croup, fibrosis kistik (cystic fibrosis), infeksi paru RSV (Respiratory Syncytial Virus), pneumonia pada anak, dan lainnya.

Cara pakai nebulizer untuk bayi dan anak kecil

genose alat deteksi covid-19 dari embusan napas

Anda mungkin sedikit bingung ketika pertama kali harus memasangkan nebulizer pada si kecil. Namun dengan mengikuti tips di bawah ini dapat membantu Anda agar mahir saat menggunakannya.

Proses pengantaran cairan obat menjadi uap akan berbeda-beda tergantung jenis nebulizer yang dipakai.

Namun secara umum, cara pakai nebulizer untuk bayi dan anak kecil di rumah dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  • Cuci tangan Anda sebelum memulai perawatan.
  • Pastikan peralatan nebulizer bersih dan steril.
  • Masukkan obat ke dalam tabung nebulizer. Pastikan ia sudah dalam bentuk cair dan cocok untuk jenis nebulizer Anda.
  • Pasangkan selang penyalur obat terpasang dengan baik di kedua ujungnya; satu di tabung obat, dan satunya lagi di ujung alat hirup.
  • Dudukkan anak tegak di pangkuan Anda agar ia bisa menarik napas lebih dalam sehingga obat dapat terhirup ke seluruh bagian paru-parunya.
  • Pasangkan masker ke wajah anak dan pastikan menutupi hidung dan mulutnya.
  • Nyalakan mesin nebulizer.
  • Selama obat tersalurkan lewat selang, pastikan Anda tetap memegang masker di wajah anak agar tidak ada uap obat yang keluar.
  • Selesaikan terapi ketika uap sudah semakin sedikit dan obat cair dalam tabungnya juga sudah habis.
  • Lepaskan masker dari wajah anak.
  • Bersihkan dan sterilkan nebulizer setiap habis pakai.

Bagaimana agar anak tidak rewel saat pakai nebulizer?

Meski cara pakai nebulizer cukup mudah, tapi cara ini bisa bikin bayi rewel dan menangis. Maka, Anda harus pandai mengakalinya. Beberapa tips berikut mungkin bisa membantu.

  • Alihkan perhatian si kecil saat menggunakan nebulizer.
  • Cobalah menyalakan musik atau film kartun selama terapi nebulizer untuk bayi agar ia tidak terlalu terbebani dengan proses pengobatannya.
  • Setiap selesai terapi, jangan lupa juga untuk memuji si kecil atas keberhasilannya, misalnya dengan bersorak dan bertepuk tangan.
  • Konsultasikan ke dokter anak Anda jika Anda tetap merasa kesulitan untuk memakaikan nebulizer untuk anak.

Hal-hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan nebulizer untuk bayi

ttn pada bayi

Agar terapi nebulizer berjalan efektif, perhatikan hal-hal berikut.

1. Perhatikan jenis obat yang digunakan

Sebelum menuang obat cair ke dalam tabung nebulizer, baca baik-baik instruksi di labelnya. Pastikan Anda menggunakan obat yang sesuai.

Beberapa jenis obat mungkin sudah siap pakai dalam bentuk cair sedangkan yang lainnya masih dalam bentuk bubuk atau puyer.

Obat yang berbentuk bubuk biasanya perlu dilarutkan lebih dulu dengan air atau cairan saline sebelum digunakan.

2. Pilih jenis masker yang cocok untuk anak

Umumnya, nebulizer menggunakan masker sebagai alat untuk menghirup uap. Masker biasanya digunakan untuk anak-anak karena mereka lebih terbiasa bernapas lewat hidung daripada mulut

Namun jika bayi tidak nyaman dengan masker, ibu bisa mencoba alat hirup berbentuk empeng. Alat ini juga bisa membantu menenangkan bayi yang rewel selama perawatan.

3. Pegang masker dengan tangan Anda

Meski kebanyakan masker nebulizer sudah dilengkapi tali pengait untuk menjaga posisi masker agar tidak bergeser, tetapi bayi umumnya tidak merasa nyaman dengan tali tersebut.

Akan lebih mudah jika Anda memegang masker langsung di wajahnya.

4. Tetapkan jadwal khusus untuk terapi nebulizer untuk bayi

Sebenarnya Anda bisa gunakan nebulizer kapan saja jika diperlukan. Tetapi lebih baik jika Anda menetapkan waktu khusus di saat bayi biasanya merasa nyaman.

Misalnya setelah bayi makan, sebelum tidur siang, atau sebelum tidur malam. Pada saat ini biasanya bayi dalam keadaan mengantuk sehingga lebih mudah menjalani terapi.

5. Pastikan situasi dan kondisi siap untuk melakukan terapi

Perawatan dengan nebulizer biasanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit. Maka sebisa mungkin, jauhkan segala hal yang dapat mengganggu/menghentikan terapi di tengah jalan.

Minta anak-anak Anda yang lain untuk bermain di ruangan lain agar tidak mengganggu kelancaran proses terapi.

Matikan ponsel atau ubah dalam mode sunyi, pastikan kompor atau oven di dapur tidak menyala, dan selesaikan tugas-tugas lainnya sebelum mulai memasangkan nebulizer untuk bayi Anda.

6. Jagalah selalu kebersihan nebulizer

Nebulizer yang tidak dibersihkan rentan menjadi sarang bakteri dan jamur. Mikroba patogen ini dapat hidup di selang ataupun celah-celah alat sehingga berisiko masuk ke paru-paru bayi saat menggunakan alat tersebut.

Oleh karena itu, setelah digunakan, pastikan Anda melepas semua komponen nebulizer dari mesin. Rendamlah selama 15 menit dalam air hangat yang sudah dicampur sabun atau desinfektan.

7. Lakukan desinfeksi secara rutin

Selain membersihkan setelah dipakai, Anda juga perlu melakukan desinfeksi pada nebulizer setidaknya sekali dalam seminggu atau sesuai petunjuk yang disarankan.

Mengutip My Cleveland Clinic, Anda bisa melakukan desinfeksi dengan cara berikut.

Untuk nebulizer sekali pakai (disposable nebulizers), rendamlah alat tersebut ke dalam salah satu dari 3 jenis cairan berikut:

  • cairan alkohol 70% selama 5 menit,
  • hidrogen peroksida 3% selama 30 menit, atau
  • larutan cuka dan air (perbandingan cuka:air sebesar 1:3) selama 30 menit.

Untuk nebulizer non-disposable, selain melakukan cara di atas, Anda juga bisa melakukan cara berikut:

  • memasaknya dalam air mendidih selama 5 menit,
  • menghangatkan di microwave selama 5 menit,
  • menggunakan alat sterilisasi yang digunakan untuk botol susu bayi.

8. Simpan nebulizer di tempat yang bersih dan kering.

Setelah dibersihkan dan disterilkan, pastikan Anda mengeringkan nebulizer dengan baik lalu menyimpannya di tempat yang bersih dan kering.

Tujuannya agar nebulizer tidak lembab dan terhindar dari kontaminasi bakteri dan jamur.

Kelebihan dan kekurangan menggunakan nebulizer untuk bayi

nebulizer alat hirup uap untuk obat masalah pernapasan

Melansir situs Health Guidance, terapi nebulizer untuk mengatasi asma dan gangguan pernafasan pada bayi menuai pro dan kontra. Beberapa ahli tidak menyarankan terapi ini pada usia yang terlalu muda.

Meski begitu, terapi ini menawarkan sejumlah kelebihan. Untuk lebih jelasnya, simak kelebihan dan kekurangan menggunakan nebulizer untuk bayi berikut ini.

Kelebihan nebulizer untuk mengatasi gangguan pernafasan anak.

  • Anak tidak perlu mendorong atau menarik dengan kuat seperti pada inhaler karena proses pengisapan uap dibantu dengan masker atau empeng.
  • Lebih mudah digunakan untuk bayi karena uap dapat langsung dihirup.
  • Dapat dilakukan dalam keadaan santai.
  • Takaran dosis yang dipakai lebih akurat.

Adapun kekurangan terapi nebulizer untuk anak adalah sebagai berikut.

  • Berisiko terkontaminasi bakteri dan jamur jika alat tidak dibersihkan dengan baik.
  • Proses terapi memakan waktu yang cukup lama.
  • Kemungkinan anak akan mengalami efek samping seperti pusing dan efek lainnya tergantung obat yang digunakan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nebulizer, B., Salamanca, B., NEWSLETTER, E., & INFORMATION, C. (2018). Benefits of a Nebulizer | HealthGuidance.org. Retrieved 30 April 2021, from https://www.healthguidance.org/entry/15786/1/benefits-of-a-nebulizer.html

What’s the Difference Between a Nebulizer and an Inhaler? (for Kids) – Nemours KidsHealth. (2017). Retrieved 30 April 2021, from https://kidshealth.org/en/kids/nebulizer-inhaler.html?ref=search

Home Nebulizer Therapy. (2019). Retrieved 30 April 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/drugs/4254-home-nebulizer

Using a Nebulizer. (2015). Retrieved 2 May 2021, from https://www.nationaljewish.org/conditions/medications/asthma-medications/devices/nebulizers/instructions

Nebulizers. (2018). Retrieved 30 April 2021, from https://www.nationaljewish.org/conditions/medications/asthma-medications/devices/nebulizers

FAQs about Nebulized Medication. (2019). Retrieved 30 April 2021, from https://www.nationaljewish.org/conditions/medications/inhaled-medication-asthma-inhaler-copd-inhaler/nebulizers/what-to-consider-with-nebulized-medication

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui 31/10/2018
x