home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Cara Menghilangkan Sesak Napas pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Cara Menghilangkan Sesak Napas pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua

Sesak napas sering kali membuat anak tak berdaya karena sulit bernapas lega. Sesak napas pada anak perlu segera diobati supaya tidak berujung pada kondisi yang lebih serius. Namun, cara mengobati sesak nafas pada anak tak boleh asal-asal. Sebagai orangtua, Anda perlu tahu teknik yang tepat supaya rasa tidak nyaman yang dialami anak cepat mereda. Berikut cara mengobati dan menghilangkan sesak napas pada anak.

Penyebab sesak napas pada anak

penyebab sesak napas nafas pada anak

Penting bagi orangtua untuk mengetahui penyebab sesak napas pada anak. Dengan begitu, si kecil dapat segera mendapatkan pengobatan terbaik yang sesuai dengan kondisinya.

Berikut penyebab sesak napas pada anak:

  • Pilek
  • Tersedak makanan
  • Alergi
  • Cemas berlebihan (ketakutan atau gugup)
  • Obesitas
  • Asma
  • Pneumonia
  • Masalah jantung

Melihat banyaknya penyebab sesak napas pada anak, orangtua perlu berobat ke dokter untuk mengetahui cara menghilangkan sesaknya.

Cara menghilangkan sesak napas pada anak

Pada prinsipnya pemberian obat sesak napas untuk anak-anak disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Oleh sebab itu, obat sesak napas yang bisa diberikan untuk setiap anak tidak selalu sama.

Mengobati sesak napas pada anak bisa dengan berbagai cara, mulai dari cara alami dan obat-obatan dokter. Berikut penjelasan lengkapnya.

Obat medis sebagai cara menghilangkan sesak napas pada anak

obat sesak nafas anak

Berikut beberapa jenis obat-obatan yang paling umum digunakan untuk meredakan sesak napas anak.

1. Bronkodilator

Bronkodilator sering disebut-sebut sebagai obat penyelamat karena kemampuannya yang dapat melegakan pernapasan dengan cepat.

Obat ini bekerja melemaskan dan melonggarkan otot-otot saluran pernapasan yang membengkak sehingga anak bisa bernapas lebih lega. Biasanya obat ini digunakan pada penderita asma

Tiga jenis obat bronkodilator yang umum digunakan untuk mengatasi sesak napas pada anak, yaitu:

Bronkodilator dibagi menjadi dua jenis berdasarkan waktu kerjanya: reaksi cepat dan reaksi lambat. Bronkodilator reaksi cepat digunakan untuk mengatasi sesak napas akut (tiba-tiba). Sementara bronkodilator reaksi lambat difungsikan untuk mengontrol gejala sesak napas kronis.

2. Kortikosteroid hirup

Kortikosteroid adalah obat untuk mengurangi efek peradangan dalam tubuh, termasuk di saluran pernapasan. Bila anak minum obat ini, saluran udara yang mengalami peradangan akan mereda sehingga udara akan mudah untuk keluar-masuk.

Obat kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk seperti oral (minum), hirup, dan suntik.

Namun, kortikosteroid hirup lebih sering diresepkan dokter daripada kortikosteroid oral (tablet atau cair).

Ini karena obat yang dihirup dapat bekerja lebih cepat karena langsung masuk ke paru-paru, sementara efek obat minum umumnya lebih lama karena harus dicerna dulu di lambung baru kemudian dialirkan ke aliran darah.

Obat kortikosteroid hirup untuk bayi dan balita umumnya diberikan lewat alat nebulizer dengan masker wajah atau pengisap.

Ketimbang inhaler, uap yang dihasilkan nebulizer sangat kecil sehingga obat ini akan lebih cepat meresap ke bagian paru-paru yang ditargetkan.

Contoh obat kortikosteroid hirup yang bisa digunakan untuk membantu meredakan sesak napas adalah budesonide (Pulmicort®), fluticasone (Flovent®), dan beclomethasone (Qvar®).

3. Obat antiansietas (anti kecemasan)

Bila sesak nafas yang dialami anak disebabkan karena kecemasan berlebih, minum obat anticemas bisa jadi solusi untuk menghilangkan sesak napas.

Obat anticemas bekerja memengaruhi sistem saraf pusat supaya memberikan efek menenangkan atau mengantuk.

Obat anticemas tidak boleh digunakan sembarangan. Pastikan Anda memberikan obat anti kecemasan ke anak sesuai yang diresepkan dokter.

Beberapa obat anti kecemasan yang sering diresepkan dokter adalah benzodiazepine, chlordiazepoxide (Librium), alprazolam (Xanax), diazepam (Valium), lorazepam, dan clonazepam (Klonopin).

4. Oksigen tambahan

Selain obat-obatan di atas, cara menghilangkan sesak nafas pada anak juga bisa dengan penggunaan oksigen tambahan. Oksigen biasanya tersedia dalam bentuk gas atau cairan.

Keduanya dapat disimpan dalam tangki portabel. Anda umumnya bisa membeli oksigen cair dalam versi tangki kecil portabel di apotek tanpa harus menebus resep dokter.

Sebelum memberikannya pada anak, sebaiknya baca dulu aturan pakai yang ada di kemasan atau brosur produk dengan teliti. Jangan ragu bertanya ke dokter atau apoteker bila Anda belum paham betul bagaimana cara menggunakannya.

5. Antibiotik dan antivirus

Apabila sesak napas pada anak disebabkan oleh infeksi pneumonia, cara menghilangkan dengan obat yang diresepkan dokter akan disesuaikan pada mikroba penyebabnya. Entah itu bakteri atau virus.

Bila pneumonia anak disebabkan oleh infeksi bakteri maka dokter akan meresepkan antibiotik seperti xorim (cefuroxime).

Sementara itu, bila pneumonia anak disebabkan oleh virus, dokter dapat meresepkan obat antivirus, seperti oseltamivir (Tamiflu) atau zanamivir (relenza).

Kedua obat ini tidak harus diminum dengan teratur sesuai yang diresepkan dokter. Hindari menghentikan atau meningkatkan dosis obat tanpa sepengetahuan dokter.

Cara alami untuk menghilangkan sesak napas pada anak

penyebab sesak napas nafas pada anak

Anak yang sesak napas juga bisa diobati dengan obat-obatan alami. Namun, penting untuk dipahami bahwa pemakaian cara tidak selalu aman bagi semua orang. Sebaiknya konsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

Berikut beberapa obat alami yang bisa digunakan untuk meredakan sesak napas pada anak:

1. Cari tempat nyaman

Bila sesak napas yang dialami anak muncul saat sedang di tempat umum, ajak mereka menepi ke tempat yang lebih sepi dan tenang jauh dari hiruk pikuk.

Berada di tempat yang sepi membantunya menenangkan diri sehingga ia dapat beristirahat dengan nyaman. Cara mengobati sesak nafas pada anak ini efektif membantu melegakan pernapasannya.

2. Duduk bersandar

Sementara bila sesak napas muncul di rumah saat bermain, segera minta anak menghentikan aktivitas tersebut untuk menghilangkan rasa sesak.

Dudukkan si kecil di bangku yang memiliki sandaran. Supaya lebih nyaman, Anda bisa menyisipkan bantal yang tidak terlalu empuk di punggungnya.

Longgarkan bajunya, misalnya dengan buka beberapa kancing kemejanya atau lepaskan ikat pinggangnya agar ia tidak merasa gerah dan semakin sesak.

Bila pada saat itu anak tidak pakai baju berkancing, lepaskan bajunya. Biarkan ia hanya pakai kaos dalam saja.

3. Rebahkan anak di kasur atau tempat datar

Selain duduk bersandar, cara lain menghilangkan sesak napas pada anak adalah dengan merebahkannya di atas kasur atau tempat yang datar. Sangga kepalanya dengan bantal yang agak tinggi supaya posisi kepala lebih tinggi dari jantung.

Kemudian, sisipkan bantal atau guling tebal di bawah lututnya. Pastikan punggung anak tetap dalam posisi lurus dan kedua tangannya di sisi badan.

4. Beri anak minum

Dehidrasi bisa semakin memperburuk kondisi anak. Maka dari itu, setelah sesak napasnya agak mereda, beri anak segelas air putih atau teh manis hangat. Anda juga bisa memberinya ASI atau susu formula pada anak yang masih balita.

5. Pakai kipas angin

Studi dari Journal of Pain and Symptom Management pun melaporkan pasien dengan penyakit pernapasan kronis mengaku sesak napasnya mereda perlahan berkat pakai kipas angin portable (genggam).

Aliran udara yang sejuk dan segar dapat merileksasikan saluran udara sehingga orang yang mengalami sesak napas dapat bernapas lebih lega. Cukup arahkan kipas angin ke wajah si kecil selama beberapa detik sembari memintanya mengatur napas pelan-pelan.

6. Menghirup uap

Sesak napas si kecil bisa disebabkan oleh hidungnya yang tersumbat ingus karena pilek yang membuat hidungnya tersumbat ingus. Nah, guna meredakan kondisi tersebut, Anda bisa memintanya untuk menghirup uap hangat.

Uap hangat dapat membantu melemaskan saluran napas, sehingga anak dapat bernapas lebih mudah. Panas dari uap juga dapat mengencerkan lendir yang ada di paru-paru.

7. Merebus jahe

Jahe terkenal dengan khasiatnya untuk menghangatkan tubuh dan meredakan mual. Namun, tidak hanya itu saja.

Studi dalam American Journal of Respiratory Cell and Molecular Biology tahun 2013 mengungkapkan bahwa jahe dapat membantu menghilangkan sesak napas pada anak.

Dalam studi tersebut diketahui bahwa jahe memiliki efek terapeutik untuk mengatasi sejumlah masalah pernapasan, termasuk asma. Sebab jahe dapat membuat aliran oksigen yang masuk ke dalam tubuh lebih lancar.

Maka, jahe bisa dijadikan sebagai cara alami untuk mengatasi dan menghilangkan sesak napas pada anak. Selain berkhasiat, rempah satu ini pun murah dan mudah diolah.

Cukup memarkan satu atau dua jahe ukuran sedang dan rebus sampai mendidih. Setelah matang, tambahkan gula merah, madu, atau kayu manis untuk mengurangi rasa pedasnya.

Kapan waktu yang tepat untuk ke dokter?

cara menghilangkan sesak napas pada anak

Segera hubungi dokter spesialis anak atau segera pergi ke UGD jika napas berbunyi disertai dengan tanda berikut ini:

  • Napas anak terlihat cepat dan tersengal-sengal
  • Bayi mendengus terus-menerus.
  • Cuping hidung bayi melebar, dan kesulitan di setiap nafas ( tanda anak berusaha membuka jalan napas yang tersumbat).
  • Anak mengeluarkan suara serak bernada tinggi dan batuk berat.
  • Retraksi (otot-otot di dada dan leher anak naik turun lebih hebat dari biasanya pada saat bayi bernapas).
  • Dada dapat terlihat cekung.
  • Napasnya terhenti selama lebih dari 10 detik.
  • Bibir si kecil tampak kebiruan. Ini berarti darah dalam tubuhnya tidak mendapat cukup oksigen dari paru-paru.
  • Tidak nafsu makan.
  • Terlihat lesu.
  • Mengalami demam.

Dokter dan petugas medis lainnya akan melakukan beberapa cara untuk menghilangkan dan mengobati sesak napas pada anak,

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Galbraith S, e. (2019). Does the use of a handheld fan improve chronic dyspnea? A randomized, controlled, crossover trial. – PubMed – NCBI . Ncbi.nlm.nih.gov. Retrieved 10 October 2019, from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20471544

Townsend, E., Siviski, M., Zhang, Y., Xu, C., Hoonjan, B., & Emala, C. (2013). Effects of Ginger and Its Constituents on Airway Smooth Muscle Relaxation and Calcium Regulation. American Journal Of Respiratory Cell And Molecular Biology48(2), 157-163. doi:10.1165/rcmb.2012-0231oc

staff, f. (2020). Shortness of Breath in Infants and Children – familydoctor.org. Retrieved 24 September 2020, from https://familydoctor.org/symptom/shortness-breath-infants-children/

Publishing, H. (2020). Shortness of Breath in Infants, Children, and Teens – Harvard Health. Retrieved 24 September 2020, from https://www.health.harvard.edu/decision_guide/shortness-of-breath-in-infants-children-and-teens

Breathing difficulty | Nicklaus Children’s Hospital . (2020). Retrieved 24 September 2020, from https://www.nicklauschildrens.org/breathing/breathing-difficulty

Trouble breathing. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 10 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/when-to-see-doctor/sym-20050890

Trouble breathing. (2019). Mayo Clinic. Retrieved 10 October 2019, from https://www.mayoclinic.org/symptoms/shortness-of-breath/basics/when-to-see-doctor/sym-20050890

Breathing difficulties – first aid | Nicklaus Children’s Hospital . (2019). Nicklauschildrens.org. Retrieved 10 October 2019, from https://www.nicklauschildrens.org/breathing/breathing-difficulties-first-aid

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Risky Candra Swari Diperbarui 30/12/2020
Ditinjau secara medis oleh dr. Tania Savitri