home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Gejala Asma Pada Anak yang Wajib Dicermati Orangtua!

Gejala Asma Pada Anak yang Wajib Dicermati Orangtua!

Asma adalah salah satu penyakit yang umum dialami anak-anak. Sayangnya, tidak semua orangtua paham betul mengenai tanda atau gejalanya. Gejala asma pada anak umumnya cenderung mirip seperti penyakit pernapasan lain sehingga sering kali terlewatkan. Nah, supaya tidak salah cara menanganinya, yuk kenali tanda atau gejalanya lewat ulasan berikut ini.

Gejala asma pada anak muncul pada usia berapa?

gejala asma

Kondisi asma pada anak bisa muncul di usia berapa pun, bahkan sudah bisa terdeteksi sejak bayi. Akan tetapi, kebanyakan anak akan mulai menunjukkan tanda dan gejala asma ketika mamasuki usia lima tahun.

Sampai saat ini, para pakar kesehatan belum bisa memastikan penyebab asma pada anak. Sebagian pakar menduga bahwa ini dapat terjadi saat anak sering terkena paparan debu, asap rokok, dan polusi udara saat beraktivitas di luar rumah.

Sistem imun anak juga masih sangat rentan terhadap berbagai penyakit. Kombinasi faktor-faktor inilah yang membuat gejala asma pada anak terkadang tak bisa dihindari.

Gejala asma pada anak yang umum terjadi

Dikutip dari Mayo Clinic, saluran udara serta paru-paru menjadi lebih mudah meradang apabila terkena pemicu asma. Tidak terdapat perbedaan dengan orang dewasa, maka apabila tidak diperhatikan dengan baik bisa mengakibatkan serangan yang cukup berbahaya.

Ditambah, gejala asma pun dapat berlanjut sampai dewasa. Secara umum, ada empat gejala asma pada anak yang paling khas sehingga perlu Anda cermati baik-baik, yaitu:

1. Batuk

gejala asma pada anak

Bila anak sering batuk-batuk, Anda harus waspada. Sebab, batuk terus-terusan merupakan gejala asma pada anak yang paling umum.

Tak melulu batuk kering, batuk berdahak pun bisa jadi salah satu ciri asma. Biasanya batuk karena asma muncul saat anak sedang bermain, tertawa, menangis, atau tidur di malam hari.

Sebenarnya batuk merupakan reaksi alami ketika ingin mengeluarkan atau menyingkirkan zat asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun, pembengkakan dan penyempitan yang terjadi di saluran pernapasan nyatanya juga bisa memicu kondisi serupa.

Perlu diperhatikan pula bahwa anak-anak lebih rentan mengalami hal ini dibandingkan orang dewasa. Terutama di malam hari ketika udara cenderung terasa lebih dingin.

2. Sesak napas

dada sesak

Saluran udara yang meradang dan bengkak akibat terkena pemicu asma dapat menyebabkan anak susah bernapas lega.

Ia akan lebih mungkin untuk mengalami sesak napas atau napas megap-megap yang disertai dengan dada naik-turun tak beraturan saat asmanya kambuh.

Biasanya, gejala asma pada anak yang satu ini terjadi ketika mereka selesai melakukan aktivitas fisik yang berat. Aktivitas tersebut seperti berlarian ke sana kemari tanpa henti.

Meski begitu, terkena asap rokok, polusi udara, debu, bulu bintang, ataupun wewangian berbau tajam, juga bisa memicu gejala ini.

Napas yang pendek dan dangkal dapat membuat anak gelisah dan panik. Hal ini sering kali semakin memperparah tanda asma yang dialami anak.

3. Mengi

gejala asma pada anak

Kalau batuk-batuk yang dialami anak juga disertai dengan mengi, Anda harus hati-hati. Hal ini karena mengi juga merupakan gejala asma pada anak yang paling khas.

Kondisi ini ditandai dengan keluarnya suara seperti siulan atau bunyi ‘ngik-ngik’ saat anak menghirup atau mengembuskan napas. Bunyi khas ini muncul karena udara dipaksa keluar melalui saluran pernapasan yang tersumbat atau menyempit.

Selain karena asma, sebetulnya mengi juga bisa tanda dari kondisi medis lainnya. Misalnya saja bronkitis dan pneumonia.

Maka bila anak akhir-akhir ini sering mengalami mengi, segera ajak berobat ke dokter. Tujuannya tentu untuk mencari tahu penyebabnya sehingga si kecil dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

4. Mengeluh dadanya sesak

asma

Sesak di dada tidak selalu tanda dari penyakit jantung. Pasalnya, ada beberapa penyebab dada terasa sesak yang juga bisa menjadi gejala asma pada anak. Batuk kronis dan mengi yang dialami saat gejala asma muncul dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di dada.

Maka dari itu, bila anak mengeluh dadanya sesak atau sakit, Anda harus waspada. Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Postgraduate Medical Journal, gejala ini bisa terjadi sebelum atau selama serangan asma.

Gejala asma pada anak lainnya yang perlu diwaspadai

penyebab anak susah tidur

Asma pada anak juga bisa muncul dengan serangkaian gejala lainnya. Namun perlu digarisbawahi bahwa gejala ini lagi-lagi bisa bervariasi pada setiap anak. Misalnya, ada kemungkinan anak Anda hanya mempunyai gejala yang tetap seperti batuk atau dada terasa sesak.

Berikut sejumlah gejala asma yang bisa dialami oleh anak dan tidak boleh dianggap sepele orangtua:

  • Gampang capek saat bermain, ditandai dengan hilangnya minat anak pada mainan favoritnya.
  • Otot leher dan dada menegang.
  • Sering menguap dan menghela napas.
  • Napasnya memburu atau cepat.
  • Sering rewel di malam hari karena susah tidur.
  • Wajah tampak pucat.
  • Muncul gejala mirip pilek atau alergi seperti hidung meler atau tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan sakit kepala.

Kapan harus ke dokter?

inhaler obat hirup asma

Tidak semua anak akan mengalami gejala asma yang sama. Bahkan, gejala asma pada anak pun bisa berbeda-beda dan terus memburuk dari waktu ke waktu.

Beberapa anak mungkin mengalami gejala ringan yang hanya berlangsung sebentar. Sedangkan anak yang lain mengalami gejala yang lebih parah hinga melemahkan dan membuat mereka tidak bisa bermain atau belajar seperti biasanya.

Pada prinsipnya keparahan, frekuensi kambuh, serta durasi serangan asma pada tiap anak dapat berbeda-beda. Namun, satu yang pasti; kadar keparahan gejalanya dapat meningkat sangat cepat, seperti:

  • Batuk yang konstan, tidak kunjung berhenti, dan berkaitan dengan aktivitas fisik.
  • Napas menjadi pendek dan terasa lebih cepat dari biasanya.
  • Dada terasa lebih sesak ditambah dengan adanya mengi.

Itu kenapa penting untuk cepat mengobati gejala asma pada anak begitu Anda mengenalinya. Tanpa perawatan yang baik, gejala asma yang dialami anak dapat semakin memburuk.

Asma pun bisa menyebabkan anak harus dirawat di rumah sakit karena mengalami komplikasi yang berbahaya. Bila Anda menemukan salah satu atau beberapa gejala yang sudah disebutkan di atas, segera bawa si kecil ke dokter anak terdekat untuk memastikan penyebabnya.

Terlebih jika Anda atau pasangan (bahkan keduanya) punya riwayat asma atau alergi sebelumnya. Hal ini dapat membuat anak lebih berisiko tinggi terkena asma yang sama. Jadi, jangan lagi tunda-tunda untuk membawa si kecil ke dokter, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

child, S. (2020). Spotting symptoms of asthma in your child. Retrieved 4 May 2020, from https://www.asthma.org.uk/advice/child/diagnosis/spotting-symptoms/

Childhood asthma – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 4 May 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-asthma/symptoms-causes/syc-20351507

Asthma in Children. (2015). Retrieved 4 May 2020, from https://acaai.org/asthma/asthma-101/asthma-in-children

(2020). Childhood Asthma. Retrieved 4 May 2020, from https://www.webmd.com/asthma/children-asthma#1

Edmondstone, W. (2000). Chest pain and non-respiratory symptoms in acute asthma. Postgraduate Medical Journal76(897), 413-414. doi:10.1136/pmj.76.897.413


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Atifa Adlina Diperbarui 12/10/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x