Baru Terserang Asma Saat Dewasa? Yuk, Ketahui Pemicunya!

Baru Terserang Asma Saat Dewasa? Yuk, Ketahui Pemicunya!

Pengidap asma biasanya pertama kali merasakan gejala pada masa kanak-kanak. Namun, ternyata beberapa orang baru mengalami gangguan pernapasan ini ketika dewasa. Apa yang menjadi penyebab asma pada orang dewasa dan apa saja pemicunya?

Apakah orang dewasa bisa terkena asma?

hubungan asma dan alergi

Asma saat dewasa dikenal dengan sebutan adult-onset asthma. Penyakit asma sering kali sulit dideteksi karena saat bertambah usia, kapasitas paru-paru Anda menjadi lebih rendah.

Selain itu, terjadi perubahan dan penurunan kelenturan dinding rongga dada seiring penuaan.

Itulah sebabnya, dokter mungkin menganggap masalah sesak napas yang Anda rasakan sebagai hal yang normal. Padahal, Anda mungkin mengidap adult-onset asthma.

Saat mengalami serangan asma pada usia dewasa untuk pertama kalinya, Anda mungkin saja merasa merasa ragu apakah ini asma atau bukan.

Adapun, beberapa gejala serangan asma pada orang dewasa antara lain:

  • batuk-batuk, terutama pada malam hari,
  • kesulitan bernapas,
  • napas bunyi (mengi),
  • terengah-engah, hingga
  • dada terasa sesak dan sakit saat menarik napas.

Serangan asma yang sangat parah dapat membahayakan jiwa. Oleh sebab itu, orang yang mengalaminya perlu mendapatkan pertolongan pertama asma sesegera mungkin.

Beragam pemicu asma pada orang dewasa

Sampai saat ini, penyebab penyakit asma belum diketahui. Meski sering terdeteksi pada masa anak-anak, sebagian pengidap asma justru pertama kali mengalaminya saat dewasa.

Penyakit asma sebenarnya sudah ada sejak Anda kecil. Namun, gejalanya baru muncul begitu Anda menginjak dewasa. Gejala asma biasanya muncul ketika Anda terkena pemicunya.

Berikut ini merupakan beberapa faktor risiko dan pemicu asma pada orang dewasa.

1. Perubahan hormon

hormon adalah

Asma pada orang dewasa lebih banyak terjadi pada wanita setelah berusia 20 tahun atau lebih. Perubahan hormon yang terjadi pada wanita diduga sebagai salah satu faktor risikonya.

Dikutip dari Asthma UK, sepertiga wanita melaporkan gejala asma yang memburuk sebelum atau selama menstruasi. Kondisi ini juga bisa terjadi pada masa menjelang menopause.

Beberapa wanita juga mengalami gejala asma yang lebih buruk selama kehamilan. Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana hormon memengaruhi keparahan gejala asma.

Ada kemungkinan perubahan hormon dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap penyebab asma pada orang dewasa lainnya, sepert rinitis alergi atau flu.

2. Obesitas

Obesitas diketahui sebagai salah satu penyebab umum sesak napas dan meningkatkan risiko serangan asma pada orang dewasa.

Pengidap obesitas memiliki jaringan lemak yang cukup banyak. Peningkatan hormon adipokin yang berasal dari jaringan lemak bisa memicu peradangan saluran pernapasan atas.

Selain itu, orang yang mengalami obesitas bernapas lebih sedikit daripada kapasitas normal paru-parunya sehingga akan menganggu fungsi organ paru-parunya.

Belum lagi kesulitan bernapas saat tidur dan penyakit GERD yang sangat erat kaitannya dengan pemicu asma pada orang yang obesitas.

3. Paparan zat tertentu di tempat kerja

Beberapa orang mungkin saja bekerja di tempat yang menyebabkan dirinya terpapar zat-zat tertentu. Orang yang bekerja di pabrik bisa saja sering terpapar bahan kimia.

Sementara itu, mereka yang bekerja di bidang kontraktor mungkin saja sering menghirup serbuk kayu atau semen dalam jangka waktu yang lama.

Menurut sebuah artikel yang diterbitkan Australian Family Physician, sekitar 20–25% orang dewasa dengan asma melaporkan memiliki tempat kerja yang buruk.

Umumnya, asma yang mereka rasakan mereda saat tidak berada di tempat kerja. Namun, gejalanya akan terus memburuk selama lingkungan pekerjaannya tetap sama.

4. Polusi udara

Memakai masker agar terhindar dampak dari polusi udara

Polusi udara yang sering ditemui, seperti asap rokok, asap knalpot, debu, hingga bahan kimia tertentu, juga dapat menyebabkan terjadinya asma pada orang dewasa.

Perokok aktif atau pasif sama-sama berisiko mengalami asma. Tak hanya orang dewasa, kondisi ini juga bisa terjadi pada anak-anak yang terpapar asap rokok dari orangtuanya.

Berhenti merokok dan menghindari paparan polusi udara menjadi salah satu cara terbaik mengurangi risiko asma dan melindungi paru-paru Anda.

5. Obat-obatan

Meski berguna untuk memperbaiki kondisi kesehatan, beberapa obat-obatan nyatanya juga dapat menyebabkan perburukan gejala asma.

Sebagai contoh, penggunaan obat-obatan pereda nyeri dan peradangan seperti asam mefenamat dan ibuprofen bisa menimbulkan asma pada sebagian orang.

Bahkan, pada beberapa kasus, konsumsi obat parasetamol juga dapat menyebabkan asma.

6. Penyakit saluran pernapasan atas

Rinitis alergi merupakan peradangan pada lapisan dalam hidung yang muncul saat seseorang menghirup zat pemicu alergi. Kondisi ini diketahui menjadi salah satu penyebab asma pada orang dewasa.

Sebenarnya, belum diketahui apa yang menyebabkannya. Namun, sebuah studi menunjukkan pengidap rinitis alergi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami adult-onset asthma.

Di samping itu, penyakit saluran napas seperti polip pada saluran hidung juga diketahui berperan dalam meningkatkan risiko terjadinya asma.

7. Infeksi saluran pernapasan

sesak napas karena hipertensi paru, penyebab asma pada orang dewasa

Infeksi saluran pernapasan juga cukup menyumbang peran dalam menyebabkan asma pada orang dewasa. Pada sebagian kasus, kondisi ini juga bisa memicu serangan asma.

Infeksi flu yang parah bisa memicu kondisi ini. Sejumlah kondisi lain, seperti sinusitis, bronkitis, pneumonia, hingga COVID-19, juga bisa menjadi penyebabnya.

Sistem kekebalan tubuh biasanya akan makin menurun seiring bertambahnya usia. Akibatnya, tubuh lebih mudah terserang penyakit, termasuk infeksi saluran pernapasan.

8. Stres

Penelitian dalam jurnal Brain, Behavior, and Immunity menunjukkan orang dengan tingkat stres yang tinggi berpotensi dua hingga tiga kali lipat lebih besar mengalami asma.

Jenis stres yang memicu asma pada orang dewasa mungkin terjadi saat ada anggota keluarga yang sakit, masalah perkawinan, perceraian, hingga konflik dengan atasan.

Pada akhirnya, stres diketahui terbukti memengaruhi kondisi kesehatan, termasuk memicu asma.

Bagaimana cara mengobati asma pada orang dewasa?

Meski belum ada obat atau perawatan agar penyakit asma sembuh sepenuhnya, Anda tetap bisa mengendalikan dan meredakan gejalanya bila kondisi ini sewaktu-waktu terjadi.

Hal terpenting yang perlu Anda lakukan saat mengidap adult-onset asthma yaitu mencari tahu dan menjauhi pemicunya. Oleh sebab itu, penting untuk konsultasi dengan dokter.

Dokter mungkin meresepkan obat-obatan khusus untuk menangani serangan asma. Obat asma dalam bentuk tablet, sirup, dan hirup berfungsi melancarkan saluran napas.

Untuk mencegah asma kumat, Anda juga perlu melakukan beberapa penyesuaian di rumah dan tempat kerja. Tempat ini harus dibersihkan rutin untuk mencegah adanya penumpukan debu dan material-material halus di udara.

Selain itu, pastikan Anda cukup istirahat dan mulai menjalani gaya hidup sehat, seperti dengan melakukan senam khusus asma dan menjaga pola makan seimbang.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Is Asthma?. National Heart, Lung, and Blood Institute. (2022). Retrieved 22 July 2022, from https://www.nhlbi.nih.gov/health/asthma

Asthma in adults – what to ask the doctor. MedlinePlus. (2020). Retrieved 22 July 2022, from https://medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000208.htm

Adult-onset asthma. Australian Family Physician. (2015). Retrieved 22 July 2022, from https://www.racgp.org.au/afp/2015/august/adult-onset-asthma/

Adult Onset Asthma. American College of Allergy, Asthma & Immunology. (2022). Retrieved 22 July 2022, from https://acaai.org/asthma/types-of-asthma/adult-onset-asthma/

Common Asthma Triggers. Centers for Disease Control and Prevention. (2020). Retrieved 22 July 2022, from https://www.cdc.gov/asthma/triggers.html

Respiratory Infections Trigger Asthma. Asthma and Allergy Foundation of America. (2021). Retrieved 22 July 2022, from https://www.aafa.org/asthma/asthma-triggers/other-health-conditions/respiratory-infections.aspx

Female hormones as an asthma trigger. Asthma UK. (2022). Retrieved 22 July 2022, from https://www.asthma.org.uk/advice/triggers/hormones/

Hornung, F., Rogal, J., Loskill, P., Löffler, B., & Deinhardt-Emmer, S. (2021). The Inflammatory Profile of Obesity and the Role on Pulmonary Bacterial and Viral Infections. International Journal Of Molecular Sciences, 22(7), 3456. https://doi.org/10.3390/ijms22073456

de Nijs, S. B., Venekamp, L. N., & Bel, E. H. (2013). Adult-onset asthma: is it really different?. European respiratory review : an official journal of the European Respiratory Society, 22(127), 44–52. https://doi.org/10.1183/09059180.00007112

Chen, E., & Miller, G. (2007). Stress and inflammation in exacerbations of asthma. Brain, Behavior, And Immunity, 21(8), 993-999. https://doi.org/10.1016/j.bbi.2007.03.009

Guerra, S., Sherrill, D. L., Martinez, F. D., & Barbee, R. A. (2002). Rhinitis as an independent risk factor for adult-onset asthma. The Journal of allergy and clinical immunology, 109(3), 419–425. https://doi.org/10.1067/mai.2002.121701

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Aug 04
Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa