Baru Terserang Asma Saat Dewasa? Ketahui Penyebabnya!

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 12 Oktober 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang menyangka bahwa penyakit asma pasti diidap sejak kecil. Jadi, Anda mungkin berpikir, “Rasa-rasanya tidak mungkin saya baru kena asma saat dewasa.” Padahal, asma juga bisa menyerang seseorang pertama kali di usia dewasa. Apa yang menyebabkan hal ini?

Apa bedanya kena asma waktu kecil dan saat dewasa?

Asma saat dewasa dikenal dengan sebutan adult-onset asthma. Penyakit ini sering kali sulit dideteksi karena saat Anda bertambah usia, kapasitas paru Anda menjadi lebih rendah.

Seiring bertambahnya usia, terjadi perubahan dan kelenturan dinding rongga dada. Itu sebabnya, dokter mungkin menganggap masalah sesak napas yang Anda rasakan adalah hal yang normal. Padahal, Anda mungkin mengidap adult-onset asthma.

Ketika Anda mengalami serangan asma untuk pertama kalinya pada usia dewasa, Anda dan orang-orang terdekat mungkin merasa ragu. Untuk itu, kenali gejala serangan asma berikut ini:

  • Batuk-batuk, terutama di malam hari
  • Sulit bernapas
  • Napas bunyi
  • Terengah-engah
  • Dada terasa sesak dan sakit terutama saat menarik napas

Mengapa saya baru kena asma saat dewasa?

Sampai saat ini, penyebab penyakit asma belum diketahui. Meski umumnya, asma dideteksi pada masa anak-anak, sekitar 25% dari pengidap asma justru baru pertama kali mengalami serangan ketika dewasa.

Berikut adalah beberapa kemungkinan penyebab asma baru muncul ketika Anda sudah dewasa:

1. Perubahan hormon

hormon adalah

Asma pada orang dewasa diketahui 20 persen lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki yang berusia di atas 35 tahun. Perubahan hormon yang terjadi pada perempuan diduga sebagai salah satu penyebabnya.

Perubahan hormon seperti pada saat kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya asma. Bahkan kasus asma pada orang yang baru hamil satu kali bisa meningkat dari 8% ke 29% pada wanita yang telah memiliki empat anak.

Selain itu, dilansir dari situs Asthma UK, sebanyak 1/3 wanita dilaporkan mengalami gejala asma yang memburuk sebelum atau selama menstruasi. Gejala asma juga semakin parah ketika wanita telah memasuki masa perimenopause (masa sebelum menopause).

Akan tetapi, belum diketahui secara pasti bagaimana hormon memengaruhi keparahan gejala asma. Ada kemungkinan perubahan hormon dapat meningkatkan kerentanan tubuh terhadap pemicu asma lainnya, seperti rhinitis alergi atau flu.

2. Obesitas

obesitas anak

Obesitas diketahui sebagai salah satu penyebab terjadinya sesak napas sekaligus diketahui meningkatkan risiko adult-onset asthma. Sebanyak 50 persen orang dengan kelebihan berat badan dan obesitas diketahui memiliki asma saat dewasa.

Orang dengan obesitas memiliki jaringan lemak yang cukup banyak. Peningkatan adipokin, yaitu hormon yang berasal dari jaringan lemak, akan memicu peradangan saluran pernapasan atas pada orang dengan obesitas.

Ditambah lagi, orang yang obesitas bernapas lebih sedikit daripada kapasitas normal paru-parunya sehingga akan menganggu fungsi paru-parunya. Belum lagi sulitnya bernapas saat tidur dan penyakit GERD alias refluks asam lembang yang sangat erat dengan asma bisa terjadi akibat obesitas.

3. Paparan zat tertentu di tempat kerja

5 Masalah Kesehatan Yang Mungkin Dialami Pekerja Pabrik

Beberapa orang mungkin saja bekerja di tempat yang menyebabkan dirinya terpapar zat-zat tertentu. Orang yang bekerja di pabrik bisa saja sering terpapar bahan kimia.

Mereka yang bekerja di bidang kontraktor mungkin saja sering mendapatkan paparan serbuk kayu atau semen. Semua itu mereka dapatkan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus.

Menurut  jurnal Australian Family Physician, sebanyak 20-25% orang dewasa dengan asma melaporkan bahwa mereka memiliki tempat kerja yang buruk. Biasanya, asma yang mereka rasakan akan mereda saat tak berada di tempat kerja. Namun, gejalanya akan terus memburuk selama lingkungan pekerjaannya tetap sama.

4. Polusi udara

Dampak dari polusi udara pada kebahagiaan

Polusi udara yang sering ditemui di lingkungan hidup seseorang, seperti asap rokok, bahan kimia seperti dari asap knalpot, dan debu juga dapat memicu terjadinya asma pada orang dewasa.

Asap rokok, baik Anda yang aktif atau merokok secara pasif, dan polusi lingkungan dapat meningkatkan risiko Anda untuk mendapatkan asma pada usia dewasa. Asap rokok diketahui telah menjadi faktor pemicu risiko asma bahkan bukan hanya dewasa, melainkan juga anak-anak dengan rentang usia 7-33 tahun.

5. Obat-obatan

obat sakit maag cair tablet

Meski berguna untuk memperbaiki kondisi kesehatan, beberapa obat-obatan nyatanya juga dapat menyebabkan gejala asma memburuk. Aspirin dan beta-blocker adalah contohnya. Bahkan, pada beberapa kasus paracetamol juga dapat memicu asma.

6. Penyakit saluran pernapasan atas

penderita asma covid-19

Rhinitis adalah salah satu penyakit yang diketahui dapat menyebabkan asma pada orang dewasa. Sebenarnya, belum diketahui apa yang menyebabkannya, tapi sebuah studi menunjukkan kedua penyakit tersebut saling berhubungan. Polip di saluran hidung juga diketahui berperan dalam terjadinya adult-onset asthma.

7. Infeksi saluran pernapasan

sesak napas karena hipertensi paru

Infeksi saluran pernapasan juga cukup menyumbang peran dalam menyebabkan asma pada orang dewasa. Infeksi flu yang parah juga bisa memicu kondisi ini. Hal ini kemungkinan besar disebabkan oleh menurunnya sistem imun tubuh akibat usia sehingga lebih mudah terserang infeksi, khususnya infeksi saluran pernapasan.

8. Stres

menghindari stress yang menyebabkan asma

Kondisi pikiran yang stres juga dapat memicu asma. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat stres yang tinggi berpotensi dua hingga tiga kali lipat lebih besar dalam memicu terjadinya adult-onset asthma.

Jenis stres yang diindikasi kuat sebagai pemicu terjadinya asma pada orang dewasa adalah masalah keluarga yang terserang sakit, masalah perkawinan, perceraian, atau konflik dengan atasan. Orang dengan pekerjaan yang memiliki tingkat stres tinggi berpotensi 50% memiliki kondisi ini. Stres diketahui telah terbukti mengubah kondisi kesehatan seseorang, termasuk asma.

Mengatasi dan mengobati asma saat dewasa

Gejala asma bisa dikendalikan dan diredakan. Namun, belum ditemukan obat atau perawatan tertentu untuk menyembuhkan penyakit asma sepenuhnya. Hal yang paling penting ketika Anda mengidap adult-onset asthma adalah mencari tahu apa yang menjadi pemicunya. Pastikan Anda menjauhi pemicunya.

Konsultasikan langsung ke dokter Anda untuk menangani asma saat dewasa. Anda mungkin butuh obat-obatan khusus untuk menangani serangan asma. Obat asma tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan hirup. Biasanya Anda akan diberikan obat antiperadangan dari steroid untuk memperlancar sistem pernapasan Anda.

Untuk mencegah asma kumat, Anda perlu melakukan beberapa penyesuaian di rumah dan di tempat kerja. Tempat tinggal dan tempat kerja harus dibersihkan secara rutin untuk mencegah penumpukan debu dan material-material halus di udara. Pastikan Anda cukup istirahat dan mulai menjalani gaya hidup sehat, misalnya dengan melakukan olahraga khusus asma serta menjaga pola makan seimbang.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Ketahui Gejala, Penyebab Nyeri Sendi Hingga Cara Mengatasinya

Nyeri sendi bisa terasa di persendian mana pun, mengingat sendi berada di berbagai bagian tubuh. Yuk, cari tahu gejala, penyebab dan cara mengobatinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal 27 Oktober 2020 . Waktu baca 12 menit

Memahami Prosedur Transplantasi Sumsum Tulang Belakang (BMT)

Transplantasi sumsum tulang belakang (BMT) adalah prosedur penggantian sumsum tulang yang rusak dengan yang sehat. Bagaimana melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Kelainan Darah, Thalasemia 22 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit

Obat Nyeri Otot: Mulai dari Obat Resep Dokter Hingga Obat Herbal

Nyeri otot dapat mengganggu aktivitas harian. Temukan berbagai obat nyeri otot yang ampuh, mulai dari obat resep dokter hingga obat herbal.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Muskuloskeletal, Myalgia (Nyeri Otot) 17 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Berbagai Komplikasi yang Mungkin Muncul Akibat Penyakit Dermatitis

Selain menimbulkan gejala yang muncul pada kulit, komplikasi dermatitis bisa saja terjadi. Apa saja dampak panjang dari penyakit ini yang mungkin terjadi?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Kulit, Dermatitis 13 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gejala penyebab penyakit jantung, jantung koroner, gejala penyakit jantung pada wanita, gejala awal penyakit jantung, obat jantung

Mengulik Gejala dan Penyebab Terjadinya Penyakit Jantung

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 22 November 2020 . Waktu baca 12 menit
cara menghilangkan bekas jerawat cara menghilangkan jerawat menghilangkan bekas jerawat alami

Cara Menghilangkan Bekas Jerawat, dari Perawatan Dokter Hingga Kebiasaan Sehat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 4 November 2020 . Waktu baca 10 menit
pengobatan dan cara menyembuhkan skoliosis

Jenis-jenis Pengobatan untuk Skoliosis untuk Anak dan Dewasa

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 November 2020 . Waktu baca 7 menit
menghilangkan jerawat, bekas jerawat, obat jerawat, masker jerawat, cara menghilangkan jerawat alami

Bagaimana Cara Menghilangkan Jerawat yang Ampuh, Cepat, dan Aman?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 2 November 2020 . Waktu baca 13 menit