Apa itu tidur berjalan (sleepwalking)?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Definisi

Apa itu tidur berjalan (sleepwalking)?

Sleepwalking, juga dikenal sebagai somnambulism atau gangguan tidur berjalan, adalah gangguan perilaku yang terjadi saat tidur nyenyak dan menyebabkan seseorang berjalan atau melakukan perilaku kompleks saat sedang tertidur. Kondisi ini lebih umum terjadi pada anak-anak dibandingkan dengan orang dewasa dan lebih sering terjadi saat seseorang kekurangan tidur.

Karena orang yang melakukan sleepwalking umumnya tetap berada dalam tidur yang dalam selama episode, ia akan sulit untuk dibangunkan dan kemungkinan tidak mengingat kejadian sleepwalking.

Seberapa umumkah tidur berjalan (sleepwalking)?

Sleepwalking sangat umum terjadi. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Sleepwalking dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala tidur berjalan (sleepwalking)?

Sleepwalking paling sering dimulai saat tidur nyenyak namun juga dapat terjadi pada tahap tidur yang lebih ringan, biasanya dalam beberapa jam setelah tertidur, dan orang tersebut dapat setengah sadar selama episode. Seseorang yang sleepwalking dapat:

  • Turun dari tempat tidur dan berjalan-jalan
  • Bangun di tempat tidur dan membuka mata
  • Memiliki ekspresi sayu
  • Melakukan aktivitas rutinitas, seperti berganti pakaian, berbicara atau membuat cemilan
  • Tidak merespon atau berkomunikasi dengan orang lain
  • Sulit bangun saat mengalami episode
  • Disorientasi atau bingung sesaat setelah bangun
  • Kembali tidur dengan cepat
  • Tidak mengingat episode pada pagi harinya
  • Kadang kesulitan berfungsi pada siang hari karena tidur yang terganggu
  • Mengalami teror tidur yang menyertai sleepwalking.

Meski jarang terjadi, seseorang yang sedang tidur berjalan bisa juga:

  • Meninggalkan rumah
  • Mengendarai mobil
  • Melakukan hal-hal yang tidak biasa, seperti buang air di lemari
  • Melakukan aktivitas seksual tanpa kesadaran
  • Cedera, seperti jatuh dari tangga atau lompat dari jendela
  • Menjadi kasar saat kebingungan setelah bangun atau pada kejadian.

Selain berjalan saat tidur, gejala lain dari sleepwalking meliputi:

  • Mengigau
  • Sedikit atau tidak ada ingatan terhadap kejadian
  • Kesulitan membangunkan orang tersebut saat episode
  • Perilaku tidak pantas seperti buang air kecil di lemari (lebih sering terjadi pada anak-anak)
  • Berteriak (saat sleepwalking terjadi bersamaan dengan sleep terror)
  • Kekerasan

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Sering terjadi, sebagai contoh, lebih dari 1-2 kali seminggu.
  • Menyebabkan perilaku berbahaya atau cedera pada orang yang sleepwalking (seperti meninggalkan rumah) atau orang lain.
  • Menyebabkan gangguan tidur pada anggota keluarga atau mempermalukan orang yang sleepwalking.
  • Muncul pertama kali saat Anda sudah dewasa.
  • Berlanjut hingga masa remaja.

Penyebab

Apa penyebab tidur berjalan (sleepwalking)?

Berikut ini hal-hal yang dapat memicu atau menyebabkan tidur berjalan Anda:

  • Kurang tidur
  • Kelelahan
  • Stress
  • Depresi
  • Kegelisahan
  • Demam
  • Gangguan pada jadwal tidur
  • Pengobatan, seperti hipnotik jangka pendek, sedatif atau kombinasi obat untuk penyakit psikiatris, serta alkohol.

Kadang, sleepwalking dapat dipicu dengan kondisi yang mengganggu tidur, seperti:

  • Kelainan pernapasan saat tidur: kumpulan kelainan yang ditandai dengan pola pernapasan yang abnormal selama tidur, seperti sleep apnea obstruktif
  • Narkolepsi
  • Restless legs syndrome
  • Asam lambung
  • Migrain
  • Kondisi medis seperti hipertiroidisme, cedera kepala atau stroke
  • Berpergian.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk tidur berjalan (sleepwalking)?

Ada banyak faktor risiko untuk sleepwalking, yaitu:

  • Genetik: sleepwalking menurun pada keluarga. Kemungkinan dapat meningkat 2-3 kali lipat jika salah satu orang tua mengalami sleepwalking saat masa kecil atau dewasa.
  • Usia: sleepwalking lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang tua, dan terjadinya sleepwalking pada orang dewasa biasanya terkait dengan kondisi kesehatan.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana tidur berjalan (sleepwalking) didiagnosis?

Kecuali Anda tinggal sendiri dan benar-benar tidak menyadari kondisi sleepwalking Anda, kemungkinan Anda akan mendapatkan diagnosis sleepwalking dengan sendirinya. Apabila anak Anda sleepwalk, Anda akan mengetahuinya.

Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik atau psikologis untuk mengidentifikasi kondisi yang menyerupai sleepwalking, seperti kejang malam hari, gangguan tidur lainnya atau serangan panik. Pada beberapa kasus, penelitian tidur pada laboratorium dapat direkomendasi.

Untuk berpartisipasi dalam penelitian tidur, yang juga disebut polysomnogram, Anda akan menginap di laboratorium. Ahli teknologi akan meletakkan sensor pada kulit kepala, pelipis, dada dan kaki menggunakan perekat ringan, seperti lem atau selotip. Sensor dihubungkan dengan kabel ke komputer. Penjepit kecil diletakkan pada jari atau telinga untuk melihat kadar oksigen pada darah.

Polysomnography merekam gelombang otak, kadar oksigen pada darah, detak jantung dan pernapasan, serta pergerakan mata dan kaki selama penelitian. Ahli teknologi mengawasi Anda sepanjang malam saat Anda tidur.

Dokter akan meninjau informasi untuk menentukan apakah Anda memiliki gangguan tidur.

Apa saja pengobatan untuk tidur berjalan (sleepwalking)?

Perawatan untuk sleepwalking yang jarang terjadi biasanya tidak diperlukan. Sleepwalking pada anak biasanya akan menghilang pada saat remaja.

Jika Anda menyadari anak Anda atau siapapun di rumah sleepwalking, perlahan tuntun kembali ke tempat tidur.

Perawatan mungkin diperlukan jika terdapat konsekuensi negatif dari sleepwalking, seperti risiko cedera atau malu, atau mengganggu orang lain.

Perawatan dapat meliputi:

  • Mengatasi kondisi penyebab, jika sleepwalking terkait dengan kurang tidur atau gangguan tidur, kondisi medis atau gangguan mental.
  • Perubahan pengobatan, jika sleepwalking diduga akibat pengobatan.
  • Bangun dengan antisipasi: membangunkan orang yang biasa sleepwalking 15 menit sebelum waktu sleepwalking, kemudian bangun selama 5 menit sebelum tidur kembali.
  • Pengobatan, seperti benzodiazepines atau antidepresan tertentu, jika sleepwalking menyebabkan potensi cedera, mengganggu anggota keluarga, atau menyebabkan rasa malu atau gangguan tidur.
  • Mempelajari hipnosis diri.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi tidur berjalan (sleepwalking)?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi tidur berjalan:

  • Buatlah lingkungan yang aman untuk sleepwalking. Apabila sleepwalking menyebabkan cedera atau berpotensi menyebabkan cedera, pertimbangkan beberapa tindakan pencegahan untuk menghindari cedera: Tutup dan kunci semua jendela dan pintu pada malam hari. Anda juga dapat mengunci pintu dalam rumah atau memasang alarm atau bel pada pintu. Halangi jalan menuju pintu atau tangga dengan pagar, pindahkan kabel listrik atau objek lainnya yang dapat menyebabkan terjatuh. Jauhkan benda tajam atau rentan dan kunci segala senjata. Apabila anak Anda berjalan saat tidur, jangan biarkan ia tidur di tempat tidur bertingkat.
  • Tidur dengan cukup. Kelelahan dapat berkontribusi terhadap sleepwalking. Jika Anda kekurangan tidur, cobalah tidur lebih awal dan teratur serta tidur siang, terutama untuk balita.
  • Atur rutinitas reguler yang menenangkan sebelum tidur. Lakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku, bermain puzzle atau berendam air hangat. Meditasi atau latihan relaksasi juga dapat membantu.
  • Kendalikan stress. Identifikasi masalah yang menyebabkan stres, serta cari cara untuk mengatasi stres. Bicarakan tentang apa yang mengganggu Anda. Apabila anak Anda terlihat gelisah atau stres, bicarakan masalah dengan anak.
  • Lihatlah pola. Selama beberapa malam, catat – atau minta orang lain di rumah Anda mencatat – berapa menit setelah tidur sleepwalking terjadi. Apabila waktu konsisten, informasi ini berguna untuk merencanakan antisipasi dengan membangunkan.

Cobalah untuk tetap positif. Walau mengganggu, sleepwalking biasanya bukanlah kondisi yang serius dan akan hilang dengan sendirinya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 12, 2017

Sumber