Definisi

Apa itu sakit kepala cluster?

Sakit kepala cluster adalah salah satu dari beberapa jenis nyeri kepala. Rasa sakit biasanya tetap, intensif, dan tidak berdenyut, yang terasa jauh di dalam kepala atau di sekitar mata pada satu sisi kepala. Rasa sakit sering pindah ke bagian dahi, pelipis, dan pipi.

Sakit kepala cluster tidak bisa ditebak. Beberapa bulan bisa bebas tanpa sakit kepala, tapi kemudian penyakit ini dapat kambuh lagi. Rasa nyeri yang ditimbulkan juga dapat hilang dengan cepat atau secara perlahan.

Seberapa umumkah sakit kepala cluster?

Sakit kepala cluster adalah penyakit yang jarang tidak terjadi apabila Anda tidak memiliki faktor risiko. Diperkirakan tidak lebih dari 1 persen orang yang mengalami kondisi ini dan yang paling umum biasanya terjadi di antara usia remaja dan usia pertengahan.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala sakit kepala cluster?

Gejala paling khas dari sakit kepala cluster adalah nyeri di kepala umumnya terjadi pada malam hari dan dapat membuat orang terjaga satu sampai dua jam setelah mereka tidur. Setiap serangan berlangsung sebentar atau bahkan hampir selama 30 menit sampai 1 jam.

Gejala lainnya dari sakit kepala cluster adalah keluarnya air dan kemerahan pada mata, kelopak mata terkulai, dan masalah penglihatan di bagian kepala yang sakit. Orang mungkin mengalami gejala seperti hidung tersumbat atau meler pada bagian kepala yang sakit. Banyak orang juga mengalami wajah yang memerah atau berkeringat.

Penyakit ini sering memiliki pola, terjadi pada waktu yang sama setiap hari selama 6 sampai 12 minggu, diikuti dengan hilangnya sakit kepala selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Seiring usia Anda, periode antara hilangnya rasa sakit kepala dan terjadinya sakit kepala cluster lagi akan menjadi lebih lama.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter Anda jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Nyeri kepala secara mendadak
  • Nyeri kepala diikuti dengan demam, mual atau muntah, leher kaku, kesulitan dalam berbicara atau bermasalah dengan gerakan otot wajah
  • Kepala terasa sakit setelah cedera yang lama berlangsung

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab Sakit Kepala Cluster?

Penyebab pastinya belum diketahui, meskipun beberapa ahli berpendapat bahwa penyakit ini disebabkan oleh kelainan pada hipotalamus. Daerah pada otak ini memiliki dua fungsi yaitu menghubungkan otak ke sistem saraf dan bertindak sebagai jam biologis tubuh. Hal ini mungkin menjelaskan mengapa sakit kepala cluster sering terjadi pada waktu yang sama.

Penyebab lain sakit kepala cluster adalah mengonsumsi alkohol  secara berlebih dan merokok. Zat-zat berbau menyengat seperti bensin, pemutih, atau cat dapat memicu penyakit ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk Sakit Kepala Cluster?

Faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami sakit kepala cluster adalah:

  • Kebanyakan orang usia 20 dan 50 tahun menderita sakit kepala cluster, meskipun kondisi dapat berkembang pada usia berapa pun
  • Merokok dan mengonsumsi alkohol
  • Riwayat keluarga

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk sakit kepala cluster?

Meskipun tidak ada obat untuk sakit kepala cluster, namun penyakit ini dapat dicegah. Obat-obatan tertentu dapat mencegah terjadinya sakit kepala. Berikut ini beberapa pilihan pengobatan untuk sakit kepala cluster adalah:

  • Untuk sakit kepala membandel (yang terjadi bahkan dengan obat pencegahan), menghirup oksigen murni dapat meringankan gejala. Dokter dapat meresepkan terapi oksigen untuk digunakan di rumah jika sakit kepala yang membandel sering terjadi.
  • Jika sakit kepala terjadi kadang-kadang, Anda dapat mengonsumsi obat-obatan seperti obat triptan, verapamil, atau ethylprednisolone steroid.
  • Obat lain seperti verapamil, methysergide, lithium, kortikosteroid, dan topiramate harus memiliki anjuran dari dokter bila ingin digunakan.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk sakit kepala cluster?

Dokter dapat mendiagnosis berdasarkan riwayat dan pemeriksaan medis. Tes-tes lain umumnya tidak diperlukan. Jika pola gejala mengalami perubahan, dokter akan melakukan tes tambahan seperti magnetic resonance imaging (MRI) pada bagian kepala untuk mencari gangguan lain yang dapat menyerupai sakit kepala cluster.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi sakit kepala cluster?

Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi sakit kepala cluster adalah:

  • Jagalah jadwal tidur Anda agar tetap cukup dan teratur
  • Gunakanlah obat yang telah diresepkan dokter
  • Periksakan selalu diri Anda ke dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan Anda

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 21, 2018 | Terakhir Diedit: Maret 21, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan