Sakit Kepala Sebelah Lebih dari 72 Jam, Bagaimana Cara Menanganinya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 April 2020 . Waktu baca 3 menit
Bagikan sekarang

Sakit kepala sebelah khas migrain bisa berlangsung selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Apakah bahaya? Bagaimana cara mengatasinya?

Sakit kepala berhari-hari menandakan status migranosus

Migrain adalah salah satu jenis sakit kepala sebelah yang dapat menyebabkan mual dan muntah serta gangguan penglihatan seperti sensitivitas terhadap cahaya, adanya garis zig zag di mata, melihat seperti titik-titik atau bintang, pandangan buram sebelum migrain terjadi.

Selain itu bisa ditandai dengan munculnya sensasi aneh pada indra penciuman dan pendengaran, seperti terdengarnya bunyi-bunyian di telinga atau terciumnya bau aneh. Ini disebut migrain aura.

Gejala migrain bisa ringan hingga parah. Bila keluhan sakit kepala sebelah tetap masih berlangsung berhari-hari meski Anda sudah istirahat dan minum obat, ini adalah gejala status migranosus.

Status migranosus juga bisa terjadi ketika Anda tidak mendapatkan pengobatan secepatnya ketika aura muncul, tidak mendapatkan pengobatan yang sesuai, atau terlalu sering menggunakan obat sakit kepala.

Gejala status migranosus

Kebanyakan kasus sakit kepala sebelah yang terjadi berhari-hari tidak menimbulkan gejala khas, atau mirip gejala migrain biasa namun berlangsung lebih lama.

Tidak semua orang mengalami gejala yang sama (gejala bisa muncul sebagian atau sepenuhnya), kemungkinan gejala yang akan terjadi, seperti:

  • Perubahan kesadaran. Seseorang dengan migrain mungkin akan mengalami kesulitan dalam konsentrasi, merasa bingung, mengantuk, dan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi.
  • Munculnya aura. Seseorang yang merasakan aura, biasanya akan mengalami perubahan pada penglihatan dan indera lainnya.
  • Sakit kepala. Rasa sakitnya bisa terjadi di satu sisi kepala dan bisa menyebar ke sisi kepala lainnya.
  • Nafsu makan berkurang dan menyebabkan dehidrasi sehingga elektrolit dalam tubuh menjadi tidak seimbang.
  • Sensasi kesemutan bisa terjadi di lengan, tangan atau tungkai.

sakit kepala setelah cabut gigi

Pemicu munculnya status migranosus

Banyak pemicu yang bisa menyebabkan migrain bisa, seperti bau parfum yang terlalu kuat, alergi, stres, atau kelelahan. Kemungkinan berkembangnya migrain biasa menjadi status migranosus terjadi meliputi:

  • Ketidakseimbangan hormon
  • Perubahan cuaca
  • Pernah menjalani operasi di kepala atau wajah
  • Adanya luka pada leher atau kepala
  • Perubahan dalam pengobatan, contohnya obat antidepresan atau pil KB.

Bagaimana status migranosus didiagnosis?

Tidak ada satu tes kesehatan yang secara khusus digunakan untuk mendeteksi migrain. Oleh karena itu, dokter biasanya akan memberikan diagnosis melalui pertanyaan seputar gejala yang dialami pasien. Riwayat kesehatan pasien dan tes kerja neurologis atau MRI mungkin akan dilakukan untuk mendeteksi adanya penyakit lain yang menjadi penyebab terjadinya migrain.

Pengobatan dan pencegahan untuk status migranosus

Dilansir dari Medical News Today, tidak ada obat yang bisa menyembuhkan migrain. Namun, peengobatan akan difokuskan untuk mengurangi gejala-gejala yang muncul sehingga tidak terus bertambah buruk.  Beberapa obat yang digunakan seperti:

  • Obat steroid untuk mencegah peradangan, seperti prednisone
  • Obat antimual untuk mengurangi rasa mual, pusing, dan kebingungan, seperti chlorpromazine, benadryl, dan supositoria bila kondisi muntah parah.
  • Obat antikejang untuk mengatasi kesemutan pada bagian tubuh
  • Obat untuk dehidrasi bila keimbangan cairan memburuk

Agar Anda terhindar dari sakit kepala sebelah berhari-hari, perbanyak minum air putih, konsumsi makanan yang dapat meringankan sakit kepala dan selalu terapkan pola tidur yang baik. Bila gejala migrain muncul segera minum obat untuk mencegah bertambah buruknya gejala.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Gegar Otak

Gegar otak adalah kondisi yang bisa menyebabkan seseorang hilang ingatan. Penasaran dengan kondisi ini? Yuk, baca selengkapnya di sini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Otak dan Saraf 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Benarkah Makanan Pedas Bisa Mengatasi Sakit Kepala Migrain?

Makanan pedas sering kali diandalkan untuk mengatasi rasa sakit kepala atau migrain. Tapi benarkah makanan itu dapat menyembuhkan sakit kepala Anda?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Nutrisi 1 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Nyeri Kronis

Nyeri kronis adalah jenis penyakit yang menyebabkan kerusakan jaringan yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan hingga menahun. Simak Info Selengkapnya Hanya di Hello Sehat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 29 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Sakit Kepala

Sakit kepala adalah keluhan nyeri yang umum. Cari tahu informasi tentang penyebab, gejala, pengobatan, serta cara pencegahannya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Kesehatan Otak dan Saraf, Sakit Kepala 28 Desember 2020 . Waktu baca 13 menit

Direkomendasikan untuk Anda

sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
mengobati sakit kepala

5 Jenis Minyak Esensial untuk Meringankan Sakit Kepala dan Migrain

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala setelah keramas

Tiba-tiba Sakit Kepala Setelah Keramas, Apa Penyebabnya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
sakit kepala belakang

Sakit Kepala Belakang

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 16 menit