Apa Itu Nyeri Panggul?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu nyeri panggul?

Nyeri panggul adalah nyeri yang terasa di bagian bawah perut, area di bawah pusar (umbilicus), dan panggul.

Pada wanita, rasa nyeri mungkin merupakan gejala masalah sistem reproduksi, sistem saluran kencing, atau pencernaan. Pada pria, salah satu kemungkinan penyebabnya adalah masalah pada prostat.

Tergantung pada sumber rasa sakitnya, rasa nyeri mungkin akan terasa tajam atau kaku. Rasa sakit mungkin akan terasa terus menerus, atau menghilang dan muncul (intermiten).

Nyeri yang dirasakan oleh setiap orang pun berbeda-beda. Ada yang merasakan rasa sakit ringan, sedang, atau parah. Rasa sakit juga dapat menjalar hingga ke bawah punggung, pantat, atau paha.

Terkadang, nyeri panggul hanya terasa saat Anda melakukan aktivitas tertentu, seperti buang air kecil atau berhubungan seksual.

Kondisi ini dapat digolongkan menjadi nyeri akut dan kronis. Cedera panggul yang mengancam nyawa biasanya disebabkan oleh jatuh dari ketinggian atau tabrakan kendaraan.

Anda mungkin diharuskan menjalani tes laboratorium, tes pengambilan gambar, atau tes medis lainnya untuk mengetahui penyebab pasti rasa sakit di panggul. Penanganan yang diberikan tergantung pada penyebab, tingkat keparahan, dan seberapa sering terjadinya.

Seberapa umumkah nyeri panggul?

Nyeri panggul adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Kondisi ini lebih umum ditemukan pada pasien wanita dibanding pria.

Meskipun rasa sakit di panggul dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia, kondisi ini lebih banyak terjadi pada masa sebelum pubertas hingga dewasa.

Nyeri panggul dapat ditangani dengan cara mengurangi faktor-faktor risiko yang ada. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala nyeri panggul?

Rasa sakit pada panggul dapat berupa nyeri ringan atau nyeri parah yang tidak tertahankan. Setiap individu merasakan gejala dan rasa sakit yang bervariasi.

Rasa sakit juga dapat terasa ringan atau tajam, konstan atau berulang, intensitas berkisar dari ringan, sedang atau parah.

Berikut adalah tanda-tanda dan gejala yang paling sering muncul pada penderita nyeri panggul:

  • Rasa sakit di area panggul
  • Kram di panggul
  • Rasa sakit yang muncul tiba-tiba
  • Rasa sakit muncul perlahan
  • Seluruh bagian perut terasa nyeri
  • Rasa sakit yang bertambah parah ketika bergerak
  • Konstupasi
  • Sulit menahan buang air kecil

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak lazim ditemukan, seperti demam, takikardia (jantung berdetak lebih cepat), hipotensi (tekanan darah rendah).

Bila Anda memiliki kekhawatiran akan munculnya sebuah gejala tertentu, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda merasakan gejala-gejala di atas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Anda juga harus berkunjung ke dokter apabila muncul tanda-tanda di bawah:

  • Rasa sakit memengaruhi pekerjaan atau rutinitas Anda sehari-hari
  • Terganggunya aktivitas seksual
  • Nyeri pada vagina
  • Sulit buang air kecil
  • Konstipasi

Tubuh masing-masing orang akan menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang bervariasi. Untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dan tepat dengan kondisi kesehatan Anda, pastikan Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Penyebab

Apa penyebab nyeri panggul?

Sulit untuk mengetahui apa penyebab nyeri panggul tanpa adanya diagnosis oleh dokter.

Secara umum, kondisi ini memiliki penyebab yang berbeda-beda, tergantung pada jenis dan berapa lama terjadinya.

Berikut adalah kondisi-kondisi kesehatan yang memicu terjadinya nyeri panggul jika dibagi berdasarkan lama berlangsungnya.

1. Nyeri panggul akut

Rasa sakit yang muncul secara tiba-tiba di panggul, atau muncul untuk pertama kalinya, biasa disebut dengan nyeri panggul akut.

Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan terjadinya nyeri akut, mulai dari masalah pada sistem reproduksi, peradangan panggul, hingga masalah sistem saluran kemih.

Berikut adalah masalah kesehatan yang dapat menyebabkan panggul terasa sakit tiba-tiba:

  • Kista ovarium

Kista ovarium adalah kondisi di mana terbentuknya cairan yang menumpuk pada folikel di dalam ovarium. Rasa sakit pada panggul dapat muncul jika kista yang terbentuk berukuran besar.

  • Penyakit radang panggul

Penyakit radang panggul disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti gonorrhea. Organ-organ reproduksi seperti tuba falopi, ovarium, dan rahim dapat terserang oleh infeksi ini.

Rasa sakit di panggul biasanya akan menyebar ke perut, yang disertai dengan cairan keluar dari vagina dan nyeri saat buang air kecil.

  • Radang usus buntu

Infeksi atau radang pada usus buntu dapat menyebabkan rasa sakit di panggul bagian kanan bawah, yang disertai dengan demam dan muntah.

  • Peritonitis

Peradangan pada peritoneum (lapisan yang melindungi bagian dalam perut) dapat menyebabkan nyeri panggul yang ringan, namun secara bertahap akan terasa semakin sakit.

  • Infeksi saluran kemih

Penyakit infeksi saluran kemih atau ISK dapat menyebabkan nyeri yang muncul tiba-tiba, terutama saat sedang buang air kecil.

  • Konstipasi

Perubahan pola makan, pengobatan, dan obstruksi pencernaan dapat menyebabkan terjadinya konstipasi. Selama konstipasi, rasa sakit di panggul mungkin dapat muncul secara mendadak.

2. Nyeri panggul kronis

Apabila rasa sakit pada panggul terasa selama 6 bulan atau lebih, dan rasa sakit berlangsung secara terus menerus, Anda mungkin menderita nyeri kronis.

Nyeri jenis ini terasa lebih intens dan berlangsung lebih lama. Kondisi ini menyerang sekitar 1 dari 6 wanita.

Berikut adalah masalah-masalah kesehatan yang mungkin bisa menyebabkan nyeri panggul kronis:

  • Endometriosis

Penyakit ini terjadi ketika sebagian jaringan rahim tumbuh dan keluar dari area rahim. Jaringan ini mungkin dapat menempel ke usus, kandung kemih, atau ovarium.

Kondisi ini dapat memicu terjadinya rasa sakit kronis pada panggul, serta nyeri parah selama menstruasi.

  • Irritable bowel syndrome (IBS)

Jika rasa sakit pada panggul disertai dengan kembung, konstipasi, atau diare, kemungkinan Anda memiliki kondisi irritable bowel syndrome (IBS). IBS muncul akibat adanya perubahan diet, stress, dan pengobatan tertentu.

  • Inflammatory bowel disease (IBD)

Istilah ini digunakan untuk menyebut 2 penyakit pencernaan kronis, yaitu ulcerative colitis dan penyakit Crohn. Kedua penyakit ini dapat mengakibatkan munculnya nyeri berkepanjangan di bagian panggul.

  • Fibroid

Fibroid adalah tumor jinak yang tumbuh di dalam atau sekitar rahim. Fibroid mungkin akan terasa sakit apabila letaknya bergeser, sehingga panggul terkadang akan terasa nyeri.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami nyeri panggul?

Nyeri panggul adalah kondisi yang dapat terjadi pada setiap orang dari berbagai golongan usia. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini.

Perlu diketahui bahwa memiliki salah satu atau beberapa faktor risiko bukan berarti Anda dipastikan dapat mengalami kondisi ini. Dalam beberapa kasus, orang-orang yang mengalami rasa sakit di panggul tidak memiliki faktor risiko sama sekali.

Berikut adalah faktor-faktor risiko yang memicu terjadinya kondisi ini, yaitu:

1. Jenis kelamin

Apabila Anda berjenis kelamin wanita, risiko Anda untuk menderita nyeri di bagian panggul lebih tinggi dibanding individu berjenis kelamin pria.

2. Melakukan hubungan seks yang tidak aman

Hubungan seksual yang dilakukan secara tidak aman (berganti-ganti pasangan atau tidak memakai kondom) dapat meningkatkan risiko tertular IMS. Anda pun mungkin akan mengalami rasa sakit di panggul.

3. Memiliki riwayat konstipasi kronis

Jika Anda mengalami konstipasi yang berlangsung dalam jangka waktu cukup lama, kemungkinan Anda juga menderita nyeri panggul kronis.

4. Pernah mengalami masalah kehamilan

Wanita yang pernah mengalami hamil anggur (ektopik), keguguran, atau menjalani operasi caesar berpeluang besar menderita rasa sakit pada panggulnya.

5. Pernah melakukan prosedur rekonstruksi panggul

Orang yang pernah menjalani operasi rekonstruksi panggul akibat kecelakaan juga berisiko tinggi mengalami nyeri di bagian panggulnya.

5. Memiliki riwayat penyakit pencernaan

Jika Anda pernah menderita masalah pencernaan, seperti radang usus buntu atau irritable bowel syndrome, risiko Anda mengalami kondisi ini lebih tinggi.

6. Pernah menjalani operasi prostat

Laki-laki yang pernah melakukan operasi pada prostatnya juga kemungkinan akan merasakan nyeri di panggul kapan saja.

7. Pernah atau sedang menjalani pengobatan kanker

Apabila Anda pernah atau sedang menjalani pengobatan untuk kanker, seperti kemoterapi dan radioterapi, Anda mungkin akan merasakan beberapa efek samping, termasuk nyeri panggul.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana nyeri panggul didiagnosis?

Jika Anda merasakan tanda-tanda atau gejala kondisi ini, segera pergi ke dokter untuk melakukan pemeriksaan.

Diagnosis bertujuan untuk mengetahui apa masalah kesehatan yang menjadi penyebab utama nyeri panggul. Pertama-tama, dokter akan mulai dengan menanyakan gejala-gejala dan riwayat penyakit yang Anda miliki.

Setelah itu, dokter juga akan menjalankan pemeriksaan fisik. Bagian perut dan panggul Anda akan diperiksa. Pada wanita, dokter juga mungkin akan mengecek organ reproduksi, otot, dan jaringan di bagian panggul.

Apabila dokter menduga adanya masalah kesehatan tertentu, Anda akan diminta melakukan beberapa tes tambahan. Berikut adalah jenis-jenis tes yang tersedia:

1. Tes laboratorium

Tes ini dilakukan dengan beberapa cara, seperti pengambilan sampel darah atau urine Anda. Tujuannya adalah untuk mengetahui apa masalah kesehatan yang menjadi penyebab rasa sakit di panggul.

2. Laparoskopi panggul

Pada tes laparoskopi, dokter akan membuat sayatan kecil di bawah pusar. Setelah itu, alat kecil bernama laparoskop akan dimasukkan melalui bawah pusar.

Melalui alat ini, dokter dapat melihat lebih jelas bagian dalam panggul untuk mengecek adanya masalah.

3. MRI panggul

Prosedur ini berupa pengambilan gambar panggul dengan gelombang radio dan medan magnet. Dokter akan mengecek struktur panggul Anda dari hasil foto MRI.

4. Sistoskopi

Tes ini dilakukan dengan cara memasukkan alat kecil ke dalam kandung kemih Anda. Tujuannya adalah untuk memeriksa apakah ada masalah atau penyakit pada kandung kemih.

5. Kolonoskopi

Serupa dengan sistoskopi, dokter akan memasukkan alat kecil ke dalam usus Anda untuk melihat apakah ada masalah atau penyakit sistem pencernaan.

Bagaimana nyeri panggul ditangani?

Penanganan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan nyeri panggul. Perawatan dapat meliputi:

  • Obat penawar rasa sakit untuk mengatasi rasa nyeri
  • Pil KB atau kontrasepsi oral lainnya jika disebabkan oleh endometriosis dan menstruasi
  • Perubahan pola makan
  • Obat antibiotik
  • Obat anti peradangan
  • Terapi fisik untuk mengendurkan atau merilekskan otot pada area panggul
  • Terapi bicara atau tipe konseling lain, yang dapat membantu Anda mengatasi rasa sakit
  • Terapi hormon, untuk yang menderita endometriosis atau masalah menstruasi
  • Operasi untuk menghilangkan penyebab rasa sakit, jika memungkinkan
  • Biofeedback, teknik yang membantu mengendalikan otot tertentu

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan-perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nyeri panggul?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi nyeri panggul:

  • Beri tahu dokter apabila gejala tidak membaik atau memburuk setelah beberapa waktu
  • Makan makanan yang bergizi, seperti sayur dan buah-buahan.
  • Beri tahu dokter jika Anda mengalami gejala baru atau Anda tidak merasa baik saat menggunakan obat
  • Pastikan Anda berolahraga yang cukup, minimal 30 menit sehari.
  • Gunakan obat sesuai petunjuk dokter walau Anda sudah merasa membaik.
  • Hubungi dokter sebelum menggunakan obat atau makanan fungsional lainnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Maret 12, 2016 | Terakhir Diedit: Agustus 7, 2019

Yang juga perlu Anda baca