Definisi

Apa itu neuropati?

Neuropati, atau lebih dikenal dengan nyeri saraf atau kerusakan saraf, adalah kondisi umum di mana sistem saraf mengalami kerusakan. Neuropati dapat mempengaruhi sebagian tubuh (neuropati perifer (tepi), neuropati radial, neuropati ulnar), atau seluruh tubuh. Neuropati bisa disebabkan oleh kondisi medis (misalnya diabetes) atau ketika saraf terjepit (carpal tunnel syndrome), dan mengakibatkan nyeri akut atau kronis. Ada lebih dari 100 jenis kerusakan saraf berbeda. Berbagai jenis mungkin memiliki gejala yang berbeda dan mungkin membutuhkan jenis perawatan yang berbeda.

Seberapa umumkah neuropati?

Kondisi kesehatan ini sangat umum dan umumnya lebih banyak mempengaruhi wanita daripada pria, serta pasien dalam segala golongan usia. Hal ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala neuropati?

Gejala umum neuropati banyak. Tergantung lokasi saraf yang rusak, gejala mungkin berbeda, tapi umumnya, gejalanya ketika mengalami kerusakan saraf adalah berikut.

Saraf otonomik—kehilangan kemampuan untuk mengontrol aktivitas tubuh secara tidak sadar atau setengah sadar

  • Ketidakmampuan untuk merasakan nyeri dada, seperti angina atau serangan jantung
  • Terlalu banyak berkeringat (atau hiperhidrosis) atau terlalu sedikit berkeringat (atau anhidrosis)
  • Pusing
  • Mata dan mulut kering
  • Sembelit
  • Disfungsi kantong kemih
  • Disfungsi seksual

Saraf motorik—kehilangan kemampuan untuk mengontrol pergerakan dan tindakan

  • Lemas
  • Atrofi otot
  • Kejang, atau fasciculation
  • Kelumpuhan

Saraf sensorik—kehilangan kemampuan untuk merasakan sakit dan sensasi lainnya

  • Nyeri
  • Sensitivitas
  • Mati rasa
  • Kesemutan atau merasa tertusuk
  • Merasa terbakar
  • Gangguan kesadaran akan posisi.

Beberapa gejala atau tanda lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda memiliki tanda atau gejala yang tercantum di atas atau ingin bertanya, konsultasikan ke dokter. Setiap tubuh berfungsi berbeda satu sama lain. Selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab neuropati?

Neuropati bisa memiliki banyak penyebab. Beberapa kerusakan saraf akan muncul sebagai hasil dari penuaan (peripheral neuropati). Kerusakan saraf mungkin merupakan hasil dari cedera macam trauma kepala yang mengakibatkan saraf meregang, terputus, atau terjepit.

Banyak kondisi mampu menyebabkan neuropati, termasuk tapi tidak terbatas sampai:

  • Penyakit autoimun: multiple sclerosis, sindrom Guillain-Barre (kondisi langka di mana sistem imun menyerang saraf periferal), myasthenia gravis, lupus, dan penyakit radang pencernaan.
  • Kanker. Kanker beserta perawatannya, seperti kemoterapi dan radioterapi, mungkin menyebabkan nyeri saraf.
  • Diabetes. Sekitar 50% pengidap diabetes menderita kerusakan saraf.
  • Efek samping obat dan zat beracun. Obat, termasuk kemoterapi untuk kanker dan obat-obatan tertentu yang berguna untuk mengobati HIV. Zat beracun yang mungkin secara tidak sengaja tertelan, termasuk timbal, arsenik, dan merkuri, mungkin juga menyebabkan kerusakan saraf.
  • Penyakit neuron motorik. Penyakit yang mempengaruhi saraf ini, termasuk amyotrophic lateral sclerosis atau penyakit Lou Gehrig, dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang perlahan memburuk.
  • Kekurangan gizi. Kekurangan nutrisi tertentu, termasuk vitamin B6 dan B12, mungkin menyebabkan gejala nyeri dan kerusakan saraf.
  • Penyakit menular. Kondisi ini meliputi penyakit Lyme, virus herpes, HIV, dan hepatitis C.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk neuropati?

Ada banyak faktor risiko neuropati, yaitu:

  • Usia lanjut
  • Memiliki kondisi medis tertentu
  • Memiliki anggota keluarga dengan gangguan saraf
  • Sebelumnya mengalami kerusakan saraf
  • Berolahraga berat dan berisiko tinggi
  • Memiliki pekerjaan yang berat

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk neuropati?

Tergantung keparahan kerusakan, pengobatan mungkin bervariasi. Dalam kasus ringan, beristirahat dan obat-obatan (obat penghilang rasa sakit, antidepresan tricyclic, obat antikejang tertentu) disarankan untuk membantu menyembuhkan saraf dan mengurangi gejala. Anda mungkin mencari terapi lain untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan macam akupunktur atau terapi pijat. Jika kerusakan saraf disebabkan oleh kondisi medis, dokter akan menasihati Anda untuk pertama menangani kondisi saat ini. Contohnya, jika kerusakan saraf disebabkan oleh obesitas, Anda akan harus mengontrol berat badan untuk meredakan gejala. Anda mungkin harus:

  • Menjaga kadar gula darah bagi pengidap diabetes
  • Memperbaiki kekurangan gizi
  • Mengganti obat kalau obat menyebabkan kerusakan saraf
  • Fisioterapi atau operasi untuk menangani tekanan atau trauma pada saraf
  • Obat untuk mengobati kondisi autoimun

Tergantung jenis dan keparahan cedera, dokter akan membahas metode berbeda untuk memperbaiki saraf dan membuat rencana pengobatan yang cocok bagi Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk neuropati?

Dokter akan memeriksa gejala dan melakukan tes fisik untuk melihat bagaimana Anda merespon terhadap stimulan. Anda mungkin memerlukan sejumlah tes pencitraan (CT scan, MRI, MRI neurography) untuk melihat sejauh mana kerusakan saraf, atau apakah ada tulang atau otot yang menjepit saraf.

Dokter mungkin menggunakan skala untuk menggambarkan gejala:

  • Cedera tingkat pertama: cedera ini ringan dan bisa sembuh sendiri dalam beberapa minggu.
  • Cedera tingkat kedua: cedera ini lebih serius, tapi Anda juga tidak memerlukan penanganan operasi untuk mengobatinya.
  • Cedera tingkat ketiga: dalam jenis cedera ini, Anda mungkin membutuhkan cangkok untuk memperbaiki saraf. Pemulihan dari kerusakan jenis ini dapat beragam.
  • Cedera tingkat keempat: level cedera ini telah merusak saraf dan jaringan sekitar, sehingga mencegah proses penyembuhan. Penanganan operasi dengan cangkok saraf penting untuk memperbaiki kerusakan.
  • Cedera tingkat kelima: saraf membelah menjadi dua, satu-satunya cara untuk memperbaiki cedera tingkat kelima adalah melalui operasi.

 

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi neuropati?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi neuropati:

  • Berolahraga ringan secara teratur untuk membantu proses penyembuhan dan menghindari mati otot. Hal ini akan membuat pemulihan lebih mudah.
  • Memiliki metode untuk mengontrol nyeri saraf, misalnya dengan orthotic.
  • Penderita neuropati biasanya tidak cukup tidur karena nyeri. Batasi konsumsi kafein dan alkohol agar bisa tidur lebih nyenyak.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan