home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Penyebab Gangguan Saraf Tepi yang Mungkin Tak Diduga Sebelumnya

5 Penyebab Gangguan Saraf Tepi yang Mungkin Tak Diduga Sebelumnya

Neuropati atau dikenal juga dengan gangguan saraf tepi bukan hanya mewakili satu jenis kondisi kesehatan saja. Namun, istilah ini untuk menjelaskan berbagai kondisi yang berhubungan dengan penyakit dan kerusakan pada saraf perifer serta gejala yang terjadi dari kondisi tersebut. Sistem saraf periferal mengirimkan sinyal antara sistem saraf pusat (otak dan saraf tulang belakang) dan bagian tubuh lainnya. Gangguan pada saraf tepi ini cukup sering disebabkan akibat komplikasi dari diabetes. Namun selain penyakit tersebut, penyebab neuropati dapat berupa kondisi lain dan sebagian mungkin belum Anda ketahui.

Berbagai penyebab gangguan saraf tepi yang tak banyak orang tahu

Neuropati tidak disebabkan hanya karena satu penyakit saja. Sejumlah kondisi dan kejadian yang terjadi pada tubuh dapat menyebabkan gangguan pada saraf tepi. Oleh karena itu, terdapat lebih dari 100 jenis neuropati. Sebagian penyebab seperti diabetes dan kanker sudah cukup dikenal, tapi sebagian lain mungkin masih belum Anda ketahui. Beberapa penyebab tersebut antara lain:

1. Kekurangan asupan vitamin B

manfaat vitamin b12

Hal pertama yang dapat menjadi penyebab seseorang mengalami neuropati adalah kekurangan atau defisiensi vitamin yang penting bagi metabolisme sistem saraf, yaitu vitamin B1, B6, B12. Ketika Anda kurang mendapat asupan vitamin ini, saraf dalam tubuh terkena dampaknya dan dapat menyebabkan hilangnya fungsi saraf.

Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola makan yang seimbang agar mendapat asupan vitamin B yang cukup. Tak hanya makanan, Anda tentu dapat menambah asupan vitamin B melalui suplemen untuk mencegah terjadi gangguan pada sistem saraf.

2. Kecanduan alkohol

cara mengatasi kecanduan alkohol

Bagi Anda yang mengalami kecanduan terhadap alkohol, risiko untuk mengalami gangguan saraf tepi akan meningkat. Pasalnya, alkohol dapat menyebabkan neuropati dalam dua cara.

Pertama, alkohol secara langsung meracuni saraf. Lalu yang kedua adalah kecanduan alkohol membuat orang cenderung memiliki gaya hidup yang buruk. Hal ini menyebabkan kurangnya asupan nutrisi sehingga mengakibatkan defisiensi vitamin B dan nutrisi lain yang penting bagi fungsi saraf.

3. Terpapar oleh racun

Secara logika, Anda memang sulit untuk terpapar oleh racun. Namun, secara tidak sadar, Anda mungkin mengonsumsi racun melalui makanan yang dianggap sebagai makanan sehat.

Norman Latov, MD, PhD, menyatakan bahwa sebagian orang mengonsumsi makanan laut karena mereka pikir baik untuk kesehatan. Padahal makanan laut dapat mengandung merkuri yang tinggi. Dr. Latov menambahkan, nasi merah juga dapat mengandung arsenik (racun yang tidak berasa, berbau, atau berwarna) yang tinggi dan dapat menjadi penyebab neuropati.

4. Terlalu banyak melakukan gerakan yang repetitif

Berbagai kegiatan atau aktivitas seperti pekerjaan, hobi, atau olahraga terkadang mengharuskan Anda untuk melakukan gerakan yang repetitif atau berulang. Hal ini ternyata juga dapat meningkatkan risiko dan menjadi menjadi penyebab gangguan saraf tepi.

5. Efek samping dari obatobat kemoterapi minum

Terdapat berbagai jenis dan bentuk obat untuk mengatasi penyakit. Beberapa di antaranya ternyata bisa memberikan efek samping yang mempengaruhi fungsi saraf. Salah satunya adalah efek samping dari kemoterapi.

Pengidap kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi dapat mengalami periferal neuropati dan merasakan gejala seperti:

  • Nyeri
  • Pergerakan terganggu
  • Perubahan ritme denyut jantung dan tekanan darah
  • Kesulitan menjaga keseimbangan
  • Masalah pernapasan
  • Lumpuh
  • Kegagalan pada fungsi organ

Beberapa obat-obatan untuk mengatasi tekanan darah dan antibiotik tertentu juga dapat menjadi penyebab seseorang mengalami periferal neuropati.

Dari sejumlah penyebab yang telah disebutkan, mungkin Anda tidak akan menyangka bahwa hal tersebut dapat berakibat pada gangguan saraf tepi. Beberapa penyebab di atas berasal dari gaya hidup yang buruk. Untuk itu, jaga dan perbaiki gaya hidup sehingga Anda terhindar dari penyakit yang dapat memicu neuropati.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Salomon, S. H. (2018). 11 Neuropathy Causes: Are You at Risk? | Everyday Health. Retrieved March 19, 2020, from https://www.everydayhealth.com/neuropathy/guide/causes/

Cleveland Clinic. (2019). Neuropathy (Peripheral Neuropathy). Retrieved March 19, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14737-neuropathy

Massachusetts General Hospital. (n.d.). Causes of Neuropathy | NeuropathyCommons. Retrieved March 19, 2020, from https://neuropathycommons.org/neuropathy/causes-peripheral-neuropathy

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui 25/02/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto
x