Definisi

Apa itu malnutrisi?

Malnutrisi adalah kondisi yang terjadi saat tubuh Anda tidak mendapatkan gizi yang cukup. Malnutrisi dapat menyerang orang dengan usia berapa saja.

Anak-anak yang mengalami malnutrisi serius umumnya mengalami perkembangan kepribadian yang lambat, bahkan keterbelakangan mental dapat terjadi. Walau sudah ditangani, kekurangan gizi dapat memiliki efek jangka panjang pada anak-anak, dengan gangguan fungsi mental dan gangguan pencernaan – pada beberapa kasus bahkan hingga seumur hidup.

Orang dewasa yang kekurangan gizi dimulai saat dewasa biasanya dapat pulih dengan sempurna saat diatasi. Malnutrisi pada lansia dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan, seperti:

  • Sistem imun yang lemah, yang dapat meningkatkan risiko infeksi
  • Luka yang sulit sembuh
  • Kelemahan otot, yang dapat menyebabkan kejatuhan dan patah tulang.

Selain itu, malnutrisi dapat menyebabkan kehilangan napsu makan – yang dapat memperburuk masalah.

Seberapa umumkah malnutrisi?

Kondisi ini sangat umum ditemui dan  dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Malnutrisi dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala malnutrisi?

  • Kehilangan lemak (jaringan adipose)
  • Kesulitan bernapas, risiko tinggi terhadap kegagalan pernapasan
  • Depresi
  • Risiko tinggi terhadap komplikasi setelah operasi
  • Risiko tinggi terhadap hipotermia – suhu tubuh yang sangat rendah
  • Jumlah total dari beberapa jenis sel darah putih menurun, sistem imun melemah, meningkatkan risiko infeksi
  • Rentan terhadap rasa dingin
  • Pemulihan luka yang lama
  • Pemulihan dari infeksi yang lebih lama
  • Pemulihan dari penyakit yang lebih lama
  • Gairah seks yang menurun
  • Gangguan kesuburan
  • Massa otot yang menurun
  • Massa jaringan yang menurun
  • Kelelahan atau apathy
  • Mudah marah.

Pada kasus yang lebih serius:

  • Kulit dapat menjadi lebih tipis, kering, inelastis, pucat dan dingin
  • Dengan berkurangnya lemak di wajah, pipi dan mata terlihat cekung
  • Rambut menjadi kering dan membotak, mudah rontok
  • Kadang, malnutrisi parah dapat menyebabkan tidak adanya respon
  • Jika defisiensi kalori berlanjut cukup lama, kemungkinan dapat terjadi gagal jantung, hati dan pernapasan
  • Total kelaparan termasuk fatal dalam 8 hingga 12 minggu (tanpa konsumsi kalori sama sekali)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Pingsan
  • Kurangnya menstruasi
  • Kurangnya pertumbuhan pada anak-anak
  • Kerontokan rambut parah

Penyebab

Apa penyebab malnutrisi?

Malnutrisi, sebagai akibat dari kurangnya gizi yang penting, mengakibatkan kondisi kesehatan yang lebih buruk, dapat disebabkan oleh berbagai kondisi atau situasi.

Pada negara yang lebih mahu, malnutrisi biasanya disebabkan oleh:

  • Pola makan yang buruk: Jika seseorang tidak makan dengan cukup, atau apa yang dikonsumsi tidak memberikan gizi yang diperlukan untuk kesehatan, ia dapat mengalami malnutrisi. Pola makan yang buruk dapat disebabkan oleh satu dari beberapa faktor. Jika pasien mengalami dysphagia (kesulitan menelan) akibat penyakit, atau setelah sembuh, pasien mungkin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.
  • Masalah kesehatan mental: Beberapa pasien dengan kondisi kesehatan mental, seperti depresi, dapat menyebabkan kebiasaan makan yang menyebabkan malnutrisi. Pasien dengan anorexia nervosa atau bulimia dapat mengalami malnutrisi karena mereka mengonsumsi terlalu sedikit makanan.
  • Masalah mobilitas: Orang-orang dengan masalah mobilitas dapat menderita malnutrisi karena mereka tidak dapat membeli makan atau menyiapkan makanan dengan mudah.
  • Masalah pencernaan dan kondisi lambung. Beberapa orang dapat makan dengan baik, namun tubuh tidak dapat menyerap gizi yang diperlukan. Contoh meliputi pasien dengan Chron’s disease atau ulcerative colitis. Pasien perlu diangkat usus kecilnya (ileostomi). Individu yang menderita penyakit Celiac memiliki kelainan genetik yang membuat mereka intoleran terhadap gluten. Pasien dengan penyakit Celiac memiliki risiko lebih tinggi terhadap kerusakan pada lapisan pada usus, menyebabkan penyerapan makanan yang buruk. Pasien yang mengalami diare serius atau muntah dapat kehilangan gizi yang penting dan berisiko tinggi terhadap malnutrisi.
  • Alkoholisme: Alkoholisme adalah penyakit kronis (jangka panjang). Individu yang menderita alkoholisme dapat mengalami gastritis atau kerusakan pankreas. Masalah ini juga mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna makanan, menyerap vitamin dan menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme. Alkohol mengandung kalori, mengurangi rasa lapar, hingga penderita dapat tidak cukup makan untuk memberi asupan gizi yang penting untuk tubuh.

Pada negara yang lebih miskin, malnutrisi sering disebabkan oleh:

  • Kekurangan makanan: Pada negara yang lebih miskin, kekurangan makanan seringkali disebabkan oleh kurangnya teknologi yang diperlukan untuk menghasilkan hasil pertanian, seperti pupuk nitrogen, pestisida dan irigasi. Kekurangan makanan adalah penyebab signifikan pada banyak bagian dunia.
  • Harga dan distribusi makanan: Beberapa ahli ekonomis mengatakan bahwa kelaparan terkait erat dengan tingginya harga makanan dan kesulitan distribusi makanan.
  • Kurang menyusui: Para ahli mengatakan bahwa kurangnya ASI, terutama pada negara berkembang, menyebabkan malnutrisi pada bayi dan anak-anak. Pada beberapa bagian dunia, banyak ibu yang masih mempercayai memberikan susu dalam botol lebih baik untuk anak. Alasan lain untuk kurangnya ASI, terutama pada negara berkembang, adalah ibu yang tidak tahu bagaimana menyusui anak, atau mengalami rasa sakit dan rasa tidak nyaman.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk malnutrisi?

Ada banyak faktor risiko untuk malnutrisi, yaitu:

  • Lansia, terutama yang dirawat di rumah sakit atau berada di institusi perawatan dalam jangka panjang
  • Individu yang terisolasi secara sosial
  • Orang dengan penghasilan minim
  • Orang dengan kelainan makan kronis, seperti bulimia atau anorexia nervosa
  • Orang yang dalam masa pemulihan setelah penyakit atau kondisi yang serius.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana malnutrisi didiagnosis?

Tes tergantung pada penyakit yang spesifik. Kebanyakan penyedia layanan medis akan melakukan penilaian gizi dan tes darah.

Apa saja pengobatan untuk malnutrisi?

Perawatan biasanya meliputi penggantian gizi yang hilang, mengatasi gejala dan mengatasi kondisi penyebab.

Jika diagnosis malnutrisi atau risiko malnutrisi telah dibuat, profesional medis (dokter atau ahli diet) yang bertanggung jawab terhadap pasien akan memberikan rencana perawatan.

  • Care plan: Tujuan perawatan akan ditentukan, yang meliputi perawatan untuk kondisi penyebab yang berkontribusi terhadap malnutrisi. Umumnya, perawatan akan meliputi program makan dengan diet yang diatur secara khusus, dan kemungkinan suplemen gizi tambahan. Pasien yang mengalami malnutrisi serius, atau individu yang tidak dapat mendapatkan gizi yang cukup dapat menerima dukungan gizi tambahan. Pasien akan dimonitor untuk melihat perkembangan. Perawatan akan ditinjau secara rutin untuk memastikan gizi yang didapat cukup.
  • Diet: Profesional medis yang baik akan membahas makan dan minum dengan pasien dan memberikan saran terhadap pilihan makanan yang sehat. Tujuannya adalah untuk memastikan pasien mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi. Dokter atau ahli gizi akan bekerja sama dengan pasien untuk memastikan kalori yang cukup dikonsumsi dari karbohidrat, protein, lemak dan produk susu, serta vitamin dan mineral. Apabila pasien tidak mendapatkan gizi yang cukup dari makanan, suplemen oral akan diperlukan. Tambahan 250 kcal – 600 kcal disarankan.
  • Dukungan gizi buatan. Ada 2 jenis utama dari dukungan gizi buatan, terutama untuk pasien dengan malnutrisi serius:
    • Enteral nutrition (tube feeding) – selang diletakan pada hidung, lambung atau usus kecil.
    • Parenteral feeding – cairan steril diberikan melalui aliran darah. Beberapa pasien mungkin tidak dapat mengonsumsi langsung gizi ke dalam lambung atau usus kecil.
  • Mengawasi perkembangan: Pasien akan diawasi secara rutin untuk melihat apakah ia menerima jumlah kalori dan kebutuhan gizi yang cukup, serta dapat disesuaikan dengan berubahnya kebutuhan pasien. Pasien yang menerima dukungan gizi buatan akan diganti ke makan dengan biasa secepat mungkin.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi malnutrisi?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi malnutrisi:

  • Dorong orang terdekat untuk makan makanan bergizi: Tambahkan peanut butter pada roti dan crackers, buah-buahan dan sayuran. Taburkan kacang yang dicincang halus atau gandum pada yogurt, buah dan sereal. Tambahkan putih telur pada scrambled eggs dan omelet serta gunakan whole milk. Tambahkan keju pada sandwich, sayur, sup, nasi dan mi.
  • Buatlah makanan menjadi menarik: Buatlah diet ketat Anda lebih menarik dengan menggunakan jus lemon, herbs dan rempah-remah. Jika kehilangan rasa dan penciuman menjadi masalah, bereksperimenlah dengan bumbu dan resep.
  • Buatlah cemilan di antara makan: Sepotong buah atau keju, sesendok peanut butter atau smoothie buah dapat memberikan gizi dan kalori.
  • Buatlah makanan pada event sosial: Datanglah pada saat perayaan makan atu undang orang terdekat ke rumah untuk makan. Dorong orang sekitar Anda untuk mengikuti program dimana ia dapat makan bersama.
  • Lakukan aktivitas fisik rutin: olahraga setiap hari – walaupun ringan – dapat menstimulasi napsu makan dan memperkuat tulang dan otot.
  • Berikan tips dalam menghemat: Jika orang terdekat Anda berbelanja, beri tahu ia untuk membawa daftar belanjaan, melihat brosur untuk diskon dan pilihlah merek yang lebih murah. Tawarkan untuk membagi biaya makanan yang berjumlah besar dengan teman atau tetangga, serta kunjungi restoran yang menawarkan diskon untuk lansia.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 13, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 13, 2017