Wasting pada Anak: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Selain stunting, underweight, maupun overweight, pernahkah Anda mendengar mengenai wasting? Wasting adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan permasalahan gizi serta nutrisi pada anak karena tidak terpenuhi dengan cukup. Supaya lebih paham mengenai kondisi ini, mari kupas tuntas melalui ulasan berikut.

Alat Pengingat Jadwal Imunisasi

Anda baru punya anak? Mau tahu informasi lengkap soal jenis vaksin dan jadwal pemberiannya? Atau butuh pengingat agar tidak lupa?

Cek Di Sini!
parenting

Apa itu kondisi wasting pad anak?

berat badan anak naik

Wasting adalah kondisi ketika berat badan anak menurun, sangat kurang, atau bahkan berada di bawah rentang normal.

Anak yang mengalami kondisi ini umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang ideal.

Pasalnya, kondisi ini membuat berat badan tidak sepadan (kurus) dengan tinggi badan untuk anak di usia tertentu.

WHO selaku badan kesehatan dunia, menyatakan bahwa wasting adalah salah satu masalah kesehatan utama. Sebab kondisi ini berhubungan langsung dengan angka kejadian suatu penyakit (morbiditas).

Itulah mengapa wasting pada anak adalah hal yang tidak boleh disepelekan sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan sesegera mungkin.

Perlu diingat jika kondisi ini biasanya terjadi karena penurunan berat badan drastis akibat tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian anak.

Tidak hanya itu saja, memiliki satu atau beberapa penyakit bisa berujung pada turunnya berat badan. Sebagai contoh, gangguan pencernaan seperti diare, juga bisa mengakibatkan kondisi ini.

Kejadian berat badan yang menurun pada anak juga dapat berdampak besar terhadap kondisi kesehatannya sekarang atau di kemudian hari.

Umumnya, ia jadi lebih mudah terserang penyakit, bahkan berisiko sampai berakibat fatal.

Selain dari segi kesehatan, kondisi ini juga turut memengaruhi kemampuan intelektual anak di masa pertumbuhannya.

Kapan anak dikatakan mengalami wasting?

Menurut WHO, indikator untuk menilai kemungkinan kondisi ini pada anak yakni berat badan menurun dengan cepat sedangkan tinggi badan (BB/TB) tetap bertambah.

Anak dikatakan mengalami kondisi ini ketika hasil pengukuran indikator BB/TB berada di -3 sampai dengan di bawah -2 standar deviasi (SD).

Lebih dari itu, anak juga bisa mengalami wasting akut (severe acute malnutrition) ketika indikator BB/TB menunjukkan angka di bawah -3 SD.

Bisa dikatakan, wasting akut adalah kondisi penurunan berat badan yang sudah lebih parah ketimbang kondisi yang biasa.

Wasting umumnya lebih banyak dialami oleh anak di kelompok usia balita. Setelah lewat dari usia tersebut, risiko kondisi ini pada anak berangsur-angsur akan menurun.

Apa saja gejala wasting pada anak?

Secara umum, kondisi ini ditandai dengan penurunan berat badan drastis sehingga membuat bobot tubuh anak tidak sebanding dengan tinggi badannya.

Itulah mengapa kondisi ini, biasanya membuat tubuhnya tampak sangat kurus. Bahkan tak jarang, sampai membuat tulang-tulang di tubuh menonjol seperti hanya dibalut langsung oleh kulit.

Anak yang mengalami kondisi ini juga kerap merasa sangat lemas, yang membuatnya sulit untuk beraktivitas normal seperti anak seusianya.

Namun, ketika kondisi berat badan kurang pada anak ini tidak segera diobati, otomatis bisa berkembang lebih parah hingga mengakibatkan wasting akut.

Jika tingkat keparahan wasting anak sudah mencapai akut, akan timbul beberapa gejala seperti berikut:

  • Indikator BB/TB menunjukkan angka kurang dari -3 SD
  • Memiliki pembengkakan karena cairan (edema) di beberapa bagian tubuh
  • Lingkar lengan atas (LILA) cenderung kecil, biasanya kurang dari 12,5 cm

Apabila tidak mendapatkan perawatan secepatnya, kondisi berat badan menurun pada tingkat yang parah ini bisa berkembang semakin buruk.

Tidak menutup kemungkinan, nantinya akan mengakibatkan terjadi gizi buruk pada anak.

Apa penyebab wasting pada anak?

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, wasting adalah kondisi yang terjadi ketika berat badan anak menurun dengan cepat.

Hal ini umumnya disebabkan oleh kombinasi dari dua faktor, yakni asupan gizi dan nutrisi yang kurang atau terjadinya penyakit infeksi.

Berikut berbagai penyebab wasting pada anak:

  • Kurang terjangkau atau sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, sehingga orangtua enggan memeriksakan kondisi kesehatan anaknya.
  • Pemberian asupan makanan harian yang tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

Sebagai contoh, ASI eksklusif, MP-ASI, maupun makanan padat tapi dengan jumlah dan kualitas yang kurang memadai.

  • Kebersihan lingkungan sekitar yang buruk, termasuk sulitnya mendapatkan akses air bersih dan pelayanan kebersihan.
  • Pengetahuan kurang mengenai nutrisi dan kesehatan anak.
  • Pilihan sumber makanan yang sangat terbatas dan kurang beragam.

Bagaimana cara mengatasi wasting pada anak?

mengatasi wasting pada anak

Setelah dinyatakan mengalami berat badan menurun drastis sehingga anak semakin kurus, penanganan adalah hal penting yang harus segera dilakukan.

Apalagi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, sehingga bisa berakibat fatal pada anak yang mengalami penurunan berat badan sangat parah.

Perlu diketahui bahwa tingkat keparahan wasting terbagi menjadi dua. Maka dari itu, cara mengatasi kedua kondisi tersebut pun berbeda.

Cara mengatasi wasting tingkat biasa (moderate malnutrition)

Aturan makan untuk anak yang mengalami wasting biasa sebagai berikut:

  • Berikan berbagai makanan dengan kandungan energi yang tinggi guna mendukung kenaikan berat badan.
  • Berikan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, serta mineral, guna mempercepat pembentukan jaringan baru.
  • Energi dari protein sekitar 12 hingga 15%
  • Energi dari lemak sekitar 30%

Sedangkan berbagai pilihan sumber makanan untuk anak dengan wasting, bisa diperoleh dari:

  • Sumber makanan hewani seperti daging merah, daging ayam, ikan, susu, telur, dan lainnya.
  • Serat dalam taraf sedang.
  • Rendah garam

Dapat dikatakan, anak dengan kondisi ini membutuhkan nutrisi serta gizi yang seimbang untuk menghindari terjadinya obesitas.

Cara mengatasi wasting tingkat akut (severe acute malnutrition)

Melansir dari panduan penanganan untuk kondisi kurang gizi akut dari WHO, beberapa hal bisa dilakukan untuk mengatasi wasting akut pada anak.

Hal ini meliputi pemberian makanan terapeutik dan susu formula khusus F-75.

Terutama untuk susu formula F-75, baru bisa diberikan pada anak setelah kondisinya mulai stabil, nafsu makan meningkat, dan edema membaik.

Penanganan untuk anak dengan wasting akut harus diberikan sesegera mungkin. Jika tidak cepat diatasi, kondisi akut bisa berkembang semakin parah hingga nantinya berujung pada gizi buruk.

Secara garis besarnya, asupan nutrisi harian untuk anak yang mengalami kondisi ini harus mampu memenuhi kebutuhan zat gizi guna membentuk otot dan jaringan tubuh lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Agar Tidak Keliru, Ketahui Aturan Pemberian Vitamin untuk Anak

Ada banyak vitamin anak yang dijual di pasaran. Namun, perlukah pemberian vitamin untuk anak? Seberapa penting vitamin untuk kesehatan si kecil?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 15 November 2020 . Waktu baca 10 menit

9 Jenis Susu Anak dan Tips Memilihnya Sesuai Kebutuhan

Ada banyak jenis susu yang dijual di pasaran, mulai dari susu bubuk sampai susu UHT yang bisa langsung minum. Namun, apa susu yang tepat untuk anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 12 menit

Penilaian Status Gizi Anak, Cara Mengukur Hingga Membaca Hasilnya

Metode penilaian status gizi anak dan dewasa tidaklah sama, karena adanya perbedaan usia dan ukuran tubuh. Lantas, bagaimana cara menilai status gizi anak?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Anak 6-9 tahun, Gizi Anak, Parenting 13 November 2020 . Waktu baca 15 menit

8 Mitos Seputar Makanan Bayi yang Harus Ditinggalkan

Ada beragam mitos makanan bayi yang banyak beredar. Sudahkah Anda tahu apa saja mitos mengenai makanan bayi beserta kebenarannya?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Bayi, Gizi Bayi, Parenting 7 Oktober 2020 . Waktu baca 10 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kms

Kartu Menuju Sehat (KMS), Manfaat dan Cara Membacanya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
resep menu mpasi bayi 6 bulan

Panduan Merancang Menu MPASI Bayi 6 Sampai 11 Bulan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit
kwashiorkor adalah

Kwashiorkor, Masalah Gizi Anak karena Kurangnya Asupan Protein

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 29 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit
berat dan tinggi badan ideal anak 6-9 tahun

Berat dan Tinggi Badan Ideal Anak Usia 6-9 Tahun

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit