home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Wasting pada Anak: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasi

Apa itu kondisi wasting pad anak?|Kapan anak dikatakan mengalami wasting?|Apa saja gejala wasting pada anak?|Apa penyebab wasting pada anak?|Bagaimana cara mengatasi wasting pada anak?
Wasting pada Anak: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasi

Selain stunting, underweight, maupun overweight, pernahkah Anda mendengar mengenai wasting? Wasting adalah istilah yang dipakai untuk menggambarkan permasalahan gizi serta nutrisi pada anak karena tidak terpenuhi dengan cukup. Supaya lebih paham mengenai kondisi ini, mari kupas tuntas melalui ulasan berikut.

Apa itu kondisi wasting pad anak?

berat badan anak naik

Wasting adalah kondisi ketika berat badan anak menurun, sangat kurang, atau bahkan berada di bawah rentang normal.

Anak yang mengalami kondisi ini umumnya memiliki proporsi tubuh yang kurang ideal.

Pasalnya, kondisi ini membuat berat badan tidak sepadan (kurus) dengan tinggi badan untuk anak di usia tertentu.

WHO selaku badan kesehatan dunia, menyatakan bahwa wasting adalah salah satu masalah kesehatan utama. Sebab kondisi ini berhubungan langsung dengan angka kejadian suatu penyakit (morbiditas).

Itulah mengapa wasting pada anak adalah hal yang tidak boleh disepelekan sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan sesegera mungkin.

Perlu diingat jika kondisi ini biasanya terjadi karena penurunan berat badan drastis akibat tidak tercukupinya kebutuhan zat gizi harian anak.

Tidak hanya itu saja, memiliki satu atau beberapa penyakit bisa berujung pada turunnya berat badan. Sebagai contoh, gangguan pencernaan seperti diare, juga bisa mengakibatkan kondisi ini.

Kejadian berat badan yang menurun pada anak juga dapat berdampak besar terhadap kondisi kesehatannya sekarang atau di kemudian hari.

Umumnya, ia jadi lebih mudah terserang penyakit, bahkan berisiko sampai berakibat fatal.

Selain dari segi kesehatan, kondisi ini juga turut memengaruhi kemampuan intelektual anak di masa pertumbuhannya.

Kapan anak dikatakan mengalami wasting?

Menurut WHO, indikator untuk menilai kemungkinan kondisi ini pada anak yakni berat badan menurun dengan cepat sedangkan tinggi badan (BB/TB) tetap bertambah.

Anak dikatakan mengalami kondisi ini ketika hasil pengukuran indikator BB/TB berada di -3 sampai dengan di bawah -2 standar deviasi (SD).

Lebih dari itu, anak juga bisa mengalami wasting akut (severe acute malnutrition) ketika indikator BB/TB menunjukkan angka di bawah -3 SD.

Bisa dikatakan, wasting akut adalah kondisi penurunan berat badan yang sudah lebih parah ketimbang kondisi yang biasa.

Wasting umumnya lebih banyak dialami oleh anak di kelompok usia balita. Setelah lewat dari usia tersebut, risiko kondisi ini pada anak berangsur-angsur akan menurun.

Apa saja gejala wasting pada anak?

Secara umum, kondisi ini ditandai dengan penurunan berat badan drastis sehingga membuat bobot tubuh anak tidak sebanding dengan tinggi badannya.

Itulah mengapa kondisi ini, biasanya membuat tubuhnya tampak sangat kurus. Bahkan tak jarang, sampai membuat tulang-tulang di tubuh menonjol seperti hanya dibalut langsung oleh kulit.

Anak yang mengalami kondisi ini juga kerap merasa sangat lemas, yang membuatnya sulit untuk beraktivitas normal seperti anak seusianya.

Namun, ketika kondisi berat badan kurang pada anak ini tidak segera diobati, otomatis bisa berkembang lebih parah hingga mengakibatkan wasting akut.

Jika tingkat keparahan wasting anak sudah mencapai akut, akan timbul beberapa gejala seperti berikut:

  • Indikator BB/TB menunjukkan angka kurang dari -3 SD
  • Memiliki pembengkakan karena cairan (edema) di beberapa bagian tubuh
  • Lingkar lengan atas (LILA) cenderung kecil, biasanya kurang dari 12,5 cm

Apabila tidak mendapatkan perawatan secepatnya, kondisi berat badan menurun pada tingkat yang parah ini bisa berkembang semakin buruk.

Tidak menutup kemungkinan, nantinya akan mengakibatkan terjadi gizi buruk pada anak.

Apa penyebab wasting pada anak?

Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, wasting adalah kondisi yang terjadi ketika berat badan anak menurun dengan cepat.

Hal ini umumnya disebabkan oleh kombinasi dari dua faktor, yakni asupan gizi dan nutrisi yang kurang atau terjadinya penyakit infeksi.

Berikut berbagai penyebab wasting pada anak:

  • Kurang terjangkau atau sulitnya akses ke pelayanan kesehatan, sehingga orangtua enggan memeriksakan kondisi kesehatan anaknya.
  • Pemberian asupan makanan harian yang tidak memenuhi kebutuhan gizi anak.

Sebagai contoh, ASI eksklusif, MP-ASI, maupun makanan padat tapi dengan jumlah dan kualitas yang kurang memadai.

  • Kebersihan lingkungan sekitar yang buruk, termasuk sulitnya mendapatkan akses air bersih dan pelayanan kebersihan.
  • Pengetahuan kurang mengenai nutrisi dan kesehatan anak.
  • Pilihan sumber makanan yang sangat terbatas dan kurang beragam.

Bagaimana cara mengatasi wasting pada anak?

mengatasi wasting pada anak

Setelah dinyatakan mengalami berat badan menurun drastis sehingga anak semakin kurus, penanganan adalah hal penting yang harus segera dilakukan.

Apalagi, kondisi ini dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, sehingga bisa berakibat fatal pada anak yang mengalami penurunan berat badan sangat parah.

Perlu diketahui bahwa tingkat keparahan wasting terbagi menjadi dua. Maka dari itu, cara mengatasi kedua kondisi tersebut pun berbeda.

Cara mengatasi wasting tingkat biasa (moderate malnutrition)

Aturan makan untuk anak yang mengalami wasting biasa sebagai berikut:

  • Berikan berbagai makanan dengan kandungan energi yang tinggi guna mendukung kenaikan berat badan.
  • Berikan nutrisi lainnya seperti protein, vitamin, serta mineral, guna mempercepat pembentukan jaringan baru.
  • Energi dari protein sekitar 12 hingga 15%
  • Energi dari lemak sekitar 30%

Sedangkan berbagai pilihan sumber makanan untuk anak dengan wasting, bisa diperoleh dari:

  • Sumber makanan hewani seperti daging merah, daging ayam, ikan, susu, telur, dan lainnya.
  • Serat dalam taraf sedang.
  • Rendah garam

Dapat dikatakan, anak dengan kondisi ini membutuhkan nutrisi serta gizi yang seimbang untuk menghindari terjadinya obesitas.

Cara mengatasi wasting tingkat akut (severe acute malnutrition)

Melansir dari panduan penanganan untuk kondisi kurang gizi akut dari WHO, beberapa hal bisa dilakukan untuk mengatasi wasting akut pada anak.

Hal ini meliputi pemberian makanan terapeutik dan susu formula khusus F-75.

Terutama untuk susu formula F-75, baru bisa diberikan pada anak setelah kondisinya mulai stabil, nafsu makan meningkat, dan edema membaik.

Penanganan untuk anak dengan wasting akut harus diberikan sesegera mungkin. Jika tidak cepat diatasi, kondisi akut bisa berkembang semakin parah hingga nantinya berujung pada gizi buruk.

Secara garis besarnya, asupan nutrisi harian untuk anak yang mengalami kondisi ini harus mampu memenuhi kebutuhan zat gizi guna membentuk otot dan jaringan tubuh lainnya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Interpretation Guide. WHO. https://www.who.int/nutrition/nlis_interpretation_guide.pdf Diunduh pada 7 Mei 2019.

Global Nutrition Target 2025. Wasting Policy Brief. https://www.who.int/nutrition/publications/globaltargets2025_policybrief_wasting/en/ Diunduh pada 7 Mei 2019.

The Aetiology of Wasting. https://www.ennonline.net/attachments/2844/Aetiology-of-wasting_ENN_MAY18.pdf Diakses pada 7 Mei 2019.

Faktor Langsung dan Tidak Langsung yang Berhubungan Dengan Kejadian Wasting Pada Anak Umur 6-59 Bulan di Indonesia Tahun 2010. http://ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/viewFile/3280/3274 Diunduh pada 7 Mei 2019.

Stunting, Wasting, and Micronutrient Deficiency Disorders. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK11761/ Diakses pada 7 Mei 2019.

Malnutrition. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/malnutrition Diakses pada 7 Mei 2019.

Eradicate Extreme Poverty and Hunger. https://www.unicef.org/progressforchildren/2007n6/index_41505.htm Diakses pada 7 Mei 2019.

Nutrition. https://www.unicef.org/infobycountry/stats_popup2.html Diakses pada 7 Mei 2019.

Updates on the Management of Severe Acute Malnutrition. https://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/95584/9789241506328_eng.pdf?ua=1 Diakses pada 7 Mei 2019.

Moderate Malnutrition. https://www.who.int/nutrition/topics/moderate_malnutrition/en/ Diakses pada 7 Mei 2019.

Consultation on the Dietary Management of Moderate Malnutrition in Under-5 Children. Food Nutrition Bulletin, Vol 30, No. 3, September 2009. https://www.who.int/nutrition/publications/moderate_malnutrition/mm_report/en/ Diunduh pada 7 Mei 2019.

Moderate Malnutrition: Do Wo Know How to Manage It? https://www.ajol.info/index.php/ssmj/article/viewFile/132394/121994 Diunduh pada 7 Mei 2019.

Foto Penulis
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri pada 09/06/2019
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
x