Apa Itu Limfadenitis?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum

Definisi

Apa itu limfadenitis?

Limfadenitis atau lymphadenitis adalah peradangan dan pembengkakan pada limfa atau kelenjar getah bening akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur.

Terdapat sekitar 600 kelenjar getah bening yang menyebar di seluruh tubuh. Kelenjar getah bening yang paling mudah ditemukan dan dirasakan adalah di bawah rahang, ketiak, dan pangkal paha.

Kelenjar getah bening berbentuk bulat menyerupai kacang yang diselimuti berbagai jaringan ikat. Ukuran kelenjar limfa juga bermacam-macam, dari yang hanya beberapa milimeter saja sampai yang paling besar sekitar 2 sentimeter.

Kelenjar limfa ini mengandung sel-sel darah putih, sehingga limfa ini termasuk bagian terpenting dalam sistem kekebalan tubuh.

Kelenjar getah bening tersebar di beberapa titik pada tubuh Anda dan berkelompok. Apabila terjadi pembengkakan, biasanya Anda akan merasakan bengkak di area-area tertentu, seperti, bagian bawah dagu, lipatan ketiak, dan pangkal paha Anda. Lokasi munculnya pembengkakan biasanya menandakan kondisi kesehatan tertentu.

Secara garis besar, limfadenitis terbagi menjadi dua jenis:

Limfadenitis lokal

Kondisi ini termasuk yang paling umum terjadi. Limfadenitis lokal biasanya terjadi pada satu atau beberapa kelenjar getah bening yang berdekatan. Contohnya, kelenjar membesar akibat infeksi tonsil, sehingga pembengkakan akan terasa di leher.

Limfadenitis umum

Jenis yang satu ini muncul di dua atau sekelompok limfa. Biasanya disebabkan oleh infeksi yang menyebar lewat aliran darah. Adanya penyakit lain di dalam tubuh juga dapat memicu terjadinya kondisi ini.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala limfadenitis?

Gejala limfadenitis biasanya bervariasi, tergantung dari tingkat keparahan dan jenisnya. Bahkan, terkadang kondisi ini tidak akan menunjukkan gejala apapun.

Tanda-tanda yang paling mudah terdeteksi adalah pembengkakan pada area kelenjar getah bening. Pembengkakan ini umumnya terasa lunak atau keras saat disentuh dan disertai rasa nyeri.

Kelenjar getah bening dianggap membesar jika lebarnya mencapai sekitar 3,8 sentimeter (cm). Berikut adalah gejala-gejala pembengkakan kelenjar getah bening apabila dilihat dari penyebabnya:

1. Limfadenitis akibat infeksi

Benjolan di kelenjar getah bening akibat infeksi virus atau bakteri biasanya memiliki ciri khas sebagai berikut:

  • Terasa lunak dan lembut jika disentuh
  • Memiliki bentuk yang berubah-ubah, kadang dapat bergeser
  • Muncul kemerahan pada kulit

2. Limfadenitis akibat tumor

Lain dengan kelenjar yang bengkak akibat infeksi, Anda juga harus waspada terhadap tumor yang mungkin tumbuh pada limfa. Jika disebabkan oleh tumor, limfa yang bengkak akan memiliki ciri khas seperti berikut:

  • Terasa keras saat disentuh
  • Tidak mudah berubah atau bergeser
  • Lebih padat

Gejala lainnya yang mungkin dapat menyertai kemunculan limfadenitis adalah:

  • Sistem pernapasan bermasalah, seperti hidung tersumbat, pilek, atau radang tenggorokan
  • Muncul demam
  • Berkeringat di malam hari
  • Pembengkakan pada lengan, kaki, atau seluruh bagian tubuh
  • Berat badan menurun
  • Muncul nanah di area yang membengkak

Pada beberapa kasus yang jarang, kemungkinan ada gejala-gejala yang tidak tercantum di atas. Apabila Anda mengalami gejala di atas atau muncul tanda-tanda lain yang tidak wajar, segera konsultasikan ke dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Kebanyakan kasus pembengkakan kelenjar getah bening yang masih dalam kategori ringan akan mereda dengan sendirinya. Misalnya, kelenjar getah bening membengkak akibat infeksi minor.

Namun, jika Anda mulai merasakan tanda-tanda dan gejala seperti di bawah ini, maka sebaiknya Anda segera pergi ke dokter:

  • Benjolan mendadak muncul tanpa sebab
  • Pembengkakan semakin membesar
  • Tidak kunjung menghilang selama dua hingga empat minggu
  • Benjolan terasa keras dan tidak mudah bergeser ketika ditekan
  • Demam tinggi, berkeringat di malam hari, dan berat badan menurun tanpa sebab

Setiap tubuh manusia menunjukkan tanda-tanda dan gejala yang berbeda satu sama lain. Selalu diskusi dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab limfadenitis?

Penyebab limfadenitis yang paling umum ditemukan adalah sebagai berikut:

1. Radang tenggorokan

Infeksi yang menyebabkan radang tenggorokan terjadi akibat bakteri Streptococcus pyogenes. Bakteri inilah yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

2. Infeksi telinga

Bakteri yang menyerang telinga dan mengakibatkan infeksi dapat menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening, terutama di bagian belakang telinga.

3. Penyakit campak

Campak diakibatkan oleh rubeola, virus yang merupakan bagian dari paramyxovirus. Serangan virus ini dapat mengakibatkan pembesaran kelenjar getah bening di leher.

4. Infeksi pada gigi dan gusi

Gigi dan gusi yang mengalami kerusakan dan infeksi biasanya telah terserang bakteri anaerobik, seperti yang sering ditemukan di penyakit periodontitis.

5. Mononukleosis

Penyakit ini ditularkan melalui air liur, dan yang menyebabkan kemunculan mononukleosis adalah virus Epstein-Barr. Virus ini dapat mengakibatkan limfadenitis di bagian leher.

6. Infeksi pada kulit atau luka

Apabila jaringan kulit mengalami luka, hal ini dapat meningkatkan risiko terkena infeksi bakteri. Bakteri yang menyerang bagian kulit yang terluka dapat menyebar ke seluruh tubuh, termasuk kelenjar getah bening.

7. AIDS

Virus HIV yang menyebabkan AIDS dapat ditularkan melalui kontak seksual, transfusi darah, atau diturunkan dari orang tua. Virus ini akan mengalir hingga mencapai kelenjar getah bening, dan pembengkakan pun akan muncul.

8. Tuberkulosis (TBC)

Penyakit TBC dapat menjadi penyebab limfadenitis. Hal ini diakibatkan oleh penularan bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru. Bakteri yang berhasil menjangkau kelenjar getah bening akan mengakibatkan terjadinya infeksi dan pembengkakan.

9. Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri spirochete bernama Treponema pallidium. Pembengkakan yang diakibatkan oleh bakteri tersebut terasa keras dan padat.

10. Toksoplasma

Penyakit ini muncul akibat infeksi parasit toksoplasma gondii. Biasanya ditularkan melalui kotoran kucing atau daging yang kurang matang saat dimasak.

Faktor risiko

Apa saja faktor-faktor yang meningkatkan risiko saya terkena limfadenitis?

Limfadenitis adalah kondisi yang dapat menyerang setiap orang dari berbagai kelompok usia dan ras. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kondisi ini.

Berikut adalah beberapa faktor risiko yang dapat memicu terjadinya pembengkakan pada kelenjar getah bening:

1. Usia

Limfadenitis jenis tertentu, seperti tipe kronis, lebih banyak ditemukan pada anak-anak berusia di bawah 12 tahun.

2. Memiliki masalah kesehatan tertentu

Apabila Anda mengidap penyakit atau kondisi kesehatan tertentu yang diakibatkan oleh infeksi bakteri atau virus, kemungkinan Anda mengalami pembengkakan limfa lebih tinggi.

3. Melakukan kontak fisik dengan binatang tertentu

Beberapa jenis hewan seperti kucing, tikut, dan sapi dapat menghantarkan parasit toxoplasma gondii. Oleh karena itu, jika Anda sering terlibat kontak fisik dengan binatang-binatang tersebut, risiko Anda terkena limfadenitis akan lebih besar.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang diakibatkan oleh limfadenitis?

Pembengkakan pada limfa atau kelenjar getah bening yang tidak segera mendapatkan penanganan medis mungkin dapat menyebabkan beberapa komplikasi dan masalah kesehatan, seperti:

  • Penumpukan abses atau luka dengan nanah
  • Selulitis (infeksi pada kulit)
  • Fistula
  • Sepsis (infeksi aliran darah)
  • Pecahnya arteri kaortis
  • Iritasi selaput jantung atau perikarditis

Diagnosis

Bagaimana cara dokter mendiagnosis limfadenitis?

Untuk mengetahui apakah Anda mengalami limfadenitis, dokter akan menanyakan tentang apa saja gejala yang dirasakan, kegiatan dilakukan baru-baru ini, serta riwayat penyakit Anda.

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan cara melihat ciri-ciri dari pembengkakan kelenjar getah bening yang Anda alami.

Dokter biasanya akan menilai bagaimana ukuran, kelembutan, tekstur, dan suhu benjolannya. Hal ini penting, karena letak pembengkakan dan ciri khas yang ada pada benjolan dapat membantu dokter menentukan apa penyebab utamanya.

Secara garis besar, diagnosis limfadenitis dapat dibagi menjadi 3 cara berikut:

1. Tes laboratorium

Beberapa jenis tes laboratorium yang akan dilakukan oleh dokter adalah:

Pewarnaan gram atau metode gram

Cara ini dilakukan untuk mengetahui jenis bakteri yang menyebabkan infeksi.

Pengkulturan jaringan

Tujuannya mirip dengan metode gram, yaitu untuk mengenali jenis bakteri dan bagaimana reaksinya terhadap antibiotik.

Pemeriksaan serologis (tes darah)

Tes ini dilakukan untuk mengetahui adanya infeksi akibat virus Epstein-Barr atau toksoplasma.

Tes kulit atau purified protein derivative (PPD)

Biasanya, dokter akan melakukan tes ini untuk mengetahui adanya infeksi akibat TBC.

Pemeriksaan darah lengkap (tes CBC)

Pemeriksaan dilakukan dengan cara mengecek kadar seluruh sel darah, terutama jika ada peningkatan kadar sel darah putih.

2. Tes pencitraan

Untuk mendiagnosis limfadenitis, dokter juga mungkin akan melakukan tes pencitraan agar dapat memperkirakan ukuran pembengkakan dengan akurat.

Tes ultrasonografi (USG) jenis endobronkial dapat membantu membedakan antara pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak ganas, termasuk TBC, sarkoidosis, dan limfadenitis reaktif.

Selain tes USG, dokter akan menjalankan tes radiografi dada untuk menentukan adanya masalah pada paru-paru yang bisa menjadi pemicu pembengkakan.

3. Prosedur bedah

Dengan melakukan prosedur pengangkatan sebagian kelenjar getah bening yang terinfeksi (biopsi), dokter dapat melakukan pemeriksaan dengan hasil yang lebih akurat.

Prosedur ini dilakukan dengan cara mengambil sampel dari kelenjar getah bening Anda dan memeriksanya dengan mikroskop.

Obat & Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mengobati limfadenitis?

Setiap pasien dengan limfadenitis akan diobati dengan metode yang berbeda-beda, tergantung yang menjadi penyebab utamanya.

Selain itu, pengobatan juga akan disesuaikan dengan beberapa hal yaitu usia, riwayat kesehatan, tingkat keparahan penyakit, dan hasil pengobatan sebelumnya jika sudah pernah dilakukan penanganan. 

Beberapa jenis pengobatan dan penanganan yang biasanya dilakukan adalah konsumsi obat-obatan, terapi antimikrobial, pemotongan jaringan, atau kemoterapi dan radiasi untuk pembengkakan yang berpotensi menjadi tumor.

Dalam beberapa kasus, mungkin Anda tidak membutuhkan pengobatan khusus. Bila sistem imun pasien dianggap mampu melawan infeksi penyebab limfadenitis, dokter biasanya tidak akan melakukan pengobatan apapun. 

Justru, bila tetap dilakukan pengobatan pada kasus tersebut, kelenjar getah bening akan terus-terusan membengkak.

Sementara, bagi Anda yang perlu menjalani pengobatan, berikut adalah beberapa macam pengobatan dan penanganan yang biasa dilakukan oleh tenaga medis untuk mengatasi limfadenitis:

1. Obat-obatan

Untuk membantu meredakan gejala-gejala limfadenitis seperti pembengkakan, rasa nyeri, atau demam, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan seperti ibuprofen.

Apabila diperlukan, dokter juga akan memberikan beberapa jenis antibiotik yang dapat membantu tubuh melawan infeksi.

Jenis antibiotik yang direkomendasikan adalah clindamycin dan trimethoprim sulfamethoxazole. 

2. Drainase nanah

Apabila kelenjar getah bening telah terinfeksi, abses atau nanah dapat terbentuk. Oleh karena itu, salah satu solusi untuk meredakan pembengkakan dan infeksi adalah dengan cara menyedot keluar (drainase) nanah di dalamnya.

Untuk melakukan prosedur ini, dokter akan terlebih dahulu memberikan bius lokal di area kelenjar getah bening yang terinfeksi. Kemudian, dokter akan membuat potongan atau sayatan kecil. Dari sayatan ini, nanah akan keluar dari kelenjar getah bening yang bengkak. 

3. Pengangkatan, kemoterapi, atau radiasi

Jika pembengkakan atau pembesaran kelenjar getah bening yang Anda alami ternyata berkaitan dengan tumor, terutama tumor yang berpotensi menjadi kanker, Anda akan mendapatkan perawatan yang berfokus pada tumor tersebut.

Beberapa jenis penanganan yang akan dokter rekomendasikan adalah operasi untuk mengangkat tumor secara menyeluruh, kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker, dan juga terapi radiasi.

Sebelum mengambil tindakan apapun, dokter akan selalu mendiskusikan setiap pilihan yang ada dengan Anda, termasuk apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Pengobatan di rumah

Apakah ada perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah limfadenitis?

Cara terbaik untuk mencegah limfadenitis adalah dengan menemui dokter saat Anda menemukan tanda pertama infeksi apapun atau apabila Anda menyadari adanya pembengkakan lunak yang terasa seperti benjolan kecil di bawah kulit.

Pastikan Anda membersihkan dan menggunakan antiseptik pada bekas garukan atau luka pada kulit dan selalu menjaga kebersihan dengan baik.

Selain menjalankan pengobatan medis, Anda juga dapat mencoba beberapa hal di bawah ini yang dapat Anda lakukan di rumah:

1. Kompres dengan air hangat

Tempelkan kain yang dibasahi dengan air hangat untuk mengompres area yang bengkak. Pengompresan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, meredakan rasa sakit, dan mengurangi pembengkakan.

2. Istirahat yang cukup

Apabila Anda memiliki aktivitas yang terlalu padat, kemungkinan pembengkakan pada kelenjar getah bening Anda butuh waktu yang lama untuk mereda. Oleh karena itu, pastikan Anda mendapat istirahat dan waktu tidur yang cukup setiap hari.

3. Menggunakan kunyit

Sebuah studi dari Journal of Food Science and Technology menunjukkan bahwa konsumsi kunyit yang cukup berpotensi membantu melawan bakteri jahat yang menyebabkan infeksi. Beberapa bakteri yang dapat dibasmi oleh kunyit adalah E. coli, S. aureus, dan salmonella.

4. Konsumsi bawang putih

Bawang putih memiliki zat-zat antiinflamasi yang dapat meredakan peradangan dan mengurangi pembengkakan pada kelenjar getah bening.

5. Oleskan castor oil atau peppermint oil

Beberapa jenis minyak seperti castor oil dan peppermint oil dapat membantu meredakan rasa nyeri pada area pembengkakan. Selain itu, minyak-minyak tersebut dapat membantu mengurangi bengkak dan peradangan.

6. Minum madu

Seperti bahan-bahan yang disebutkan di atas, madu juga mengandung zat antiinflamasi yang diyakini dapat meredakan bengkak dan pembesaran kelenjar getah bening. Di dalam madu, terdapat pula zat antimikrobial yang dapat melawan infeksi akibat bakteri.

7. Minum beberapa jenis teh

Beberapa jenis teh seperti teh daun mullein dan teh spirulina mengandung antioksidan yang baik bagi kesehatan tubuh. Selain itu, terkandung juga zat-zat antiinflamasi dan antimikrobial yang bermanfaat dalam mengurangi peradangan dan pembesaran kelenjar getah bening.

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikan ke dokter Anda untuk dapat lebih mengerti solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat kesehatan, diagnosis atau pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Januari 8, 2016 | Terakhir Diedit: Juli 23, 2019

Yang juga perlu Anda baca