home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Selain di Kaki, Edema (Pembengkakan) Bisa Terjadi di Bagian Tubuh Apa Saja?

Selain di Kaki, Edema (Pembengkakan) Bisa Terjadi di Bagian Tubuh Apa Saja?

Edema atau pembengkakan disebabkan oleh kelebihan cairan yang terperangkap di jaringan tubuh tertentu. Biasanya, kondisi ini paling sering terjadi pada ibu hamil yang menyebabkan kaki menjadi bengkak. Namun, ternyata jenis-jenis edema cukup beragam dan biasanya dikelompokkan berdasarkan lokasi terjadinya. Berikut ulasannya.

Jenis-jenis edema di dalam tubuh

1. Edema perifer

Pembengkakan yang satu ini biasanya terjadi di pergelangan kaki, kaki, tangan, dan lengan. Selain bengkak, edema perifer biasanya membuat seseorang kesulitan untuk menggerakkan bagian tubuh tersebut. Edema perifer biasanya menandai adanya masalah pada sistem peredarah darah, kelenjar getah bening, dan ginjal.

2. Edema paru

Edema paru adalah kondisi saat paru-paru mengalami kelebihan cairan, sehingga Anda menjadi sulit bernapas. Kondisi ini biasanya terjadi akibat penyakit gagal jantung kongestif atau cedera paru akut. Orang yang mengalami edema paru biasanya memiliki detak jantung yang lebih cepat dari biasanya, lemas, dan batuk yang kadang disertai dengan darah.

Gejala ini biasanya akan semakin parah saat Anda berbaring. Edema paru adalah kondisi serius, bahkan termasuk gawat medis. Pasalnya, edema di paru ini bisa menyebabkan gagal napas hingga kematian.

3. Edema serebral

Sesuai dengan namanya, edema serebral terjadi di otak. Kondisi ini muncul karena berbagai pemicu seperti saat kepala terhantam benda keras, pembuluh darah yang tersumbat atau pecah, memiliki tumor, hingga reaksi alergi.

Edema serebral termasuk kondisi yang mengancam nyawa. Gejalanya biasanya meliputi sakit kepala, leher kaku atau sakit, hilang ingatan sebagian atau seluruhnya, linglung, mual, muntah, dan pusing.

4. Edema makula

Edema makula adalah komplikasi serius retinopati diabetik. Kondisi ini terjadi ketika cairan menumpuk di bagian mata yang disebut makula, tepatnya di tengah retina. Hal ini terjadi saat pembuluh darah yang rusak di retina mengeluarkan cairan ke makula. Akibatnya, pembengkakan pun tidak bisa dihindari. Edema makula biasanya membuat seseorang mengalami gangguan penglihatan, termasuk dalam melihat warna.

5. Edema pedal

Edema pedal terjadi saat cairan berkumpul di kaki bagian atas dan bawah. Kondisi ini paling sering menyerang orang yang lebih tua atau hamil. Oleh karena itu, orang yang mengalami edema pedal biasanya sulit bergerak karena kaki sering kali mati rasa.

6. Limfedema

Limfedema adalah pembengkakan di lengan dan kaki yang disebabkan oleh kerusakan pada kelenjar getah bening. Kerusakan ini paling sering terjadi akibat perawatan kanker seperti operasi dan radiasi. Bahkan, kanker itu sendiri juga bisa menghambat kelenjar getah bening dan menyebabkan penumpukan cairan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Everything You Need to Know About Edema

https://www.medicalnewstoday.com/articles/159111.php accessed on January 15th 2019

Edema

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/edema/diagnosis-treatment/drc-20366532  accessed on January 15th 2019

What is Edema?

https://www.webmd.com/heart-disease/heart-failure/edema-overview#1 accessed on January 15th 2019

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Widya Citra Andini Diperbarui 24/09/2020
Ditinjau secara medis oleh dr Damar Upahita
x