Membedakan Kelenjar Getah Bening dan Tiroid Bengkak

    Membedakan Kelenjar Getah Bening dan Tiroid Bengkak

    Kemunculan bengkak atau benjolan di leher bisa bikin Anda khawatir. Kemungkinan besar kondisi ini disebabkan gangguan dan pembengkakan pada kelenjar getah bening atau tiroid, tetapi banyak orang sulit mengenali perbedaan keduanya.

    Perbedaan penyakit kelenjar getah bening dan tiroid

    Terkadang, sulit untuk membedakan penyebab benjolan di leher Anda. Pasalnya, gejala ini cukup umum dan bisa menandakan beberapa kondisi, termasuk pembengkakan kelenjar getah bening atau masalah tiroid.

    Ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk membedakan keduanya, misalnya mencari tahu letak benjolan, penyebab, dan gejala yang ditimbulkannya.

    Untuk mengenali lebih jauh, Anda bisa mencermati pembahasan di bawah ini.

    1. Letak kelenjar

    kelenjar getah bening

    Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik/sistem getah bening. Sistem ini bertugas menyaring cairan limfa atau getah bening yang beredar di seluruh tubuh manusia.

    Ada sekitar 600 kelenjar getah bening pada tubuh. Salah satunya bisa Anda rasakan dengan meraba bagian bawah rahang dan kedua sisi leher.

    Pembengkakan kelenjar getah bening akan membuat kelenjar ini membengkak. Akhirnya, kelenjar getah bening pun makin terlihat dan terasa bila diraba.

    Sementara itu, kelenjar tiroid terletak pada bagian tengah leher. Kelenjar ini berukuran kecil, berbentuk kupu-kupu, dan sulit dirasakan karena letaknya yang cukup dalam.

    Kelenjar tiroid yang menjadi bagian sistem endokrin ini bertugas memproduksi hormon tiroid.

    Hormon tiroid berperan penting dalam proses metabolisme. Hormon ini juga berfungsi mengatur penggunaan energi, pertumbuhan jaringan tubuh, hingga mengendalikan suhu tubuh.

    Pembengkakan kelenjar tiroid biasanya terlihat pada bagian tengah leher. Ciri khas lainnya ialah benjolan yang bergerak naik-turun saat Anda menelan.

    2. Penyebab benjolan

    Perbedaan bengkak pada kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid juga bisa dilihat dari penyebabnya.

    Kelenjar getah bening yang membengkak dalam istilah medis disebut limfadenopati. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri atau virus tertentu.

    Adapun penyebab munculnya benjolan pada kelenjar getah bening antara lain:

    • radang tenggorokan,
    • campak,
    • infeksi telinga,
    • infeksi gigi,
    • TBC,
    • sifilis,
    • toksoplasma, dan
    • limfoma (kanker getah bening).

    Sementara itu, kelenjar tiroid yang membesar dikenal sebagai nodul tiroid. Benjolan ini dapat memiliki tekstur padat maupun lunak seperti berisi cairan.

    Umumnya, benjolan pada kelenjar tiroid disebabkan oleh faktor-faktor berupa:

    Selain itu, pembengkakan juga bisa disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) maupun terlalu aktif (hipertiroid) dalam menghasilkan hormon tiroid.

    3. Gejala yang ditimbulkan

    stadium kanker kelenjar getah bening

    Sebagian besar nodul tiroid berukuran kecil tidak menimbulkan tanda dan gejala. Namun, lain halnya bila nodul berukuran cukup besar sehingga bisa Anda melihat dan merasakannya.

    Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa memicu produksi hormon tiroid tambahan. Produksi hormon tiroid yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme.

    Berbagai gejala yang dapat menyertai munculnya benjolan di leher yakni:

    • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan,
    • tubuh gemetar (tremor),
    • keringat berlebih,
    • kecemasan,
    • kesulitan menelan,
    • sesak napas, hingga
    • detak jantung cepat dan tidak beraturan.

    Sementara itu, gejala pembengkakan kelenjar getah bening akan bergantung pada penyakit dan infeksi yang menyebabkannya.

    Beberapa gejala yang umum muncul bila kelenjar getah bening membengkak mencakup:

    • bengkak yang terasa lunak dan nyeri bila disentuh,
    • hidung berair dan pilek,
    • sakit tenggorokan,
    • demam,
    • berkeringat pada malam hari, dan
    • muncul pembengkakan pada kelenjar getah bening lain, seperti pada ketiak dan lipatan paha.

    Ciri-ciri tersebut dapat Anda jadikan sebagai panduan awal untuk membedakan pembengkakan kelenjar getah bening dan tiroid yang muncul di sekitar area leher.

    Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.

    Kesimpulan

    • Perbedaan kelenjar getah bening dan tiroid yang bengkak dapat dilihat dari letak, penyebab, dan gejala yang ditimbulkan.
    • Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya tampak pada kedua sisi leher dan disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Sementara itu, pembengkakan kelenjar tiroid terletak pada bagian tengah leher dan disebabkan oleh penyakit tiroid.
    • Bengkak pada kelenjar getah bening sering disertai gejala infeksi, sedangkan bengkak pada kelenjar tiroid bisa menimbulkan gejala serius, seperti penurunan berat badan dan detak jantung tidak beraturan.
    • Pengobatan sangat bergantung pada penyebabnya. Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    The lymphatic system. Macmillan Cancer Support. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.macmillan.org.uk/cancer-information-and-support/worried-about-cancer/the-lymphatic-system

    Your thyroid gland. British Thyroid Foundation. (2019). Retrieved 14 September 2022, from https://www.btf-thyroid.org/what-is-thyroid-disorder

    Swollen lymph nodes. Mayo Clinic. (2021). Retrieved 14 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/swollen-lymph-nodes/symptoms-causes/syc-20353902

    Thyroid nodules. Mayo Clinic. (2022). Retrieved 14 September 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/thyroid-nodules/symptoms-causes/syc-20355262

    Thyroid Disease: Causes, Symptoms, Risk Factors, Testing & Treatment. Cleveland Clinic. (2020). Retrieved 14 September 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/8541-thyroid-disease

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui Oct 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa