backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

6

Tanya Dokter
Simpan

Membedakan Kelenjar Getah Bening dan Tiroid Bengkak

Ditinjau secara medis oleh dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa · General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 24/10/2022

Membedakan Kelenjar Getah Bening dan Tiroid Bengkak

Kemunculan bengkak atau benjolan di leher bisa bikin Anda khawatir. Kemungkinan besar kondisi ini disebabkan gangguan dan pembengkakan pada kelenjar getah bening atau tiroid, tetapi banyak orang sulit mengenali perbedaan keduanya.

Perbedaan penyakit kelenjar getah bening dan tiroid

Terkadang, sulit untuk membedakan penyebab benjolan di leher Anda. Pasalnya, gejala ini cukup umum dan bisa menandakan beberapa kondisi, termasuk pembengkakan kelenjar getah bening atau masalah tiroid.

Ada sejumlah hal yang bisa Anda lakukan untuk membedakan keduanya, misalnya mencari tahu letak benjolan, penyebab, dan gejala yang ditimbulkannya.

Untuk mengenali lebih jauh, Anda bisa mencermati pembahasan di bawah ini.

1. Letak kelenjar

kelenjar getah bening

Kelenjar getah bening merupakan bagian dari sistem limfatik/sistem getah bening. Sistem ini bertugas menyaring cairan limfa atau getah bening yang beredar di seluruh tubuh manusia.

Ada sekitar 600 kelenjar getah bening pada tubuh. Salah satunya bisa Anda rasakan dengan meraba bagian bawah rahang dan kedua sisi leher.

Pembengkakan kelenjar getah bening akan membuat kelenjar ini membengkak. Akhirnya, kelenjar getah bening pun makin terlihat dan terasa bila diraba.

Sementara itu, kelenjar tiroid terletak pada bagian tengah leher. Kelenjar ini berukuran kecil, berbentuk kupu-kupu, dan sulit dirasakan karena letaknya yang cukup dalam.

Kelenjar tiroid yang menjadi bagian sistem endokrin ini bertugas memproduksi hormon tiroid.

Hormon tiroid berperan penting dalam proses metabolisme. Hormon ini juga berfungsi mengatur penggunaan energi, pertumbuhan jaringan tubuh, hingga mengendalikan suhu tubuh.

Pembengkakan kelenjar tiroid biasanya terlihat pada bagian tengah leher. Ciri khas lainnya ialah benjolan yang bergerak naik-turun saat Anda menelan.

2. Penyebab benjolan

Perbedaan bengkak pada kelenjar getah bening dan kelenjar tiroid juga bisa dilihat dari penyebabnya.

Kelenjar getah bening yang membengkak dalam istilah medis disebut limfadenopati. Kondisi ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri atau virus tertentu.

Adapun penyebab munculnya benjolan pada kelenjar getah bening antara lain:

  • radang tenggorokan,
  • campak,
  • infeksi telinga,
  • infeksi gigi,
  • TBC,
  • sifilis,
  • toksoplasma, dan
  • limfoma (kanker getah bening).

Sementara itu, kelenjar tiroid yang membesar dikenal sebagai nodul tiroid. Benjolan ini dapat memiliki tekstur padat maupun lunak seperti berisi cairan.

Umumnya, benjolan pada kelenjar tiroid disebabkan oleh faktor-faktor berupa:

Selain itu, pembengkakan juga bisa disebabkan oleh kelenjar tiroid yang kurang aktif (hipotiroid) maupun terlalu aktif (hipertiroid) dalam menghasilkan hormon tiroid.

3. Gejala yang ditimbulkan

stadium kanker kelenjar getah bening

Sebagian besar nodul tiroid berukuran kecil tidak menimbulkan tanda dan gejala. Namun, lain halnya bila nodul berukuran cukup besar sehingga bisa Anda melihat dan merasakannya. 

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa memicu produksi hormon tiroid tambahan. Produksi hormon tiroid yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan gejala hipertiroidisme. 

Berbagai gejala yang dapat menyertai munculnya benjolan di leher yakni:

  • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan,
  • tubuh gemetar (tremor),
  • keringat berlebih,
  • kecemasan,
  • kesulitan menelan, 
  • sesak napas, hingga
  • detak jantung cepat dan tidak beraturan.

Sementara itu, gejala pembengkakan kelenjar getah bening akan bergantung pada penyakit dan infeksi yang menyebabkannya.

Beberapa gejala yang umum muncul bila kelenjar getah bening membengkak mencakup:

  • bengkak yang terasa lunak dan nyeri bila disentuh,
  • hidung berair dan pilek,
  • sakit tenggorokan, 
  • demam,
  • berkeringat pada malam hari, dan
  • muncul pembengkakan pada kelenjar getah bening lain, seperti pada ketiak dan lipatan paha.

Ciri-ciri tersebut dapat Anda jadikan sebagai panduan awal untuk membedakan pembengkakan kelenjar getah bening dan tiroid yang muncul di sekitar area leher. 

Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan penanganan yang tepat untuk mengatasi kondisi ini.

Kesimpulan

  • Perbedaan kelenjar getah bening dan tiroid yang bengkak dapat dilihat dari letak, penyebab, dan gejala yang ditimbulkan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening umumnya tampak pada kedua sisi leher dan disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri. Sementara itu, pembengkakan kelenjar tiroid terletak pada bagian tengah leher dan disebabkan oleh penyakit tiroid.
  • Bengkak pada kelenjar getah bening sering disertai gejala infeksi, sedangkan bengkak pada kelenjar tiroid bisa menimbulkan gejala serius, seperti penurunan berat badan dan detak jantung tidak beraturan.
  • Pengobatan sangat bergantung pada penyebabnya. Segera konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan lebih lanjut.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Nurul Fajriah Afiatunnisa

General Practitioner · Universitas La Tansa Mashiro


Ditulis oleh Satria Aji Purwoko · Tanggal diperbarui 24/10/2022

advertisement iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

advertisement iconIklan
advertisement iconIklan