Definisi

Apa itu kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Kenaikan berat badan tak disengaja terjadi ketika berat badan Anda bertambah meski Anda tidak meningkatkan konsumsi makanan atau cairan. Hal ini terjadi secara periodik, terus-menerus, atau cepat.

Dalam banyak kasus, kenaikan berat badan tidak berbahaya, namun gejala-gejala yang berhubungan dengan kenaikan berat badan secara cepat dapat menandakan keadaan darurat medis.

Seberapa umumkah kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Kenaikan berat badan tak disengaja dapat mengenai pasien pada usia berapa pun. Hal ini dapat dikendalikan dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Gejala-gejala yang umum dari kenaikan berat badan tak disengaja adalah:

  • ketidaknyamanan di perut
  • nyeri perut
  • kembung
  • perut kembung (gas)
  • sembelit
  • pembengkakan yang tampak di perut atau bagian tubuh lain
  • ekstremitas bengkak (lengan, kaki, telapak kaki, tangan)

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami satupun dari berikut:

  • demam
  • sensitivitas kulit
  • sesak napas
  • kesulitan bernapas
  • telapak kaki bengkak
  • palpitasi jantung
  • berkeringat
  • perubahan pada penglihatan
  • kenaikan berat badan yang cepat
  • sembelit
  • kenaikan berat badan berlebih yang tidak diketahui penyebabnya
  • rambut rontok
  • merasa kedinginan lebih sering daripada biasanya

Jika Anda mengalami satupun tanda atau gejala yang disebutkan di atas, atau memiliki pertanyaan apapun, konsultasikanlah pada dokter Anda. Tubuh setiap orang bereaksi dengan cara berbeda. Selalu lebih baik untuk mendiskusikan apa yang terbaik untuk keadaan Anda dengan dokter.

Penyebab

Apa penyebab kenaikan berat badan yang tak disengaja?

  • Kehamilan: selama masa kehamilan, kebanyakan wanita mengalami kenaikan berat badan seiring tumbuhnya bayi. Tambahan berat ini terdiri dari bayi, plasenta, cairan amnion, peningkatan suplai darah, perbesaran rahim.
  • Perubahan hormon: antara usia 45 sampai 55, wanita memasuki menopause. Setelah menopause terjadi, estrogen menjadi sangat rendah hingga tidak mencukupi untuk menyebabkan menstruasi. Penurunan estrogen ini dapat membuat wanita dalam masa menopause mengalami kenaikan berat badan di sekitar daerah perut dan pinggang. Selain perubahan hormon menopause, wanita yang didiagnosis dengan sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga dapat mengalami kenaikan berat badan. Tidak hanya pada wanita, perubahan hormon dalam tahun-tahun menengah dapat menyebabkan metabolisme melambat, berakibat pada kenaikan berat badan pada pria dan wanita.
  • Kondisi medis lainnya: hipotiroidisme, sindrom Cushing, peningkatan produksi kortisol (hormon stres)
  • Obat: kortikosteroid, anti-depresan, obat-obatan anti-psikotik, pil KB
  • Menstruasi: wanita dapat mengalami retensi air dan kembung di sekitar periode haid mereka. Perubahan tingkat estrogen dan progesteron dapat menyebabkan beberapa wanita mengalami kenaikan berat badan. Bentuk kenaikan berat badan ini akan hilang ketika periode menstruasi bulan tersebut selesai. Namun, kenaikan berat badan ini seringkali muncul kembali di bulan berikutnya ketika periode menstruasi dimulai kembali, dan terkadang selama ovulasi.
  • Retensi cairan: juga disebut sebagai edema, retensi cairan membuat badan, tangan, telapak kaki, wajah, atau perut terlihat bengkak. Orang yang menderita gagal jantung, gagal ginjal, atau mereka yang menggunakan obat-obatan tertentu dapat mengalami jenis kenaikan berat badan ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Ada banyak faktor yang membuat Anda berisiko mengalami kenaikan berat badan tak disengaja, antara lain:

  • Diabetes, berisiko diabetes, atau memiliki riwayat keluarga diabetes
  • Usia: metabolisme melambat seiring bertambahnya usia. Hal ini dapat menyebabkan kenaikan berat badan jika Anda makan terlalu banyak, makan makanan yang salah, atau tidak cukup berolahraga.
  • Merokok: jika berhenti merokok, Anda bisa saja mengalami kenaikan berat badan. Kebanyakan orang yang berhenti merokok bertambah berat 2 sampai 5 kg dalam 6 bulan pertama setelah berhenti. Beberapa bertambah berat sebanyak 11 sampai 14 kg. Kenaikan berat badan ini bukan hanya dikarenakan lebih banyak makan.
  • Wanita

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kenaikan berat badan yang tak disengaja didiagnosis?

Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan terkait gejala, gaya hidup dan riwayat kesehatan Anda untuk menemukan penyebabnya. Dokter mungkin juga akan mengambil sampel darah untuk tes adanya infeksi. Ia mungkin juga akan memeriksa kadar darah dan hormon Anda.

Tes pencitraan seperti USG, X-ray, MRI (magnetic resonance imaging), atau CT scan (computed tomography scan) mungkin diperlukan. Tes ini membantu menentukan apakah terdapat fraktur, pertumbuhan abnormal, sesuatu yang pecah, atau peradangan.

Apa saja pengobatan untuk kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Pengobatan tergantung pada hal yang menyebabkan kenaikan berat badan tak disengaja.

Dokter Anda mungkin akan menyarankan diet dan program latihan atau merujuk Anda ke ahli gizi. Kenaikan berat badan yang disebabkan oleh stres atau perasaan sedih mungkin membutuhkan konseling. Jika kenaikan berat badan disebabkan oleh penyakit fisik, pengobatan (jika ada) untuk penyebab yang mendasari tersebut akan diresepkan.

Jika penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk menyeimbangkan kadar hormon Anda. Jenis obat yang digunakan tergantung pada hormon apa yang bermasalah. Obat-obatan ini sering digunakan untuk jangka panjang.

Jika penyebabnya adalah obat, dokter kemungkinan akan menganjurkan pengobatan alternatif.

Dalam kasus yang parah, jika penyebabnya adalah kegagalan organ, Anda mungkin akan memerlukan transplantasi organ. Dalam hal ini, dokter bedah akan mengangkat organ yang bermasalah dan menggantinya dengan organ donor. Setelah menjalani transplantasi, Anda akan harus menggunakan obat-obatan untuk mencegah tubuh Anda menolak organ donor. Pembengkakan dan kenaikan berat badan yang tidak dapat dijelaskan adalah tanda bahwa kemungkinan tubuh Anda menolak organ donor tersebut.

Dalam beberapa kasus, operasi lainnya bisa saja diperlukan. Kista, tumor, sesuatu yang pecah, dan patah tulang, semua mungkin memerlukan operasi untuk perbaikan atau pengangkatan. Jenis operasi yang diperlukan tergantung pada sifat dari kondisi tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kenaikan berat badan yang tak disengaja?

Perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi kenaikan berat badan tak disengaja:

Diet sehat dan program latihan dapat membantu mengendalikan berat badan Anda. Konsultasikanlah pada dokter atau ahli gizi mengenai cara membuat pola makan sehat dan menentukan tujuan berat badan yang realistik.

Jangan berhenti menggunakan obat yang mungkin menyebabkan kenaikan berat badan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter Anda.

 

Jika Anda memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Juli 9, 2017 | Terakhir Diedit: Juli 9, 2017

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan