Definisi

Apa itu hipoksia?

Hipoksia adalah suatu kondisi di mana jaringan tubuh Anda kekurangan oksigen. Kondisi ini disebabkan oleh hipoksemia, yaitu tingkat oksigen dalam darah Anda lebih rendah dari tingkat normal. Kadang-kadang, hipoksia digunakan untuk menyebut kedua kondisi tersebut. Hipoksia dan hipoksemia dapat menjadi gejala dari kondisi lain yang menyebabkan kesulitan bernapas dan sirkulasi darah. Oksigen dalam darah sekitar 75 sampai 100 milimeter air raksa (mm Hg) merupakan tingkat oksigen dalam arteri yang normal. Jika angka Anda di bawah 60 mm Hg, maka Anda memiliki hipoksia dan akan membutuhkan oksigen tambahan untuk membantu Anda.

Seberapa umumkah hipoksia?

Hipoksia umum terjadi. Kondisi ini dapat mempengaruhi pasien pada usia berapa pun, namun dapat dikelola dengan mengurangi faktor risiko Anda. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hipoksia?

Gejala hipoksia bervariasi pada setiap orang. Namun, tanda-tanda dan gejala hipoksia yang umum adalah:

  • Masalah saluran pernapasan: sesak napas, napas cepat, batuk, dan mengi
  • Masalah saluran kardiovaskular: denyut jantung yang cepat
  • Masalah otak atau masalah kesadaran: sakit kepala dan kebingungan
  • Perubahan warna kulit Anda, mulai dari biru ke merah ceri
  • Lainnya: gelisah dan berkeringat

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari gejala berikut:

  • Anda merasa sesak napas setelah sedikit beraktivitas atau saat Anda beristirahat
  • Anda merasa sesak napas yang lebih buruk ketika Anda berolahraga atau beraktivitas fisik
  • Gangguan tidur karena sesak napas saat tidur, ini bisa menjadi gejala dari sleep apnea

Jika Anda memiliki gejala berikut, Anda harus segera menghubungi dokter:

  • Sesak napas parah dan kesulitan napas Anda mempengaruhi kemampuan Anda dalam beraktivitas
  • Sesak napas parah dengan batuk, denyut jantung yang cepat, dan retensi cairan saat Anda berada di ketinggian

Penyebab

Apa penyebab hipoksia?

Hipoksia disebabkan oleh kelainan pada fungsi dan struktur pernapasan dan sirkulasi darah Anda. Beberapa kondisi dapat menyebabkan hipoksia, seperti:

  • Penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK)
  • Emfisema
  • Bronkitis
  • Edema paru (cairan di paru-paru)
  • Anemia (rendahnya jumlah sel darah merah yang membawa oksigen)
  • Keracunan sianida ¬†

Hipoksia juga diakibatkan dari serangan asma yang parah. Selama serangan asma berlangsung, jalur pernapasan Anda menyempit secara signifikan, membuatnya sangat sulit untuk mendapatkan cukup udara ke dalam paru-paru Anda.

Kadang-kadang, obat yang Anda minum dapat menyebabkan hipoksia, seperti obat nyeri dosis tinggi dan obat lain yang menahan napas.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hipoksia?

Ada banyak faktor risiko untuk hipoksia, seperti:

  • Risiko eksternal termasuk merokok atau perokok pasif, polusi udara, bahan kimia, debu di udara, atau berada di ketinggian
  • Risiko internal dapat berpengaruh jika kondisi paru-paru dan organ kardiovaskular Anda tidak sehat

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hipoksia?

Perlu bagi Anda untuk tinggal di rumah sakit untuk mendapatkan perawatan hipoksia dan untuk menjaga tingkat oksigen Anda. Dalam kasus darurat, yang paling penting Anda perlu mendapatkan lebih banyak oksigen ke dalam tubuh Anda. Dokter bisa menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut, atau plug kecil di hidung Anda untuk menyuplai Anda dengan oksigen.

Jika hal ini tidak dapat memberikan Anda cukup oksigen untuk meningkatkan tingkat oksigen Anda hingga normal, inhaler atau obat asma melalui mulut dapat dipilih untuk membuat bernapas lebih mudah. Jika ini tidak bekerja, Anda dapat menerima obat melalui pembuluh darah di lengan (IV). Anda juga mungkin perlu obat steroid untuk waktu yang singkat untuk mengecilkan peradangan di paru-paru Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hipoksia?

Dokter dapat mendiagnosis hipoksia dengan mengevaluasi tingkat gas oksigen dalam darah Anda menggunakan oksimeter pulsa (perangkat medis yang diklip ke jari Anda), atau mengukur langsung pada sampel darah yang diambil dari arteri. Bacaan oksimeter yang normal adalah sekitar 95% sampai 100%. Jika tingkat oksigen Anda bernilai 90% atau di bawahnya, Anda mungkin dalam kondisi hipoksia.

Tes-tes lain mungkin diperlukan dalam beberapa kasus jika dokter ingin memeriksa apakah ada potensi masalah lain seperti keracunan karbon monoksida yang menjadi penyebab hipoksia. Tes tersebut dapat berupa tes fungsi paru-paru, bersamaan dengan tes lain untuk membantu menentukan penyebab rendahnya tingkat saturasi oksigen.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hipoksia?

Berikut gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hipoksia:

  • Berhenti merokok. Jika Anda telah didiagnosis dengan hipoksia atau penyakit paru-paru yang lain, berhenti merokok adalah salah satu hal pertama yang perlu Anda lakukan untuk memperbaiki kondisi Anda.
  • Hindari menjadi perokok pasif. Selain berhenti merokok, Anda juga perlu menghindari tempat-tempat di mana orang lain merokok. Asap rokok dapat menyebabkan banyak kerusakan paru-paru lebih parah daripada merokok itu sendiri.
  • Berolahraga secara teratur. Latihan yang tepat sangat membantu bagi Anda untuk meningkatkan kekuatan keseluruhan dan daya tahan.
  • Makan yang benar dan tetap aktif.
  • Cari tahu pemicu asma Anda, dan temukan cara untuk menghindarinya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Desember 14, 2016 | Terakhir Diedit: Desember 14, 2016

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan