Apa itu hepatitis a?

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr Mikhael Yosia

Apa itu hepatitis A?

Hepatitis A adalah infeksi pada hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis A (HAV). Penyakit ini sangat mudah menular melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi virus HAV yang berasal dari feses penderita. Virus HAV sendiri merupakan salah satu dari beberapa jenis virus hepatitis yang menyebabkan peradangan pada hati atau liver, sehingga menurunkan kemampuan fungsi liver atau hati. Faktor risiko penyakit ini sangat berasosiasi dengan kualitas kebersihan lingkungan yang buruk dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS). 

Di antara jenis penyakit hepatitis lainnya, hepatitis A umumnya tidak menyebabkan kerusakan liver parah atau berkembang menjadi penyakit kronis. Kebanyakan penderita dapat sembuh dalam beberapa minggu tanpa melakukan perawatan medis. Meskipun bersifat ringan, gejala atau gangguan kesehatan yang ditimbulkannya tetap dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Hampir sebagian besar penderita yang pulih dari penyakit ini akan meperoleh kekebalan, sehingga lebih kebal terhadap serangan infeksi virus HAV di kemudian hari. Dalam sedikit kasus, infeksi virus HAV juga dapat berlangsung selama berbulan-bulan dan bahkan berakibat fatal seperti menyebabkan kematian. Vaksinasi dan meningkatkan kebersihan diri dan lingkungan merupakan opsi terbaik untuk mencegah penyebaran virus Hepatitis A.

Seberapa umumkah hepatitis A?

Hepatitis A merupakan salah satu penyakit menular yang umum berjangkit di berbagai negara, terutama negara dengan sanitasi dan sumber air bersih yang buruk. Di Indonesia sendiri jumlah penderita penyakit hepatitis terus bertambah selama lima tahun terakhir. Berdasarkan Riset Kesehatan Data (Riskesdas), prevalensi penderita penyakit hepatitis yand didasarkan diagnosis dokter meningkat sebanyak dua kali lipat ke angka 0,4 persen selama periode 2013 sampai 2018. 

Virus HAV yang mudah menyebar melalui makanan dan minuman membuat epidemi penyakit ini sulit dihentikan. Sirkulasi virus HAV dapat berlangsung lama dalam satu lingkungan tertentu dengan tingkat penyebaran infeksi yang berlangsung cepat.

Lingkungan dengan kualitas sanitasi atau kebersihan yang rendah memiliki tingkat infeksi virus HAV yang tinggi. Menurut laporan WHO, dalam kondisi lingkungan seperti itu, anak-anak menjadi golongan usia yang paling rentan (90%) terpapar infeksi virus HAV. Akan tetapi, infeksi tidak selalu menyebabkan gangguan kesehatan. Anak yang terinfeksi belum tentu mengalami keluhan atau gejala yang muncul dalam penyakit hepatitis A. Hal ini disebabkan karena sistem kekebalan tubuh masih mampu melawan infeksi virus HAV.

Tanda dan gejala

Apa saja tanda dan gejala dari hepatitis A?

Gejala tidak selalu muncul pada orang yang terinfeksi virus HAV kendati infeksi juga telah berlangsung selama beberapa minggu. Masa inkubasi virus tersebut memang dapat berlangsung selama 14-28 hari. 

Pada orang yang mengalami gejala, keluhan biasanya muncul setelah 2 sampai 6 minggu terjadinya kontak dengan virus. Gejala yang ditimbulkan dapat bersifat ringan hingga parah. Tanda dan gejala yang diperlihakannya meliputi: 

  • Urin berwarna kuning gelap
  • Kelelahan
  • Tiba-tiba mual dan muntah-muntah
  • Demam ringan
  • Nyeri pada sendi
  • Nyeri pada perut
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kulit dan selaput mata berubah menguning
  • Buang air besar yang berwarna seperti tanah liat dan pucat seperti dempul
  • Gatal-gatal

Siapa yang lebih mungkin mengalami gejala?

Orang dewasa lebih cenderung memeperlihatkan gejala dibandingkan anak-anak. Gejala yang parah dan dampak kesehatan yang lebih serius juga lebih sering dialami oleh kelompok umur yang lebih tua. Menurut WHO, anak-anak berumur 6 tahun umumnya tidak mengalami gejala-gejala yang kentara dan hanya 10% saja yang mengalami penyakit kuning.

Sebaliknya pada anak-anak yang berumur lebih tua dan orang dewasa, infeksi justru terkadang menyebabkan gejala yang lebih parah dan 70% di antaranya mengalami penyakit kuning. Hepatitis A bisa kambuh setelah penderita pulih dengan gejala-gejala yang bersifat ringan (akut). 

Jika Anda mengalami tanda dan gejala seperti yang telah disebutkan, hendaknya segera periksakan diri ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan suntikan vaksin hepatitis A atau terapi antibodi immunoglobulin, jika hasil diagnosisnya membenarkan adanya infeksi virus HAV. 

Kapan saya harus ke dokter?

Selain dari kemunculan gejala, hubungi dokter Anda atau klinik kesehatan setempat untuk memperoleh perawatan yang tepat apabila mengalami kondisi sebagai berikut:

  • Setelah berpergian dari tempat yang mengalami wabah hepatitis A
  • Tinggal atau berinteraksi secara intens dengan orang yang didiagnosis terkena hepatitis A
  • Anda melakukan hubungan seksual dengan seseorang yang terjangkit hepatitis A

Jika Anda positif terinfeksi HAV, dokter tidak akan langsung memberikan suntikan vaksin imuniglobulin melainkan akan menyarankan Anda untuk menjalani terapi suportif. Anda akan diminta untuk memperbanyak istirahat dan mengonsumsi cairan dan makanan bernutrisi yang cukup.

Penyebab

Apa yang menyebabkan hepatitis A? 

Hepatitis A disebabkan oleh infeksi virus HAV yang menyerang sel-sel hati sehingga menyebabkan peradangan. Peradangan hati yang terjadi memicu terjadinya sejumlah gejala yang sebelumnya telah disebutkan.

Virus masuk ke dalam hati melalui sel epitelium intensinal. Kemudian virus mulai bereplikasi di dalam hepatosit yaitu sel yang berperan dalam metabolisme nutrisi, perlawanan terhadap racun, pengolahan alkohol, dan percenaan obat-obatan. Saat berada di dalam hati, virus tidak langsung berkembang, ia mengalami masa inkubasi selama 28 hari dengan rentang 15 sampau 40 hari. 

Penularan hepatitis A

Virus HAV ini dapat ditemukan pada darah atau alat yang digunakan oleh penderita. Infeksi berlangsung ketika virus masuk dalam tubuh melalui beberapa kondisi berikut ini:

Interaksi secara langsung dengan penderita

Hepatitis A merupakan penyakit yang sangat menular bahkan orang yang terinfeksi bisa tetap menyebarkan virus sebelum ia merasa sakit. Virus dapat berpindah melalui kontak langsung dengan penderita, seperti melakukan hubungan seksual, merawat orang yang terdiagnosis hepatitis A, atau menggunakan alat suntik yang sama dengan penderita. 

Mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi virus 

Penularan hepatitis A melalui makanan merupakan yang paling umum. Virus HAV dapat berpindah saat Anda memakan makanan dan minuman yang mengandung virus. Virus penyebab penyakit ini bisa ditemukan pada makanan mentah ataupun yang sudah dimasak. Makanan yang berasal dari air yang terkontaminasi oleh limbah pembuangan juga berpotensi mengandung virus HAV. 

Komplikasi 

Tidak seperti penyakit hepatitis B atau C, hepatitis A tidak menyebabkan kerusakan hati jangka panjang dan tidak berpotensi menimbulkan komplikasi seperti penyakit kronis. Namun dalam beberapa kasus penyakit ini bisa menyebabkan kerusakan fungsi hati, terutama saat menjangkit orang dewasa atau orang yang menderita penyakit hati kronis sebelumnya. 

Faktor risiko

Faktor apa yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena hepatitis A?

Anda dapat meminimalisir risiko terkena penyakit ini dengan menghindari faktor-faktor penyebabnya. Risiko Anda terkena hepatitis A dapat meningkat, jika Anda:

  • Berpergian atau bekerja ke wilayah dengan tingkat hepatitis A yang tinggi.
  • Mengunjungi tempat penitipan anak atau bekerja di pusat penitipan anak.
  • Seorang laki-laki yang melakukan kontak seksual dengan laki-laki lain.
  • Seorang penderita HIV.
  • Memiliki kelainan pada faktor pembekuan darah, seperti hemofilia.
  • Menerima transfusi darah dari orang yang terjangkit hepatitis A.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang baik yang disuntikkan maupun yang tidak.
  • Tinggal dengan orang yang terjangkit hepatitis A.
  • Melakukan kontak fecal-oral (fecal: feses atau tinja; oral: mulut)dengan seseorang yang terjangkit hepatitis A.

Diagnosis

Bagaimana dokter mendiagnosis penyakit hepatitis A?

Saat berkonsultasi dengan dokter, biasanya dokter akan menanyakan gejala atau keluhan kesehatan seperti apa yang dialami. Setelah berdiskusi dan melakukan pemeriksaan fisik sederhana, dokter akan meminta Anda untuk menjalani serangkaian pemeriksaan lanjutan. Hal ini dilakukan guna memperoleh hasil diagnosis penyakit hepatiris A yang lebih pasti.

Pemeriksaan lanjutan yang dilakukan adalah tes darah. Petugas medis akan mengambil sampel darah untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium. Pemeriksaan laboratorium ini akan mendeteksi apakah terdapat virus HAV atau tidak dalam antibodi immunoglobulin G (IgM) yang terkandung dalam sampel darah Anda. Pemeriksaan lain yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah tes RT-PCR untuk mendeteksi virus hepatitis yang berada di dalam RNA. Namun umumnya jarang dilakukan karena tes ini membutuhkan fasilitas laboratorium khusus.

Pengobatan

Informasi berikut bukanlah pengganti saran medis. Pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter untuk melakukan pengobatan dengan tepat.

Apa saja pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk hepatitis A?

Tidak ada pengobatan khusus untuk penderita hepatitis A. Tubuh penderita akan membersihkan virus HAV dengan sendirinya, meskipun memakan banyak waktu. Pada sebagian besar kasus, organ hati penderita akan sembuh dalam jangka waktu 6 bulan tanpa kerusakan permanen. Perawatan secara khusus di rumah sakit tidak diperlukan untuk infeksi liver.

Selain memberikan beberapa obat, dokter akan menganjurkan Anda untuk beristirahat secara total di rumah. Istirahat total dibutuhkan karena penyakit ini membuat penderita merasa sangat lelah. Istirahat total sebaiknya diiringi dengan memperbanyak konsumsi air putih dan memakan makanan sehat dan bergizi, yang tentunya terjamin higienis. Anda juga hendaknya tidak mengonsumsi alkohol terlebih dahulu selama masa perawatan. Upaya ini dilakukan untuk membantu meredakan gejala dengan cepat. 

Apa yang perlu dihindari selama pengobatan?

Penderita harus menghindari hubungan intim dengan orang lain dan kunjungi dokter secara teratur untuk memeriksa kemajuan kondisi kesehatan. Penderita harus menghindari pemakaian alat makan bersama dengan penghuni rumah lainnya untuk mencegah penularan. Bila harus berbagi alat makan, pastikan bahwa alat makan yang telah digunakan penderita telah dicuci bersih sebelum digunakan orang lain. Menjaga kebersihan sangat penting dalam mencegah penularan hepatitis A.

Konsumsi obat acetaminophen atau paracetamol sebaiknya dihindari, jika Anda mengalami gejala mual dan muntah-muntah. Konsultasikan kondisi kesehatan Anda pada dokter secara rutin sampai Anda sepenuhnya pulih. Jika Anda kembali mengalami gejala setelah 6 bulan sembuh, segera periksakan diri kembali ke dokter.

Bagaimana kondisi tubuh setelah pulih dari hepatitis A?

Setelah dipastikan pulih, seharusnya penyakit ini tidak berpotensi menimbulkan konsekuensi kesehatan apapun pada penderitanya. Tubuh malah akan membentuk antibodi terhadap virus HAV setelah pulih. Antibodi ini akan membangun imunitas yang akan mencegah terjadinya infeksi jika selanjutnya Anda terpapar virus HAV di kemudian hari.

Pencegahan

Bagaimana cara melindungi dari infeksi hepatitis A?

Penularan hepatitis A dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi untuk virus HAV. Tubuh akan memberntuk antibodi yang mampu memerangi virus dalam waktu satu bulan setelah injeksi vaksin. Anda tetap bisa melakukan vaksin sekalipun telah terkena infeksi. Vaksin tetap dapat bekerja melindungi tubuh dari infeksi, tapi hanya dalam periode 2 minggu setelah terpapar virus. Vaksin hepatitis A aman digunakan dan hampir tidak memiliki efek samping berbahaya.

Vaksin hepatitis A

Proses pemberian vaksin hepatitis A sendiri dilakukan bertahap, injeksi diberikan 2 kali dengan rentang waktu 6 bulan untuk masing-masing injeksi. Sebaiknya Anda melakukan vaksinasi secara penuh sehingga dapat membangun sistem imun yang sempurna terhdapa virus HAV.

  • Untuk mencegah penyebaran penyakit hepatitis A, vaksin sebaiknya diberikan pada:
  • Anak-anak berumur di bawah satu tahun. Vaksinasi akan dilakukan saat berumur 12 dan 23 bulan.
  • Orang yang menderita penyakit liver kronis, termasuk yang menderita hepatitis B dan C
  • Orang yang belum pernah terinfeksi dan akan berpergian ke area yang mengalami wabah penyakit hepatitis A
  • Orang yang datang dari tempat yang mengalami wabah penyakit hepatitis A 
  • Orang yang melakukan pengobatan dengan jarum suntik
  • Orang yang mengalami kelainan penyumbatan atau pembekuan darah
  • Orang yang melakukan kontak langsung dengan penderita hepatitis A

Untuk Anda yang berencana berpergian ke negara lain, cobalah untuk waspada terhadap wabah penyakit ini dan penyakit hepatitis jenis lainnya. Anda bisa mencari tahu informasi wabah penyakit di setiap negara melalui Centers for Disease Control and Prevention.

Perubahan gaya hidup atau perawatan rumahan seperti apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi hepatitis A?

Gaya hidup dan perawatan ala rumahan berikut dapat membantu Anda dalam mengatasi hepatitis A:

  • Pastikan untuk selalu mencuci tangan jika Anda terjangkit hepatitis atau sedang merawat seseorang yang terjangkit hepatitis, terutama jika Anda melakukan kontak dengan feses/tinja penderita.
  • Gunakan peralatan makan dan minum yang berbeda atau sekali pakai.
  • Jika Anda bekerja di pusat penitipan anak, cucilah tangan Anda secara benar setelah mengganti popok dan sebelum melakukan hal lainnya. Para pekerja restoran juga harus mencuci tangan secara benar
  • Gunakan pelindung yang sesuai, seperti sarung tangan dan kacamata, jika Anda terpapar oleh feses atau kotoran manusia dan cairan tubuh lainnya selama bekerja.
  • Hubungi dokter jika gejala hepatitis Anda tidak hilang dalam jangka waktu 4 minggu.
  • Anda akan membutuhkan istirahat yang cukup banyak karena kebanyakan penderita hepatitis A sering mengalami kelelahan.
  • Anda juga akan mengalami mual yang dapat menyebabkan kehilangan nafsu makan, oleh karena itu makanlah makanan yang bergizi seperti jus atau susu untuk memenuhi kebutuhan energi Anda.

Jika Anda memiliki pertanyaan, silakan hubungi dokter Anda untuk pemahaman yang lebih baik dan mencari solusi yang tepat bagi Anda.

Hello Health Group  tidak memberikan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Baca Juga:

Direview tanggal: September 22, 2016 | Terakhir Diedit: Oktober 21, 2019