home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

15 Cara Mengatasi Mual, dari yang Mudah Hingga Pakai Obat

15 Cara Mengatasi Mual, dari yang Mudah Hingga Pakai Obat

Mual merupakan rasa tidak nyaman pada perut yang menimbulkan keinginan untuk muntah. Pemicunya beragam, mulai dari gangguan pencernaan, mabuk perjalanan, hingga bau yang kuat. Diperlukan cara cepat untuk mengatasi mual yang menyerang. Apa saja?

Mengatasi mual dengan cara rumahan

aromaterapi untuk tidur nyenyak

Cara rumahan sebenarnya cukup dapat diandalkan untuk meredakan mual. Kiat alami seperti ini memang tidak menghilangkan penyebab mual, tapi setidaknya cukup untuk membuat tubuh lebih nyaman sehingga Anda bisa beraktivitas kembali.

Di bawah ini sejumlah tips yang dapat Anda coba.

1. Mencari udara segar

Ketika Anda mual, coba buka jendela rumah Anda dan hiruplah udara segar dari luar. Jika tak ada jendela, duduklah di depan kipas yang menyala selama beberapa menit. Beberapa orang ternyata merasakan mualnya berkurang setelah melakukan ini.

Belum diketahui mengapa angin dan udara segar dapat membantu meredakan mual. Namun, yang jelas udara segar memang membantu menghilangkan bau tidak sedap dan menurunkan suhu tubuh yang menjadi pemicu rasa mual.

2. Menghirup aromaterapi

Aromaterapi bermanfaat untuk meredakan mual karena efeknya yang menenangkan. Ketika menghirup aromaterapi, Anda juga bernapas dengan lebih tenang. Para ahli menduga pernapasan yang tenang dan terkendali bisa membuat tubuh terbebas dari mual.

Di antara banyaknya minyak esensial untuk aromaterapi, sebuah penelitian pada 2016 menyebutkan bahwa minyak peppermint paling ampuh meredakan mual. Pemakaiannya pun mudah, cukup teteskan ke air panas dan hirup uapnya secara perlahan.

3. Mengatur napas

Jika Anda tidak memiliki minyak aromaterapi di rumah, tidak masalah. Menurut salah satu studi terbitan Journal of Perianesthesia Nursing, teknik pernapasan yang teratur ternyata sudah cukup ampuh untuk menghilangkan rasa mual.

Saat Anda merasa mual, tariklah napas dalam-dalam lewat hidung selama tiga detik. Tahan napas Anda selama tiga detik, kemudian embuskan melalui mulut dalam tiga hitungan. Ulangi sebanyak tiga kali atau hingga mual terasa berkurang.

4. Menghirup bau lemon

Lemon dengan wanginya yang khas bisa membantu mengatasi mual bagi Anda yang tidak mau minum obat. Dalam sebuah penelitian, sebanyak 100 wanita hamil diminta menghirup minyak esensial lemon dan minyak almon saat mereka merasa mual.

Hasilnya, rasa mual mereka ternyata berangsur hilang setelah menghirup bau lemon. Lemon segar bekerja dengan cara yang sama seperti minyak esensial. Aromanya yang segar membuat tubuh menjadi rileks dan nyaman sehingga mual berkurang.

5. Menggunakan kompres dingin

Kompres dingin bisa mengurangi mual yang disebabkan oleh peningkatan suhu tubuh. Apabila Anda tidak memiliki kompres dingin instan, bungkuslah satu kantong es batu dengan handuk, lalu tempelkan ke pundak Anda selama beberapa menit.

6. Akupresur

Akupresur merupakan pengobatan alternatif dengan menekan titik tubuh. Titik akupresur mual terletak pada pergelangan tangan bagian dalam, sekitar 6 cm dari bawah telapak tangan. Tekanlah titik ini selama beberapa menit untuk mengurangi mual.

7. Makan dengan porsi kecil

Makan dengan porsi besar dapat memberikan tekanan pada lambung karena ototnya meregang dengan cepat. Inilah yang membuat Anda mual setelah makan banyak, terutama bila Anda mengalami penyakit asam lambung atau gangguan sejenisnya.

Jika Anda gampang merasa mual, coba ubah porsi makan Anda menjadi lebih kecil. Gantilah waktu makan yang tadinya tiga kali sehari dengan porsi biasa menjadi 4 – 5 kali sehari dengan porsi yang lebih kecil.

Mengatasi mual dengan makan atau minum

makan malam lebih awal

Sambil melakukan cara rumahan, Anda juga dapat mengonsumsi makanan atau minuman yang berkhasiat untuk menghilangkan mual. Berikut beberapa penghilang mual alami yang bisa Anda temukan di dapur.

1. Jahe

Jahe termasuk obat mual alami yang paling ampuh. Menurut sebuah laporan studi pada 2012, jahe mempunyai efek antiemetik seperti yang dimiliki oleh obat pereda mual. Zat bersifat antiemetik dapat mengurangi mual dan mencegah muntah.

Untuk mengatasi mual, rebuslah jahe selama lima menit dan minum airnya. Anda pun bisa menambahkan jahe segar yang telah dikupas ke dalam teh, menyeduh jahe instan, atau menjadikannya bumbu dalam masakan.

2. Peppermint

Selain minyak esensial, peppermint dalam bentuk daun, teh, hingga kapsul juga bisa diandalkan untuk menghilangkan mual. Produk peppermint instan bahkan kini dapat ditemukan dengan mudah di toko-toko herbal atau apotek.

Anda bisa mendapatkan khasiat peppermint dengan menyeduh satu sendok teh daun peppermint segar ke dalam secangkir air panas atau teh. Seduh selama lima menit, lalu saring daunnya dan minumlah selagi hangat.

3. Chamomile

Teh kamomil (chamomile) termasuk teh herbal paling populer di dunia. Teh ini tersedia di pasar atau toko bahan makanan, dan mereka sering mengandung bubuk bunga kamomil, murni atau dicampur dengan ramuan obat populer lainnya.

Secara tradisional, chamomile telah menjadi obat alami untuk mengatasi mual, diare, hingga mabuk perjalanan. Teh dari bunga ini dapat membantu menenangkan perut, mengusir gas, dan merelaksasi otot-otot yang memindahkan makanan melalui usus.

4. Air putih dan sumber cairan lainnya

Rasa mual terkadang muncul sebagai akibat dari dehidrasi. Jika Anda sulit makan dan minum akibat mual, tubuh Anda juga akan kekurangan semakin banyak cairan. Hal ini akhirnya dapat memperparah dehidrasi yang sebelumnya terjadi.

Oleh sebab itu, penuhi kebutuhan cairan Anda dengan minum air putih. Namun, Anda tak perlu memaksakan diri dengan minum banyak dalam sekali waktu. Jika minum air putih terasa sulit, Anda juga bisa meminum teh tawar atau buah yang kaya air.

5. Makanan tawar

Orang yang sering mual, misalnya akibat asam lambung kambuh, disarankan untuk mengikuti pola makan BRAT (bananas, rice, appelsauce, and toast). Diet ini berisikan makanan dengan cita rasa yang ringan atau bahkan tawar.

Makanan tawar tidak terlalu merangsang sistem pencernaan sehingga bisa membantu menghilangkan mual dan mencegah muntah. Jadi, Anda bisa tetap mendapatkan asupan makanan tanpa harus takut kehilangannya lagi akibat muntah berulang kali.

Untuk mengatasi mual, cobalah mengonsumsi makanan diet BRAT seperti:

  • telur rebus atau orak-arik,
  • mi atau pasta tanpa bumbu,
  • biskuit asin,
  • buah pisang,
  • kentang tumbuk, dan
  • roti tawar.

6. Makanan dingin

Saat Anda mual, perut Anda lebih bisa menerima makanan dingin ketimbang hangat. Ini mungkin disebabkan karena makanan dingin tidak mengeluarkan aroma sekuat makanan hangat. Aroma yang kuat diketahui merupakan salah satu pemicu mual.

Asalkan tidak ada pantangan khusus, Anda boleh mengonsumsi jeli, es krim, yogurt dingin, buah beku, ataupun makanan dingin lainnya yang Anda sukai. Jika rasa mual membuat Anda sulit memakan makanan ini, mengisap es batu juga dapat membantu.

Mengatasi mual dengan obat dan suplemen

saridon obat sakit kepala

Makanan dan cara rumahan terkadang belum cukup untuk mengatasi mual, terutama yang disebabkan oleh gangguan pencernaan. Pada kondisi seperti ini, Anda mungkin membutuhkan obat-obatan.

Banyak obat mual dapat dibeli tanpa resep di apotek. Meski begitu, Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk memastikan bahwa Anda memilih obat mual yang tepat.

Berikut pilihan obat-obatan dan suplemen yang dapat menghilangkan mual.

1. Obat antiemetik

Obat antiemetik yaitu kelompok obat yang digunakan untuk menghilangkan mual. Ada dua macam obat yang termasuk dalam kelompok ini.

  • Bismuth subsalicylate. Obat ini melindungi lapisan lambung serta mengatasi sakit perut, tukak lambung, dan diare.
  • Obat-obatan lain. Tergantung penyebabnya, Anda mungkin akan diberikan obat lain berupa antihistamin, dimenhydrinate, diphenhydramine, dan lain-lain.

2. Suplemen vitamin B6

Suplemen dengan kandungan vitamin B6 terbukti efektif mengurangi mual, terutama yang berkaitan dengan morning sickness. Dosis untuk ibu hamil yaitu 10 – 25 mg, tiga kali dalam sehari. Anda mungkin perlu menyesuaikan dosisnya dengan dokter.

Ada banyak sekali cara mengatasi mual, dari mengubah pola makan dan kebiasaan hingga konsumsi obat-obatan. Namun, apabila semua cara yang Anda lakukan tidak berhasil, jangan tunda untuk berkonsultasi kepada dokter guna mengetahui solusinya.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Feeling sick (nausea). (2018). Retrieved 4 February 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/feeling-sick-nausea/

Nausea & Vomiting: Care and Treatment. (2019). Retrieved 4 February 2021, from https://my.clevelandclinic.org/health/symptoms/8106-nausea–vomiting/care-and-treatment

Acupressure for Nausea and Vomiting. (2019). Retrieved 4 February 2021, from https://www.mskcc.org/cancer-care/patient-education/acupressure-nausea-and-vomiting

Antiemetic Medicines: OTC Relief for Nausea and Vomiting. (2020). Retrieved 4 February 2021, from https://familydoctor.org/antiemetic-medicines-otc-relief-for-nausea-and-vomiting/

Vitamin B6 for Morning Sickness. (2019). Retrieved 4 February 2021, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tn9126

Briggs, P., Hawrylack, H., & Mooney, R. (2016). Inhaled peppermint oil for postop nausea in patients undergoing cardiac surgery. Nursing, 46(7), 61–67. https://doi.org/10.1097/01.NURSE.0000482882.38607.5c

Sites, D. S., Johnson, N. T., Miller, J. A., Torbush, P. H., Hardin, J. S., Knowles, S. S., Nance, J., Fox, T. H., & Tart, R. C. (2014). Controlled breathing with or without peppermint aromatherapy for postoperative nausea and/or vomiting symptom relief: a randomized controlled trial. Journal of perianesthesia nursing : official journal of the American Society of PeriAnesthesia Nurses, 29(1), 12–19. https://doi.org/10.1016/j.jopan.2013.09.008

Palatty, P., Haniadka, R., Valder, B., Arora, R., & Baliga, M. (2013). Ginger in the Prevention of Nausea and Vomiting: A Review. Critical Reviews In Food Science And Nutrition, 53(7), 659-669. https://doi.org/10.1080/10408398.2011.553751

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Novita Joseph
Tanggal diperbarui 28/02/2021
x