Definisi

Apa itu flu babi?

Flu babi, yang juga dikenal dengan influenza H1N1 2009 tipe A, adalah penyakit infeksi pernapasan yang terjadi pada manusia, disebut “flu babi” karena virusnya menyerupai virus pada babi, namun kondisi ini cukup berbeda dengan flu yang sesungguhnya terjadi pada babi. Flu ini telah berevolusi dan dapat menular dari orang ke orang lainnya walau tidak memiliki kontak apapun dengan babi.

Seberapa umumkah flu babi?

Setelah wabah muncul di Amerika Utara pada April 2009, penyakit ini menyebar dengan cepat dari negara ke negara lainnya. Saat WHO mengumumkan pandemik ini pada Juni 2009, total dari 74 negara dan teritori melaporkan infeksi. Hingga Februari 2010, kebanyakan negara di dunia memiliki flu ini. Pada 10 Agustus 2010, WHO mengumumkan pandemik ini telah berakhir.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala flu babi?

Tanda-tanda dan gejala flu babi pada manusia sama dengan flu musiman lainnya:

Biasanya orang yang menderita influenza pandemik memiliki penyakit yang ringan dan pulih tanpa perawatan.

Pada beberapa situasi, gejala dapat memburuk dan memiliki banyak komplikasi:

  • Sesak napas
  • Pneumonia
  • Perubahan status mental (dari perubahan perilaku hingga linglung, kejang)
  • Kematian

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Biasanya, Anda tidak perlu mengunjungi dokter jika Anda dalam kondisi sehat dan hanya memiliki gejala flu. Namun, jika Anda masuk ke dalam golongan berisiko tinggi, Anda harus mengunjungi dokter pada tanda-tanda awal dari flu. Selain itu, selama wabah, jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Selain itu, apabila Anda atau anak Anda memiliki demam yang memburuk, kesulitan bernapas, muntah terus menerus, linglung atau kejang, Anda harus segera mengunjungi UGD.

Penyebab

Apa penyebab flu babi?

Virus flu babi adalah gabungan dari gen virus flu yang umumnya menyebabkan influenza pada babi, burung, dan manusia. Flu ini sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui batuk, bersin, atau berbicara dengan orang yang mengalami influenza. Kadang, orang dapat terinfeksi dengan menyentuh benda dengan virus flu dan kemudian menyentuh mulut atau hidung. Flu ini tidak ditularkan dengan mengonsumsi produk babi yang sudah dimasak.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk flu babi?

Ada beberapa kelompok tertentu yang berisiko lebih tinggi terhadap komplikasi influenza, yaitu:

  • Wanita hamil
  • Bayi dan anak-anak kecil di bawah 2 tahun
  • Orang yang menderita kondisi kesehatan kronis (seperti asma atau penyakit paru-paru, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, masalah hati atau kondisi neurologis)
  • Orang dengan kekurangan imun yang parah, seperti infeksi HIV
  • Orang berusia 65 ke atas jarang terinfeksi influenza. Namun jika terkena, mereka berisiko tinggi mengalami komplikasi serius.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana flu babi didiagnosis?

Gejala dari flu musiman dan flu babi kurang lebih sama kecuali Anda memiliki komplikasi serius, sehingga tes laboratorium adalah cara satu-satunya untuk mengetahui apakah Anda terkena influenza pandemik ini. Untuk menguji flu babi, sampel dari hidung atau tenggorokan diambil. Sampel akan dianalisis menggunakan berbagai teknik genetis dan laboratorium untuk mengidentifikasi jenis virus. Namun, tes tidak dilakukan secara rutin, Anda hanya memerlukannya jika Anda berada di kelompok dengan risiko tinggi.

Jika Ada infeksi yang menyebar luas, tidak diperlukan tes. Perawatan hanya diberikan sesuai dengan gejala.

Apa saja pengobatan untuk flu babi?

Kebanyakan orang akan membaik dalam 7-10 hari tanpa perawatan apapun.

Ada 2 obat antiviral yang paling efektif menangani flu babi, yaitu Tamiflu dan Relenza. Namun, untuk membantu mengurangi pertahanan obat, dokter biasanya hanya memberi obat ini untuk orang dengan risiko tinggi terhadap komplikasi. Obat harus dikonsumsi dalam 48 jam pertama dari gejala awal flu untuk mengurangi keparahan dan komplikasi.

Kelompok yang berisiko tinggi termasuk:

  • Orang-orang di panti jompo atau perawatan jangka panjang lainnya
  • Anak-anak di bawah 5 tahun, terutama di bawah 2 tahun
  • Lansia di atas 65 tahun
  • Wanita hamil, terutama 2 minggu sebelum persalinan
  • Orang yang di bawah 18 tahun tidak boleh menggunakan aspirin karena risiko Reye’s syndrome
  • Orang yang sangat obesitas, dengan indeks massa tubuh di atas 40
  • Orang yang menderita kondisi kesehatan kronis (seperti asma atau penyakit paru, penyakit jantung, diabetes, penyakit ginjal, masalah hati, atau kondisi neurologis)
  • Orang dengan HIV atau masalah defisiensi imun lainnya.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi flu babi?

Jika Anda tidak termasuk dalam kelompok di atas, Anda dapat merawat diri Anda di rumah dan mencoba pengobatan sendiri, seperti:

  • Menggunakan parasetamol  atau ibuprofen untuk mengurangi demam dan nyeri otot. Penawar rasa sakit non-aspirin harus diberikan pada anak di bawah 18 tahun untuk mengurangi risiko Reye’s syndrome.
  • Minum cairan sebanyak mungkin.
  • Istirahat selama Anda masih merasa lelah.
  • Tidur dengan cukup.

Jangan pergi ke tempat kerja, sekolah, lokasi yang ramai dan perkumpulan sosial setidaknya 24 jam setelah demam hilang untuk mencegah penularan.

Cara terbaik untuk mencegah flu babi adalah vaksinasi. Anda dapat mendapatkannya dalam bentuk suntikan atau spray hidung dalam beberapa kondisi tertentu. Spray hidung hanya direkomendasikan untuk orang yang sehat di antara 2-49 tahun dan tidak hamil.

The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan vaksinasi flu untuk orang-orang di atas usia 6 bulan. Suntikan flu juga melindungi dari 2-3 virus influenza yang umum terjadi saat musim flu.

Selain vaksinasi flu, ada beberapa tips yang harus Anda ikuti agar tetap sehat dan mengurangi risiko terkena flu:

  • Sering mencuci tangan
  • Tutup hidung dan mulut saat batuk atau bersin
  • Bersihkan permukaan yang sering disentuh banyak orang dengan rutin
  • Miliki pola makan yang seimbang, berolahraga rutin dan istirahat yang cukup.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Direview tanggal: April 20, 2017 | Terakhir Diedit: April 20, 2017