Infeksi Saluran Pernapasan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu infeksi saluran pernapasan?

Infeksi pernapasan adalah sejumlah penyakit infeksi pada saluran pernapasan. Infeksi ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Infeksi saluran pernapasan atas (upper respiratory tract infections/URTI), yaitu infeksi yang menyerang saluran pernapasan atas, seperti bagian hidung dan nasal, sinus paranasal, faring, dan bagian laring di atas pita suara.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah (lower respiratory tract infections/ LRTI), yaitu infeksi yang menyerang saluran pernapasan bawah, seperti pita suara, trakea, bronkus, bronkiolus, dan paru-paru. 

Infeksi saluran pernapasan bawah umumnya lebih serius dibandingkan infeksi saluran pernapasan atas. LRTI adalah penyebab utama kematian di antara semua penyakit infeksi. 

Dua infeksi yang paling umum terjadi di saluran napas bagian abwah adalah bronkitis dan pneumonia. Sementara itu, influenza menyerang saluran pernapasan atas ataupun bawah.

Namun, stran virus influenza yang lebih berbahaya, seperti H5N1 (flu babi) yang sangat merusak cenderung berdampak fatal di paru-paru.

Seberapa umumkah kondisi ini?

Wanita lebih sering terkena infeksi saluran pernapasan atas, terutama sinusitis dan tonsilitis. Sebaliknya, pria sering terkena otitis media, croup, dan infeksi saluran pernapasan bawah.

Kondisi ini dapat diatasi dengan mengurangi faktor risiko Anda. Diskusikanlah dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda dan gejala infeksi saluran pernapasan?

Gejala infeksi ini dapat dibedakan berdasarkan lokasi infeksi. Berikut penjelasannya:

Gejala infeksi saluran pernapasan atas

Infeksi ini termasuk rhinitis, radang tenggorokan, hingga radang amandel. Dikutip dari National Center for Biotechnology Information, gejala infeksi saluran pernapasan atas adalah:

  • Batuk
  • Sakit tenggorokan
  • Pilek
  • Hidung tersumbat
  • Sakit kepala
  • Demam ringan
  • Bersin
  • Tidak enak badan
  • Nyeri otot

Gejala di atas biasanya muncul satu sampai tiga hari setelah terinfeksi. Kondisi ini bisa berlangsung dalam 7-10 hari. Infeksi pernapasan atas biasanya bertahan hingga 3 minggu. 

Gejala infeksi saluran pernapasan bawah

Pada infeksi yang tergolong kurang serius, gejalanya ringan dan bisa saja mirip dengan flu biasa, seperti pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, demam atau sakit kepala ringan.

Namun, infeksi yang ringan bisa saja berkembang parah dan menyebabkan pneumonia, bronkitis, atau infeksi lain yang lebih serius.

Gejala-gejala infeksi pernapasan bawah yang lebih serius, yaitu:

  • Demam
  • Batuk parah
  • Sulit bernapas
  • Kulit berubah warna menjadi biru tanda kekurangan oksigen
  • Nyeri dada atau dada terasa sesak

Kapan harus pergi ke dokter?

Hubungi dokter jika:

  • Gejala mengindikasikan Anda mungkin terkena pneumonia—contohnya, apabila Anda batuk dahak berdarah
  • Anda sebelumnya menderita penyakit jantung, paru-paru, hati, atau ginjal
  • Anda mengalami penyakit jangka panjang, seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) 
  • Anda memiliki kondisi yang mempengaruhi sistem saraf, misalnya multiple sclerosis
  • Anda mengidap fibrosis kistik atau bronkiektasis
  • Sistem imun melemah
  • Batuk berlangsung lebih dari tiga minggu, berat badan menurun, sesak napas atau jika terdapat benjolan di leher

Anda juga disarankan menemui dokter umum apabila Anda berumur lebih dari 65 tahun dan Anda batuk dan memiliki dua atau lebih faktor di atas, atau umur Anda lebih dari 80 tahun dan batuk dan memiliki salah satu faktor berikut:

  • Pernah dirawat di rumah sakit setahun sebelumnya
  • Mengidap diabetes tipe 1 atau tipe 2
  • Memiliki riwayat gagal jantung
  • Sedang minum sejenis obat steroid yang disebut glucocorticoid oral—contohnya, prednisolone

Penyebab

Apa penyebab infeksi saluran pernapasan?

Dikutip dari Harvard Health Publishing, berikut penyebab infeksi saluran pernapasan berdasarkan jenisnya:

Batuk pilek biasa (common cold)

Terdapat lebih dari 200 jenis virus penyebab pilek. Infeksi saluran pernapasan dapat menyebar dengan beberapa cara. Umumnya, virus menular lewat droplet yang keluar saat bersin, batuk, dan berbicara. 

Infeksi juga bisa tersebar melalui kontak tidak langsung. Sebagai contoh, apabila Anda terkena flu dan menyentuh hidung atau mata sebelum menyentuh benda atau permukaan, virus mungkin ditularkan ke orang lain saat mereka menyentuh benda atau permukaan.

2. Sinusitis

Sinus Anda diibaratkan seperti gua kecil di tulang di sekitar mata dan hidung Anda. Sinus dibalut lapisan yang menghasilkan lendir encer yang mengalir melalui lubang kecil yang disebut ostia. Jika ostia tersumbat, cairan dan lendir menumpuk dan memberi kesempatan pada bakteri untuk berkembang baik. 

Tubuh kemudian merespon hal tersebut dengan sinusitis, yaitu peradangan dan pembengkakan yang menghasilkan tekanan menyakitkan dan gejala lainnya. Pilek adalah penyebab paling umum ostia tersumbat. 

3. Faringitis

Banyak virus yang menyebabkan pilek, termasuk rhinovirus, juga menyebabkan faringitis atau radang tenggorokan. Ada banyak bakteri yang juga menyebabkan kondisi ini, tapi Streptokokus adalah jenis yang paling umum. Bakteri menyebar melalui tetesan, seperti virus pilek.

4. Bronkitis

Sebagian besar bronkitis disebabkan oleh infeksi virus yang mulai menyebar ke bronkus. 

5. Pneumonia

Bakteri streptococcus adalah penyebab berbagai penyakit, termasuk pneumonia. Sebagian kecil kasus lainnya disebabkan oleh jamur dan jenis mikroorganisme lainnya. 

Semua infeksi ini dapat dihirup langsung ke paru-paru. Namun, sebagian besar pneumonia dimulai ketika bakteri telah berada di belakangan mulut dan ditarik ke saluran pernapasan, hingga turun ke paru-paru.

Faktor risiko

Faktor apa saja yang bisa meningkatkan risiko saya terkena infeksi saluran pernapasan?

Hampir tidak mungkin untuk menghindari virus dan bakteri, tetapi ada faktor-faktor yang membuat Anda lebih berisiko untuk kena infeksi pernapasan.

Berikut faktor-faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda terkena kondisi ini:

  • Bayi dari usia 6 bulan atau anak di bawah 1 tahun
  • Anak-anak yang lahir prematur atau yang memiliki riwayat, seperti jantung bawaan atau penyakit paru-paru
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
  • Bayi yang berada dalam tempat ramai
  • Orang-orang di usia pertengahan
  • Orang dewasa dengan asma, gagal jantung kongestif, atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
  • Orang dengan sistem imun yang lemah, termasuk orang-orang dengan transplantasi organ tertentu, leukemia, atau HIV/AIDS.
  • Anda dikelilingi dengan orang-orang sakit yang bersin atau batuk tanpa menutup hidung dan mulutnya.

Pengobatan

Informasi yang dijabarkan bukan pengganti bagi nasihat medis. SELALU konsultasi ke dokter Anda.

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Dokter mungkin mendiagnosis kondisi ini berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan lamanya infeksi. Selama pemeriksaan, dokter dapat memeriksa untuk mengi atau suara abnormal lain oleh stetoskop. Selain itu, langkah lain yang dokter lakukan untuk mendiagnosis kondisi ini adalah:

  • Oksimetri untuk memeriksa apakah tingkat oksigen yang tersedia dalam aliran darah lebih rendah dari biasanya
  • Tes darah untuk memeriksa jumlah sel putih atau untuk mencari keberadaan virus, bakteri atau organisme lain
  • Rontgen dada untuk memeriksa kemungkinan pneumonia
  • Tes laboratorium sekresi pernapasan dari hidung Anda untuk memeriksa virus
  • Tes fungsi paru telah membantu sebagai alat diagnostik
  • Tes dahak untuk memeriksa jenis virus yang menjadi penyebab penyakit

Bagaimana cara mengobati infeksi saluran pernapasan?

Pengobatan infeksi ini pun dapat dibedakan berdasarkan jenisnya. Berikut penjelasannya:

Infeksi saluran pernapasan atas

Tujuan pengobatan Infeksi saluran napas atas adalah meredakan gejala yang muncul. Beberapa obat yang bisa digunakan, antara lain:

  • Dekongestan dan antihistamin: Dekongestan dan kombinasi obat antihistamin dapat mengurangi batuk, hidung tersumbat, dan gejala lainnya pada orang dewasa. 
  • Obat antivirus: Obat antivirus dapat memperpendek durasi gejala influenza, mengurangi lamanya tinggal di rumah sakit, dan mengurangi risiko komplikasi. 

Infeksi saluran pernapasan bawah

Kebanyakan infeksi saluran pernapasan bawah dapat sembuh dengan sendirinya tanpa harus dirawat di rumah sakit. Dokter mungkin akan memberikan pilihan pengobatan sesuai dengan gejala yang Anda rasakan. 

Obat-obatan di bawah ini mungkin dapat meringankan gejala yang ditimbulkan akibat kondisi ini:

  • Obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen, naproxen, atau aspirin dapat meredakan rasa sakit dan demam
  • Acetaminophen dapat meredakan nyeri dan demam
  • Inhaler bronkodilator dapat membantu meringankan mengi dan sesak napas
  • Antibiotik mungkin dibutuhkan jika penyebab infeksi adalah bakteri. Pemberian antibiotik juga tergantung seberapa parah penyakit Anda

Pada kasus yang parah, perawatan di rumah sakit mungkin diperlukan. Dalam kasus tersebut, Anda mungkin memerlukan:

  • Cairan intravena
  • Humidified oxygen
  • Alat bantu pernapasan

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi saluran pernapasan?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin membantu mengatasi kondisi ini:

  • Meneteskan air garam ke dalam hidung adalah salah satu cara mengatasi hidung tersumbat
  • Menggunakan pipet untuk membersihkan hidung bayi yang tersumbat. Encerkan ingus dengan tetesan larutan air garam.
  • Rajin mencuci tangan untuk mencegah flu.
  • Jangan menyentuh hidung, mulut, atau mata dengan tangan yang kotor. Tutupi hidung dengan tisu wajah saat bersin atau batuk dan langsung buang. Jauhkan diri dari orang yang terserang flu.
  • Makan makanan yang seimbang dan sehat dengan buah jeruk dan sumber vitamin C lainnya.

Antibiotik tidak bisa mengobati jika penyakit yang Anda alami disebabkan oleh virus. Antibiotik hanya diberikan untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri.

Hubungi dokter jika Anda memiliki gejala infeksi bakteri sekunder.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Infeksi Kandung Kemih

Infeksi kandung kemih adalah penyakit akibat serangan bakteri pada organ yang menampung urine. Pelajari gejala, penyebab, dan pengobatannya di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Urologi, Kandung Kemih 6 Agustus 2020 . Waktu baca 10 menit

Sesak Napas

Sesak napas atau dispnea adalah kondisi ketika seseorang mengalami kesulitan bernapas. Terdapat berbagai macam hal yang bisa menyebabkan sesak napas.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Pernapasan, Sesak Napas 24 Juli 2020 . Waktu baca 9 menit

Box Breathing, Teknik Pernapasan yang Bisa Dicoba Saat Sedang Stres

Teknik box breathing bisa menjadi salah satu cara untuk meredakan stres yang melanda. Seperti apa dan bagaimana cara melakukannya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Hidup Sehat, Tips Sehat 3 Juli 2020 . Waktu baca 4 menit

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut)

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut adalah sekumpulan infeksi yang menyerang saluran pernapasan secara tiba-tiba dan bisa berkembang cepat.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Pernapasan, Penyakit Pernapasan Lainnya 2 Juli 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

psoriasis

Psoriasis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 12 menit
benjolan di ketiak

Ada Benjolan di Ketiak Anda? Ini Beberapa Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 24 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
Cara menjaga kesehatan paru-paru salah satunya adalah dengan berhenti merokok.

6 Cara Sederhana Menjaga Kesehatan Paru-Paru Anda

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 4 menit
infeksi ginjal atau pielonefritis

Pielonefritis (Infeksi Ginjal)

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Dipublikasikan tanggal: 6 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit