Flu Burung

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 23 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Pengertian

Apa itu flu burung?

Flu burung, atau yang dikenal juga sebagai avian influenza, adalah salah satu jenis flu yang umumnya ditemukan pada unggas akibat virus flu jenis H5N1. Namun, virus ini dapat bermutasi dan menyebar ke manusia.

Apabila manusia terinfeksi virus flu burung, gejala yang tampak akan bervariasi, mulai dari yang ringan hingga parah dan berpotensi membahayakan nyawa. Penularan ini biasanya terjadi akibat adanya kontak dengan burung atau unggas yang terinfeksi virus atau proses memasak yang kurang matang.

Penyakit ini tidak dapat ditularkan antarmanusia, tapi para ahli mengkhawatirkan adanya kemungkinan virus dapat bermutasi lagi dan bisa menular antarmanusia.

Seberapa umumkah penyakit ini?

Penyakit ini memang lebih banyak ditemukan pada unggas, tetapi angka penyebarannya pada manusia pun termasuk tinggi. Meski begitu, angka kejadiannya pada unggas paling banyak terjadi di dunia.

Menurut World Health Organization, infeksi pada manusia pertama kali ditemukan di Hongkong pada kejadian wabah flu burung tahun 1997. Sejak tahun 2003, virus telah menyebar dari Asia ke negara-negara di Eropa dan Afrika. Hingga tahun 2019, WHO mencatat sebanyak 1.300 kasus infeksi yang terjadi pada manusia, dengan angka kematian mencapai 455 jiwa.

Di Indonesia, virus flu burung tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Berdasarkan data yang diambil dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sejak tahun 2005-2018, terdapat 200 kasus dengan 168 kematian akibat penyakit ini. Namun, angka kejadian penyakit ini mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala flu burung?

Tanda-tanda dan gejala flu burung pada setiap penderitanya bisa berbeda-beda, mulai dari yang menyerupai penyakit flu, seperti demam dan batuk, hingga yang berat seperti pneumonia dan syok.

Pada kasus infeksi H5N1, ditemukan juga tanda-tanda bermasalahnya pencernaan, seperti diare, mual, dan muntah.

Gejala awal dari penyakit ini biasanya akan terlihat setelah 2-8 hari penularan.

Beberapa gejala flu burung yang muncul, seperti influenza pada umumnya, yaitu:

  • Demam tinggi hingga melebihi 38 derajat Celcius
  • Batuk
  • Radang tenggorokan
  • Kesulitan bernapas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot

Selain itu, pada beberapa pasien, ditemukan juga gejala-gejala tambahan yang meliputi:

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Tanda gejala di atas memang tidak khas sebagai tanda flu burung, tapi jika Anda baru saja melakukan kontak dengan unggas yang mati akibat virus ini, Anda perlu waspada. Konsultasikanlah ke dokter untuk memastikannya.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang disebutkan di atas, dan Anda berada di area peternakan unggas, periksakanlah diri Anda ke dokter.

Jika muncul gejala dan komplikasi lainnya, seperti masalah pernapasan atau syok, jangan tunda ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

Tubuh masing-masing orang berbeda dan akan menunjukkan gejala-gejala yang bervariasi pula. Selalu konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang paling sesuai dengan kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab flu burung?

Penyebab penyakit ini adalah virus influenza tipe A, subtipe H5N1. Influenza tipe A banyak ditemukan pada manusia dan beberapa jenis hewan.

Jenis virus influenza tipe A lain yang juga familier adalah H1N1, atau Anda lebih mengenalnya dengan flu babi atau swine flu.

Virus influenza yang terdapat di unggas dapat dibagi lagi menjadi A(H5N1), A(H9N2), dan A(H7N9). Pembagian ini berdasarkan bentuk protein masing-masing virus yang beragam.

Virus yang paling banyak ditemukan di infeksi flu burung pada manusia adalah tipe H5N1. Virus ini tumbuh secara alami pada unggas air seperti bebek dan angsa, tetapi dapat menyebar dengan mudah ke unggas lainnya seperti hewan ternak.

Cara penularan flu burung ke manusia dapat terjadi melalui kontak langsung atau tidak langsung dengan kotoran, cairan, atau air liur burung yang terinfeksi.

Selain itu, penularan flu burung ke manusia bisa disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

  • Kontak udara di area dengan banyak burung yang terinfeksi
  • Memasak produk ternak yang terinfeksi
  • Proses memasak produk ternak atau unggas yang kurang matang

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya kena penyakit ini?

Terdapat beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda tertular virus flu burung, seperti:

  1. Berada di area yang banyak burung, seperti peternakan, kandang burung, atau kebun binatang
  2. Bepergian ke daerah dengan kasus flu burung tinggi
  3. Makan makanan olahan unggas atau telur, terutama yang tidak matang sempurna

Memiliki faktor risiko bukan berarti Anda pasti akan kena penyakit ini. Hanya saja, Anda akan lebih berpeluang dibandingkan mereka yang tidak memiliki faktor-faktor di atas.

Komplikasi

Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi akibat flu burung?

Apabila tidak segera ditangani, flu burung dapat berakibat fatal, bahkan membahayakan nyawa. Kemungkinan komplikasi yang dapat terjadi akibat flu burung, antara lain:

Dari total jumlah orang yang terinfeksi penyakit ini, setengahnya berakhir dengan kematian akibat tidak ditangani dengan cepat. Persentase kematian yang mungkin terjadi pada penderita adalah 60%.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Penyakit ini dapat didiagnosis dengan beberapa metode metode pemeriksaan. Salah satunya adalah dengan mengambil sampel cairan dari hidung dan tenggorokan (swab test) Anda untuk diperiksa di laboratorium. Tes laboratorium bertujuan untuk mengetahui apakah ada infeksi virus dan komplikasi lainnya yang diakibatkan oleh virus flu burung.

Beberapa pemeriksaan lain yang juga mungkin Anda lakukan untuk mendiagnosis penyakit ini, antara lain:

  • Tes darah untuk memeriksa sel darah putih
  • Rontgen dada untuk mengecek kondisi paru-paru
  • Pemeriksaan lain untuk memeriksa fungsi hati, jantung, dan ginjal

Bagaimana cara mengobati flu burung?

Tujuan pengobatan flu burung adalah untuk mengurangi gejala-gejala, mencegah perkembangan virus dalam tubuh, serta meningkatkan kesempatan bertahan hidup penderitanya.

Pengobatan flu burung yang direkomendasikan oleh para dokter adalah obat antiviral seperti oseltamivir atau zanamivir. Obat-obatan tersebut harus segera diminum 48 jam setelah gejala pertama kali muncul.

Hindari penggunaan obat-obatan antiviral lainnya, seperti rimantadine dan amantadine. Banyak kasus penyakit ini yang telah kebal terhadap obat-obatan tersebut.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi flu burung?

Salah satu langkah utama yang perlu dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini adalah melakukan vaksinasi virus H5N1. Namun, vaksin ini belum tersedia di layanan kesehatan secara umum dan hanya akan disediakan saat wabah sedang berlangsung.

Oleh karena itu, Anda dapat melakukan cara-cara mencegah tertular flu burung, seperti:

1. Hindari area yang dipenuhi unggas

Langkah pertama adalah menghindari daerah yang sering dipenuhi unggas, seperti peternakan, sawah, atau kandang burung. Hal ini penting dilakukan, terutama jika Anda bepergian ke negara dengan kasus infeksi pada burung yang cukup tinggi.

2. Rutin mencuci tangan

Sebelum makan dan selesai beraktivitas, pastikan Anda mencuci tangan Anda. Ke mana pun Anda pergi, siapkan hand sanitizer berbahan dasar alkohol di dalam tas Anda.

3. Masak produk unggas sematang mungkin

Jika Anda akan menyantap produk olahan unggas seperti daging ayam, bebek, atau telur, pastikan makanan tersebut telah dimasak hingga matang sempurna.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Viral Syndrome

Infeksi Virus Mudah Menyebar Melalui Udara dan Dipakai Bersama. Gejala nya pun Bervariasi. Ketahui Info Resiko & Pengobatan Hanya di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Infeksi, Infeksi Virus 14 Desember 2020 . Waktu baca 3 menit

Beragam Pilihan Obat Flu Paling Ampuh yang Aman untuk Orang Dewasa dan Anak

Banyak yang menyepelekan flu, padahal gejalanya merepotkan hidup. Kabar baiknya, ada banyak pilihan obat flu paling ampuh yang bisa Anda beli di apotek.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 27 November 2020 . Waktu baca 7 menit

7 Gejala Flu yang Tidak Boleh Disepelekan

Hampir setiap orang di dunia ini pernah sakit flu sekali seumur hidup. Mengetahui gejala flu sejak awal dapat membantu Anda sembuh lebih cepat. Apa saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Flu, Kesehatan Pernapasan 26 November 2020 . Waktu baca 7 menit

4 Tips Mengatasi Telinga Sakit dan Tersumbat karena Flu

Telinga Anda mungkin terasa sakit dan tersumbat saat flu. Ini karena hidung dan telinga saling terhubung, Bagaimana mengatasi telinga tersumbat karena flu?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Flu, Kesehatan Pernapasan 19 November 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Apa Benar Kena Air Hujan Bisa Bikin Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
penyakit pernapasan pada anak

Penyakit Pernapasan pada Anak, Kenali Jenis dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit
lidah terasa pahit saat sakit

Kenapa Lidah Terasa Pahit saat Anda Sedang Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit
listeriosis adalah

Listeriosis

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit