Definisi

Apa itu penyakit ALS (Amyotrophic lateral sclerosis)?

Penyakit ALS adalah penyakit Amyotrophic lateral sclerosis. Kondisi ini terjadi saat sistem saraf di mana sel-sel tertentu (neuron) di dalam otak dan sumsum tulang mati secara perlahan.

Sel ini mengirimkan pesan dari dalam otak dan sumsum tulang menuju otot. Masalah otot ringan muncul pada awalnya, tapi perlahan-lahan orang tersebut akan menjadi lumpuh. Beberapa orang ada yang mengalami penyakit ALS selama beberapa tahun. Pada akhirnya otot akan berhenti bekerja. Penyakit ini disebut juga penyakit Lou Gehrig, dinamakan setelah pemain bisbol terkenal meninggal karena penyakit ALS ini.

Ada dua jenis tipe penyakit ALS:

  1. Neuron motor atas: Sel saraf di otak.
  2. Neuron motorik bawah: Sel saraf di sumsum tulang belakang.

Neuron motor ini mengendalikan semua gerakan refleks atau spontan di otot lengan, kaki, dan wajah Anda. Neuron motor juga berfungsi memberitahu otot-otot Anda untuk berkontraksi sehingga Anda bisa berjalan, berlari, mengangkat benda ringan di sekitar, mengunyah dan menelan makanan, dan bahkan bernapas.

Seberapa umumkah amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Amyotrophic lateral sclerosis  atau penyakit ALS adalah penyakit langka. Penyakit ini umumnya memengaruhi lebih banyak pria daripada wanita pada usia 40-60 tahun. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala amyotrophic lateral sclerosis (ALS)?

Penyakit ALS sering berawal dari otot salah satu lengan atau kaki yang melemah, atau ditandai dengan berbicara dengan tidak jelas. Kelemahan perlahan menyebar ke kedua tangan dan kaki dan bagian tubuh lainnya. Otot punggung dan leher yang melemah membuat kepala jadi tertunduk lemas.

Lalu, kehilangan jaringan otot (atrophy) dan lidah yang berkedut umum juga terjadi. Otot yang diperlukan untuk bergerak, berbicara, makan (menelan), dan bernapas, pada akhirnya menjadi lumpuh (paralysis).

Penyakit ALS tidak memengaruhi indra (penglihatan, penciuman, perasa, pendengaran, dan sentuhan), tapi orang mungkin memiliki masalah mental (seperti aphasia, atau kesulitan menemukan kata-kata).

Mungkin masih ada gejala lain yang tidak tercantum. Jika ada pertanyaan tentang tanda-tanda penyakit, konsultasi dengan dokter.

Kapan harus pergi ke dokter?

Anda perlu menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala dari penyakit ALS seperti berikut ini:

  • Kesulitan berjalan atau melakukan aktivitas harian.
  • Kaki atau pergelangan kaki melemah atau lumpuh.
  • Menurunnya fungsi tangan.
  • Kesulitan menelan atau berbicara.
  • Kram otot dan lengan, bahu,dan lidah berkedut.
  • Kesulitan mendongakkan kepala atau menjaga postur tubuh.

Penyebab

Apa penyebab dari penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis?

Penyebabnya tidak diketahui dan sekitar 90% kasus terjadi secara sporadis. Pada sekitar 10% orang, penyakit ini menurun pada anggota keluarga. Ilmuwan juga menduga ketidakseimbangan kadar glutamat dalam tubuh dan penyakit autoimun sebagai penyebab penyakit ALS. Perlu diketahui, bila penyakit ALS adalah penyakit tidak menular.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis?

Ada banyak faktor risiko  penyakit ALS, yaitu:

  • Turunan
  • Berusia 40-60 tahun
  • Pada kelompok usia <65 tahun, laki-laki lebih berisiko mengalami ALS dibandingkan perempuan
  • Faktor lingkungan macam merokok dan paparan jangka panjang
  • Cedera karena benturan

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa pilihan pengobatan untuk penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis?

Perawatan bertujuan untuk mengontrol gejala dan mendukung pasien selama mungkin. Salah satu obatnya adalah riluzole, yang mungkin memperpanjang umur dan pada beberapa orang mungkin memperlambat perkembangan ALS, namun efeknya terbatas. Obat-obatan lain mungkin membantu mengontrol gejala kejang, kesulitan menelan, kram, sembelit, nyeri, dan depresi. Selang perut mungkin digunakan untuk memberi makan jika pasien tersedak. Ahli gizi berperan dalam membantu mencegah penurunan berat badan. Pendidikan dan konseling juga penting untuk membantu menenangkan kondisi psikis seseorang yang memiliki ALS

Terapi fisik, okupasi, dan bicara dapat membantu orang tetap kuat dan mandiri. Alat bantu seperti penjepit, pembungkus kaki dari logam, kursi roda, dan mesin pernapasan juga kaan diperlukan selama masa pengobatan. Di tahap selanjutnya, tujuan utama dari adalah memberi kenyamanan terhadap kondisi orang yang memiliki penyakit ALS.

Apa saja tes untuk penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis yang paling umum?

Dokter mungkin mendiagnosis berdasarkan riwayat pengobatan dan pemeriksaan fisik, terutama saraf dan otot. Dokter akan melakukan tes berjalan, bernapas, menelan, dan refleks.

Dokter mungkin juga melakukan electromyography (EMG) dan studi konduksi saraf. Studi lainnya termasuk tes genetik, computed tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), tes darah dan urin, spinal tap, dan biopsi otot.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat mengatasi penyakit ALS atau amyotrophic lateral sclerosis?

Gaya hidup dan pengobatan rumahan di bawah ini mungkin dapat membantu mengatasi amyotrophic lateral sclerosis:

  • Pilih pengobatan yang Anda perlukan untuk mengatasi masalah tertentu seperti bernapas dan makan.
  • Pelajari sebanyak mungkin tentang penyakit ALS dan cara mengurangi gejalanya.
  • Bergabunglah dalam grup pendukung untuk kondisi ALS
  • Jangan putus harapan. Beberapa orang hidup jauh lebih lama dari 5-10 tahun. Beberapa hidup lebih lama dari 10 tahun atau lebih.

Jika ingin bertanya, konsultasi kepada dokter untuk mendapatkan solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Sumber

Direview tanggal: Februari 13, 2018 | Terakhir Diedit: Februari 13, 2018

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan