Cara Tepat dan Mudah Merawat Rambut untuk Wanita Berhijab

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Banyak orang mengira jilbab sebagai pelindung rambut. Pasalnya, rambut tidak akan terkena paparan matahari, angin, hujan, dan asap polusi. Faktanya, ada cara khusus merawat rambut bagi wanita berhijab agar rambut sehat dan tampak indah. Apa saja? 

Cara merawat rambut bagi Anda yang berhijab

menjaga kesehatan mulut saat puasa

Meski melindungi dari paparan panas dan asap polusi, rambut yang ditutupi kain sepanjang hari justru lebih rentan berkeringat. Hal ini tentu meningkatkan produksi sebum (minyak) berlebih, sehingga memudahkan bakteri dan kuman menumpuk. 

Tidak heran bila beberapa dari Anda yang berhijab mengeluh kulit kepala terasa gatal dan mulai muncul ketombe. Mari simak berbagai cara khusus untuk merawat rambut bagi wanita berhijab agar terhindar dari kerusakan rambut berikut ini. 

1. Lepas jilbab setelah sampai di rumah

Salah satu cara merawat rambut bagi wanita berhijab adalah langsung melepas jilbab setelah tiba di rumah. Mengapa? 

Dengan melepas hijab dan ikatan pada rambut, Anda membiarkan rambut yang terperangkap kain selama memakai jilbab untuk beristirahat. Hal ini juga bertujuan untuk memberikan udara bagi rambut. 

2. Sisir rambut sebelum mencuci rambut

Bila Anda ingin keramas, sebaiknya sisir rambut terlebih dahulu sebelum melakukannya. Selain itu, pilih sisir bergigi jarang dan lebar (wide-tooth) untuk meluruskan kembali rambut yang kusut. 

Cara merawat rambut berhijab yang satu ini terdengar sepele. Namun, langkah ini ternyata penting karena ikatan atau sanggulan saat menggunakan jilbab dapat menekan rambut. 

Menyisir rambut sebelum mencuci rambut juga baik dilakukan untuk mencegah rambut rontok. Bahkan, hal ini juga membantu merangsang sirkulasi darah ke kulit kepala yang membantu menumbuhkan rambut. 

3. Pakai sampo khusus sesuai jenis rambut

Umumnya, wanita berhijab cenderung memiliki rambut berminyak dan lembab. Itu sebabnya, usahakan memilih produk sampo dan kondisioner rambut berbahan ringan, terutama untuk kulit kepala yang sensitif. 

Sampo dan kondisioner berbahan ringan biasanya dapat membantu mengurangi rambut gatal karena berhijab. Sementara itu, produk perawatan rambut dengan bahan yang terlalu keras dapat merusak rambut dan kulit kepala. 

Perlu diingat bahwa Anda disarankan untuk tidak mencuci rambut dengan sampo dan kondisioner setiap hari. 

Terlalu sering keramas dapat mengakibatkan minyak alami di kulit kepala berkurang, sehingga membuatnya semakin kering. Kulit kepala yang terlalu kering juga berpotensi memicu munculnya gatal-gatal. 

4. Biarkan rambut kering sebelum pakai jilbab

Perawatan rambut berhijab lainnya yang perlu diperhatikan adalah membiarkan rambut kering sebelum menggunakan jilbab. Pasalnya, penggunaan jilbab pada saat rambut masih basah dapat menyebabkan rambut terlalu lembap dan menciptakan sarang jamur.

Selain itu, beberapa orang mungkin akan mengikat rambut saat menggunakan jilbab. Hindari mengikat rambut dalam keadaan basah karena dapat menyebabkan rambut tegang dan munculnya ketombe.

Bila terburu-buru, Anda bisa memanfaatkan alat pengering rambut (hair dryer). Namun, atur alat pengering rambut dalam suhu rendah hingga sedang untuk mengurangi risiko kerusakan rambut.

5. Rutin potong rambut

Rutin memotong rambut tentu sudah menjadi salah satu cara mengatasi ujung rambut bercabang dan kering. Meski tidak ada orang yang dapat melihat rambut Anda, jangan mengabaikan kesehatan rambut.

Usahakan untuk tetap memotongnya secara teratur sebagai cara merawat rambut wanita berhijab agar tetap tumbuh dengan sehat.

Ragam Perawatan Rambut di Salon yang Patut Dicoba

6. Pilih bahan jilbab yang baik untuk kulit

kesehatan gigi dan mulut saat puasa

Wajib bagi setiap wanita memahami bahan kain apa yang harus ia gunakan untuk hijabnya. Cobalah untuk menggunakan kain yang ramah kulit agar rambut bisa ‘bernapas’. 

Bila memungkinkan, pilih jilbab dengan serat alami yang ringan, seperti kain chiffon atau katun. Bahan katun akan memberikan lebih banyak udara ke kulit kepala, sekaligus menjaga rambut tetap tertutup. 

Bagi penyuka kain sintetis, seperti nylon atau polyester, pastikan untuk menggunakan underscarf agar rambut terlindungi dari risiko antar kulit kepala dan bahan kain. Ibarat menggunakan topi yang terlalu kencang, gesekan antara kulit kepala dan bahan kain dapat menurunkan aliran darah ke folikel rambut.

Hal ini nantinya menyebabkan rambut stres dan akhirnya rontok. Kerontokan rambut ini mungkin awalnya bersifat sementara, tetapi bisa menjadi permanen seiring dengan berjalannya waktu. 

Bila cuaca sedang panas, sebaiknya pakai jilbab berkain tipis. Sementara itu, tidak akan menjadi masalah apa pilihan jilbab Anda di cuaca yang dingin. Namun, Anda sebaiknya menghindari pemakaian jilbab berwarna hitam terlalu sering karena dapat menyerap panas. 

Selain tips di atas, cara merawat rambut bagi wanita berhijab sebenarnya tidak jauh berbeda dengan menjaga kesehatan rambut pada umumnya. Anda juga dianjurkan untuk menggunakan masker rambut untuk menjaga kelembapan rambut. 

Bila Anda mengalami masalah kulit kepala atau rambut saat memakai hijab, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis kulit atau dermatolog.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Inilah Ragam Penyebab Rambut Rontok yang Tak Anda Duga

Sudah merawat rambut baik-baik, tapi kok rambut masih saja rontok? Simak penyebab rambut rontok yang perlu Anda ketahui berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 10 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Tabir Surya untuk Kulit, Seberapa Penting Menggunakannya?

Cahaya matahari memicu penuaan dini, kulit kusam, hingga kanker kulit. Maka itu, dibutuhkan rangkaian skincare tabir surya. Seberapa penting produk ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 12 menit

Cara Membuat Scrub Kopi untuk Kulit Cerah Berkilau

Kafein dalam kopi bisa bantu Anda menyamarkan lingkaran hitam "mata panda" dan selulit. Berminat coba membuat scrub kopi sendiri di rumah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit

Skincare untuk Kulit Sensitif Sehingga Tidak Mudah Iritasi

Untuk pemilik kulit sensitif, mencari produk skincare yang tepat tidaklah mudah. Sebenarnya, seperti apa skincare untuk kulit sensitif yang baik?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 9 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit



Direkomendasikan untuk Anda

urutan produk perawatan kulit skincare malam

Begini Urutan Pemakaian Skincare Wajah untuk Malam Hari

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
sabun susu kambing lebih baik

Sabun Susu Kambing Lebih Baik dari Sabun Mandi Biasa, Benarkah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 27 Desember 2020 . Waktu baca 5 menit
pakaian olahraga hijab

5 Kiat Memilih Pakaian Olahraga yang Nyaman Buat Wanita Berhijab

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 19 Desember 2020 . Waktu baca 4 menit
gambar apa itu suntik putih

Benarkah Suntik Putih Ampuh dan Aman untuk Mencerahkan Kulit?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 17 Desember 2020 . Waktu baca 6 menit