5 Siasat untuk Menghentikan Hobi Menggigit Kuku

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Menggigit kuku adalah kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kebiasaan yang sulit dihentikan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lantas, apa saja penyebab kebiasaan gigit kuku dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan?

Penyebab kebiasaan menggigit kuku

bahaya menggigit kuku

Hobi menggigit kuku atau dikenal sebagai onychophagia ini adalah kebiasaan yang berkaitan dengan stres atau rasa gugup pada anak-anak dan orang dewasa. Kebanyakan orang yang mengalami hal ini biasanya menggigiti lempeng kuku dan terkadang jaringan pada bantalan kuku, serta kutikula. 

Para ahli hingga saat ini belum mengetahui apa penyebab pasti dari kebiasaan gigit kuku ini. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang juga mengalami onychophagia, yakni: 

  • attention deficit hyperactivity disorder (ADHD),
  • gangguan kecemasan
  • sindrom Tourette
  • obsessive compulsive disorder (OCD)
  • oppositional defiant disorder (ODD)

Kebiasaan ini umumnya dilakukan tanpa disadari oleh penderitanya. Banyak dari mereka yang merasa tenang setelah mencabuti ujung kuku atau kulit di sekitarnya. Pemicu lain dari kebiasaan ini juga dapat berasal dari rasa bosan atau situasi yang membuat Anda gugup atau stres.

Bahaya dari menggigit kuku

Banyak orang menganggap bahwa menggigit kuku adalah kebiasaan yang wajar dan tidak membahayakan. Faktanya, tidak demikian. Ada dampak yang mengintai dari kebiasaan mencabuti ujung kuku atau kutikula. Berikut beberapa bahaya menggigit kuku

1. Infeksi 

Infeksi kuku jari dapat terjadi akibat sering menggigit kuku, terutama dalam ukuran yang cukup besar. Pasalnya, saat kuku tercabut, kulit halus di bawah kuku akan terlihat. Bagian ini rentan diserang oleh bakteri yang menyebabkan infeksi. 

Infeksi yang paling sering terjadi pada daerah tersebut adalah paronikia. Paronikia adalah infeksi kulit yang muncul pada kuku jari, baik tangan dan kaki. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur. 

Selain itu, infeksi pada jamur kuku (onikomikosis) pun lebih berisiko terjadi pada orang yang senang menggigiti kuku. 

Masalah ini tentu dapat disembuhkan dengan menghentikan kebiasaan tersebut. Selain itu, Anda juga dapat merendam tangan di dalam air hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat infeksi. 

2. Kutil periungual

Kutil periungual yaitu kondisi yang sering terjadi pada orang dengan kebiasaan ini. Umumnya, ukuran kutil yang kecil tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, seiring dengan pertumbuhan kutil yang semakin membesar, rasa sakit pun bertambah. 

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh HPV (human papillomavirus) yang dapat masuk melalui goresan atau luka. Itu sebabnya, kutil periungual dapat terjadi pada orang yang sering gigit kuku. 

3. Masalah pada gigi

Selain masalah kuku, menggigit kuku juga dapat mengganggu kesehatan gigi. Posisi gigi dapat bergeser dari tempatnya dan menyebabkan gigi atau email gigi pecah. Tidak hanya itu, gusi juga berisiko terkena infeksi dan membengkak. 

4. Sakit perut

Tahukah Anda bahwa kebiasaan menggigit kuku juga dapat membahayakan perut Anda? Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang ada di tangan biasanya senang bersembunyi di balik kuku. 

Oleh karena itu, bukan hal yang tidak mungkin bakteri akan masuk ke dalam saluran pencernaan ketika Anda mencabuti kuku dengan gigi. Bila dibiarkan, gangguan pada sistem pencernaan yang diawali dengan gejala sakit perut dapat terjadi. 

Selain keempat masalah di atas, ada bahaya lainnya yang menghantui orang yang senang menggigiti kuku, yakni: 

  • herpetic whitlow, 
  • pertumbuhan kuku yang tidak normal, serta 
  • peradangan pada kuku.

Cara menghentikan kebiasaan menggigit kuku

tips merawat kuku

Sebenarnya, membatasi kebiasaan menggigit kuku cukup sulit. Anda harus mengetahui apa yang memicu kebiasaan ini. Sebelum menghentikan perilaku ini, cobalah ingat-ingat lagi kapan Anda memulai hobi ini, apakah ketika stres, saat menonton TV atau saat merasa cemas. 

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda perlu mengurangi sikap ini dengan perlahan-lahan. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba yang mungkin dapat mengurangi kebiasaan menggigiti kuku. 

1. Jaga kuku tetap pendek

Salah satu cara menghentikan perilaku menggigit kuku adalah rutin memotong kuku agar dapat menjaganya tetap pendek. Pasalnya, kuku panjang cenderung lebih menarik untuk digigit dibandingkan kuku dengan ukuran pendek. 

2. Lakukan manicure dan pedicure

Orang yang melakukan meni pedi biasanya akan lebih menjaga kuku-kukunya. Jika Anda mencoba menghentikan kebiasaan menggigit kuku, cobalah perawatan manikur. 

Faktor waktu, dana, dan usaha yang dikorbankan saat melakukan manikur dapat menjadi pertimbangan saat Anda berpikir untuk menggigiti kuku. Anda juga bisa mengenakan sarung tangan atau menutupi kuku dengan selotip atau stiker sebagai upaya pencegahan. 

3. Pakai cat kuku

cara mengeringkan kutek dengan cepat

Setelah melakukan meni pedi, beberapa dari Anda mungkin mempercantik kuku dengan mengecat kuku memakai kutek berwarna. 

Nah, keinginan tersebut ternyata bisa membantu menahan keinginan untuk menggigit kuku. Pasalnya, cat kuku membuat kuku menjadi tidak enak dan cenderung pahit saat digigit. 

4. Buat tangan atau mulut tetap sibuk

Alih-alih menggigit kuku, Anda bisa mengalihkan perhatian tersebut dengan aktivitas lainnya. Cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda dengan menggambar, menulis, atau mengunyah permen karet

5. Minta orang lain menghentikannya

Selain dari diri sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk melarang Anda menggigit kuku. Anda juga bisa mencari teman yang mempunyai kebiasaan yang sama dan ingin berhenti, sehingga dapat saling berjanji untuk mengurangi perilaku ini. 

Bila Anda telah mencoba semua perawatan rumah di atas dan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Ada kalanya menggigit kuku menjadi pertanda dari masalah psikologis atau emosional yang serius. 

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyebab Kuku Jadi Menguning dan Cara Mengatasinya

Kuku kuning bisa menyebabkan Anda jadi tampil tidak percaya diri. Apa penyebab kuku menguning? Bagaimana mengatasinya? Mari simak di sini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 11 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Pilihan Obat dan Cara untuk Mengatasi Cantengan

Kuku cantengan tak hanya mengerikan untuk dipandang mata, tapi bisa menyakitkan dan perih. Simak daftar obat cantengan berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Paronikia

Paronikia adalah infeksi yang terjadi di kulit sekitar kuku. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, serta pengobatan paronikia di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Shylma Na'imah
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Kuku Lepas atau Patah

Terbentur kaki meja atau terjepit pintu bisa membuat kuku patah sebagian, bahkan mungkin lepas seluruhnya. Bagaimana cara mengatasi kuku lepas seperti ini?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Kulit, Perawatan Kuku 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kuku dan masalah pada kuku

Penyakit pada Kuku yang Perlu Diwaspadai

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Tiara Putri
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit
memotong kuku

7 Panduan Memotong Kuku dengan Benar

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit
darah beku di kuku

Hematoma Subungual (Kuku Hitam)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 23 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
jamur kuku tinea unguium

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit