home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Siasat untuk Menghentikan Hobi Menggigit Kuku

5 Siasat untuk Menghentikan Hobi Menggigit Kuku

Menggigit kuku adalah kebiasaan yang dilakukan oleh banyak orang, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kebiasaan yang sulit dihentikan ini dapat terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Lantas, apa saja penyebab kebiasaan gigit kuku dan bagaimana dampaknya terhadap kesehatan?

Penyebab kebiasaan menggigit kuku

bahaya menggigit kuku

Hobi menggigit kuku atau dikenal sebagai onychophagia ini adalah kebiasaan yang berkaitan dengan stres atau rasa gugup pada anak-anak dan orang dewasa. Kebanyakan orang yang mengalami hal ini biasanya menggigiti lempeng kuku dan terkadang jaringan pada bantalan kuku, serta kutikula.

Para ahli hingga saat ini belum mengetahui apa penyebab pasti dari kebiasaan gigit kuku ini. Namun, ada beberapa kondisi tertentu yang juga mengalami onychophagia, yakni:

  • attention deficit hyperactivity disorder (ADHD),
  • gangguan kecemasan
  • sindrom Tourette
  • obsessive compulsive disorder (OCD)
  • oppositional defiant disorder (ODD)

Kebiasaan ini umumnya dilakukan tanpa disadari oleh penderitanya. Banyak dari mereka yang merasa tenang setelah mencabuti ujung kuku atau kulit di sekitarnya. Pemicu lain dari kebiasaan ini juga dapat berasal dari rasa bosan atau situasi yang membuat Anda gugup atau stres.

Bahaya dari menggigit kuku

Banyak orang menganggap bahwa menggigit kuku adalah kebiasaan yang wajar dan tidak membahayakan. Faktanya, tidak demikian. Ada dampak yang mengintai dari kebiasaan mencabuti ujung kuku atau kutikula. Berikut beberapa bahaya menggigit kuku.

1. Infeksi

Infeksi kuku jari dapat terjadi akibat sering menggigit kuku, terutama dalam ukuran yang cukup besar. Pasalnya, saat kuku tercabut, kulit halus di bawah kuku akan terlihat. Bagian ini rentan diserang oleh bakteri yang menyebabkan infeksi.

Infeksi yang paling sering terjadi pada daerah tersebut adalah paronikia. Paronikia adalah infeksi kulit yang muncul pada kuku jari, baik tangan dan kaki. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi bakteri dan jamur.

Selain itu, infeksi pada jamur kuku (onikomikosis) pun lebih berisiko terjadi pada orang yang senang menggigiti kuku.

Masalah ini tentu dapat disembuhkan dengan menghentikan kebiasaan tersebut. Selain itu, Anda juga dapat merendam tangan di dalam air hangat untuk mengurangi rasa nyeri dan pembengkakan akibat infeksi.

2. Kutil periungual

Kutil periungual yaitu kondisi yang sering terjadi pada orang dengan kebiasaan ini. Umumnya, ukuran kutil yang kecil tidak menimbulkan rasa sakit. Namun, seiring dengan pertumbuhan kutil yang semakin membesar, rasa sakit pun bertambah.

Kondisi ini biasanya disebabkan oleh HPV (human papillomavirus) yang dapat masuk melalui goresan atau luka. Itu sebabnya, kutil periungual dapat terjadi pada orang yang sering gigit kuku.

3. Masalah pada gigi

Selain masalah kuku, menggigit kuku juga dapat mengganggu kesehatan gigi. Posisi gigi dapat bergeser dari tempatnya dan menyebabkan gigi atau email gigi pecah. Tidak hanya itu, gusi juga berisiko terkena infeksi dan membengkak.

4. Sakit perut

Tahukah Anda bahwa kebiasaan menggigit kuku juga dapat membahayakan perut Anda? Hal ini dapat terjadi karena bakteri yang ada di tangan biasanya senang bersembunyi di balik kuku.

Oleh karena itu, bukan hal yang tidak mungkin bakteri akan masuk ke dalam saluran pencernaan ketika Anda mencabuti kuku dengan gigi. Bila dibiarkan, gangguan pada sistem pencernaan yang diawali dengan gejala sakit perut dapat terjadi.

Selain keempat masalah di atas, ada bahaya lainnya yang menghantui orang yang senang menggigiti kuku, yakni:

  • herpetic whitlow,
  • pertumbuhan kuku yang tidak normal, serta
  • peradangan pada kuku.

Cara menghentikan kebiasaan menggigit kuku

tips merawat kuku

Sebenarnya, membatasi kebiasaan menggigit kuku cukup sulit. Anda harus mengetahui apa yang memicu kebiasaan ini. Sebelum menghentikan perilaku ini, cobalah ingat-ingat lagi kapan Anda memulai hobi ini, apakah ketika stres, saat menonton TV atau saat merasa cemas.

Setelah mengetahui penyebabnya, tentu Anda perlu mengurangi sikap ini dengan perlahan-lahan. Berikut ini beberapa cara yang bisa Anda coba yang mungkin dapat mengurangi kebiasaan menggigiti kuku.

1. Jaga kuku tetap pendek

Salah satu cara menghentikan perilaku menggigit kuku adalah rutin memotong kuku agar dapat menjaganya tetap pendek. Pasalnya, kuku panjang cenderung lebih menarik untuk digigit dibandingkan kuku dengan ukuran pendek.

2. Lakukan manicure dan pedicure

Orang yang melakukan meni pedi biasanya akan lebih menjaga kuku-kukunya. Jika Anda mencoba menghentikan kebiasaan menggigit kuku, cobalah perawatan manikur.

Faktor waktu, dana, dan usaha yang dikorbankan saat melakukan manikur dapat menjadi pertimbangan saat Anda berpikir untuk menggigiti kuku. Anda juga bisa mengenakan sarung tangan atau menutupi kuku dengan selotip atau stiker sebagai upaya pencegahan.

3. Pakai cat kuku

cara mengeringkan kutek dengan cepat

Setelah melakukan meni pedi, beberapa dari Anda mungkin mempercantik kuku dengan mengecat kuku memakai kutek berwarna.

Nah, keinginan tersebut ternyata bisa membantu menahan keinginan untuk menggigit kuku. Pasalnya, cat kuku membuat kuku menjadi tidak enak dan cenderung pahit saat digigit.

4. Buat tangan atau mulut tetap sibuk

Alih-alih menggigit kuku, Anda bisa mengalihkan perhatian tersebut dengan aktivitas lainnya. Cobalah untuk mengalihkan perhatian Anda dengan menggambar, menulis, atau mengunyah permen karet.

5. Minta orang lain menghentikannya

Selain dari diri sendiri, mintalah bantuan orang lain untuk melarang Anda menggigit kuku. Anda juga bisa mencari teman yang mempunyai kebiasaan yang sama dan ingin berhenti, sehingga dapat saling berjanji untuk mengurangi perilaku ini.

Bila Anda telah mencoba semua perawatan rumah di atas dan tidak kunjung membaik, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Ada kalanya menggigit kuku menjadi pertanda dari masalah psikologis atau emosional yang serius.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

How to stop biting your nails. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 1 December 2020, from https://www.aad.org/public/everyday-care/nail-care-secrets/basics/stop-biting-nails 

Gibson, L.E. (2020). Does nail biting cause any long-term nail damage?. Mayo Clinic. Retrieved 1 December 2020, from https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/adult-health/expert-answers/nail-biting/faq-20058548 

Nail Biting: When Does It Go Too Far?. (2020). Cleveland Clinic. Retrieved 1 December 2020, from https://health.clevelandclinic.org/nail-biting-when-does-it-go-too-far/ 

Nail-Biting. (2019). Michigan Medicine. Retrieved 1 December 2020, from https://www.uofmhealth.org/health-library/tw9722spec 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nabila Azmi
Tanggal diperbarui 06/01/2021
x