home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Definisi jamur kuku|Jenis infeksi jamur kuku|Tanda dan gejala|Penyebab dan faktor risiko|Diagnosis dan pengobatan|Pengobatan di rumah
Jamur Kuku (Tinea Unguium)

Definisi jamur kuku

Jamur kuku (tinea unguium) adalah kondisi ketika kuku-kuku jari tangan atau kaki memiliki bercak putih atau kuning. Salah satu penyakit pada kuku ini disebabkan oleh infeksi jamur yang biasa terjadi.

Kondisi yang juga dikenal sebagai onikomikosis ini memiliki penyebab yang sama dengan kaki atlet (athlete’s foot). Pada penyakit ini, jamur akan hidup di keratin yang membentuk lapisan luar kulit. Bila jamur menyebar ke keratin kuku, kuku pun terinfeksi jamur.

Umumnya, pengobatan masalah pada kuku ini tidak sulit. Namun, ketika tidak ditangani dengan baik tentu dapat menginfeksi kuku kembali.

Seberapa umum jamur kuku?

Semua orang dapat mengalami kuku jamuran, terutama bagi penyandang diabetes. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami penyakit kuku ini akibat faktor usia.

Anda bisa mencegah tinea unguium dengan menghindari faktor-faktor risiko. Silakan konsultasikan dengan dokter kulit untuk informasi lebih lanjut.

Jenis infeksi jamur kuku

Meski tinea unguium tidak membahayakan nyawa, masalah pada kuku ini tetap perlu ditangani secepatnya. Pasalnya, kuku akan berubah warna dan membuatnya mudah patah yang bisa menjadi gerbang bakteri lain ke tubuh.

Kuku berjamur yang tidak diobati pun dapat menyebabkan rasa nyeri dan membuat Anda sulit berjalan. Namun, pengobatan penyakit kuku ini akan berbeda-beda tergantung patogen penyebabnya. Berikut perbedaannya.

Distal and Lateral Onychomycosis (DLSO)

Infeksi jamur kuku DLSO disebabkan oleh jamur tipe Trichophyton rubrum. Jamur ini dapat berkembang pada kuku jari tangan, tetapi sering menyerang kuku jari kaki.

Infeksi ini dimulai ketika patogen menjajah bantalan kuku dan bagian bawah kuku. Kemudian, infeksi ini meluas hingga ke matriks kuku dan merusak lapisan kulit luar di sekitar. Akibatnya, kuku berwarna kuning-kecoklatan.

Proximal Subungual Onychomycosis (PSO)

Infeksi jamur PSO juga disebabkan oleh Trichophyton rubrum. Akan tetapi, jenis infeksi ini lebih jarang terjadi dan biasa menyerang kuku kaki pasien HIV.

Umumnya, patogen akan masuk melalui kutikel di dasar kuku dan masuk ke matriks kuku untuk menyerang kuku baru yang akan tumbuh. Kemudian, jamur akan naik ke atas permukaan. Alhasil, kuku pun memiliki bercak putih dan lama kelamaan kuku lebih mudah lepas serta rusak.

White Superficial Onychomycosis (WSO)

WSO disebabkan oleh Trichophyton interdigitale dan hanya terjadi sekitar 10% dibandingkan jenis kuku berjamur lainnya. Infeksi yang satu ini terjadi dengan masuknya patogen pada lapisan luar kuku secara langsung.

Candidal onychomycosis

Infeksi jamur candida tentu disebabkan oleh jamur candida yang juga mnejadi penyebab kadas dan kurap. Candida albicans nantinya akan masuk ke seluruh bagian kuku dan menyebabkan perubahan warna menjadi keputihan.

Endonyx onychomycosis

Infeksi jamur tipe ini jarang terjadi dan biasa disebabkan oleh Trichophyton soudanense atau Trichophyton violaceum. Gejala klinis yang muncul pada infeksi ini berupa munculnya perubahan warna kuku menjadi putih susu.

Total Dystrophic Onychomycosis (TDO)

Infeksi jamur kuku TDO merupakan tingkat paling parah dari onikomikosis dan merupakan kelanjutan dari DLSO atau PSO yang tidak diobati sampai sembuh total. Kuku akan menebal dan berwarna kekuningan.

Tanda dan gejala

Awalnya, jamur kuku tidak menunjukkan gejala apa pun. Namun, seiring dengan berjalannya waktu akan muncul gejala-gejala yang cukup mengganggu, seperti:

  • perubahan warna kuku, seperti kuku menghitam, kuning, atau coklat,
  • kuku menebal dan berubah bentuk,
  • kuku mudah terlepas dan lebih rapuh,
  • penumpukan kotoran di bawah kuku jamuran dan berbau tidak sedap, dan
  • jamur kuku terpisah dari kuku kaki atau kuku tangan dan jarang menimbulkan rasa sakit.

Perlu diingat bahwa kuku berjamur adalah penyakit yang berbeda dengan psoriasis. Sebagai contoh, baik psoriasis dan infeksi jamur cenderung memburuk seiring berjalannya waktu.

Meski begitu, psoriasis tidak menyebar dengan kontak seperti infeksi jamur, sehingga infeksi jamur cenderung menyebar lebih cepat. Penderita infeksi jamur pada kuku kaki juga dapat melihat perubahan warna di antara jari-jari kaki dan tanda infeksi lainnya.

Kemungkinan ada tanda-­tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.

Kapan harus ke dokter karena tinea unguium?

Bila gejala di atas tidak kunjung membaik dan semakin parah, segera periksakan diri ke dokter, terutama untuk penyandang diabetes. Kunjungan dokter yang tertunda bisa memicu penyebaran infeksi jamur dan menyebabkan rasa sakit.

Setiap orang memiliki gejala dan kondisi yang berbeda-beda. Selalu diskusikan dengan dokter spesialis kulit untuk menetapkan diagnosis dan pengobatan yang terbaik untuk Anda.

Penyebab dan faktor risiko

Apa penyebabnya?

Kuku berjamur dapat disebabkan oleh berbagai jenis jamur dan salah satu jenis jamur yang paling sering adalah dermatofit.

Penyebab jamur kuku yang satu ini dapat tertular di tempat-tempat seperti, kolam renang dan ruang ganti umum. Selain itu, dermatofit juga dapat menginfeksi kuku Anda ketika bepergian tanpa alas kaki.

Anda juga bisa terinfeksi jamur bila berbagi gunting kuku atau handuk yang sudah terkontaminasi oleh jamur. Infeksi penyebaran jamur tidak hanya lewat dari orang-ke-orang, melainkan juga terjadi akibat tidak menjaga kebersihan kuku.

Sebagai contoh, kebiasaan menggunakan kaus kaki dan sepatu yang lembap menjadi tempat yang cocok untuk pertumbuhan jamur. Patogen nantinya akan menginfeksi kuku dengan masuk lewat berbagai cara, yaitu:

  • luka kecil pada kulit di sekitar kuku,
  • kuku yang pecah-pecah
  • kulit antara kuku dan jari, baik tangan maupun kaki

Apa faktor yang meningkatkan risiko terkena jamur kuku?

Dikutip dari Mayo Clinic, faktor-faktor tertentu yang meningkatkan risiko Anda mengalami kondisi ini yaitu sebagai berikut.

  • Lansia karena pertumbuhan kuku yang melambat.
  • Orang yang mudah berkeringat.
  • Pria yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini.
  • Bekerja di lingkungan yang lembap atau cenderung basah.
  • Terbiasa menggunakan kaus kaki atau sepatu yang basah.
  • Bepergian tanpa alas kaki di area yang basah, seperti kolam renang.
  • Luka pada kulit atau kuku.
  • Penderita penyakit psoriasis.
  • Penyandang diabetes, masalah aliran darah, dan Down syndrome pada anak.

Diagnosis dan pengobatan

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Kuku jamuran biasanya didiagnosis secara klinis. Dokter mungkin akan mengambil sepotong kuku yang tampak rusak dan mengirimkannya ke laboratorium. Selain itu, cara mendiagnosis kuku berjamur juga bisa dilakukan melalui tes persiapan kalium hidroksida (KOH).

Hal ini bertujuan untuk melihat patogen apa yang menginfeksi kuku Anda. Dengan begitu, dokter akan lebih mudah menentukan jenis pengobatan apa yang Anda perlukan.

Apa saja cara mengobati jamur kuku?

Meski tidak berbahaya, pengobatan kuku berjamur ternyata cukup panjang dan tergantung dari jenis patogen serta tingkat keparahannya.

Dokter mungkin akan merekomendasikan salah satu dari tiga pilihan obat untuk mengatasi jamur kuku atau mengombinasikan obatnya sekaligus, termasuk:

  • salep atau krim antijamur,
  • obat antijamur oral, seperti terbinafine atau fluconazole, serta
  • cat kuku antijamur.

Selain tiga jenis obat di atas, dokter mungkin akan memotong pendek setiap kuku yang terinfeksi.

Bahkan, hal yang sama juga dapat dilakukan pada area kulit kuku berjamur. Selain itu, dokter juga akan mengikis kotoran yang menumpuk di bawah kuku untuk memangkas pertumbuhan jamur.

Perlu diingat bahwa produk perawatan kuku yang dijual bebas tidak disarankan sebagai obat tinea unguium. Hal ini dikarenakan obat yang dijual bebas belum terbukti dapat memberikan hasil memuaskan dan malah dapat membuat kambuh kembali.

Pengobatan di rumah

Infeksi jamur adalah salah satu penyakit yang menular dengan cepat. Itu sebabnya, Anda bisa kembali tertular oleh kelainan pada kuku ini. Berikut beberapa cara merawat kuku agar tidak terinfeksi jamur.

  • Ikuti petunjuk penggunaan obat jamur kuku.
  • Pakai sepatu dengan ukuran yang pas dan memiliki sirkulasi udara.
  • Gunakan kaus kaki yang bersih dan kering.
  • Rutin mencuci kaus kaki, handuk, seprai, dan karpet.
  • Jaga kaki tetap kering dan periksa kaki setiap hari.
  • Rutin memotong kuku untuk mencegah jamur masuk ke kuku.
  • Manfaatkan bahan alami untuk mengobati jamur kuku, seperti minyak zaitun.
  • Hindari berjalan tanpa alas kaki di tempat umum, terutama di ruang ganti.

Bila Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut, silakan hubungi dokter kulit untuk mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter patient advisor E-book. Elsevier Health Sciences.

Fungal Nail Infections. (2020). Centers for Disease Control and Prevention. Retrieved 20 November 2020, from https://www.cdc.gov/fungal/nail-infections.html 

Twelve ways to prevent another nail infection. (n.d). American Academy of Dermatology. Retrieved 20 November 2020, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/prevent-another-nail-infection 

Westerberg, D. P., & Voyack, M. J. (2013). Onychomycosis: Current trends in diagnosis and treatment. American family physician, 88(11), 762–770. Retrieved 20 November 2020. 

Nail Fungus – diagnosis & treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 20 November 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nail-fungus/diagnosis-treatment/drc-20353300 

Singal, A., & Khanna, D. (2011). Onychomycosis: Diagnosis and management. Indian journal of dermatology, venereology and leprology, 77(6), 659–672. https://doi.org/10.4103/0378-6323.86475. Retrieved 20 November 2020.

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Novita Joseph Diperbarui 31/05/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x